Kategori: Berita

  • Polres Nganjuk Periksa Senjata Api Organik dan Amunisi Personil Polres

    Polres Nganjuk Periksa Senjata Api Organik dan Amunisi Personil Polres

    KabarNganjuk.com – Kapolres Nganjuk AKBP Muhammad, S.H., S.I.K., M.Si., diwakili Wakapolres Nganjuk Kompol Mustijat Priyambodo, S.I.K., M.H., memimpin pelaksanaan pemeriksaan senjata api dan amunisi yang dipinjam oleh personil Polres Nganjuk dan Polsek jajaran Polres Nganjuk pada Kamis 21 September 2023.

    Kegiatan ini dilakukan hari ini (21/9/2023) pukul 10.00 WIB di depan Kantor Siepropam Polres Nganjuk. Dalam kegiatan ini, senjata api khususnya laras pendek organik dan amunisinya diperiksa secara teliti.

    Kompol Mustijat menyebut, kegiatan ini merupakan langkah penting dalam menjaga keamanan dan kedisiplinan personilnya dengan melaksanakan pemeriksaan senjata api organik dan amunisi.

    “Kita pastikan bahwa senjata dan amunisi tersebut selalu dalam kondisi layak dan siap digunakan kapan pun dibutuhkan, terutama untuk petugas lapangan atau opsnal,” kata Kompol Mustijat.

    Senada dengan hal tersebut, AKP Imam Susanto, (Kasipropam Polres Nganjuk) mengatakan keberadaan senjata organik Polri dan amunisinya perlu diawasi dengan ketat. Selain itu pihak Propam juga melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan surat ijin pemengang senpi.

    Hal ini dilakukan untuk meminimalisir penggunaan senjata api diluar peruntukannya hingga berujung timbulnya masalah yang kontra produktif dengan tujuannya.

    “Semua dalam keadaan baik, surat-suratnya juga lengkap, untuk senpi yang terlihat kurang bersih kami lakukan tindakan fisik kepada personel pemegangnya dan dibersihkan ditempat,” pungkas AKP Imam. (red)

  • Polres Kediri Kota Cegah Kebakaran Lahan Dengan Sambang Sawah dan KebunTebu

    Polres Kediri Kota Cegah Kebakaran Lahan Dengan Sambang Sawah dan KebunTebu

    Kediri, KabarNganjuk.com – Kapolres Kediri Kota AKBP Teddy Chandra, S.I.K., M.Si. melalui Kapolsek Mojoroto Kompol Muhlason, S.H. mengatakan upaya mencegah kebakaran lahan dengan melakukan patroli sambang sawah dan kebun tebu.

    “Karena saat ini sering terjadi kebakaran lahan tebu baik yang telah dipanen atau yang belum dipanen bahkan dedaunan kering bisa membuat api cepat membesar,” terang Kompol Muhlason, Rabu (20/9/2023).

    Kapolsek Mojoroto menjelaskan, mencegah merupakan kunci dalam mengatasi kebakaran sehingga peran Bhabinkamtibmas menyampaikan imbauan kepada masyarakat sangat berarti dalam menjaga lingkungan dan keamanan wilayah.

    Untuk mencegah kebakaran di lahan tebu, anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Mrican, Aipda Achmad Sodik melakukan patroli keliling kampung, sambang sawah dan lahan tebu.

    Aipda Sodik memberikan himbauan kepada warga dan pemilik lahan agar tidak melakukan pembakaran di lahan tebu setelah panen.

    “Sesuai arahan bapak Kapolres melalui Kapolsek, saya sampaikan himbauan ini kepada warga termasuk para petani agar kebakaran lahan dapat diminimalisir,” ujar Aipda Sodik di salah satu lahan tebu.

    Saat patroli, Aipda Sodik berkeliling bersama anggota Babinsa mendatangi lokasi lahan tebu yang dipanen dan belum dipanen serta memberikan imbauan kamtibmas.

    Bersamas Babinsa, Bhabinkamtibmas dari Polsek Mojoroto itu juga memasang baliho besar bertuliskan, “Dilarang Membakar Lahan Tebu Karena Bisa Dipenjara dan Denda sesuai Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999”.

    “Petani dan buruh tani yang berada di lahan tebu juga dilarang membakar bekas daun tebu karena dapat mengakibatkan kebakaran,”kata Aipda Sodik.

    Diharapkan, kegiatan patroli yang dilakukan anggota Bhabinkamtibmas membantu mengurangi resiko kebakaran lahan tebu.(*)

  • 400 KK di Ngawi Dapat Bantuan Air Bersih dari Polres Ngawi

    400 KK di Ngawi Dapat Bantuan Air Bersih dari Polres Ngawi

    NGAWI,KabarNganjuk.com – Dua Truk tangki dengan kapasitas masing-masing 9000 liter didistribusikan Polres Ngawi Polda Jatim kepada warga dusun Jetak Desa Selopuro dan Dusun Ngrowo Desa Cantel, Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

    Kapolres Ngawi AKBP Argowiyono, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Plt Kasi Humas Iptu Dian mengatakan bahwa,penyaluran tersebut bertujuan untuk membantu warga yang terdampak kekurangan air bersih di musim kemarau ini.

    “Bantuan air bersih kali ini, diberikan untuk dua desa yaitu Desa Selopuro dan Desa Cantel,” ujar Iptu Dian, Rabu (20/9).

    Sebelumnya Kapolsek Pitu, AKP Karno, S.H telah mendata wilayahnya yang terdampak kekeringan dan melaporkan ke Polres Ngawi.

    Dari data yang dicatat oleh Bhabinkamtibmas dan Polisi RW setempat, terdapat kurang lebih 400 Kepala Keluarga yang terdampak kesulitan air bersih.

    “Di Dusun Ngrowo Desa Cantel pada RW 01 dan RW 02, sejumlah 212 KK yang terbagi atas 200 rumah,sedangkan di Dusun Jetak Desa Selopuro pada RW 05 sejumlah 180 KK, ” ujar Kapolsek Pitu, AKP Karno.

    Sebagai informasi, karena letak Dusun Jetak berbatasan langsung dengan wilayah Kecamatan Megeri, Propinsi Jawa Tengah, maka banyak juga warga Megeri yang terdampak kekurangan air bersih ikut antri.

    “Banyak juga warga dari Megeri, Jateng yang ikut antri mengambil air bersih di Dusun Jetak, karena wilayahnya berbatasan langsung,” lanjut AKP Karno

    Saat disentil banyak yang ambil air bersih bukan warga Dusun Jetak, Kapolsek Pitu dengan ramah menjawab.

    “Ya gak papa, kita layani juga. Siapa yang membutuhkan air bersih, silahkan ambil. Lha wong kita kan satu bangsa, Indonesia. Wilayah Megeri juga NKRI,” kata AKP Karno.

    Bantuan droping air bersih selain dari Polisi juga dari Pengurus Cabang Muhammadiyah, sebagai salah satu wujud kepedulian Polri dan Masyarakat kepada warga yang terdampak musim kemarau.

    “Semoga apa yang kami lakukan hari ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” kata Kapolsek Pitu

    AKP Karno berharap kegiatan serupa bisa dilaksanakan secara rutin, untuk membantu kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan air bersih di musim kemarau.

    “Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut, demi membantu saudara-saudara kita yang kesulitan mendapatkan air bersih,” imbuhnya.

    Banyak respon positif datang dari para warga.

    “Alhamdulillah, trima kasih pak polisi. Air bersih ini sangat bermanfaat bagi kami. Semoga bisa rutin njih pak,” ucap Marni (46) salah satu warga yang turut antri mengambil air bersih. (*)

  • Polres Nganjuk Bersama -sama TNI  Pemdes Rowoharjo dan Dinas Kesehatan Bantu ODGJ

    Polres Nganjuk Bersama -sama TNI Pemdes Rowoharjo dan Dinas Kesehatan Bantu ODGJ

    KabarNganjuk.com- 20 September 2023, Kapolres Nganjuk AKBP Muhammad, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Prambon AKP Riduwan, S.H., bekerjasama dengan Koramil Prambon, Pemdes, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk mengamankan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) inisial AJ (43), warga Desa Rowoharjo, Prambon untuk selajutnya dikirim ke Rsj. Menur Surabaya.

    AKP Riduwan mengatakan Tindakan ini bertujuan untuk melindungi keluarga dan lingkungan sekitarnya dari potensi bahaya yang dapat timbul akibat kondisi ODGJ yang tidak terkontrol.

    “Sinergi antara TNI-Polri dan Dinas Sosial adalah bukti nyata bahwa kami selalu bekerja sama untuk melindungi masyarakat, terutama yang berada dalam kondisi yang rentan.” Ujar AKP Riduwan.

    AKP Riduwan menambahkan, kegiatan ini merupakan contoh konkret dari kerja sama lintas sektor yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga keamanan di lingkungan sekitar.

    Sementara itu Bhabinkamtibmas Desa Rowoharjo AIPDA M. Zaenal Arifin mengatakan, kerja sama yang baik antara berbagai pihak memastikan bahwa situasi berjalan dengan lancar dan aman.

    “Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa AJ mendapatkan perawatan medis yang dibutuhkan dan sesuai prosedur sehingga tidak menjadi persoalan di kemudian hari.” Ungkap AIPDA Zaenal.

    AIPDA Zaenal menambahkan, kolaborasi ini merupakan upaya meminimalkan risiko potensi bahaya yang dapat muncul jika kondisinya tidak terkontrol. ODGJ AJ (43) diserahkan kepada petugas yang telah terlatih untuk merawat dan memberikan pengobatan yang sesuai. (red)

  • Selama Operasi Zebra Semeru 2023, Ditlantas Polda Jatim Jaring 102 Mobil Karena STNK Mati 5 Tahun

    Selama Operasi Zebra Semeru 2023, Ditlantas Polda Jatim Jaring 102 Mobil Karena STNK Mati 5 Tahun

    Surabaya,KabarNganjuk.com- Operasi Zebra Semeru 2023 selama 14 hari di seluruh Jawa Timur, telah selesai dilaksanakan oleh jajaran Polda Jatim.

    Dari hasil operasi tersebut sebanyak 102 mobil yang dilakukan penindakan tilang dan ditahan oleh petugas gabungan tersebut.

    Direktur Lalu lintas ( Dirlantas ) pada Direktorat Lalu lintas ( Ditlantas ) Polda Jatim,Kombes Pol M.Taslim Chairuddin,S.I.K,M.H mengatakan, kendaraan yang ditilang dan ditahan tersebut karena Surat Tanda Nomor Kendaraan ( STNK ) sudah mati Lima tahun.

    “Ada 102 unit mobil yang kami lakukan penidakan tilang dan kami tahan karena STNK nya sudah mati 5 tahun,”kata Kombes Pol M.Taslim, Selasa (19/9).

    Dalam penindakan tersebut pihak Ditlantas Polda Jatim juga menghadirkan pihak Jasa Raharja dan Dinas Pendapatan Daerah.

    “Kami hadirkan pihak terkait yaitu Jasa Raharja dan Dispenda barangkali ada langkah lain dalam upaya membangun kesadaran Masyarakat terkait kewajiban pajak kendaraan,”ujar Kombes Taslim.

    Menurut Kombes Taslim jika kendaraan STNK nya habis masa berlakunya, dan SWDKLLJ nya tidak dibayar, maka jika terjadi kecelakaan maka korban tidak akan mendapatkan santunan.

    “Kami tidak tahu persis masalah kendaraan ini, yang pasti kendaraan ini STNK nya mati dan kami tahan sampai dengan dokumennya dihidupkan lagi,”tegas Kombes Pol Taslim.

    Dirlantas Polda Jatim ini juga menegaskan, Operasi Zebra Semeru 2023 yang dilaksanakan dan telah melakukan tindakan penegakan hukum itu bukan bermaksud mempersulit atupun membuat Masyarakat menderita.

    Namun lanjut Kombes Taslim dengan penindakan itu adalah upaya memberikan pemahaman kepada Masyarakat tentang kesadaran hukum, keteraturan dan ketertiban sehingga tidak terjadi tindak kejahatan.

    Seperti diberitakan sebelumnya, selama pelaksanaan operasi Zebra Semeru 2023, Polda Jatim telah berhasil menekan angka pelanggaran dan juga angka kecelakaan lalu lintas.

    Hal itu dilihat dari 14 hari sebelum digelarnya Operasi Zebra dan 14 hari pada saat gelaran Operasi Zebra pada tanggal 4 sampai dengan 17 September 2023, dari data Ditlantas Polda Jatim, jumlah kejadian kecelakaan dijalan menurun 9 persen.

    Untuk kejadian kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia juga turun 28 persen, dibandingkan 14 hari sebelum Operasi itu digelar.

    Jika selama 14 hari sebelum operasi itu digelar tercatat sebanyak 95 korban meninggal dunia namun pada saat operasi digelar turun menjadi 68 korban meninggal dunia

    Sedangkan untuk korban luka ringan juga menurun dari semula 14 hari sebelum digelarnya Operasi Zebra ada 1.468 dan setelah digelarnya Operasi Zebra Semeru 2023 ini turun menjadi 1.335, selisihnya 133 korban atau turun 9 persen. (*)

  • Bupati Nganjuk Bersama BAZNAS Launching Gebyar Nganjuk Berzakat 2023

    Bupati Nganjuk Bersama BAZNAS Launching Gebyar Nganjuk Berzakat 2023

    Nganjuk, KabarNganjuk.com- Badan Amil Zakat ( Baznas ) Nganjuk bersama Pemerintah Kabupaten Nganjuk, telah menggelar acara Gebyar Nganjuk Berzakat Tahun 2023 yang bertempat di Pendopo KRT Sosro Koesoemo, dengan tema ” Zakat Menghapus Kemiskinan ” ( 20/9/2023).

    Acara ini ditandai pemukulan gong oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, sebagai tanda di launchingnya Nganjuk Berzakat Tahun 2023, yang dihadiri pula Forkopimda, Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Kajari, Ketua Baznas. Nganjuk, Camat se Kabupaten Nganjuk, juga semua penerima Zakat dari berbagai Kecamatan di Nganjuk, dan segenap undangan yang hadir di Pendopo KRT Sosro Koesoemo Pemkab Nganjuk dalam rangka Gebyar Nganjuk Berzakat Berzakat.

    Dalam sambutannya, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menjelaskan bahwa Baznas adalah mitra Pemerintah yang menjadi ujung tombak inspirator bagi seluruh masyarakat dalam menumbuhkan kepedulian, serta membantu sesama, maka melalui Baznas, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infaq untuk disalurkan ke saudara – saudara kita yang membutuhkan, khususnya masyarakat miskin.

    ” Bagaimana membangun kesadaran berzakat yang bisa menjadi kebiasaan masyarakat dalam bersedekah, beramal, berzakat, dan Alhamdulillah komunikasi dan kolaborasi berjalan dengan baik, maka mari kita bersama – sama ikut berzakat ” harap Kang Marhaen sapaan Bupati Nganjuk.

    Sedangkan Zaenal Arifin selaku Ketua Baznas Nganjuk yang beralamat Kantor di Jalan K.H Agus Salim Nomor 2 Kauman menjelaskan, bahwa kegiatan ini adalah untuk membangun kepercayaan masyarakat, dan membuka semangat masyarkat di Kabupaten Nganjuk, juga untuk mendongkrak memulihkan kepercayaan masyarakat, dan Baznas siap menjembatani, kami punya tujuan untuk membangun kesetaraan antara si kaya dan si miskin, ini yang menjembatani Baznas ” jelasnya.

    ” Untuk membangun kepercayaan itu Baznas punya slogan APIK, yaitu Amanah, Profesional, Integritas, Akuntabel, dan untuk mencapai hal itu kita harus kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas ” ujarnya.

    ” Maka pada hari ini Baznas membantu masyarkat dengan memberikan 1300 zakat kepada fakir miskin, anak yatim, mereka yang punya hutang, para santri juga guru ngaji di Nganjuk ” pungkasnya.

    (red)

  • Mengalir Darah Sang Kakek Gondo Hariono Kini Jadi Politikus

    Mengalir Darah Sang Kakek Gondo Hariono Kini Jadi Politikus

    KabarNganjuk.com-Gondo Hariono anggota DPRD Kabupaten Nganjuk , Komisi IV dari Fraksi PDI Perjuangan, sebelum terpilih menjadi Anggota DPRD, Gondo Hariono adalah seorang birokrat. Meskipun Gondo lahir di Jombang, namun sejak 1980 dia telah mengabdikan diri di Kabupaten Nganjuk, tepatnya pada tahun 1980 dia mulai berkarir sebagai pendidik di SMP Negeri Pace selama 20 tahun.

    Karena dedikasi yang tinggi maka dia memperoleh promosi untuk menduduki jabatan sebagai Kepala Sekolah di Kabupaten Kediri selama 3 periode atau 12 tahun. Kemudian dia kembali ke Nganjuk untuk menjadi guru di SMP Negeri 1 Nganjuk , di SMP ini dia hanya mengajar selama 8 bulan.

    Rupanya kepiawaian dalam mendidik dan wibawa yang terpancar dari dirinya serta pengabdian yang lama di bidang pendidikan, dia kemudian diangkat menjadi seorang pengawas SMA, itupun hanya sebentar dijabatnya yaitu sekitar 8 bulan, sudah mendapat promosi untuk menjabat sebagai sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

    Tiga bulan kemudian ditugaskan untuk menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kominfo sekaligus merangkap sebagai plt Kepala Dinas Kominfo. 6 bulan kemudian dia kembali mendapat amanah untuk menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan selama 2 tahun.

    Namun tak bisa dipungkiri darah PDI Perjuangan yang mengalir dari kakeknya yang bernama Nitiharjo kelahiran Jombang, yang merupakan kader PNI membuat ia rela melepas jabatannya dengan pensiun dini, kemudian bergabung sebagai kader PDI Perjuangan.

    Yang melatar belakangi seorang Gondo untuk berjuang mengabdi kepada masyarakat melalui PDI Perjuangan, yang pertama PDI Perjuangan adalah partai untuk rakyat ; yang ke-2 dia ingin mewarnai PDI Perjuangan dengan gagasan-gagasannya.

    Dia akan all out untuk mendulang suara sebanyak-banyaknya di Dapil IV sehingga cita-citanya untuk menyambung aspirasi masyarakat dan menyumbang suara ke partainya tercapai.

    Meskipun sudah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Nganjuk, Gondo sampai sekarang masih menjabat sebagai Ketua Cabang PSHT Kabupaten Nganjuk. Jabatan yang disandangnya tentu tidak begitu saja diraihnya. Dia mulai menjadi siswa PSHT pada tahun 1985, tahun 1996 mulai menjadi Ketua Ranting di Pace, setelah 1 tahun ditarik H Harsono untuk membantu di cabang. Setelah ada parapatan cabang baru dia resmi sebagai Bendahara PSHT.

    Akhirnya tahun 2015 dia ditunjuk sebagai Ketua PSHT menggantikan H.Harsono. Perlu diketahui PSHT mempunyai anggota sebanyak 71.200 orang. Bagi dia PSHT adalah wujud nyata pengabdian ke masyarakat, karena PSHT adalah organisasi sosial yang membina manusia agar berbudi luhur. Kalau ada yang nakal tidak ada 1% dari anggota dan itu harus kita bina.

    “Himbauan saya untuk masalah ekonomi di Dapil IV yaitu mengangkat masalah ekonomi kerakyatan;
    pengembangan pertanian hendaknya menjadi perhatian pemerintah daerah , seperti biasa terjadi kelangkaan pupuk saat petani membutuhkan, waktu panen harga jual murah. Untuk menyikapi hal itu maka perlu sinergitas pemerintah dan petani. Selain itu kita akan membuat program membasmi tikus, agar tidak mengurangi hasil pertanian , tikus akan dibasmi oleh pemerintah, masyarakat dan petani.

    Selanjutnya untuk bidang pendidikan, kita akan berjuang, bukan berarti agar biaya gratis, hal itu tidak mungkin kecuali kalau daerah turun tentu akan sangat membantu. Selama ini dana APBD hanya membantu siswa yang kurang mampu. Sehingga terkadang ada biaya sukarela karena ada kebutuhan sekolah yang tidak tercukupi dari dana Bos. Namun diharapkan biaya sukarela harus benar-benar atas dasar kerelaan orang tua wali murid jangan dikondisikan berapa kali bayar, sehingga terkesan pungli dan bisa masuk ke ranah hukum.

    Untuk masalah Pendidikan, kita menyoroti masalah kebijakan PPDB, harus ada kebijakan khusus terkait zonasi, sehingga jangan sampai anak sumber muneng Pace tidak bisa sekolah di SMP Negeri 1 Pace dan harus sekolah di Loceret. Mestinya bisa sekolah dengan naik sepeda harus naik bis ke loceret, tentu ini akan nambah biaya. “ Pungkasnya. (red)

  • Kabupaten Nganjuk Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Antar Kampung

    Kabupaten Nganjuk Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Antar Kampung

    KabarNganjuk.com- Kejuaraan Antar Kampung ( Tarkam) Kementerian Pemuda dan Olahraga ( Kemenpora), dan Peringatan Hari Olahraga Nasional ( Haornas ) Kabupaten Nganjuk Tahun 2023, telah resmi dibuka, yang di hadiri langsung Kemenpora melalui Staf Ahli Bidang Budaya dan Supportivitas Ir. Hamka Hendra, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono, Kadis Porabudpar Sri Handariningsih, Kadis Pendidikan Sopingi, dan segenap undangan yang hadir, serta dihadiri semua peserta lomba dari 20 Kecamatan se Kabupaten Nganjuk, dari kalangan pelajar maupun umum, yang nantinya akan diharapkan menjadi atlet – altet tangguh yang ada di Kabupaten Nganjuk.

    Nganjuk adalah salah satu dari 3 Kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Timur, di tunjuk oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga ( Kemenpora ), untuk menjadi Tuan Rumah Kejuaraan Antar Kampung ( TARKAM ) Kemenpora, dan sekaligus untuk memperingati Hari Olahraga Nasional ( Haornas ) Kabupaten Nganjuk Tahun 2023, dan pada hari ini telah dilaksanakan pembukaan yang bertempat di halaman Gedung Olah Raga ( GOR ) Bung Karno Begadung – Nganjuk ( 19/9/2023).

    Dalam kesempatannya, Ir. Hamka Hendra menjelaskan, bahwa hari ini adalah pembukaan kejuaraan Tarkam, dan Kabupaten Nganjuk adalah yang ditunjuk oleh Menpora, dari 3 Kabupaten yang ada di Jawa Timur.

    ” Semoga kejuaraan Tarkam ini nantinya akan membentuk atlet – atlet yang berprestasi, minimal di Kabupaten Nganjuk ( Tarkam ), dan kedepannya kita berharap, agar nantinya akan menjadi atlet – atlet daerah yang mewakili Jawa Timur, bahkan menjadi atlet tingkat Nasional ” harap Hamka.

    Lebih lanjut disampaikannya, bahwa ini ada 3 cabang olahraga, dan ini tadi pembukaan, yang diikuti dari 20 Kecamatan se Kabupaten Nganjuk, dan kita berharap, ke depan akan lahir atlet – atlet yang berpotensi mewakili Kabupaten, atau nantinya akan menjadi atlet – atlet Provinsi, juga saya berharap, kedepannya akan lahir dari Nganjuk atlet – atlet Nasional ” pungkasnya.

    Sedangkan Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi merasa bersyukur dan mengucap Alhamdulillah atas ditunjuknya Kabupaten Nganjuk oleh Kemenpora melaksanakan Tarkam, 3 Kabupaten yang ada di Jawa Timur, salah satunya adalah Kabupaten Nganjuk.

    ” Karena ini Antar Kampung ( Tarkam ), jadi tidak membawa nama sekolah, tetapi membawa nama daerahnya masing – masing, yaitu di Nganjuk per Kecamatan, antar Kecamatan kita tandingkan, dan ini domisili, bukan sekolah, dan Tarkam ini bagus untuk membela jiwa atau memiliki daerahnya, atau Kecamatannya biar bagus, ada 3 kejuaraan Tarkam yaitu Bulu Tangkis, Volly dan Atlet. Mari kita gerakkan olahraga bersama – sama, Salam Olahraga ” pungkasnya dengan semangat. (red)

  • Operasi Zebra Semeru 2023, Tingkatkan Kesadaran Berlalu Lintas

    Operasi Zebra Semeru 2023, Tingkatkan Kesadaran Berlalu Lintas

    SURABAYA, KabarNganjuk.com – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat berlalulintas, Polda Jawa Timur bersama stakeholder terkait, melakukan Operasi Zebra Semeru 2023.

    Operasi ini dilakukan selama 14 hari di seluruh Jawa Timur, mulai dari tanggal 4 sampai dengan tanggal 17 September 2023.

    Menurut Direktur Lalu lintas ( Dirlantas ) Polda Jatim,Kombes Pol M.Taslim Chairuddin,S.I.K,M.H dari hasil Analisa dan Evaluasi (Anev) yang dilakukan oleh Direktorat Lalulintas Polda Jatim, Operasi Zebra Semeru 2023 berhasil menurunkan jumlah kecelakaan lalu lintas dibandingkan 14 hari sebelum digelarnya Operasi Zebra ini.

    “Dengan digelarnya Operasi Zebra Semeru 2023 ini, alhamdulillah kita berhasil menurunkan angka kecelakaan dijalan, dilihat dari 14 hari sebelum digelarnya Operasi Zebra dan 14 hari pada saat gelaran Operasi Zebra pada tanggal 4 sampai dengan 17 September kemarin,” jelas, Kombes Pol M.Taslim, Senin (18/9/2023).

    Lebih lanjut, Kombes Pol M.Taslim mengatakan, dari data yang dimilikinya,jumlah kejadian kecelakaan dijalan menurun 9 persen.

    Untuk kejadian kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia juga turun 28 persen, dibandingkan 14 hari sebelum Operasi itu digelar.

    Jika selama 14 hari sebelum operasi itu digelar tercatat sebanyak 95 korban meninggal dunia namun pada saat operasi digelar turun menjadi 68 korban meninggal dunia

    “Untuk korban luka ringan juga menurun ya, yang semula 14 hari sebelum digelarnya Operasi Zebra ada 1.468 dan alhamdulillah setelah digelarnya Operasi Zebra Semeru 2023 ini turun menjadi 1.335, selisihnya 133 korban, turun 9 persen,” paparnya.

    Sementara itu, jika dilihat dari grafik saat digelarnya Operasi Zebra itu jumlah angka pelanggaran juga menurun drastis. .

    “Untuk jumlah pelanggaran juga menurun 80 persen, dilihat dari 14 hari sebelum dan 14 hari sesudah digelarnya Operasi Zebra,” tambah Kombes Pol M.Taslim.

    Ia menyebut sebanyak 1.786.046 pelanggar sebelum Operasi Zebra dan sebanyak 353.596 pelanggar selama Operasi Zebra.

    “Jadi angka pelanggaran turun sebanyak 1.432.450 pelanggar lalulintas,” pungkasnya.

    Diharapkan dengan digelarnya Operasi Zebra Semeru 2023 ini, masyarakat dapat lebih meningkatkan kesadaran saat berkendara di jalan, agar terhindar dari kejadian yang tidak di inginkan, seperti kecelakaan lalulintas atau pelanggaran di jalan. (*)

  • Pemkab Nganjuk dan Dinas Lingkungan Hidup Peringati Hari Lingkungan Hidup se Dunia

    Pemkab Nganjuk dan Dinas Lingkungan Hidup Peringati Hari Lingkungan Hidup se Dunia

    KabarNganjuk.com-Pemkab Nganjuk dan Dinas Lingkungan Hidup gelar acara peringatan Hari Lingkungan Hidup se Dunia. Acara ini diselenggarakan di Pendopo KRT Sosrokoesoemo pada Senin (18/9/2023).

    Hadir pada acara peringatan ini Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Forpimda Kabupaten Nganjuk, OPD, Camat SE Kabupaten Nganjuk, Kepala Desa, serta kader lingkungan hidup.

    Peringatan Hari Lingkungan Hidup kali ini mengambil tema “Solusi Untuk Polusi Plastik (Solusion to Plastic Pollution)”. Pemkab Kabupaten Nganjuk Bersama Dinas Lingkungan Hidup berkomitmen menciptakan lingkungan dan ekosistem yang bersih, indah, sehat, asri (BISA).

    Subani, Kepala Dinas Lingkungan Hidup menegaskan, tujuan diselenggarakannya kegiatan ini agar masyarakat Nganjuk terus menjaga kebersihan sehingga lingkungan di sekitar kita tetap asri dan indah.

    Sementara itu Kang Marhaen sebutan untuk Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi merasa bersyukur, karena Kabupaten Nganjuk memiliki banyak prestasi dalam lomba memperingati hari lingkungan hidup se dunia ini “Alhamdulillah dalam menyongsong Hari Lingkungan Hidup Nganjuk meraih banyak penghargaan terbanyak di tingkat Provinsi Jawa Timur” ungkapnya.

    Kang Marhaen juga mengajak masyarakat Nganjuk menggali potensi-potensi terbaik nya, agar Kabupaten Anjuk Ladang ini menjadi Kabupaten Juara dengan mental sukses, tangguh dan berprestasi.

    Kang Marhaen mengapresiasi serta mengucapkan selamat dan sukses kepada para pemenang lomba dalam rangka peringatan Hari Lingkungan Hidup baik untuk tingkat Kabupaten maupun tingkat Provinsi. Selanjutnya Kang Marhaen berharap, prestasi-prestasi itu terus dikembangkan.
    (red)

  • Dua Pelaku Penganiayaan Diamankan Polres Nganjuk

    Dua Pelaku Penganiayaan Diamankan Polres Nganjuk

    KabarNganjuk.com- 18 September 2023, Kapolres Nganjuk AKBP Muhammad, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kasat Reskrim AKP Fatah Meilana S.I.K., M.H., membenarkan pihaknya telah mengamankan 2 orang diduga pelaku penganiayaan inisial SA (35) dan JB (48) asal Perak, Jombang.

    Kedua orang tersebut diamankan atas laporan dugaan penganiayaan yang dialami oleh korban Kh (53) warga Bandarkedungmulyo, Jombang yang terjadi di salah satu Cafe di Dusun Kedungrejo, Desa Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom Kabupaten Nganjuk, Kamis (14/9/2023).


    AKP Fatah mengatakan, kedua pelaku tersebut melakukan penganiayaan secara bersama – sama kepada korban hingga mengakibatkan luka gores akibat sabetan pecahan botol pada leher sebelah kiri.

    “Mereka (pelaku) sudah diamankan di rutan Polres Nganjuk, kesimpulan sementara pelaku tidak terima ditegur korban karena telah berbuat tidak senonoh kepada istri korban,” ungkap AKP Fatah.

    AKP Fatah menegaskan bahwa kedua pelaku saat ini telah dilakukan proses lidik sidik lebih lanjut. Mereka akan dihadapkan pada hukum dan akan dijerat dengan Pasal 170 KUHP yang berpotensi menghadirkan hukuman penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan, jika terbukti bersalah.

    Lebih jauh, AKP Fatah berharap bahwa kasus ini akan menjadi pelajaran bagi semua pihak, namun demikian pihaknya akan terus berusaha untuk memberikan keadilan kepada korban dalam proses hukum yang berjalan. (red)

  • Pesan Pemilu Damai, Kapolres Situbondo Sowan ke Ponpes Walisongo

    Pesan Pemilu Damai, Kapolres Situbondo Sowan ke Ponpes Walisongo

    SITUBONDO,KabarNganjuk.com- Menuju Pemilu 2024, Polres Situbondo menggelar Safari Kamtibmas dan silaturahmi ke para Ulama dan dengan tokoh agama di berbagai Pondok Pesantren ( Ponpes ) di Kabupaten Situbondo.

    Salah satunya, Kapolres Situbondo berkunjung atau sowan ke ulama di Pondok Pesantren Walisongo, Kelurahan Mimbaan Kecamatan Panji, Situbondo

    Di Pondok Pesantren Walisongo, Kapolres Situbondo AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto, S.H., S.I.K., M.H., didampingi Kasat Intelkam IPTU. Danny Prastiyansyah, S.E sowan ke KHR. Muhammad Kholil As’ad Syamsul Arifin.

    Dalam silaturahmi yang penuh keakraban tersebut, Kapolres Situbondo, memohon doa dan dukungan dalam program Polri untuk menjaga Kamtibmas Situbondo tetap aman, nyaman dan kondusif menjelang Pemilu 2024.

    Kapolres Situbondo AKBP Dwi Sumrahadi Rakhmanto menyampaikan kedatangan ke Ponpes Walisongo dalam rangka silaturahmi dengan harapan terjalin sinergitas antara ulama dan umaroh untuk menjaga Kabupaten Situbondo agar aman dan kondusif.

    Dengan kultur masyarakat Situbondo yang agamis tentunya peran serta para ulama sangat penting dalam memberikan ketenangan dan kesejukan di tengah-tengah masyarakat terutama menjelang pesta demokrasi Pemilu 2024.

    “ Peran ulama sangatlah penting dan utama dalam menjaga Kamtibmas. Polri butuh masukan, doa dan dukungan dalam rangka lancarnya tugas memelihara Kamtibmas di Situbondo ” ungkap Kapolres Situbondo, Sabtu16/9).

    Sementara itu, KHR. Muhammad Kholil As’ad Syamsul Arifin menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolres Situbondo atas kunjungan silaturahmi dan sinergitas yang sudah terjalin baik sampai saat ini antara Ulama dan Umaro.

    Di Tahun politik seperti saat ini peran Tokoh Agama di Situbondo sangat berpengaruh karena keberadaan para Ulama di tengah masyarakat selama ini menjadi panutan.

    “ Jangan sungkan untuk berkomunikasi dan silaturahmi dengan para Ulama, Insya Allah kami selalu siap membantu dan berkontribusi dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif di Kabupaten Situbondo “ pesan Kiai Kholil kepada Kapolres Situbondo. (*)

  • Kepsek SMKN 1 Jombang Batalkan Pengambilan Seragam Siswa Baru

    Kepsek SMKN 1 Jombang Batalkan Pengambilan Seragam Siswa Baru

    Jombang,KabarNganjuk.com- Kepala Sekolah SMKN 1 Jombang akhirnya membatalkan pengambilan seragam siswa baru (kelas X). Hal ini dikarenakan angin tak sedap sempat berhembus menerpa sekolah yang dipimpinnya baru-baru ini. Namun sekolah kejuruan yang berlokasi di Jalan Dr. Soetomo nomor 15, Desa Sengon, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, tetap tenang menyikapi suara sumbang akibat adanya mis komunikasi dan ketidakpahaman sebagian wali murid.

    Kepada sejumlah insan pers, pihak SMKN 1 Jombang melalui Kepala Sekolah Drs. Siswo Rusianto mengaku tetap berpedoman pada penerbitan Surat Edaran (SE) Dinas Pendidikan (Dispendik) Jawa Timur nomor 420/4849/101.1/2023 tertanggal 27 Juli 2023. SE tersebut, papar Siswo, berisi tentang moratorium penyediaan seragam siswa oleh koperasi sekolah. Meski SE tersebut terbit tanggal 27 Juli 2023, sebelum pelaksanaan MPLS sudah ada kegiatan pengukuran seragam sekolah oleh pihak konveksi yang ditunjuk pihak sekolah.

    “Sebelum pelaksanaan MPLS sudah ada pengukuran seragam sekolah oleh konveksi,” jelas Siswo.

    Namun demikian, imbuh Siswo, terdapat sejumlah siswa kelas X yang masih mengenakan seragam SMP-nya dan sudah tidak muat (sesak-red), namun menghendaki untuk mendapatkan seragam yang baru. Keluhan para siswa yang ingin mendapatkan seragam baru tersebut, ditindaklanjuti pihak SMKN 1 Jombang dengan mengadakan rapat internal bersama tim manajemen sekolah. Hasil dari rapat tersebut, kemudian diinformasikan kepada siswa yang memerlukan seragam agar menghubungi pihak konveksi.

    “Khusus bagi siswa yang sudah terlanjur melakukan pengukuran sebelum MPLS dan sebelum terbitnya SE moratorium ya dipersilahkan menjahitkan pada pihak konveksi.

    Karena dikhawatirkan muncul kegaduhan akibat adanya pro dan kontra, pihak Kepala Sekolah SMKN 1 Jombang mengambil langkah tegas, dengan menginstruksikan pembatalan pengambilan seragam ke konveksi melalui grup Whatsapp masing-masing wali kelas X.

    Di sisi lain, lanjut Siswo, seluruh Wali kelas X juga bergerak cepat meneruskan informasi pembatalan pengadaan seragam tersebut kepada seluruh orang tua/wali murid melalui grup Whatsapp orang tua/wali murid masing-masing kelas.

    “Alhamdulillah..semua sudah “clear” berjalan lancar seiring pembatalan pengadaan seragam lewat konveksi. Tidak ada campur tangan sedikit pun dari kami selaku Kepala Sekolah, Komite Sekolah, bahkan Koperasi Sekolah dalam hal pengadaan seragam tahun ajaran ini. Kami juga sudah melaporkan dan klarifikasi terkait hal ini kepada Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Kabupaten Jombang,” pungkas Siswo sembari tersenyum.

    Sementara itu saat dikonfirmasi secara terpisah, Ulil Mu’amar, S.Sos., Kasubag tata usaha Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, mengaku sudah mendapatkan surat klarifikasi dari pihak Kepsek SMKN 1 Jombang pada tanggal 14 September lalu. Materi klarifikasi berisi tentang pembatalan pengadaan seragam. Sehingga dengan demikian, tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi terkait pengadaan seragam klas X di SMKN 1 Jombang.

    “Analoginya kan, ibarat orang mau ambil air minum, terus tidak jadi diminum. Sehingga tidak timbul peristiwa apapun. Dalam konteks ini, SMKN 1 Jombang sudah melakukan langkah bijak sehingga tidak menimbulkan kegaduhan,” jelas Ulil ramah.

    Namun demikian, Ulil mengungkapkan, sesuai dengan kewenangannya, pihak Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur wilayah Jombang akan terus melakukan monitoring dan evaluasi terhadap tingkat kepatuhan masing-masing satuan pendidikan. Sebab, kata Ulil, selama diberlakukannya moratorium pengadaan seragam, koperasi sekolah tetap diperbolehkan beroperasi dan menyediakan berbagai kebutuhan lainnya. Kecuali pengadaan seragam,” tutup Ulil.
    ( red)

  • Polres Nganjuk Lakukan Pengamanan Berlapis Dalam Kunjungan Menkopolhukam RI

    Polres Nganjuk Lakukan Pengamanan Berlapis Dalam Kunjungan Menkopolhukam RI

    KabarNganjuk.com-15 September 2023 – Polres Nganjuk melakukan pengamanan berlapis dalam rangka pengamanan kunjungan Menkopolhukam RI, Prof. Dr. H. Mohammad Mahfud Mahmodin, S.H., S.U., M.I.P., ke Pondok Pesantren Mojosari, Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.

    Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Ngaji Politik Kebangsaan yang dihadiri oleh lebih dari 300 peserta, termasuk pengasuh Pondok Pesantren dari wilayah Mataraman Jawa Timur.

    Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain, Ketua MUI KH. Muhammad Anwar Iskandar, Sekda Provinsi Jatim Adhy Karyono A.KS, M.AP, dan perwakilan dari berbagai instansi, termasuk kepolisian dari beberapa kabupaten di Jawa Timur.

    Kapolres Nganjuk, AKBP Muhammad, S.H., S.I.K., M.Si., mengungkapkan bahwa sebanyak 250 personel Polres Nganjuk dikerahkan untuk memastikan keamanan kegiatan tersebut.

    “Pengamanan dilakukan dalam bentuk sterilisasi, pengamanan jalur yang dilalui dan lokasi berlangsungnya acara, tentunya kami telah berkoordinasi dengan Anggota Staf Ahli Menkopolhukam RI untuk mengantisipasi gangguan Kamtibmas dan menjaga situasi yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Nganjuk,” sambung, AKBP Muhammad.

    Beliau menekankan pentingnya menjaga keamanan di tahun politik ini, di mana bahkan kesalahan kecil dapat dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk menyerang institusi Polri.

    Oleh karena itu, Polres Nganjuk tidak ingin ada celah yang dapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang ingin merusak ketertiban. Semua pihak bekerja sama dengan baik demi menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif dalam acara penting ini.

    Kapolres tidak lupa untuk mengapresiasi kontribusi dari pihak TNI, khususnya Kodim 0810 Nganjuk, dan Satuan Pamong Praja Kabupaten Nganjuk yang juga telah aktif berpartisipasi dalam upaya pengamanan kunjungan Menkopolhukam RI. (*)