KabarNganjuk.com- 26 September 2023 – Kapolres Nganjuk AKBP Muhammad, S.H., S.I.K., M.Si., melalui pimpinan Polsek Lengkong dan Polsek Jatikalen bekerja sama dengan Asosiasi Kepala Desa (AKD) Lengkong dan Jatikalen menyalurkan air minum dalam kemasan kepada warga Dukuh Kedung ringin, Dusun Tondowesi, Desa Pule, Kecamatan Jatikalen, Kabupaten Nganjuk.
Bantuan berupa air minum dalam kemasan, yang terdiri dari 48 kardus dalam bentuk gelas dan 23 galon, diserahkan kepada 23 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di Dukuh Kedung Ringin. Pengiriman ini berlangsung pada Hari Senin (25/09/2023).
AKBP Muhammad menyatakan bahwa bantuan air minum dalam kemasan ini merupakan langkah strategis untuk mengatasi dampak dari kekeringan yang telah membuat air layak konsumsi sulit ditemukan.
“Bantuan ini adalah bukti bahwa kami, sebagai perpanjangan tangan pemerintah, hadir untuk membantu masyarakat, mengurangi beban mereka, dan memberikan dorongan agar masyarakat tetap bersemangat dalam menjalani kehidupan sehari-hari,” ungkap AKBP Muhammad.
Kapolsek Jatikalen, AKP Suparyanto, menyatakan kesamaan pandangan dengan Kapolres, dan mengungkapkan bahwa bantuan air minum kemasan dari AKD Jatikalen dan AKD Lengkong bersama Polsek Jatikalen dan Polsek Lengkong dianggap lebih tepat sasaran dan efisien dalam mengatasi kebutuhan air minum.
“Bantuan air minum dalam kemasan yang telah diserahkan kepada Kepala Desa Pule ini bertujuan untuk membantu warga kami anggap sudah tepat, karena lebih praktis dan apat langsung dikonsumsi,” jelasnya.
Kabar Nganjuk.com – Sri Handoko Taruna PJ Bupati Nganjuk mendapat sambutan hangat dari Forkopimda, seluruh OPD, seluruh Camat dan jajaran Kepala desa se- Kabupaten Nganjuk dan komunitas Ngajiro pada malam menghantar purna tugas Kang Marhaen Senin (25/09/2023) di Pendopo KRT Sosro Koesoemo.
Direktur Kewaspadaan Nasional ini adalah 8 saudara, lahir di Nganjuk, besar di Nganjuk, namun dirinya mengaku, Nganjuk benar – benar luar biasa di era sekarang ini, mulai dari perkembangan perekonomiannya maupun infrastukturnya, kedua hal ini tak dapat dipisahkan.
Dihadapan seluruh hadirin, dirinya mengatakan, bahwa hari ini saya diberi amanah untuk menjadi Penjabat Bupati Nganjuk, diberi tugas untuk mengelola daerah dalam hal ini Kabupaten Nganjuk, dan ini bukan tugas sembarangan, amanah ini terkandung hajat hidup warga se- Kabupaten Nganjuk.
Dirinya juga mengatakan, Baru beberapa jam dilantik sudah beberapa grup whatsap masuk, begtu luar biasa Nganjuk ini persaudaraanya, saya mencoba memahami kondisi secara keseluruhan.
“Saya akan Gas pol untuk Nganjuk bangkit, agar berkelanjutan, karena Nganjuk ini standar yang diberikan oleh Kang Marhaen kepada saya ini sudah tinggi, untuk itu saya secepatnya akan beradaptasi dan menjaga serta melanjutkan program Kang Marhaen. Saya akan membuat skala prioritas untuk Nganjuk bangkit, dan saya optimis bisa melampauinya.” Tegas Handoko sapaan Akrabnya.
Saat ditanya terkait stateginya mengelola daerah, khususnya menghadapi OPD yang mungkin bandel, Handoko menyampaikan punya strategi khusus untuk hal itu, karena dilingkungan kerjanya (kewaspadaan nasional) adalah menangani berbagai konflik, “Kita punya strategi khusus, penekanannya adalah komunikasi, komunikasi dan komunikasi, jangan ada sumbatan komunikasi, agar semua berjalan lancar.” Tegas dia.
Tentunya hal itu seiring dengan Undang – Undang nomor 23 tahun 2011 dan Instruksi Mendagri no 52 tahun 2022 tentang Penyusunan Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah Bagi Daerah dengan Masa Jabatan Kepala Daerah Berakhir pada Tahun 2023 dan Daerah Otonom Baru (DOB).
Bagi Handoko Nganjuk bangkit tidak sekedar jargon, namun memiliki makna yang mendalam bagi warga Nganjuk. (Red)
BANYUWANGI, KabarNganjuk.com – Seorang bocah perempuan berusia 7 tahun di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi korban pemerkosaan oleh tetangganya sendiri berinisial MNA (19).
Akibatnya, korban yang masih duduk di bangku kelas 1 SD ini mengalami pendarahan hebat pada bagian kemaluannya dan harus mendapatkan perawatan intensif.
Kasatreskrim Polresta Banyuwangi, Kompol Agus Sobarnapraja, membenarkan peristiwa memilukan ini. Ia menjelaskan bahwa kejadian tragis ini terjadi pada Sabtu (23/09/2023).
“Pelaku sudah kami tangkap setelah orang tua korban melaporkan kejadian ini ke Unit Renakta Satreskrim Polresta Banyuwangi,” ujar Kompol Agus, Senin (25/09/2023).
Kasus pemerkosaan ini terungkap ketika ibu korban pulang kerja dan melihat anaknya mengalami pendarahan.
Saat mendapat kabar tersebut, ayah korban yang sedang bekerja langsung pulang ke rumahnya.
“Di rumah, ayah korban melihat anaknya mengalami pendarahan parah. Tanpa berpikir panjang, dia membawa anaknya ke RSUD Blambangan untuk mendapatkan perawatan,” jelas Kompol Agus.
Orang tua sempat menanyai korban, yang awalnya mengaku dicakar oleh kucing. Namun setelah ditanyakan lebih lanjut, korban mengakui bahwa dia telah diperkosa oleh pelaku.
Peristiwa ini diduga terjadi antara siang dan sore hari. Saat itu, hanya korban dan adiknya yang berusia 5 tahun yang berada di rumah. Sedangkan ibu dan ayah mereka sedang bekerja.
Setelah kejadian itu, pelaku segera meninggalkan rumahnya. Pada saat yang sama, keluarga korban mencari MNA yang melarikan diri.
Beberapa jam kemudian, MNA berhasil ditemukan di wilayah Kecamatan Giri. Pemuda tersebut kemudian diamankan dan diserahkan ke Polresta Banyuwangi.
“Orang tua korban langsung menanyai pelaku tentang insiden ini. Pelaku tidak membantah bahwa dia telah menyetubuhi korban. Pelaku kini sudah ditahan,” ungkap Kasat Reskrim.
Pelaku dihadapkan pada pasal 81 ayat (1) atau (2) UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti undang-undang No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang.
“Ancaman hukuman maksimal 15 tahun,” tegasnya. (*)
Kabar Nganjuk.com – DR.H.Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, MBA yang akrab dengan sapaan Kang Marhaen, resmi pamitan dengan Forkopimda, PJ Bupati Nganjuk yang baru saja dilantik, jajaran OPD, Camat dan Kades – Kades serta seluruh masyarakat Kabupaten Nganjuk pada Senin (25/09/2023).
Tangis haru para hadirin, tatkala Kang Marhaen pamit sejenak menjadi rakyat biasa setelah purna tugasnya sebagai Bupati Nganjuk, dan akan beraktifitas sebagai anggota masyarakat dalam memimpin keluarga
Satu persatu Forkopimda memberikan tanda cinta kepada kang Marhaen, di mulai dari ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono, S.Sos, memberikan tanda cintanya berupa foto dirinya dan kang marhaen beserta istri, dengan bertuliskan “Merentang hati rakyat melayani masyarakat, karena Tuanku adalah rakyat.”
Disusul Kapolres Nganjuk, AKBP Muhammad,SH,S.I.K,M.Si, dengan haru menyampaikan kesan singkatnya bahwa, meskipun menjadi rakyat biasa, komunikasi tetap terjaga, dan menyampaikan maaf yang sebesar – besarnya apabila ada kesalahan, dengan memberikan tanda cinta berupa foto dan tertera tulisan, “Teman datang dan pergi namun teman baik akan mendapatkan jalan untuk kembali”.
Setelah Kapolres, giliran Dandim 0810 Nganjuk, Letkol Inf Tri Joko Purnomo,S.I.P, sejenak Dandim tak mampu berkata – kata karena terharu melepas Kang Marhaen, dan mengakui bahwa Kang Marhaen yang membuat Forkopimda menjadi kompak dan solid, Dandim menyerahkan dua tanda cinta berupa foto dan replika peluru dengan filosofi, melesat dengan senyap menuju sasaran yang tepat.
Usai Dandim disusul, Kajari Nganjuk dan Kepala Pengadilan Nganjuk memberikan tanda cinta dan kesan selama bersama Kang Marhaen.
Tulungagung, KabarNganjuk.com- Tugu pencak silat simbul perguruan pencak silat yang menjadi salah satu menjadi pemicu terjadinya bentrokan antar perguruan, satu persatu dibongkar dan dialih fungsikan.
Hingga saat ini, total ada 16 tugu pencak silat yang berada di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur itu telah di bongkar dengan sukarela oleh warganya.
Kapolres Tulungagung AKBP Teuku Arsya Khadafi, SH, SIK, M.Si melalui Kasi Humas Iptu Mujiatno mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi aksi pembongkaran tugu pencak silat atau dialih fungsikan oleh warga perguruan silat itu sendiri untuk kepentingan masyarakat.
“Kami, Polres Tulungagung mengucapkan banyak terima kasih atas pembongkaran tugu perguruan silat ini, yang dilakukan secara sukarela. Kami, sangat mengapresiasi langkah tersebut,” kata Kasihumas, Senin (25/09/2023).
Iptu Mujiatno mengatakan ada Tugu yang dialihfungsikan menjadi tugu Pancasila, Tugu moto satu desa dan tugu desa wisata.
“Ini tentunya lebih mempercantik lingkungan,” sambung Iptu Mujiatno.
Dia menjelaskan, pembongkaran tugu pencak silat ini sesuai instruksi dari Surat Kesbangpol Provinsi Jawa Timur.
Langkah ini guna menjaga/memelihara Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah hukum Polres Tulungagung dan sekitarnya.
Untuk itu, diharapkan semua lapisan masyarakat turut serta menjaga Kamtibmas secara bersama agar Tulungagung tetap aman kondusif.
“Termasuk tanpa adanya perkelahian antar perguruan silat,”lanjut Iptu Mujiatno.
Mujiatno menyebutkan bahwa hingga saat ini wilayah Kabupaten Tulungagung telah mencatat pembongkaran 16 Tugu Pencak Silat, meliputi 10 tugu milik PSHT, 3 tugu milik PN, 1 Tugu milik IKSP dan 2 tugu milik Cempaka Putih.
“Proses pembongkaran tugu pencak silat ini terus terus kita sosialisasikan sebagai bukti nyata dalam menjaga situasi keamanan, khususnya di Kabupaten Tulungagung,” tandasnya.
( hms)
Kabarganjuk.Com – DR. H. Marhaen Djumadi, SE, SH, MM, MBA yang sebelumnya menjabat bupati nganjuk, telah habis masa baktinya per tanggal 23/9/2023.
Saat menjabat sebagai Bupati, banyak program yang diluncurkan, seperti halnya KEN kawasan Ekonomi Nganjuk, Nganjuk Smart City dan masih banyak program – program ekonomi kreatif yang pro rakyat serta kegiatan lainnya.
Telah banyak yang dilakukan Kang Marhaen selama menjabat sebagai Bupati untuk kemajuan bumi Anjuk Ladang tercinta melalui program-programnya sehingga bisa memajukan perekonomian warga Nganjuk maupun pembangunan infrastruktur yang langsung dinikmati oleh masyarakat Nganjuk. Terima kasih Kang Marhaen atas jasa-jasanya serta dedikasi yang luar biasa
Minggu (24/09/2023) Kang Marhaen, beserta Forkopimda hadir pada acara serah terima jabatan dan pelantikan Pejabat (Pj) Bupati Nganjuk yang baru Sri Handoko Taruna bersama di gedung Grahadi Surabaya.
Forkopimda lengkap hadir seluruhnya, antara lain Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk Tatit Heru Tjahyono, D. Sos, Kapolres Nganjuk AKBP Muhammad, SH, S.I.K, M. Si. Kajari Nganjuk Alamsyah, SH, MH Dandim 0810 Nganjuk Letkol Inf Tri Joko Purnomo, S. I.P kepala Pengadilan kabupaten Nganjuk serta beberapa OPD.
Mereka terlihat mengucapkan terima kasih atas kemitraannya kepada Kang Marhaen selama memimpin Nganjuk, sekaligus mengucapkan selamat datang kepada PJ Bupati Nganjuk Sri Handoko Taruna.
Sehari sebelumnya, dihari terakhir menjabat, kang marhaen mendapatkan ucapan serupa dari sejumlah awak media, baik Kabar Nganjuk, Jendela desa, Harian Forum, AG Cyber, KPK Cyber dan awak media lainya, bahkan Kang Marhen Menyempatkan Diri meresmikan sekretariat MIO Nganjuk.
Diketahui sebelum menjabat sebagai Pj Bupati Nganjuk, Sri Handoko Taruna pernah menjabat sebagai Direktur Kewaspadaan Nasional Ditjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri RI. Bagi Sri Handoko, dengan menjabat sebagai Pj Bupati Nganjuk, berarti ia pulang kampung. Sri Handoko adalah Putra daerah, ia lahir di Nganjuk 7 Maret 1978. Dia pernah sekolah di SDN Kauman 1 Nganjuk tahun lulus 1990, SMP Negeri 1 Nganjuk tahun lulus 1993, SMA Negeri 2 Nganjuk tahun lulus 1996, kemudian melanjutkan ke STPDN tahun lulus 2000.
Dengan dilantiknya Sri Handoko sebagai Pj Bupati Nganjuk tentu saja hal ini berkaitan erat dengan tugas dan amanah yang harus diembannya.
Salah satu tugas dari PJ Bupati adalah memajukan sektor ekonomi kreatif. Sebagaimana diketahui kontribusi Sektor ekonomi kreatif bagi Indonesia mencapai Rp 1.309 triliun pada 2022, ini menandakan bahwa sektor ini sangat strategis dalam mendongkrak ekonomi nasional. Sehingga bila sektor ini berkembang di daerah maka akan menjadi daya ungkit perekonomian di daerah.
Kota Nganjuk pun tak ingin ketinggalan dengan kota lain. Banyak program-program yang telah dilaunching mantan Bupati Nganjuk Kang Marhaen bersama jajarannya, untuk mengembangkan ekonomi kreatif di kota angin ini, seperti adanya Aplikasi Nganjuk Smart City, Kawasan Ekonomi Nganjuk Digital maupun penyelenggaraan Nganjuk Sparkling Carnival, yang semuanya untuk membangkitkan perekonomian di Nganjuk.
Adapun tugas yang lain adalah menjaga daerah agar tetap kondusif di tengah kondisi perpolitikan menghadapi perhelatan besar pilkada dan pilpres tahun 2024 mendatang. Jangan sampai Nganjuk yang aman dan damai ini terprovokasi dan terpecah belah karena beda pandangan berpolitik. Semoga PJ Bupati yang baru ini, bisa membawa Nganjuk lebih berjaya dan penuh keberkahan bagi semuanya.
Surabaya, KabarNganjuk.com-Sri Handoko resmi dilantik sebagai Pj Bupati Nganjuk menggantikan Marhaen Jumadi (Kang Marhaen) yang telah habis masa jabatannya sebagai Bupati Nganjuk, pada Minggu 24/09/2023 oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi.
Sri Handoko Taruna dilantik sebagai Pj Bupati bersama Pj. Bupati Jombang Sugiat, Pj. Bupati Bojonegoro Adriyanto, Pj. Bupati Madiun Tronto Pahlawanto, Pj.Bupati Magetan Hergunadi, dan Pj. Walikota Malang Wahyu Hidayat.
Perlu diketahui sebelum menjabat sebagai Pj Bupati Nganjuk, Sri Handoko Taruna pernah menjabat sebagai Direktur Kewaspadaan Nasional Ditjen Politik Dan Pemerintahan Umum Kemendagri RI. Bagi Sri Handoko , dengan menjabat sebagai Pj Bupati Nganjuk, berarti ia pulang kampung. Sri Handoko adalah putra daerah, lahir di Nganjuk 7 Maret 1978. Dia pernah sekolah di SDN Kauman 1 Nganjuk lulus 1990, SMP Negeri 1 lulus 1993, SMA Negeri 2 lulus 1996, kemudian melanjutkan ke STPDN lulus tahun 2000.
Pada saat pelantikan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberi arahan tentang pentingnya keberlanjutan atau sustainable Development Goals, jika saat ini ia mampu meraih prestasi di berbagai sektor itu merupakan buah kerja para pendahulu, untuk itu sebagai Pj harus menjalin koordinasi secara intensif bersama jajarannya dan DPRD setempat.
Salah satu tugas dari PJ Bupati adalah memajukan sektor ekonomi kreatif.Sebagaimana diketahui kontribusi Sektor ekonomi kreatif bagi Indonesia mencapai Rp 1.300 triliun pada 2022, ini menandakan bahwa sektor ini sangat strategis dalam mendongkrak ekonomi nasional. Sehingga bila sektor ini berkembang di daerah maka akan menjadi daya ungkit perekonomian di daerah
Kota Nganjuk pun tak ingin ketinggalan dengan kota lain. Banyak program-program yang telah dilaunching mantan Bupati Marhaen Djumadi (Kang Marhaen) bersama jajarannya, untuk mengembangkan ekonomi kreatif di kota angin ini seperti adanya Aplikasi Nganjuk Smart City, Kawasan Ekonomi Nganjuk Digital maupun penyelenggaraan Nganjuk Sparkling, yang semuanya untuk membangkitkan perekonomian di Nganjuk.
Selain masalah ekonomi kreatif tugas Pj Bupati seperti arahan Gubernur Khofifah adalah menjaga daerah agar tetap kondusif jangan sampai kita Nganjuk yang adem ayem ini sampai terpecah belah hanya karena perbedaan politik.
(red)
KabarNganjuk.com-Sparkling Nganjuk Carnival 2023, merupakan acara tahunan yang diinisiasi oleh Disporabudpar bersama Pemkab Nganjuk, untuk menumbuhkembangkan perekonomian di Kabupaten Nganjuk serta mewadahi dan mengembangkan kreatifitas dan seni para millenial. Berbagai kostum yang unik dan, fantastik sanggup menarik perhatian masyarakat Nganjuk untuk meluangkan waktunya untuk melihat perhelatan ini.
Acara ini dibuka langsung oleh Bupati Nganjuk Marhaen Jumadi dengan didampingi oleh Sekda, Komandan Kodim 1810, Kapolres, Ketua DPRD dan Kepala Disporabudpar pada Jum’at (22/09/2023), dengan start dari Stadion Anjuk Ladang menuju Alun-alun Nganjuk. Parade ini diikuti oleh 255 peserta dari 13 Kota/Kabupaten se Jawa Timur.
Sri Handari selaku Kadis Porabudpar mengatakan “Sparkling Nganjuk Carnival season 2 ini merupakan bentuk apresiasi Pemerintah Kabupaten Nganjuk terhadap pelaku ekonomi kreatif Kabupaten Nganjuk.”
Sementara itu Bupati Nganjuk Marhaen Jumadi dalam sambutannya menyatakan bahwa “Sparkling Carnival Season 2 ini digelar meriah karena kekurangan tahun lalu sudah dibenahi sehingga malam ini bisa terselenggara dengan lebih meriah dan spektakuler.” Ujarnya.
“Sparkling Nganjuk Carnival ini kami persembahkan kepada masyarakat Nganjuk untuk mengembangkan ekonomi kreatif di Kabupaten Nganjuk. Setiap event kalau bisa multiplayer effect, dampaknya banyak, ini yang harus kita gali, masyarakat ikut menikmati , ekonomi juga terangkat.
Pada kesempatan ini pula saya mohon pamit kepada seluruh masyarakat yang hadir di acara ini, karena masa jabatan saya telah berakhir, saya bukan manusia yang sempurna, masih banyak kekurangan, apabila ada yang kurang berkenan baik perkatan, tingkah laku maupun kebijakan-kebijakan yang kurang berkenan untuk atas nama pribadi dan keluarga mohon dimaafkan dan mari kita teruskan yang bagus-bagus sedangkan yang kurang bagus mari kita revisi.” Pungkasnya.
(red)
KabarNganjuk.com-Kemarau yang panjang menyebabkan wilayah Nganjuk Utara khususnya Lengkong sulit mendapatkan sumber air bersih, terlebih bagi wilayah yang berdekatan dengan kawasan industri, tentu hal ini akan menimbulkan keresahan, dengan banyaknya dampak lingkungan, seperti turunnya permukaan sumber air dalam, panasnya udara akibat polusi asap pabrik, hingga terjadinya pencemaran akibat penggenangan dan pengendapan air limbah di sungai yang berdekatan dengan lokasi pabrik .
Hal ini disampaikan Ketua Go Green Nganjuk Arif, bahwa salah satu contoh nyata, pencemaran telah terjadi di sungai yang berdekatan dengan RPA PT. Trijaya Food, yang berlokasi di desa Prayungan kecamatan Lengkong, berdasarkan laporan dan informasi dari warga pada kamis 21/09/2023 melalui panggilan whatsapp kepada Ketua Lembaga Lingkungan Hidup putera daerah Nganjuk, Dadung Dharmasila, yang lebih dikenal dengan Go Green Nganjuk.
Menurut penjelasan Arif, pada Jum’at pagi 22/09/2023, tim Go Green langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan survey sekaligus pengambilan sample air sungai yang diduga sudah tercemar limbah dari RPA PT. Trijaya Food, dan setelah pengambilan sample air, tim Go Green bergerak menuju kantor desa Kedungmlaten yang merupakan wilayah terdekat terdampak, namun sayangnya, mendapatkan perlakuan tidak terpuji oleh Kepala Desa Kedungmlaten, yang justru sengaja menjauh tidak mempedulikan kehadiran tim Go Green ” jelas Arif.
Hal ini sangat disayangkan oleh Arif selaku ketua Go Go Green Nganjuk, menurutnya, tidak pantas seorang Kepala Desa bersikap demikian terhadap tim Lembaga Lingkungan Hidup yang hendak melakukan koordinasi, ” kami berniat membantu desa dan masyarakatnya, kok malah dicuekin dan ditinggal pergi, itu sikap yang tidak pantas dilakukan oleh seorang Kepala Desa ” ungkap Arif.
Lebih lanjut disampaikan Arif, bahwa terkait pencemaran sungai dari RPA PT. Trijaya Food, pihak Go Green akan melakukan uji lab sendiri ke laboratorium resmi, yang hasilnya, nanti akan disampaikan langsung kepada masyarakat terdampak, apapun hasilnya akan di sampaikan secara terbuka kepada masyarakat terdampak agar masyarakat faham dengan segala bentuk dampak lingkungan yang bisa terjadi ” ujar Ketua Go Green Nganjuk.
” Jika kita tarik ke belakang proses pembangunan RPA PT. Trijaya Food bisa dikatakan cacat prosedur karena pada saat sosialisasi amdal, tidak menghadirkan lembaga lingkungan hidup, dan pihak – pihak lain yang berkepentingan, sehingga seperti inilah yang terjadi sekarang, terlebih pihak Go Green yang berkantor pusat di Desa Ngringin, sudah berkomitmen akan selalu menjaga lingkungan hidup di wilayah kabupaten Nganjuk khususnya wilayah kecamatan Lengkong ” lanjut Arif.
Menambahkan keterangan yang disampaikan kepada awak media, Arif menegaskan bahwa, ” siapapun yang akan mendirikan pabrik di wilayah kecamatan Lengkong, tapi tidak mau menjalankan prosedur sosialisasi dan perumusan amdal sesuai aturan yang berlaku, akan kami monitor sepanjang pabrik dibangun hingga berproduksi, apalagi pabrik yang menghasilkan limbah berbahaya ” pungkasnya.
KabarNganjuk.com- Kapolres Nganjuk AKBP Muhammad, S.H., S.I.K., M.Si., menurunkan tim penyuluh yang dipimpin Iptu Nanik Yuliati guna mencegah kekerasan atau lebih dikenal bullying di kalangan pelajar.
Kegiatan penyuluhan tersebut dilaksanakan di MTs Al- Mannar Kecamatan Prambon, Jum’at (22/9/2023) yang diikuti seluruh siswanya dari kelas 7, 8 dan 9 didampingi guru-guru pengajar dengan mengambil tema “stop Bullying” di Madrasahku.
Dalam kegiatan tersebut, tim penyuluh menyampaikan materi tentang jenis-jenis bullying, dampak negatifnya, serta cara mencegahnya. Tim penyuluh juga memberikan contoh kasus nyata yang terjadi di sekolah-sekolah lain sebagai pelajaran bagi siswa-siswi.
Iptu Nanik yang kesehariannya menjabat sebagai Kanit Bimas Polsek Prambon mengatakan, penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi MTs Al-Mannar tentang arti pentingnya menghormati dan mendukung satu sama lain.
” Bullying adalah tindakan yang tidak bisa dianggap remeh, karena dapat berdampak serius pada korban, baik secara fisik maupun psikologis. Bullying merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia, yang berpotensi mengganggu perkembangan mental dan emosional korban. .” Kata Iptu Nanik.
Untuk itu ia mengajak siswa-siswi untuk aktif melaporkan setiap kejadian bullying yang mereka saksikan atau alami kepada pihak sekolah atau pihak berwenang sebagai langkah pertama yang sangat penting dalam memberantas perilaku tersebut.
Terakhir Iptu Nanik menyampaikan pesan Kapolres Nganjuk kepada peserta untuk terus mendukung upaya pencegahan bullying di kalangan pelajar. Ia berharap melalui kerja sama antara kepolisian, sekolah, dan masyarakat, masalah bullying dapat diminimalkan dan siswa-siswa dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang positif.
Sementara itu, Naning Muhayyaroh, S.Pd.I (Kepala Sekolah) mengatakan, kegiatan penyuluhan ini mendapatkan sambutan positif dari seluruh siswa dan guru-guru di MTs Al-Mannar.
Beliau berharap bahwa dengan adanya penyuluhan ini, sekolah mereka dapat menjadi lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua siswa tanpa adanya kekerasan atau intimidasi. (*)
KabarNganjuk.com-Satu hari menjelang masa jabatan sebagai Bupati berakhir, Kang Marhaen panggilan akrab Bupati Nganjuk Marhaen Jumadi meresmikan secara simbolis Jembatan Ngangkatan yang terletak di Kecamatan Rejoso pada Jum’at (22/9/2023).
Letak jembatan ini sangat strategis karena berada di jalur padat lalu lintas karena berada di Kawasan Industri Nganjuk, selain itu merupakan jalur alternatif ke Kabupaten dan ke Kabupaten Jombang.
Dalam sambutannya Kang Marhaen mengatakan “Dengan dibangunnya jembatan ini, harapan pemerintah agar perekonomian warga Nganjuk, khususnya warga Kecamatan Rejoso bisa lebih ditingkatkan karena akses jalan ke berbagai daerah sudah bukan menjadi permasalahan lagi. Yang jelas pemerintah Kabupaten Nganjuk berusaha sebaik-baiknya untuk masyarakat Nganjuk.
Selain jembatan ini sebentar lagi akan dibangun jalan oleh Kementerian PUPR, dari Ngangkatan ke Begadung, jalan diperlebar menjadi 7,5 meter sementara panjang jalan 6,1 km, dengan biaya 26 milyar.
Pada kesempatan ini pula saya mohon pamit, dulu saya ke Rejoso ini saat mau mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati, sekarang sayapun ke sini saat jabatan saya mau berakhir satu hari lagi, tepatnya hari Sabtu. Saya mohon maaf bila ada yang kurang berkenan saat saya menjabat sebagai Bupati.”pungkasnya.
Sementara itu salah satu perwakilan warga mengucapkan terima kasih atas dibangunnya jembatan Ngangkatan, dan berharap jalan yang rusak sekitar Ngangkatan juga diperbaiki.
(red)
Kabar Nganjuk.com, DPC PDI Perjuangan gelar Bedah Dapil terkait kemenangan pileg dan pilpres 2024 di gedung serbaguna Marhaen, tanggal 21 September 2023. Acara Bedah Dapil ini dibuka oleh Ida Bagus Nugroho anggota DPRD dari PDI Perjuangan.
Hadir pada kesempatan itu, Pengurus DPD PDI Perjuangan Jatim sekaligus anggota DPRD Propinsi Jatim, Ida Bagus Nugroho dan Restu Nugroho, ketua BSPN (badan saksi pemilu nasional) Saleh Ismail Mukadar. Ketua DPC sekaligus Ketua DPRD Tatit Heru Tjahjono, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, seluruh jajaran DPC dan sayap partai, Ketua, Sekretaris, Bendahara PAC SE kabupaten Nganjuk, caleg dari Dapil 1-5 Kabupaten Nganjuk, Caleg Propinsi hingga Pusat
Dalam sambutannya Tatit menyampaikan, Berdasarkan laporan Mas Ida Bagus, kita sudah siap 100 % untuk bagian data entry dalam menghadapi pertarungan politik pada pemilu 2024 yang akan datang.
Saksi-saksi skala Nasional pun klik-fix, teman – teman struktural siap, 3 pilarnya sangat solid dan kompak, jadi peladene wis siap kari mantene.
Melihat Kondisi Struktural PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk yang sangat solid dan kompak ini bahkan tidak ada gesekan sedikitpun di internal Partai, maka PDI Perjuangan berani mentargetkan untuk Pileg Kabupaten Nganjuk yang sebelumnya mendapat 13 kursi menjadi 27 kursi untuk 5 Dapil yang berada di Kabupaten Nganjuk ini.
Target yang kami kemukakan ini merupakan hasil pemetaan kami dengan Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan tahun 2024. Dengan diprediksi masing-masing Dapil akan menambah 1 kursi bahkan ada yang nambah sampai 2 kursi.
Untuk mencapai target itu, putra dedengkot Partai berlambang banteng (Susilo Muslim) ini berharap semua harus bergotong royong agar semua target tercapai. Tentang kemungkinan ganti nomor urut Caleg, Tatit mengatakan ia meyakini tidak ada perubahan nomor Caleg, hal ini sepenuhnya kewenangan Dewan Pimpinan Pusat Partai. Namun semua itu berdasar usulan dari bawah.
Sementara itu Ida Bagus saat membuka acara bedah Dapil ini menyampaikan “Bedah Dapil ini merupakan agenda PDI Perjuangan di seluruh Kabupaten Propinsi Jawa Timur. Bedah Dapil ini perlu kita lakukan agar semua potensi yang ada bisa kita maksimalkan untuk meraih kemenangan pada Pileg baik Kabupaten, Propinsi , Pusat maupun pemilihan Presiden 2024 yang akan datang. Bagus mengapresiasi semangat seluruh kader. Gegap gempita saat menyuarakan yel-yel yang membahana di gedung serbaguna Marhaen ini, menambah semangat dan siap tempur di setiap dada para kader PDI Perjuangan.”ungkapnya
(Red)
KabarNganjuk.com-Sukirah (65) warga dusun Bendil Desa Berbek Kabupaten Nganjuk Jawa Timur benar-benar girang Pimpina Cabang Taruna Merah Putih DPC TMP Kabupaten Nganjuk, droping air bersih di dusunnya, pasalnya PDAM di dusunmya seringkali mati tidak mengalir, bahkan seminggu terakhir tidak mengalir sama sekali sehingga kesusahan air bersih, hal itu diungkap Sukinah pada Jum’at (22/09/2023)
Tidak hanya Sukinah, Indah (30) juga mengucap syukur karena senang sekali ada droping air bersih dari Taruna Merah Putih Nganjuk, bahkan ibu dua anak ini menyampaikan rasa terima kasih kepada DPC TMP yang membantu air bersih untuk kebutuhan sehari – hari.
Sementara itu, Nara Setya Wiratama Ketua DPC TMP menyampaikan kepada media bahwa, droping air bersih di dusun Bendil ini merupakan kloter kedua setelah Minggu lalu juga droping sebanyak 3 tangki, masing – masing tangki berisi 8.500 Lt.
Dirinya juga menambahkan, kelangkaan air bersih karena kemarau panjang ini adalah tanggung jawab kita bersama, terlebih lagi pemerintah daerah, untuk itu pihaknya juga menghimbau kepada perusahaan daerah air minum untuk memberikan pelayanan terbaik untuk warga bendil, jangan terus menerus tidak mengalir, jika ada kerusakan mohon segera dibenahi agar air bersih di dusun bendil terus kecukupan.
Nara Setya Wiratama yang sejak pagi stay bersama pengurus TMP yang lainnya itu, bahu membahu dengan masyarakat, bahkan membantu mengangkat air hingga ke dapur – dapur warga.
(red)
Kabar Nganjuk.com- Pemerintah Kabupaten Nganjuk Gelar Prosesi Wisuda Sapa Mama Angkatan 1 sebanyak 94 peserta, di Pendopo KRT Sosrokoesoemo pada Jum’at 21/9/2023. Sapa Mama (Sekolah Perempuan, Anak dan Masyarakat Marjinal) adalah program unggulan Pemkab Nganjuk.
Hadir pada acara ini Kabid Perempuan dan Kesetaraan Gender Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Bupati Nganjuk Marhaen Jumadi, Ketua DPRD, Kepala Dinas PPPA Kabupaten Nganjuk, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nganjuk, Ketua Darma Wanita Kabupaten Nganjuk, Camat, Kepala Desa, para wisudawan-wisudawati, serta segenap tamu undangan.
Bupati Marhaen Jumadi, sangat bangga saat mewisuda siswa Sapa Mama yang pertama kalinya. “Nganjuk pertama kalinya meluluskan/mewisuda peserta Sapa Mama yang pertama kali, dengan semangat yang luar biasa, untuk meningkatkan SDM yang unggul.
Sekolah ini banyak manfaatnya dilihat dari segi ekonomi maupun bidang lainnya. Dari segi ekonomi khususnya, dapat menggerakkan perekonomian di desanya, dapat membantu para lansia, para difabel lebih mandiri dan produktif dan masih banyak manfaatnya di bidang lainnya.” Pungkasnya.
Sementara itu Ibu One Widyawati, Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender DP3K Propinsi Jawa Timur, mengapresiasi adanya Sapa Mama di Kabupaten Nganjuk ini. Dengan adanya sekolah ini bisa mewujudkan Desa yang ramah perempuan. “Kita berharap di desa-desa tidak ada kekerasan, semakin banyak perempuan yang ekonominya maju, tidak tergantung pada Bapak-bapak, sehingga perempuan bisa berkembang sambil mengasuh anak.
Perempuan harus mampu mengasuh anak, sehingga tidak boleh ada anak terlantar bahkan diperdagangkan, dan ini adalah indikator yang harus diwujudkan.” Pungkasnya.
Di kesempatan lain Yuni Marhaen selaku Pembina Sapa Mama mengatakan “Dengan adanya Sapa Mama ini, banyak yang terbantu. Ini adalah sekolah kehidupan, dimana siswanya langsung terjun ke masyarakat, langsung mempelajari segala permasalahan yang ada di masyarakat yang berkaitan dengan perempuan dan anak. Misal ada KDRT langsung tertangani, bahkan saat ada bayi yang berkelamin ganda juga langsung tertangani, bila ada warga yang kesulitan ekonomi langsung kita upayakan agar ekonominya bisa terangkat,” tandasnya.