Terkendala Zonasi, Siswa Sekolah Dasar Lereng Wilis Terancam Gagal Masuk SMP Negeri Idaman

Sabtu, 23 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com – Sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) kembali dikeluhkan sejumlah sekolah dasar di wilayah lereng Gunung Wilis, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Mereka khawatir para lulusan tahun ini kesulitan melanjutkan pendidikan ke SMP negeri favorit akibat terkendala jarak tempat tinggal.

Salah satu sekolah yang mengeluhkan kondisi tersebut yakni SDN Jatigreges 4, Kecamatan Pace. Para siswa di sekolah tersebut terancam tidak dapat diterima di SMPN 1 Pace karena lokasi rumah mereka dinilai terlalu jauh dibanding calon siswa lain yang tinggal lebih dekat dengan sekolah tujuan.

Maizatul Humairoh, siswi kelas 6 SDN Jatigreges 4, mengaku sangat ingin melanjutkan pendidikan di SMPN 1 Pace setelah lulus nanti.

“Saya ingin sekolah di SMPN 1 Pace karena itu keinginan orang tua juga. Kalau pendaftarannya sudah dibuka saya ingin langsung daftar,” ujar Maizatul.

Namun harapan tersebut dibayangi aturan zonasi yang mengutamakan calon siswa dengan domisili terdekat dari sekolah.

Kepala SDN Jatigreges 4, Saiful Bahri, mengatakan pihak sekolah sebenarnya telah berupaya melakukan koordinasi dengan SMPN 1 Pace agar para siswanya tetap memiliki peluang diterima.

“Kami sudah berkomunikasi dengan pihak SMPN 1 Pace. Tapi karena terbentur aturan zonasi, kemungkinan anak-anak kami akan kesulitan untuk masuk,” kata Saiful.

Menurutnya, jalur yang masih memungkinkan ditempuh siswa hanyalah jalur prestasi dan afirmasi. Namun kuota yang tersedia sangat terbatas sehingga tidak semua siswa bisa memanfaatkannya.

“Sejak sistem zonasi diterapkan, belum pernah ada lulusan dari SDN Jatigreges 4 yang diterima di SMPN 1 Pace lewat jalur reguler,” imbuhnya.

Keluhan serupa juga disampaikan pihak SDN Joho 1, Kecamatan Pace. Sekolah tersebut menilai siswanya juga mengalami kendala yang sama karena jarak rumah menuju SMPN 1 Pace mencapai sekitar sembilan kilometer.

Pihak sekolah berharap pemerintah dapat memberikan solusi atau kebijakan khusus bagi siswa yang berada di wilayah pegunungan dan jauh dari akses sekolah negeri agar tetap memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan.

Berita Terkait

Menakar Kriteria Sekda Nganjuk Ideal: Bebas Oligarki dan Piawai Mengorkestrasi Birokrasi
Penghentian Pabrik Pakan di Nganjuk Dipertanyakan, DLH Diminta Buka Hasil Verifikasi
Bantah Jadi Pelapor Pabrik Pakan Ternak di Nganjuk, Salah Satu Perangkat Desa Minta Identitas Pelapor Dibuka
Mengaku Kasatpol PP Kabupaten Nganjuk, Coba Tipu Pengusaha
Tim Gabungan Bergerak Padamkan Karhutla di Lereng Gunung Wilis, 400 Personel Diterjunkan
LPTKS PT Putra Anjuk Ladang Tinggal Selangkah Lagi
Hilang Sejak Kamis, Lansia Kertosono Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai Brantas
Dua Kasus Berbeda Dibongkar, Polres Nganjuk Amankan Enam Orang dan Sita Pil LL serta Sabu

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 14:54

Menakar Kriteria Sekda Nganjuk Ideal: Bebas Oligarki dan Piawai Mengorkestrasi Birokrasi

Sabtu, 19 September 2026 - 17:14

Penghentian Pabrik Pakan di Nganjuk Dipertanyakan, DLH Diminta Buka Hasil Verifikasi

Sabtu, 19 September 2026 - 16:08

Bantah Jadi Pelapor Pabrik Pakan Ternak di Nganjuk, Salah Satu Perangkat Desa Minta Identitas Pelapor Dibuka

Jumat, 18 September 2026 - 18:36

Mengaku Kasatpol PP Kabupaten Nganjuk, Coba Tipu Pengusaha

Kamis, 17 September 2026 - 16:12

LPTKS PT Putra Anjuk Ladang Tinggal Selangkah Lagi

Berita Terbaru