NGANJUK, KabarNganjuk.com- Site Museum Tritik di Desa Tritik Rejoso, Kabupaten Nganjuk, menerima hibah sebanyak 1.523 koleksi fosil dari kolektor sekaligus pegiat paleontologi asal Muntilan, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (22/5/2026). Hibah tersebut dinilai menjadi tambahan penting bagi penguatan edukasi paleontologi dan pengembangan koleksi museum daerah.
Penyerahan koleksi dilakukan langsung oleh dr. Ronald Suryajaya dan diterima Penanggung Jawab Museum Tritik, Amin Fuadi. Prosesi serah terima turut disaksikan perangkat desa setempat, pengurus Museum Tritik, komunitas Kotasejuk, serta sejumlah awak media.
Ribuan fosil yang dihibahkan terdiri atas beragam jenis, mulai dari fosil hewan laut hingga mamalia darat seperti rusa, badak, dan kelompok bovidae. Fosil-fosil tersebut diketahui berasal dari berbagai wilayah di Pulau Jawa, di antaranya Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Ronald Suryajaya mengatakan, hibah koleksi itu dilakukan sebagai bentuk kontribusi terhadap pengembangan edukasi, khususnya di bidang paleontologi.
“Hari ini saya menyerahkan sebanyak 1.523 fosil kepada Museum Tritik Nganjuk. Tujuan hibah ini memang untuk meningkatkan nilai edukatif, khususnya dalam bidang paleontologi,” ujarnya.
Ia menambahkan, mayoritas koleksi berupa fosil hewan laut, namun terdapat pula sejumlah fosil mamalia yang memiliki nilai ilmiah dan edukatif bagi masyarakat.
Ronald berharap Museum Tritik terus berkembang dan mampu menjadi sarana pembelajaran sejarah kehidupan purba bagi publik, baik melalui kunjungan langsung maupun media digital.
“Semoga Museum Tritik dapat terus maju dan berkembang serta menjadi media edukasi bagi masyarakat, baik yang datang langsung maupun melalui media online,” katanya.
Sementara itu, Amin Fuadi menyebut hibah tersebut menjadi salah satu tambahan koleksi terbesar yang pernah diterima Museum Tritik sejak mulai dikembangkan.
Menurutnya, donor merupakan kolektor yang selama ini aktif mengumpulkan fosil dari para penemu di berbagai daerah, sebelum akhirnya menyerahkan kembali koleksi tersebut kepada lembaga dan museum pemerintah.
“Beliau selama ini banyak membantu museum, termasuk Museum Geologi dan Museum Nasional. Hari ini Museum Tritik mendapat hibah yang relatif sangat banyak dengan berbagai jenis fosil,” ujar Amin.
Kabid Kebudayaan Disporabudpar Nganjuk itu menilai penambahan koleksi akan memperkuat daya tarik Museum Tritik sebagai pusat edukasi sejarah dan paleontologi di Kabupaten Nganjuk.
Pihak museum, lanjut Amin, akan melakukan tahapan konservasi terhadap seluruh koleksi sebelum dipilah untuk kebutuhan display pameran.
“Koleksi ini nantinya akan dikonservasi terlebih dahulu, kemudian dipilih mana yang akan dipamerkan sebagai rotasi koleksi. Dengan begitu, masyarakat yang datang bisa melihat hal-hal baru dan tidak bosan dengan koleksi yang itu-itu saja,” ucapnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, komunitas, dan para kolektor dapat terus terjalin guna mendukung pengembangan Museum Tritik menjadi pusat edukasi dan pelestarian warisan purbakala yang lebih lengkap di Nganjuk.





