Karya Arek Surabaya, Menengok Megahnya Museum Marsinah yang Rampung Kilat Tanpa Uang Negara

Sabtu, 23 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com – Pembangunan Museum Ibu Marsinah yang berdiri megah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, sukses mencuri perhatian publik pasca diresmikan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 16 Mei 2026 lalu.

Di balik kemegahan dan kecepatan luar biasa proses konstruksinya, ternyata ada sentuhan dingin seorang arsitek sekaligus ahli teknik sipil andal asal Kota Surabaya, Ir. H. Bagus Budiarto, yang menjadi otak utama perancangan kawasan bernilai sejarah tersebut.

“Saya mengajukan desain itu dengan revisi sampai empat kali baru final dan dikerjakan. Setelah desain disetujui dalam forum resmi yang dihadiri pihak KSPI, kepolisian, dan Istana Negara, kami langsung tancap gas memulai pengerjaan fisik museum dan rumah singgah ini sejak 3 Januari 2026,” ungkap Ir. Bagus Budiarto saat ditemui wartawan di Nganjuk, Jumat (22/5/2026).

Alumni Teknik Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya yang kini menjabat sebagai Owner PT Bangun Mega Perkasa tersebut menuturkan, dirinya harus mengerahkan sedikitnya 60 pekerja profesional demi mengejar target waktu yang sangat ketat.

Dedikasi penuh dan manajemen proyek yang disiplin menjadi kunci utama keberhasilan timnya dalam merealisasikan cetak biru yang prestisius tersebut menjadi bangunan nyata.

“Kami kerja siang dan malam, hingga proyek itu berhasil kami selesaikan pada 28 Maret 2026, ya sekitar dua bulan lebih atau hampir tiga bulanan. Faktor cuaca yang saat itu masih kerap turun hujan lebat menjadi tantangan tersendiri bagi kami di lapangan, namun dengan pengawasan ketat dan kinerja yang disiplin, kami mampu menyelesaikan pembangunan sesuai target,” tutur pria berusia 48 tahun itu dengan nada bangga.

Proyek ini memiliki nilai emosional yang sangat mendalam bagi Bagus dan timnya, mengingat bangunan ini didirikan khusus untuk menghormati Ibu Marsinah yang telah resmi diangkat menjadi Pahlawan Nasional. Bagus juga menyampaikan rasa syukur yang luar biasa karena setelah diresmikan oleh Presiden Prabowo, seluruh hasil akhir bangunan dinilai sempurna tanpa memerlukan revisi atau perbaikan sedikit pun.

“Proyek ini menjadi sebuah kebanggaan besar bagi kami karena museum itu didirikan setelah Ibu Marsinah diangkat menjadi Pahlawan Nasional. Kami sangat bersyukur bangunan ini telah diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo dan tidak ada satu pun detail struktural maupun estetika yang perlu direvisi,” urai Bagus menambahkan.

Momentum ini terasa begitu emosional dan penuh kebanggaan karena museum ini berdiri kokoh tepat setelah Ibu Marsinah secara resmi diangkat menjadi Pahlawan Nasional.

“Total anggaran untuk pembangunan museum ini mencapai hampir Rp 3,8 miliar. Saya pastikan tidak ada dana pemerintah, tidak ada APBN maupun APBD. Semua murni berasal dari gotong royong keluarga besar KSPSI AGN,” kata Andi Gani Nena Wea, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, menegaskan kemandirian finansial proyek monumental ini sebagai bentuk penghormatan tertinggi terhadap simbol perjuangan kaum buruh Indonesia.

Berita Terkait

Museum Tritik Nganjuk Terima Hibah 1.523 Koleksi Fosil, Siap Jadi Pusat Edukasi Purbakala
Tradisi Manten Tebu Tandai Dimulainya Musim Giling Pabrik Gula Lestari Nganjuk
Grebeg Gunungan Meriahkan Bersih Desa Gejagan 2026, Wujud Syukur dan Kebersamaan
Manusuk Sima Sebagai Prosesi Puncak HUT Nganjuk Ke 1089
Radio Legendaris Wijang Songko Kediri Resmi Pamit, Tutup Siaran Mulai 1 April 2026
Gen Z Ubah Hobi Menggambar Jadi Peluang Usaha Kreatif
Ekskavasi Fosil Gajah Purba Hari Kedelapan Terkendala Hujan Deras
Rawat Budaya Mataraman 2025, Pemkab Nganjuk dan Kementerian Kebudayaan Kukuhkan Komitmen Lestarikan Tradisi

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:34

Museum Tritik Nganjuk Terima Hibah 1.523 Koleksi Fosil, Siap Jadi Pusat Edukasi Purbakala

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:22

Karya Arek Surabaya, Menengok Megahnya Museum Marsinah yang Rampung Kilat Tanpa Uang Negara

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:34

Tradisi Manten Tebu Tandai Dimulainya Musim Giling Pabrik Gula Lestari Nganjuk

Minggu, 3 Mei 2026 - 18:44

Grebeg Gunungan Meriahkan Bersih Desa Gejagan 2026, Wujud Syukur dan Kebersamaan

Sabtu, 11 April 2026 - 12:01

Manusuk Sima Sebagai Prosesi Puncak HUT Nganjuk Ke 1089

Berita Terbaru