Misi Damai di Bumi Anjuk Ladang, Puluhan Biksu Lintas Negara Basuh Lelah di Klenteng Hok Yoe Kiong

Jumat, 22 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com – Puluhan rohaniwan Buddha yang sedang merajut misi suci. Suasana khidmat dan penuh toleransi seketika menyelimuti Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Hok Yoe Kiong Sukomoro, Nganjuk, pada Kamis (21/5/2026).

Sebanyak 58 Bhante (biksu) dari berbagai negara tiba di Nganjuk dalam rangkaian aksi jalan kaki religius bertajuk Indonesian Walk For Peace 2026. Kedatangan mereka bukan sekadar ritual keagamaan, melainkan sebuah simfoni keberagaman yang bergetar hebat di tanah Jawa.

Sejak memasuki perbatasan, kedatangan para Bhante ini dikawal ketat oleh berbagai elemen masyarakat sebuah bentuk nyata betapa indahnya harmoni dalam perbedaan di Indonesia.

Ketua Panitia Indonesian Walk For Peace 2026 Nganjuk, Roy Sugiarto, menjelaskan bahwa aksi ini membawa pesan perdamaian yang sangat kuat ke panggung dunia.

“Hari ini kita mengawal para biksu, para Bhante dari Klenteng Boen Bio menuju ke Nganjuk dengan temanya Indonesia World for Peace,” ujar Roy, Kamis (21/5/2026).

Para Bhante yang mengikuti aksi jalan kaki lintas negara ini datang dari empat negara di Asia Tenggara, yaitu Thailand, Laos, Malaysia, dan Indonesia. Dari total 58 Bhante yang hadir, mayoritas merupakan rohaniwan dari luar negeri, sementara sebagian lainnya adalah Bhante yang memang berdomisili di tanah air. Mereka berjalan beriringan, menyatukan doa dan tekad demi kedamaian global.

Mengenai komposisi para peserta, Roy Sugiarto merincikan bahwa rombongan ini terdiri dari perpaduan yang unik antara biksu lokal dan internasional.

“Dari Indonesia ada tiga. 50 Bhante dari luar negeri, 5 Bhante luar negeri yang sudah ada di Indonesia, dan 3 Bhante dari Indonesia,” urainya menambahkan.

Perjalanan jauh yang ditempuh dengan berjalan kaki tentu sangat menguras fisik para Bhante. Setibanya di Klenteng Sukomoro, kelelahan itu tampak jelas, namun langsung disambut oleh ketulusan warga lokal.

Tim panitia bergerak cepat memberikan perawatan intensif. Sebanyak 9 orang tim medis dan 10 orang tim pijat dikerahkan untuk memeriksa kondisi fisik, terutama bagian kaki para Bhante yang mengalami luka akibat rute panjang yang mereka lalui.

Pihak panitia memastikan pelayanan medis diberikan secara maksimal agar para Bhante bisa segera memulihkan stamina mereka sebelum kembali mengaspal.

“Ini lagi bekerja semua untuk kaki-kaki Bhante yang ada yang terkena paku dan lain-lain, ini lagi kita rawat semua. Kita usahakan semaksimal mungkin,” tutur Roy penuh empati mengenai kondisi kesehatan para biksu.

Setelah transit dan melepas lelah di Nganjuk, rombongan tidak akan berlama-lama. Mereka dijadwalkan akan segera melanjutkan perjalanan spiritual menuju titik akhir. Rute long march yang penuh peluh dan berkah ini akan resmi berakhir di Magelang, Jawa Tengah, tepat pada tanggal 28 Mei mendatang untuk merayakan puncak Hari Raya Waisak di Candi Borobudur.

Namun sebelum meninggalkan bumi Anjuk Ladang, para Bhante diagendakan untuk mengikuti prosesi pelepasan resmi yang melibatkan jajaran pemerintah daerah dan tokoh masyarakat setempat sebagai simbol restu dan penghormatan.

“Hari ini kita akan berangkat dari Klenteng Sukomoro menuju ke pendopo untuk pelepasan oleh Bapak Bupati dan jajaran,” pungkas Roy menyudahi perbincangan.

Langkah kaki para Bhante mungkin meninggalkan jejak luka di aspal, namun di hati masyarakat Nganjuk, mereka telah meninggalkan jejak kedamaian yang mendalam.

Berita Terkait

Dugaan Persetubuhan Anak: Berkas P21, Kejari Nganjuk Resmi Tahan Bos Cafe Jaguar
PSHT Nganjuk Pusat Madiun Borong Medali Piala Panglima 2026, Kangmas Gondo Puji Perjuangan Para Pesilat
Giat Patroli Sabhara Polsek Pace, Bagikan Rompi Keselamatan bagi Penyeberang Jalan
BMKG Stageof Nganjuk Catat Gempa M 2,7 di Perairan Selatan Lumajang
Kasus Review FS Bendungan Margopatut Berpotensi Seret Tersangka Baru
Perkuat Literasi Siswa, SD ‘Aisyiyah Kunjungi Dapur Redaksi Kabar Nganjuk
BMKG Pastikan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Tidak Sampai ke Nganjuk
Hearing Deadlock, Kabar Pasti Kondang Laporkan Cabdindik ke Kejaksaan

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 14:52

Dugaan Persetubuhan Anak: Berkas P21, Kejari Nganjuk Resmi Tahan Bos Cafe Jaguar

Selasa, 15 September 2026 - 09:15

PSHT Nganjuk Pusat Madiun Borong Medali Piala Panglima 2026, Kangmas Gondo Puji Perjuangan Para Pesilat

Senin, 14 September 2026 - 15:47

Giat Patroli Sabhara Polsek Pace, Bagikan Rompi Keselamatan bagi Penyeberang Jalan

Sabtu, 12 September 2026 - 15:55

BMKG Stageof Nganjuk Catat Gempa M 2,7 di Perairan Selatan Lumajang

Sabtu, 12 September 2026 - 14:49

Kasus Review FS Bendungan Margopatut Berpotensi Seret Tersangka Baru

Berita Terbaru