Suyadi dan Anggota FPMN Lagi-Lagi Geruduk Kantor Inspektorat Untuk Unjuk Rasa

Jumat, 23 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KabarNganjuk.com – Sejumlah masyarakat Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo, yang tergabung dalam Forum Peduli Masyarakat Ngepung (FPMN) di bawah kepemimpinan Suyadi, mendatangi Kantor Inspektorat Nganjuk pada Selasa (22/2/2024). Mereka menuntut agar Inspektorat Nganjuk mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang diduga telah menggunakan anggaran/dana Desa Ngepung.

Dalam orasinya di depan Kantor Inspektorat Nganjuk, Suyadi selaku Ketua Forum Peduli Masyarakat Ngepung ( FPMN ) menyampaikan banyak permasalahan-permasalahan yang ada di Desa Ngepung, yang salah satunya adalah permasalahan irigasi juga belum terealisasinya APBDes 2023 hingga 2024, juga terkait tanda tangan BPD yang di palsukan tidak ada kelanjutannya.

Selanjutnya masa aksi unjuk rasa FPMN, dengan perwakilan 10 orang, melakukan mediasi bersama Kepala Inspektorat Nganjuk beserta jajaran di ruang rapat.

M. Yasin selaku Kepala Inspektorat Nganjuk menyampaikan bahwa kedatangan FPMN adalah untuk klarifikasi, apakah untuk pemeriksaan di Desa Ngepung, apakah sudah selesai atau belum, ‘dan Alhamdulillah sudah selesai, dan sudah kita kirim untuk Desa Ngepung untuk segera kita tindak lanjuti, dengan harapan, semua kesalahan – kesalahan segera di selesaikan sehingga akan muncul ke dampingan di Desa itu,” jelasnya.

Lebih lanjut di sampaikan M. Yasin, bahwa kita sudah laporkan ke Pak Bupati, dan Alhamdulillah hari Selasa turun, kita ke Desa melalui Kecamatan, itu tenggang waktu selama 60 hari mereka harus menyelesaikan, apabila dalam waktu 60 hari mereka tidak menindak lanjuti, maka kita akan bersurat kepada Pak Bupati.

Sedangkan Suyadi selaku Ketua FPMN ditemui usai mediasi mengatakan “bahwa ini adalah kelanjutan aksi 2 Minggu yang lalu terkait APBDes Desa Ngepung,” ujarnya.

“Dan nanti dari pihak Inspektorat akan memberi waktu, kemudian akan diberi waktu lagi 2 Minggu, dan akan diberi waktu lagi 60 hari, kalau tidak, nanti mungkin akan diserahkan Bupati, dan kalau terpaksa molor, kami akan melakukan aksi lagi, karena gerakan ini paling jitu untuk memenangkan perkara-perkara masyarakat,” tegas Suyadi.

Lebih lanjut disampaikannya Ketua FPMN, meski aksi hari ini disuruh menunda, karena ini masih Pemilu, kami FPMN tetap melakukan aksi unjuk rasa,” pungkasnya.

(sha)

Berita Terkait

Asal-usul Desa Lengkong Nganjuk: Kisah Senopati Kisopati yang Diselamatkan Kawanan Lele
Gebyar Muharram Baznas Nganjuk, Pemkab Nganjuk Serahkan Bantuan Bagi Anak Yatim dan Kaum Dhuafa
Edarkan “Paket Hemat” Sabu, Terduga Pengedar Ditangkap Polres Nganjuk: Dinilai Lebih Berbahaya karena Menjangkau Lebih Banyak Pemakai
Polres Nganjuk Tandai Operasional Gedung BPKB Baru dengan Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim
Aksi Heroik Bhabinkamtibmas Polsek Bagor Selamatkan Bayi Korban Kecelakaan Bus di Nganjuk, Tuai Pujian Warganet
Sambut 120 Mahasiswa KKN UMSurabaya, Kang Marhaen Ajak Gali Potensi dan Bangun Desa di Nganjuk
Kasus Dugaan Korupsi Bendungan Margopatut: Sekda Nganjuk Diperiksa 8 Jam di Kejari
Sekda Nganjuk Penuhi Panggilan Kejaksaan, Diduga Dimintai Keterangan Terkait Bendungan Margopatut

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 08:41

Asal-usul Desa Lengkong Nganjuk: Kisah Senopati Kisopati yang Diselamatkan Kawanan Lele

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:50

Gebyar Muharram Baznas Nganjuk, Pemkab Nganjuk Serahkan Bantuan Bagi Anak Yatim dan Kaum Dhuafa

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:03

Edarkan “Paket Hemat” Sabu, Terduga Pengedar Ditangkap Polres Nganjuk: Dinilai Lebih Berbahaya karena Menjangkau Lebih Banyak Pemakai

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:36

Polres Nganjuk Tandai Operasional Gedung BPKB Baru dengan Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:59

Aksi Heroik Bhabinkamtibmas Polsek Bagor Selamatkan Bayi Korban Kecelakaan Bus di Nganjuk, Tuai Pujian Warganet

Berita Terbaru