Resmi Buka Rakor Percepatan Penurunan Angka Stunting Di Nganjuk, Ini Pesan Kang Marhaen

Selasa, 23 Mei 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.Com – Secara resmi dibuka oleh bupati Nganjuk Marhaen Djumadi Rapat Koordinasi (Rakor) bersama stakeholder dan mitra kerja melakukan rembuk permasalahan stunting dan percepatan penurunan stunting yang bertempat di Pendopo KRT Soesro Koesoemo Kabupaten Nganjuk. Pada Selasa, 23 Mei 2023.

Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, seluruh jajaran Forkopimda, pihak terkait termasuk lembaga kesehatan, akademisi, organisasi masyarakat, dan sektor swasta yang peduli terhadap kesehatan ibu dan anak.

Dalam sambutannya Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, mengungkapkan Stunting merupakan masalah serius melihat dari analisa data angka stunting yang masih lumayan tinggi di kabupaten Nganjuk ini merupakan tanggung jawab bersama tidak hanya pemerintah daerah, melainkan  tanggung jawab semua elemen masyarakat dalam penanganan stunting. Ia menambahkan bahwa dalam rakor tersebut nantinya, para peserta akan berbagi pengetahuan, pengalaman, dan best practice dalam upaya pencegahan dan penanggulangan stunting.

Bupati Nganjuk menekankan pentingnya komitmen serta upaya pencegahan stunting sejak dini.

Ditemui usai acara, kang Marhan menjelaskan “Penyebab stunting sendiri dipengaruhi oleh faktor genetik, pernikahan dini, asupan gizi kemudian sanitasi. Ini yang akan kita fokuskan pada peningkatan akses informasi gizi yang tepat dan akurat, pemberian makanan bergizi seimbang, perbaikan layanan kesehatan ibu dan anak, edukasi serta peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perawatan kesehatan sejak masa kehamilan hingga balita.”

Lebih lanjut, angka prosentasi stunting di Nganjuk pada tahun 2021 mencapai 25,3% lalu tahun 2022 kemarin 20% dan untuk tahun ini kita targetkan 15% selanjutnya untuk 2024 diharapkan turun menjadi 14%. Untuk itu asupan gizi seperti makan ikan inilah yang akan menjadi intervensi nantinya.”Tandasnya.

Berita Terkait

Terkendala Zonasi, Siswa Sekolah Dasar Lereng Wilis Terancam Gagal Masuk SMP Negeri Idaman
Puji Petani Luar Biasa, Bupati Marhaen : Nganjuk Adalah Penopang Bawang Merah Indonesia
Sineas Muda Nganjuk Unjuk Gigi Lewat Lomba Video Pendek
Kuasa Hukum Sebut Pasutri Pembobol Bank Pelat Merah di Nganjuk Pilih Kooperatif
Kas Bank Pelat Merah Dikuras, Kajari Nganjuk Pastikan Uang Nasabah Aman
Misi Damai di Bumi Anjuk Ladang, Puluhan Biksu Lintas Negara Basuh Lelah di Klenteng Hok Yoe Kiong
Kuras Kas Bank Pelat Merah Hingga Rp 2 Miliar, Pasutri di Nganjuk ini Ditahan Kejaksaan
Membasuh Luka di Sepanjang Jalan, Kisah Gusdurian Pengawal Medis Biksu Thudong di Nganjuk

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:51

Terkendala Zonasi, Siswa Sekolah Dasar Lereng Wilis Terancam Gagal Masuk SMP Negeri Idaman

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:14

Puji Petani Luar Biasa, Bupati Marhaen : Nganjuk Adalah Penopang Bawang Merah Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:07

Sineas Muda Nganjuk Unjuk Gigi Lewat Lomba Video Pendek

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:58

Kas Bank Pelat Merah Dikuras, Kajari Nganjuk Pastikan Uang Nasabah Aman

Jumat, 22 Mei 2026 - 07:53

Misi Damai di Bumi Anjuk Ladang, Puluhan Biksu Lintas Negara Basuh Lelah di Klenteng Hok Yoe Kiong

Berita Terbaru