Blog

  • Jadi Keynote Speaker di Dialog Tomas dan Toga, Plt. Bupati Nganjuk Tegaskan Beberapa Hal

    Jadi Keynote Speaker di Dialog Tomas dan Toga, Plt. Bupati Nganjuk Tegaskan Beberapa Hal

    KabarNganjuk.com- LKHP (Lembaga Kajian Hukum dan Perguruan) dan  WKM (Wong’e Kang Marhaen) gelar dialog Mangayubagya Nganjuk Bangkit bersama Tomas dan Toga Kabupaten Nganjuk dengan tema “Pelayanan yang Memimpin (Servant Leadership)” di Frontone Ratu Hotel 19 Januari 2023.

    Dialog ini mengundang berbagai unsur masyarakat di Kabupaten Nganjuk, termasuk Kepala OPD, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, tokoh agama dan juga media di Kabupaten Nganjuk.

    Plt. Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi yang menjadi Keynote Speaker dalam dialog ini menyampaikan kepada seluruh yang hadir dan menekankan pada dirinya sendiri bahwa pejabat adalah pelayan masyarakat.

    Ia juga mengajak semua pihak dari berbagai lini di Kabupaten Nganjuk untuk membangun Nganjuk bermutu. Dirinya juga mewajibkan semua jajarannya, OPD, bahkan Kepala Desa di Kabupaten Nganjuk untuk mengubah mindset. “Pemimpin untuk saat ini untuk melayani, kita pelayan masyarakat” tegasnya.

    Dirinya juga menjelaskan bagaimana cara menjadi pemimpin yang bagus, yaitu dengan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi.

    Hadir juga dalam dialog ini Markoni, salah satu guru yang 45 tahun lalu mengajar Plt. Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. Ia memberikan gunungan jagat kepada Orang Nomor 1 di Nganjuk dengan pesan “Titip Nganjuk sak isine”.

    Sementara, Ketua LKHP Dr. Wahju Prijo Djatmiko atau yang biasa dikenal dengan Lawyer Kondang menjelaskan bahwa tujuan diadakannya acara ini. “Untuk embginformasikan bahwasannya ada paradigma kepemimpinan yang baru, namanya ‘Pemimpin yang Melayani’. Kami berharap dengan adanya paradigma baru ini tidak ada lagi yang namanya penyakit birokrasi” ujarnya.

    “Hal ini dilakukan agar kepuasan masyarakat Nganjuk tercapai” pungkasnya. (Dyh)

  • Polisi Peduli, Polres Ponorogo Salurkan Bantuan Untuk Anak Keterbelakangan Mental

    Polisi Peduli, Polres Ponorogo Salurkan Bantuan Untuk Anak Keterbelakangan Mental

    Ponorogo, KabarNganjuk.com – Bakti sosial (Baksos) mengajarkan kita untuk saling peduli, mewujudkan rasa cinta kasih, dan saling menolong bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan.

    Atas dasar hal itulah Polres Ponorogo Polda Jatim melalui Jajarannya yaitu Polsek Badegan melaksanakan kegiatan Baksos menyalurkan bantuan sembako kepada warga yang membutuhkan di wilayah Kecamatan Badegan, Rabu (18/01/2023).

    Bantuan tersebut diberikan kepada Tasmi dan Watini, anak dari Pak Taman yang mengalami keterbelakangan mental.

    Pak Taman sendiri adalah warga Rt 1 Rw 1 Dkh. Jurang Sempu Desa Dayaan Kecamatan Badegan, Ponorogo.

    Kapolres Ponorogo AKBP Catur C. Wibowo, S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Badegan AKP Agus Wibowo mengatakan bahwa pihaknya mewakili Kapolres Ponorogo AKBP Catur C. Wibowo, S.I.K., M.H. dalam kegiatan bakti sosial penyaluran bantuan kepada warga kurang mampu di wilayah Kecamatan Badegan.

    “Kali ini, bantuan kami berikan kepada kedua anak dari Pak Taman yang mengalami keterbalakangan mental. Bantuan ini berupa paket sambako, ” kata AKP Agus Wibowo

    Dalam kegiatan Bhakti sosial tersebut, Kapolsek mengaku mendapatkan banyak pelajaran, tentunya sebagai manusia kita memiliki kewajiban untuk membantu orang-orang yang membutuhkan.

    “Walau hanya sedikit, semoga bantuan ini bermanfaat dan berguna bagi pak Taman berserta keluarga” tutup AKP Agus Wibowo (*)

  • Bantaran Sungai Widas Terkisis, 6 Rumah Di Desa Kedungdowo Terancam AmbrukTerancam Ambruk

    Bantaran Sungai Widas Terkisis, 6 Rumah Di Desa Kedungdowo Terancam AmbrukTerancam Ambruk

    Nganjuk, KabarNganjuk.com – Tiga Tahun tidak ada Realisasi, 6 Rumah dihuni 8 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di Bantaran Sungai Widas Desa Kedungdowo Kecamatan Nganjuk, terancam bakal terjadi longsor susulan. Yang pasalnya, tanah mereka yang ada di Bantaran Sungai sudah terkikis hingga mencapai 50 Meter.

    Kejadian yang menimpa 6 Rumah, pekarangan maupun pondasi rumah yang longsor terkikis derasnya aliran Sungai Widas hingga mencapai 50 Meter, dijelaskan Jainem (57) salah satu warga yang tinggal di RT/ RW 02/ 03 Desa Kedungdowo (18/01/2023).

    Ia menjelaskan bahwa sudah 3 tahun tanahnya longsor, dirinya juga melaporkan ke pihak Desa, dan katanya mau diusahakan. 

    “saya sudah merasa was – was, apalagi kalau musim penghujan, saya takut kalau ambrol, dan pingin saya segera mungkin dibenahi, karena saya setiap tahun membayar pajak.” Jelasnya.

    Sama halnya apa yang disampaikan Ismadi (40), dirinya menjelaskan bahwa pihaknya sudah melaporkan ke Kepala Desa.

    “sudah saya ajukan untuk pembenahan, tapi saya tidak tahu kapan diperbaiki, saya PPAT setiap tahun membayar.” Ujarnya.

    “istri saya setiap pulang kerja selalu menangis, dan istri saya sudah pasrah bila mana terjadi longsor lagi.” Ucapnya dengan nada haru.

    “Selama ini kami bersama warga lain membuat tanggul untuk menahan aliran sungai dengan alakadarnya, kami memanfaatkan sisa limbah peternakan ayam. Meskipun bau, setidaknya bisa menahan longsor, dan kami berharap pemerintah maupun pihak terkait untuk segera mencarikan solusinya, agar kami tidak selalu was – was bilamana terjadi banjir.” Harap Ismadi.

    Sedangkan Kepala Desa Kedungdowo Suprapto, saat dikonfirmasi awak media, dirinya menjelaskan bahwa mulai dari Tahun 2019 sebenarnya sudah mulai diajukan ke Pemerintah Daerah, kepada Bupati, juga BPBD Kabupaten Nganjuk untuk meneruskan Balai Besar Brantas, sudah mengajukan Proposal dan sampai sekarang itu belum ada realisasi.” Jelas Kades.

    Lebih lanjut Kades menjelaskan, bahwa longsor tersebut pernah di Survey. “Tapi hanya Surva Surve dan untuk Foto-Foto itu aja, sampai akhirnya membengkak sampai habis tangkisnya.” Ujarnya.

    “Kami pihak desa hanya melakukan kerja bakti semampunya di 6 Rumah 8 KK yang sudah tergerus longsor sekitar 50 Meter, dan pemerintah belum ada kebijakan sama sekali, selama ini kami hanya mengandalkan kerja bakti lingkungan. Kami berharap Pemerintah atau Balai Besar, segera ada realisasi untuk mengatasi itu.” Harap Suprapto selaku Kepala Desa Kedungdowo.

     

    (gik)

  • Antisipasi Gesekan, Polres Kediri Lakukan Penyekatan Antisipasi Simpatisan Pagar Nusa Menuju Nganjuk

    Antisipasi Gesekan, Polres Kediri Lakukan Penyekatan Antisipasi Simpatisan Pagar Nusa Menuju Nganjuk

    Kediri, KabarNganjuk.com – Antisipasi munculnya kericuhan dalam aksi demo perguruan silat Pagar Nusa di Polres Nganjuk, Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho, SIK perintahkan anggota serta Polsek jajaran melakukan penyekatan di sejumlah titik rawan yang telah ditentukan.

    Titik-titik tersebut diantaranya jalan raya Mengkreng, simpang tiga bendungan Gampengrejo, dan simpang empat Papar.

    Sekitar pukul 10.00 WIB anggota telah bersiap melakukan apel di lokasi penugasan masing-masing yang kemudian dilanjut dengan pelaksanaan penyekatan serta patroli pamtup (pengamanan tertutup) dan patroli pamka (pengamanan terbuka).

    Kapolres meminta para Padal pam (Perwira pengendali pengamanan) untuk lebih tegas dan berani dalam menyikapi massa yang terindikasi akan mengikuti aksi demo tersebut, (Rabu 18/1/2023).

    “Laksanakan pemeriksaan motor, tidak boleh ada massa perguruan silat yang masuk wilayah Kediri menuju Nganjuk,” pinta Agung.

    Disampaikan Agung, para personel yang berjaga tetap kedepankan sikap humanis sehingga masyarakat dapat merasa nyaman, terayomi dan terlindungi.

    Selain itu, anggota juga bersiaga di Mako Polres Kediri untuk melindungi Mako dan masyarakat sekitar dari gangguan keamanan yang bisa mengancam setiap saat.

    Bagi Agung, sudah kewajiban Polri memastikan keamanan wilayah dari berbagai gangguan baik terhadap personel maupun masyarakat. Ia mengharapkan peran aktif masyarakat dalam membantu tugas Polri, seperti melaporkan tiap-tiap kejadian yang membutuhkan kehadiran polisi di lingkungannya. (*)

  • Tiga Tersangka Curanmor yang Beraksi di 15 TKP  Berhasil Diamankan Polisi

    Tiga Tersangka Curanmor yang Beraksi di 15 TKP Berhasil Diamankan Polisi

    Surabaya, KabarNganjuk.com – Personel Unit Reskrim Polsek Simokerto Polrestabes Surabaya menembak dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beraksi di 15 TKP Kota Surabaya.

    Kompol A.R Dwi Nugroho SH SIK Kapolsek Simokerto Surabaya mengatakan, ketiga pelaku itu, yakni Ismail M (23) warga Jalan Sido Kapasan Gg I Surabaya, Aris (27) warga Jalan Sido Nipah Gg V Surabaya dan A. Arifin (34) warga Jalan Bulak Banteng Baru Gg Mawar Surabaya.

    “Ketiga orang pelaku curanmor dua diantaranya ditembak karena berusaha melarikan diri dan mencoba melawan petugas Kepolisian Polsek Simokerto Surabaya,” kata Dwi Nugroho.

    Kompol Dwi Nugroho menyebutkan, ketiga pelaku memiliki peran yang berbeda salah satu diantaranya, Ismail berperan mengatur rencana mulai dari mencari sasaran sampai menjual barang curian, dan mereka juga sebagai eksekutor ketika mengambil kendaraan korban dengan cara merusak rumah kunci.

    “Aris berperan untuk mengawasi situasi ketika Ismail mengambil kendaraan korban dengan berpura-pura sebagai driver Gojek (memakai jaket Gojek),” ungkap Dwi

    Kemudian pelaku Arifin mereka berperan bersama Ismail mengambil kendaraan dan ikut menjual barang curian tersebut.

    Peristiwa curanmor terungkap berawal mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ketiga pelaku melakukan aksi pencurian di Jalan Ngaglik 87 Surabaya, pada Kamis (5/01/2023).

    Kapolsek mengungkapkan, Saat melancarkan aksinya ketiga menggunakan kunci T untuk merusak rumah kunci kendaraan yang dicuri.

    “Ketiga mengaku sebelum melakukan aksi pencurian terlebih dahulu mengkonsumsi Narkotika jenis sabu, untuk menambah stamina dan keberanian,” jelas Dwi.

    Petugas mengamankan ketiga pelaku dan menyita barang bukti berupa satu kunci pas ukuran 8, satu anak kunci leter T, satu besi pembuka Lock, 3 Biji kunci leter L, dua buah hanphone, satu sepeda motor honda Revo.

    “Ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” terangnya.

    Sementara itu dalam kesempatan yang sama Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan melalui Kasihumas Kompol Muchamad Fakih menyampaikan Apresiasi Kepada Kapolsek Simokerto dan anggota atas keberhasilan ungkap kasus curanmor diwilayahnya.

    “Atas kerja keras dan berhasil menangkap Pelaku Curanmor yang selama ini membuat keresahan di Masyarakat, Bapak Kapolrestabes menyampaikan Apresiasi kepada Kapolsek Simokerto dan Unit Reskrim Polsek Simokerto,” Ujar Fakih yang hadir juga dalam konferensi pers di Polsek Simokerto.

    Kompol Fakih juga berpesan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap barang barang miliknya seperti sepeda motor, dan selalu menjaga keamanan lingkungannya .

    “Harapan kami kepada masyarakat untuk sayang terhadap barang barang miliknya seperti sepeda motor pada saat memarkir agar dipastikan dalam kondisi aman dan memberi kunci ganda” Pungkas Fakih.

    ( hms)

  • Ratusan Anak di Ponorogo Ajukan Nikah Dini, Begini Tanggapan Dinas Sosial

    Ratusan Anak di Ponorogo Ajukan Nikah Dini, Begini Tanggapan Dinas Sosial

    Ponorogo, KabarNganjuk.com – Belakangan ini viral di media sosial, tentang 176 anak di Ponorogo yang mengajukan dispensasi nikah dini di Pengadilan Agama setempat.

    Menurut penjelasan Dinas Pendidikan Ponorogo Nurhadi Nahuni, tidak semua pemohon dispensasi nikah berstatus siswa.

    “Tidak semua pemohon dispensasi masih berstatus pelajar, sebagian sudah lulus setingkat sekolah menengah atas.” terang Nurhadi.

    Dirinya juga menambahkan, pihaknya menemukan pelajar setingkat SMP yang orang tuanya mengajukan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama Ponorogo.

    Sementara Kepala Dinas Sosial Ponorogo Supriyadi, menyatakan bahwa ada berbagai alasan anak di Ponorogo mengajukan dispensasi nikah. 

    “Alasannya ada yang memang sudah tidak mau melanjutkan sekolah akhirnya memutuskan menikah, dan ada juga yang hamil diluar nikah.” tegasnya.

    Dari total 176 anak yang diberikan izin menikah dini sepanjang 2022, 125 anak menikah dikarenakan hamil diluar nikah, bahkan sebagian besar sudah melahirkan. Sedangkan 51 sisanya memilih menikah dikarenakan sudah mempunyai pacar dan memilih menikah daripada melanjutkan sekolah.

  • Polres Tulungagung Berhasil Amankan Komplotan Spesialis Pencurian Mobil Truk dan Pic Up

    Polres Tulungagung Berhasil Amankan Komplotan Spesialis Pencurian Mobil Truk dan Pic Up

    Tulungagung, KabarNganjuk.com – Kasus pencurian Mobil Truk dan Pick Up yang terjadi sekitar 1 (satu) bulan yang lalu berhasil diungkap oleh Unit Macan Agung Sat Reskrim Polres Tulungagung Polda Jatim. 16/3/2023

    Pengungkapan kasus pencurian Mobil Truk dan Pic Up tersebut terjadi pada Hari Jum’at tanggal 13 Januari 2023, pukul 01.00 Wib dimana dengan kegigihan anggota Unit macan Agung bekerjasama dengan Satreskrim Polres Kediri Kabupaten dan Blitar Kabupaten sehingga berhasil mengamankan pelaku pencurian.

    “Pelaku berhasil di tangkap dan diamankan di sebuah Kos diwilayah Talun Kabupaten Blitar”.

    Kapolres Tulungagung Polda Jatim AKBP Eko Hartanto, SIK, MH, melalui Kasihumas Polres Tulungagung IPTU Moh Anshori Sh. Membenarkan bahawa pelaku pencurian mobil Truk dan Pick Up telah berhasil ditangkap dan diamanakan oleh Unit Macan Agung Satreskrim Polres Tulungagung di sebuah rumah kos di Wilayah Talun Kabupaten Blitar.

    Menurut Kasihumas kasus pencurian mobil Truk dan Pick Up tersebut terjadi pada tanggal 12 dan 15 Desember 2022 dengan TKP di Kecamatan Besuki, Ngunut dan Karangrejo Kabupaten Tulungagung.

    Atas dasar kejadian dan laporan dari para korban, selanjutnya petugas Satreskrim melalui tim Resmob Polres Tulunggaung melakukan Penyelidikan untuk mengungkap dan menangkap para pelaku pencurian Mobil dan Truk.

    Dari hasil penyelidikan tersebut petugas Resmob Polres Tulungagung yang dibantu oleh Tim Resmob Polres Kediri Kabupaten dan Blitar Kabupaten akhirnya berhasil menangkap dan mengamankan para pelaku pencurian spesialis Truk dan Pick Up.

    Para pelaku berhasil ditangkap di sebuah rumah kos di Wilayah Talun Kabupaten Blitar dan dilanjutkan pencarian barang bukti di rumah milik salah satu pelaku yang tidak jauh dari rumah kos dan mendapati Barang Bukti No Pol dan buku Servis kendaraan curian

    Pencarian dan pengejaran masih dilanjutkan dan sekitar pukul 05.30 WIB Petugas melakukan Penggrebekan disebuah Bengkel milik Pelaku lain yang digunakan untuk mendendeng kendaraan curian yang berada di Wilayah Kec. Donomulyo Kab. Malang.

    Petugas berhasil mengamankan satu Pelaku dan barang Bukti sisa bekas Dendengan TKP Blitar Kota dan TKP Kediri Kabupaten

    Berdasarkan keterangan pelaku yang diamankan Petugas melanjutkan Pengejaran Terhadap Pelaku utama lain di Wilayah Kota malang, di Back Up Resmob Polresta Malang Kota dan berhasil menangkap 3(tiga) Pelaku di wilayah Terminal Kota malang.

    Dua orang pelaku dengan inisial SP umur 56 Tahun alamat malang dan inisial IE (47) warga Malang ditahan di Rutan Polres Tulungagung sedangkan pelaku lain 1 (satu) orang ditahan di Polres Blitar Kabupaten 2 (dua) orang pelaku ditahan di Polres Kediri Kabupaten

    Dari pengungkapan dan penangkapan para pelaku komlotan pencurian spesialis Truk dan Pick Up petugas berhasil mengamankan 1(satu) Mata Kunci T, 1(satu) ikat oler kawat pembuka kunci, 3(tiga) Buah Plat No Pol, 3(tiga) Kaleng Botol Cat Alvian Warna Kuning, 1(satu) Buah buku Service, 1(satu) Unut Kendaraan Matic Mio Sporty, Uang Tunai Senilai Rp304.000(Tiga Ratus Empat Ribu Rupiah)

    Terhadap pelaku pencurian dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke 4e dan 5e KUHP dan 480 KUHP (*)

  • Heroik, Polisi Kota Malang bersama Warga Berhasil Selamatkan Seorang Anak Yang Akan Bunuh Diri

    Heroik, Polisi Kota Malang bersama Warga Berhasil Selamatkan Seorang Anak Yang Akan Bunuh Diri

    Kota Malang, KabarNganjuk.com – Akibat di dera permasalahan pribadi, seorang gadis belia nekat berusaha mengakhiri hidupnya di jembatan Kahuripan Kota Malang pada Senin kemarin (16/1/2023).

    Namun upaya itu berhasil digagalkan oleh Kapolsek Klojen Kompol Domingos Ximenes beserta jajarannya yang sigap mencegah aksi nekat tersebut.

    “Kami mendapatkan laporan dari masyarakat terkait adanya upaya nekat yang dilakukan oleh seorang gadis dibawah umur, kami langsung mendatangi TKP” terang Kapolsek Klojen.

    Lokasi tersebut berada di jembatan Jalan Majapahit,
    Kecamatan Klojen, Kota Malang.

    Karena Jembatan itu berada di kawasan pasar splindit yang ramai penduduk, sehingga apa yang dilakukan oleh gadis tersebut diketahui oleh orang yang berada di sana dan melaporkan kepada Polsek Klojen jajaran Polresta Malang Kota.

    Anggota Polsek Klojen Polresta Malang Kota saat tiba di TKP langsung secara sigap melakukan penyusuran di bibir sungai.

    Tak hanya itu, para relawan Kota Malang juga turut terjun dalam upaya pencarian gadis tersebut.

    “Saat sampai di TKP kami langsung melakukan penyusuran, seberapa sulit medannya tapi yang jelas kita berharap gadis tersebut selamat” harap Kompol Don, sapaan akrabnya.

    Kerja keras yang dilakukan oleh seluruh tim gabungan Polsek Klojen Polresta Malang Kota bersama relawan membawakan hasil yang manis, pasalnya gadis di bawah umur tersebut berhasil diselamatkan oleh tim yang menyusur ke dalam area sungai.

    “Alhamdulillah korban dapat kami selamatkan dan ini semua berkat kerja keras dari seluruh anggota dan dibantu oleh para relawan” ucap syukur Kapolsek Klojen.

    Dari hasil yang didapatkan dari penuturan gadis di bawah umur tersebut telah diketahui bahwa ia merupakan Warga Kecamatan, Poncokusumo Kabupaten Malang dan usianya masih sangat belia.

    “Sesuai dengan keterangannya, ia berinisial NA dan masih berusia 14 tahun untuk motifnya sampai saat ini kami juga masih menggali informasi, namun yang pasti saat ini korban telah di bawa ke RSSA Malang untuk mendapatkan perawatan” pungkas Kapolsek Klojen Kompol Domingos DF. Ximenes. (*)

  • Tuntut Masa Jabatan 9 Tahun, 153 Kades di Kabupaten Nganjuk Ikut Geruduk Senayan

    Tuntut Masa Jabatan 9 Tahun, 153 Kades di Kabupaten Nganjuk Ikut Geruduk Senayan

    KabarNganjuk.com – Ratusan Kepala Desa (Kades) Kabupaten Nganjuk berangkat ke Jakarta untuk mengikuti demonstrasi di DPR RI Senayan Jakarta bersama ribuan Kades dari berbagai daerah di tanah air. Mereka menuntut masa jabatan Kades yang hanya enam tahun menjadi sembilan tahun.

    Sebanyak 153 Kades Kabupaten Nganjuk berangkat ke Jakarta dengan titik kumpul di Pendopo KRT Soesrokosomo Kabupaten Nganjuk pada 16 Januari 2023, tentu saja dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan.

    Sebelum berangkat ke Jakarta, beberapa Kades menyempatkan berorasi. Koordinator Kades Kabupaten Nganjuk Dedi Nawan menjelaskan bahwa tuntutan yang akan dibawa ke Jakarta diantaranya untuk mengembalikan masa jabatan Kades.

    “Kami menuntut masa jabatan kades dikembalikan lagi dari enam tahun, menjadi sembilan tahun untuk satu periode, karena masa jabatan enam tahun terlalu pendek untuk melaksanakan program kerja di desa secara maksimal,” ujarnya.

    “baik DPR maupun pemerintah menyetujui tuntutan para kades untuk  masa jabatan kades selama sembilan tahun. Agar, pembangunan di desa dapat berjalan dengan maksimal” pungkasnya.

    (Red)

  • Polres Probolinggo Berhasil Amankan Tersangka Pembunuhan Bermotif Asmara

    Polres Probolinggo Berhasil Amankan Tersangka Pembunuhan Bermotif Asmara

    Probolinggo, KabarNganjuk.com – Satreskrim Polres Probolinggo,Polda Jatim bersama Unit Reskrim Polsek Dringu bergerak cepat menangkap terduga pelaku pembunuhan di halaman parkir kantor PDAM unit Dringu yang berada di dalam Kantor Mall Pelayanan Publik Kabupaten Probolinggo pada Sabtu (14/1/2023) yang lalu.

    Bahkan petugas langsung mengamankan terduga pelaku yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dirumah orang tuanya setelah menerima informasi kejadian pembunuhan tersebut.

    Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan dari hasil penyelidikan pelaku melakukan pembunuhan terhadap rekannya yang juga merupakan pegawai PDAM Kabupaten Probolinggo itu dikarenakan korban mempunyai hubungan asmara dengan istrinya.

    Pelaku pembunuhan itu yakni AM (31), warga Desa Jorongan , sementara korbannya DL (30), warga Desa Jangur

    Peristiwa pembunuhan ini terjadi berawal ketika pelaku bertengkar dengan istrinya, AP (30), pada Jum’at (13/1/2023) lantaran sang istri sering pulang terlambat bekerja.

    Setelah terus menerus didesak pertanyaan, istri pelaku mengakui perbuatannya bahwa ia telah main belakang dengan korban. Pengakuan tersebut membuat pelaku sakit hati sehingga berencana menghabisi korban.

    Rencana tersebut kemudian dijalankan oleh pelaku dengan cara berangkat pagi hari sekitar pukul 04.00 Wib menuju rumah orang tuamya di Desa Tamansari, Dringu Kabupaten Probolinggo.

    “Setiba dirumah orang tuanya, pelaku mengambil sebilah pisau dan kemudian menyelipkan dipinggangnya lalu berangkat menuju tempat ia bekerja di PDAM unit Dringu” kata Kapolres Probolinggo saat Konferensi Pers didepan Lobby Polres Probolinggo, Senin (16/1/2023).

    Setelah menunggu kurang lebih setengah jam, korban akhirnya datang. Awalnya pelaku sempat menyapa dan menyalami korban. Kemudian ia berbalik badan dan meyerang korban menggunakan pisau yang telah dipersiapkannya.

    Meski korban sempat menghindar dan melarikan diri, pelaku yang dalam kondisi emosi akhirnya tetap mengejar korban dan menyerang korban berulang kali dibagian leher, dahu, dada, perut, lengan, dan siku sehingga korban terjatuh dan meninggal dunia akibat kehabisan darah.

    “Pasca kejadian pelaku sempat pulang ke rumah orang tuanya. Namun berkat kerja keras anggota Satreskrim Polres Probolinggo dan Unit Reskrim Polsek Dringu akhirnya pelaku dapat diamankan,” tutur Kapolres Probolinggo.

    Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, tersangka dikenakan pasal 340 KUHP dengan ancaman Hukumannya Pidana Mati / pidana seumur hidup ( paling lama 20 Tahun ) .

  • Panglima TNI dan Kapolri Tampil Dalam Pagelaran Wayang Orang, Simbol Sinergitas Melalui Budaya Bangsa

    Panglima TNI dan Kapolri Tampil Dalam Pagelaran Wayang Orang, Simbol Sinergitas Melalui Budaya Bangsa

    Jakarta, KabarNganjuk.com- Sudah menjadi komitmen, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo selalu menunjukan sinergitas dan soliditas TNI – Polri dalam berbagai kesempatan.

    Bukan hanya soal menjaga kondusivitas Negara Kesatuan Republik Indonesia, kedua pimpinan tertinggi di TNI – Polri ini juga kompak melestarikan kesenian tradisional.

    Salah satunya adalah dengan main wayang orang bersama,dimana Laksamana Yudo Margono dan Jenderal Sigit bakal tampil dalam pagelaran wayang orang tersebut dengan lakon cerita ‘Pandowo Boyong’.

    Pagelaran ini bakal digelar di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Minggu 15 Januari 2023 pukul 19.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.

    Dalam pagelaran wayang orang dengan lakon ‘Pandawa Boyong’ ini, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono akan memerankan sosok Bima Sena. Sementara istrinya, Vero Yudo Margono, bakal memerankan sosok Dewi Nagageni.

    Begitu pula para Kepala Staf TNI juga ikut ambil bagian diantaranya KSAD Jenderal Dudung Abdurachman akan memerankan sosok Batara Guru, KSAL Laksamana Muhammad Ali memerankan Batara Baruna, dan KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo akan memerankan Eyang Abiyasa.

    Sedangkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit akan memerankan tokoh Prabu Puntadewa. Dalam pewayangan, Puntadewa digambarkan sebagai sosok manusia yang berhati suci dan membela kebenaran.

    Puntadewa yang merupakan anak sulung dari Prabu Pandu Dewanata ini juga digambarkan sebagai sosok manusia yang sabar, beriman, tekun beribadah, ikhlas dan jujur.

    Prabu Puntadewa yang memiliki lima saudara kandung laki – laki yaitu Bima,Arjuna, si kembar Nakula dan Sadewa ini juga dikenal sebagai sosok yang senantiasa mengedepankan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan dan memiliki watak Hasta Brata sebagai pemimpin.

    Lakon Pandawa Boyong ini mengisahkan ketika lima orang kesatria (Pandawa Lima) bersaudara boyongan atau pindah dari kerajaan Alengka yang dikuasai Kurawa ke Astinapura.

    Kepindahan itu untuk memerdekakan diri dari kekuasaan para Kurawa. Proses pindahnya para Pandawa Lima ini tidak semulus dan semudah yang dibayangkan. Rintangan berat harus mereka lewati termasuk harus berperang melawan bala tantara dari Kurawa yang sebenarnya masih ada ikatan saudara dengan Pandawa Lima.

    Para Kurawa yang jumlahnya jauh lebih besar dengan punya persenjataan lebih banyak, terpaksa harus ditaklukan oleh Pandawa Lima. Namun berkat kesungguhan yang didasarkan niat baik dan bijaksana, Pandawapun dapat memenangkan perang.

    Pagelaran wayang orang dengan lakon cerita ‘Pandawa Boyong’ ini diinisiasi oleh Panglima TNI Laksamana Yudo Margono berkolaborasi dengan lintas generasi, para tokoh dan berbagai unsur seperti Laskar Indonesia Pusaka, Paguyuban Wayang Orang Barata, dan lain sebagainya.

    Di kalangan seniman,Panglima TNI Laksamana Yudo Margono memang dikenal juga sebagai sosok Laksamana Budayawan. Ini karena dirinya selama ini sangat konsen dalam melestarikan seni budaya warisan leluhur nenek moyang.

    Dalam pernyataannya, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono beberapa waktu lalu menyebut bahwa usaha menjaga kelestarian budaya, termasuk wayang orang menjadi semakin penting untuk dilaksanakan di tengah serbuan pengaruh budaya asing sebagai dampak dari globalisasi hasil kemajuan teknologi informasi dan digital.

    Ia juga bertekad untuk ambil bagian dalam usaha melestarikan berbagai kekayaan budaya bangsa melalui tindakan-tindakan yang nyata.

    “Bangsa Indonesia seharusnya lebih memilih wayang sebagai tontonan sekaligus tuntunan dalam kehidupan. Tetapi, pada kenyataannya saat ini rakyat kita, khususnya generasi muda, lebih mengidolakan tokoh-tokoh superhero produk negara lain dibandingkan tokoh-tokoh pewayangan. Ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk mengembalikan kecintaan masyarakat terhadap budaya sendiri,”ungkap Laksamana Yudo di Jakarta beberapa waktu lalu.

    Dengan digelarnya lakon Boyongnya Pandawa ke Astina ini, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono berharap bisa menjadi pesan moral kepada masyarakat agar lebih memahami, menghayati dan mengamalkan Pancasila.

    Bahkan sosok dalam Pandawa Lima pun relevan dengan semangat dan nilai-nilai Pancasila. Puntadewa adalah simbol Ketuhanan yang menjadi sila pertama dalam Pancasila.

    Bimasena yang adil dan penuh rasa kemanusiaan, mewakili sila ke dua Pancasila. Arjuna mencerminkan semangat persatuan dan kesatuan yang dinyatakan dalam sila ke tiga Pancasila.

    Sementara Nakula menyimbolkan sila ke empat, yaitu permusyawaratan masyarakat sedangkan kembarannya, Sadewa simbol dari sila ke lima, keadilan sosial yang benar-benar adil. (Hms)

  • Pererat Silahturahmi, Polres Nganjuk Ajak Masyarakat Nobar “Wayang Orang”

    Pererat Silahturahmi, Polres Nganjuk Ajak Masyarakat Nobar “Wayang Orang”

    KabarNganjuk.com- Dalam rangka peringati Hari Dharma Samudera Tahun 2023 TNI Angkatan Laut Kapolres Nganjuk AKBP. Boy Jeckson Situmorang beserta jajaran Polres Nganjuk, Dandim 0810 Nganjuk, juga segenap jajaran di Pemerintahan Kabupaten Nganjuk dan Komunitas Ngajiro, ajak Nonton Bareng Pagelaran Wayang Orang dan Ngopi Bareng Di Kopi Soe Nganjuk, Minggu (15/01/2023).

    Hal ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi, persaudaraan dan persahabatan antara Polres Nganjuk dan masyarakat. Nobar ini dihadiri juga Ketua DPRD Nganjuk bersama Anggota Dewan, Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk, Kepala Pengadilan Negeri Nganjuk, nampak juga Panito selaku Tokoh Masyarakat dan beserta segenap undangan yang hadir di acara Ngopi Sambil Nobar.

    Dalam sambutannya di acara Ngopi Bareng sambil Nobar “Wayang Orang” dengan Lakon Pandowo Boyong, Kapolres Nganjuk AKBP. Boy Jeckson yang sering di sapa Om Boy menyampaikan, bahwa TNI – POLRI selalu sinergitas dan solidaritas dalam menjaga kondusifitas Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    “Lakon Pandowo Boyong ini mengisahkan Lima Orang Ksatria, boyongan dari Kerajaan Alengka ke Astinapura. dan adapun kepindahan Pandawa ini untuk Memerdekakan diri dari kekuasaan para Kurawa” ujar Om Boy.

    Lebih lanjut Om Boy menjelaskan, proses boyongan Pandawa ini tidak mudah dan semulus apa yang dibayangkan, ternyata banyak sekali rintangan, dan digelarnya Pagelaran Wayang Orang ini bertujuan untuk melestarikan Seni Budaya Warisan Nenek Moyang” tambahnya.

    “Satu Tahun Dua Bulan saya di Nganjuk, dan saya pernah sampaikan secara pribadi dan keluarga, saya akan menjadi bagian dari warga Kabupaten Nganjuk dan Alhamdulillah bisa melakukan, dan mungkin kurang sempurna, tapi saya selalu berusaha untuk yang terbaik” pungkas Om Boy. (Nur)

  • Janjikan Bisa Masuk RSD dan Pertamina, Warga Yuwono Dilaporkan ke Polsek Kertosono

    Janjikan Bisa Masuk RSD dan Pertamina, Warga Yuwono Dilaporkan ke Polsek Kertosono

    KabarNganjuk.com- Seorang ibu warga Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk adukan salah satu warga Desa Yuwono kecamatan Kertosono kabupaten Nganjuk ke Polsek Kertosono karena diduga telah melakukan penipuan. KAR (nama samaran) merasa ditipu oleh RN (nama samaran) karena telah dijanjikan kerja menjadi perawat di RSD Nganjuk ataupu RSD Kertosono dan juga di Pertamina.

     

    KAR menjelaskan bahwa untuk bisa masuk di dua instansi tersebut dibutuhkan biaya untuk perawat sebesar 20 juta dan di pertamina sebesar 35 juta (14/1/2023). KAR menjelaskan bahwa hal itu hanya janji semata meski HAR sudah membayar biaya yang disebutkan RN.

     

    “Saya sudah memberikan uang sebesar Rp. 55.000.000 (Lima Puluh Juta), untuk dimasukan kerja ke Perawat dan Pertamina, itu untuk ke Dua anak saya” jelas KAR.

     

    Lebih lanjut SAR mengatakan kalau dirinya mengenal RN itu mengaku sebagai Pengusaha Rajutan yang tinggal di Kertosono, menjanjikan kepada saya bahwa untuk masuk Perawat di RSD Nganjuk/ Kertosono sebesar Rp. 20.000.000 (Dua Puluh Juta Rupiah), sedangkan untuk di Pertamina saya disuruh bayar Rp. 35.000.000 (Tiga Puluh Lima Juta Rupiah )” jelasnya.

     

    “Pada Tanggal 11 Desember 2022 saya memberi uang kepada RN sebesar 15 Juta, dan pada Tanggal 13 saya memberikan lagi 5 Juta lewat transfer, dan yang 35 Juta saya memberikan cas kepada RN pada Tanggal 15 di Bulan yang sama” jelas KAR.

     

    “Merasa curiga dengan RN, saya ahkirnya menghubungi nomor yang diberikan kepada saya oleh RN, yang katanya Kepala Dinas Kesehatan Surabaya dan Kepala Dinas Pertamina, tetapi tidak dapat dihubungi semua, jadi saya tidak pernah tau orangnya, karena sama RN tidak diperbolehkan” lanjut KAR.

     

    “Ya saya percaya saja, karena dia (RN) bilangnya kepada saya mengaku dekat dan di bantu oleh orang Nomor Satu di Nganjuk, makanya saya percaya, setelah saya curiga ahkirnya saya minta uang yang 20 Juta yang dijanjikan masuk Perawat, dan yang 35 Juta dijanjikan di Pertamina katanya Tanggal 5 dikasih, tapi sampai Hari ini uang saya belum di kembalikan, dan kemarin saya sudah mengadukan perkara ini ke Polsek” tambahnya.

     

    Sementara itu Orang Nomor Satu di Nganjuk Marhaen Djumadi saat dikonfirmasi lewat WA mengatakan bahwa dengan apa yang di lakukan oleh RN, mengatakan dengan tegas bahwa tidak mengetahui tentang perekrutan itu, kalaupun ada semua sesuai prosedur, ini merupakan penipuan, segera laporkan saja, setahu saya RN hanya sebatas warga yang bergerak di bidang UMKM” tegas Kang Marhaen. (Tim)

  • MA Tolak Perkara dan Putusan Banding JPU Terkait Kasus Eks Bupati Nganjuk

    MA Tolak Perkara dan Putusan Banding JPU Terkait Kasus Eks Bupati Nganjuk

    KabarNganjuk.com – Majelis Hakim Mahkamah Agung telah putuskan kasasi perkara dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh terdakwa Eks. Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat terkait penerimaan dan pemberian uang dalam mutasi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk.

    Berdasarkan penelusuran KabarNganjuk.com melalui laman resmi Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia (RI), majelis hakim menolak perkara atas putusan banding yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan terdakwa Novi Rahman Hidayat.

    Putusan ini ditetapkan oleh majlis hakim yang diketuai oleh Dr. H. Suhadi, SH., MH. dengan hakim anggota Dwiarso Budi Santiarto, S.H., M.Hum. dan DR Sinintha Yuliansih Sibarani, S.H., M.H. pada Selasa 8 November 2022. Dan putusan tersebut terdaftar dalam perkara nomor 6017 K/PID.SUS/2022.

    (Tim)