Blog

  • Tersangka Pencurian Tabung Gas dan Kotak Amal di Magetan, Polisi Berhasil Amankan

    Tersangka Pencurian Tabung Gas dan Kotak Amal di Magetan, Polisi Berhasil Amankan

    MAGETAN, KabarNganjuk.Com – Tidak hanya mengamankan satu pelaku pembobol toko sembako di Wilayah Ngariboyo, Sat Reskrim Polres Magetan juga amankan dua orang pelaku pencurian spesialis tabung gas dan kotak amal yang meresahkan warga.

    Dua orang pelaku pencurian yang berhasil diamankan Satreskrim Polres Magetan tersebut adalah YL (20) warga Jatisari Kecamatan Kawedanan dan AA (30) warga desa Carikan Bendo Magetan.

    Kapolres Magetan, AKBP Muhammad Ridwan, SIK, MSi melalui Kasatreskrim Polres Magetan, AKP Rudy Hidajanto mengatakan kedua pelaku ini dalam menjalankan aksinya selalu bekerja sama.

    “Pelaku memasuki warung kosong dengan cara mencongkel pintu dan jendela kemudian memasuki dan mengambil barang barang yang ada termasuk tabung gas elpiji,” kata AKP Rudy Hidajanto,Selasa (06/06/2023).

    Tersangka yang berhasil ditangkap tim resmob Polres Magetan saat kedua tersangka beraksi di warung mie ayam bakso di Desa Giripurno.

    “Aksi mereka bisa kita ungkap dari beberapa petunjuk di lapangan termasuk dari hasil rekaman CCTV,” kata AKP Rudi. lanjutnya,
    ,
    Kedua tersangka berhasil diamankan dari rumah masing-masing. Kemudian dari pengakuannya sedikitnya ada 8 lokasi yang telah meraka satroni.

    Salain dua orang tersangka, Polisi juga mengamankan sepeda motor, tabung gas dan kotak amal curian mereka dan beberapa kunci gembok yang telah rusak.

    “Kasus ini masih terus akan kami kembangkan karena dimungkinkan masih banyak lokasi lain yang telah meraka satroni,”terang AKP Rudi.

    Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman paling lama 7 tahun penjara. (*)

  • 50 Desa/Kelurahan Nganjuk Dikukuhkan, Pesan Kang Marhaen Sadar Hukum Teguh Pada Komitmen

    50 Desa/Kelurahan Nganjuk Dikukuhkan, Pesan Kang Marhaen Sadar Hukum Teguh Pada Komitmen

    Nganjuk, KabarNganjuk.Com – Bertempat di Pendopo KRT Sosrokoesoemo Kabupaten Nganjuk, secara resmi 50 Desa/Kelurahan di Kabupaten Nganjuk telah dikukuhkan sebagai Desa Sadar Hukum. Pangukuhan ini secara simbolis dilaksanakan pada Selasa (6/6/2023) yang ditandai dengan penyerahan piagam oleh Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI.

    Acara yang di hadiri Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Kepala BPHN Kemenkumham RI, Kepala Kanwil Kemenkumham Jatim, Kepala Biro Hukum Setda Provinsi Jatim, Kepala Biro Hukum se Provinsi Jawa Timur, Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, Jajaran Forkopimda Kabupaten Nganjuk, Kepala OPD, Camat, Sekcam dan Kepala Desa/Kelurahan se Kabupaten Nganjuk serta undangan lainnya.

    Dalam sambutannya, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menjelaskan bahwa pengukuhan desa/kelurahan binaan sadar hukum ini adalah salah satu dari rangkaian proses pembinaan hukum lintas sektor.

    “Nantinya desa atau kelurahan binaan akan ditetapkan sebagai desa atau kelurahan sadar hukum oleh Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia,” tuturnya.

    Kang Marhaen juga berpesan kepada desa binaan sadar hukum yang telah dikukuhkan agar bisa tetap menjaga dan memposisikan diri sebagai desa yang memegang teguh komitmennya dalam peningkatan kesadaran dan ketaatan hukum masyarakat dalam semua lini, baik yang bersifat kedaerahan maupun yang bersifat nasional.

    Lebih lanjut, Kang Marhaen menyebut ada 3 hal bentuk komitmen yang sudah dilakukan oleh pemerintah yaitu membangun Desa Sadar hukum, membangun Jaringan Dokumentasi dan Informasi Hukum (JDIH) yang profesional, serta Kepala Desa dan Kelurahan mengikuti Paralegal Justice Awards.

    “Ini merupakan bentuk komitmen kami tidak hanya kata–kata saja, tapi kita lakukan betul sampai aspek kelapangannya, 3 hal itu.  Paralegal, JDIH, membangun desa sadar hukum,” ujarnya.

    Kang Marhaen berharap untuk di Tahun 2024 nanti seluruh desa di Kabupaten Nganjuk harus terbentuk menjadi Desa/Kelurahan Sadar Hukum.

    Widodo Ekatjahjana selaku Kepala BPHN Kemenkumham RI  mengatakan pengukuhan Desa/Kelurahan Sadar Hukum merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran hukum dan budaya hukum masyarakat, khususnya di Kabupaten Nganjuk. Mengingat, kesadaran hukum masyarakat merupakan pendukung penyelenggaraan negara hukum di Indonesia.

    “Untuk menjadi desa/kelurahan sadar hukum, suatu desa/kelurahan harus memenuhi kriteria dan melewati beberapa proses pembentukan,” jelas Widodo.

    Lebih lanjut Widodo menambahkan, bahwa untuk seluruh Camat, Lurah dan Kepala Desa yang hadir untuk selalu memonitoring dan memperhatikan dengan seksama terhadap Desa/Kelurahan yang telah berstatus Desa/Kelurahan Binaan sebelum nantinya akan ditetapkan menjadi Desa/Kelurahan Sadar Hukum melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Hukum dan HAM RI. 

    “Karena status atau predikat tersebut sesuai aturan dapat dicabut atau ditinjau kembali apabila kondisi di lapangan sudah tidak sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan,” pungkas dia.

     

    Sumber : PING

  • Meriah! Nganjuk Gelar Sedekah Hasil Bumi ke Masyarakat

    Meriah! Nganjuk Gelar Sedekah Hasil Bumi ke Masyarakat

    NGANJUK, KabarNganjuk.com – Prosesi boyong pemerintahan dari Berbek ke Alun-alun Nganjuk dan kirab sedekah hasil bumi telah digelar hari ini (6/6/2023) yang berlangsung sangat meriah.

    Pada masa pemerintahan RM. Adipati Sosrokoesoemo III (1878-1901) telah terjadi peristiwa besar yang mewarnai sejarah pemerintahan nganjuk hingga kini, yakni kepindahan tempat pusat pemerintahan dari Berbek ke Nganjuk.

    Asal usul ditetapkannya tanggal 6 Juni sebagai peringatan peristiwa bersejarah ini setelah mengacu pada dokumen Laporan Residen Kediri kepada Bupati Hindia Belanda pada tahun 8 Juni 1880 No: 3024/4205 bahwa tanggal 6 Juni 1880 telah terjadi peristiwa kepindahan pemerintahan dari Berbek ke Nganjuk.

    Untuk memberikan kepastian hukum, maka Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, pada tanggal 17 Januari 2022 telah menetapkan dan membuat keputusan Bupati Nganjuk Nomor 188/200/K/411.013/2022 tentang Peringatan Hari Boyongan Pemerintahan wajib diperingati setiap tanggal 6 juni.

    Disela-sela acara, Bupati Marhaen mengatakan bahwa peringatan boyongan pemerintahan ini dilakukan untuk menggali budaya kearifan lokal Kabupaten Nganjuk.

    Dimana dalam prosesi boyongan tersebut, menggambarkan adanya gotong royong semua elemen masyarakat yang ikut memeriahkan prosesi tersebut.

    “Alhamdulillah, peringatan prosesi boyongan pemerintahan Nganjuk ini berlangsung dengan baik dan sangat luar biasa” kata Kang Marhaen.

    Ditemani Yuni Marhaen, Bupati Marhaen terlihat mengikuti kirab dari awal hingga akhir bersama instansi pemerintahan se Kabupaten Nganjuk.

    Masyarakat sangat antusias menyaksikan prosesi kirab yang sakral dan meriah. Tidak sedikit dari mereka yang rela kepanasan demi memperebutkan tumpeng hasil bumi yang dibagikan secara gratis, prosesi ini dipercaya membawa berkah bagi siapa saja yang menerimanya.

    Kang Marhaen menambahkan, peringatan boyongan Pemerintahan Nganjuk ini pertama kali diperingati setelah 143 Tahun yang lalu. Peringatan ini merupakan sarana komunikasi antara Pemerintah dengan masyarakat. Bahkan, roda perekonomian masyarakat juga ikut tergerak dengan banyaknya pedagang kecil yang ikut menikmati keramaian sembari menjajakan dagangannya.

    “Maka dari itu, kami harapkan kegiatan prosesi boyongan Pemerintahan Nganjuk setiap tanggal 6 Juni bisa terus dilanjutkan” Tandas Kang Marhaen.

  • Disnaker Nganjuk Gandeng PT. Kubus Mitra Utama Gelar Diklat Basic Cargo, Songsong Peresmian Bandar Udara Kediri

    Disnaker Nganjuk Gandeng PT. Kubus Mitra Utama Gelar Diklat Basic Cargo, Songsong Peresmian Bandar Udara Kediri

    NGANJUK, KabarNganjuk.com – Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Nganjuk menggelar acara pelatihan dengan tema KEBANDARUDARAAN terutama bidang basic cargo yang diselenggarakan mulai pagi ini, yakni pada tanggal 5-9 Juni 2023.

    Acara yang bertempat di aula Dinas Ketenagakerjaan Jl. Dermojoyo No.45, Payaman, Nganjuk ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari masyarakat umum se Kabupaten Nganjuk khususnya lulusan SLTA yang belum bekerja.

    Acara diklat KEBANDARUDARAAN mendatangkan narasumber dari PT. Kubus Mitra Utama, perusahaan yang bergerak dibidang pelayanan jasa Cargo muatan / barang khususnya di area Bandara.

    Supiyanto, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Nganjuk, mengatakan bahwa pelatihan ini diadakan untuk menekan tingkat pengangguran di Kabupaten Nganjuk, khususnya untuk menyongsong peresmian Bandar Udara Kediri yang akan beroperasi mulai bulan Oktober 2023.

    Lebih lanjut Supiyanto menjelaskan bahwa tujuan lain diadakannya diklat ini agar para pencari kerja bisa mendapatkan sertifikat yang mumpuni dari perusahaan jasa pelatihan yang kredibel.

    Pelatihan yang akan berlangsung selama 5 hari ini, dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Dihadiri para pejabat di lingkungan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Nganjuk beserta Perwakilan Direktur Utama dari PT. Kubus Mitra Usaha sebagai narasumber Yakni Capten Penerbang Royani.

    Ikuti akun Instagram resmi @disnaker_ngajuk Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Nganjuk guna mendapatkan informasi pelatihan kompetensi diberbagai bidang.

    KLIK DISINI UNTUK TONTON BERITA INI DI YOUTUBE @KabarNganjukTV

  • 9 Pemuda Perguruan Silat Diperiksa Polresta Mojokerto, Diduga Hendak Konvoi

    9 Pemuda Perguruan Silat Diperiksa Polresta Mojokerto, Diduga Hendak Konvoi

    KOTA MOJOKERTO, KabarNganjuk.com – Lebih kurang Sembilan orang pemuda yang diduga oknum Pesilat diamankan oleh Polresta Mojokerto untuk dilakukan pemeriksaan oleh Satreskrim Polresta Mojokerto pada Jumat (2/6) malam pekan lalu.

    Kesembilan oknum pesilat tersebut diamankan setelah kedapatan konvoi di jalan Brawijaya hendak menuju Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto dengan motor berknalpot brong.

    Sembilan orang pemuda asal Sidoarjo ini juga kedapatan membawa kunci inggris yang disimpan di dalam jok sepeda motor mereka saat dilakukan razia oleh petugas.

    Kapolresta Mojokerto, AKBP Wiwit Adisatria, S.H, S.I.K, M.T melalui Kasihumas Polresta Mojokerto Iptu M Khoirul Umam mengatakan razia yang digelar pekan lalu tersebut merupakan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).

    “Razia saat itu digelar untuk menjamin keamanan di wilayah Kota Mojokerto dari tindak Kriminalitas, mulai dari tawuran, pencurian, hingga peredaran narkoba,”ujar Iptu Umam, Senin (5/6).

    Iptu Umam menjelaskan saat kegiatan razia di simpang tiga Palang Merah Indonesia (PMI) utara Alun-alun, Kota Mojokerto petugas mendapatkan lebih kurang 50 unit kendaraan R2 dan R4 yang tidak sesuai standart.

    Selain menggeledah dan mengamankan kendaraan, lanjut Kasat, razia juga untuk mendeteksi adanya benda berbahaya seperti senjatam tajam (sajam) dan narkoba.

    Sementara itu terhadap sebilan oknum Pesilat dalam pemeriksaan Satreskrim Polresta Mojokerto mengaku bahwa mereka hendak menuju Desa Batan Krajan, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto untuk menemui rekan sesama pesilat.

    “Untuk Sembilan pemuda yang diduga pesilat dilakukan pemeriksaan dan pendataan oleh Satreskrim,”pungkas Iptu Umam. (*)

  • 3 Pelaku Pengedar Ganja 6,5 Kg Dibekuk Polres Malang

    3 Pelaku Pengedar Ganja 6,5 Kg Dibekuk Polres Malang

    Malang, KabarNganjuk.com – 2 pelaku pengedar narkoba dibekuk jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Malang beserta Polda Jawa Timur (22 Mei 2023).

    Barang bukti narkoba jenis ganja seberat 6,5 Kilogram tersebut disita dari tangan kedua pemuda yakni RAT (22) dan RDP (24). Total ada 6 paket besar ganja siap edar.

    Kedua pelaku diketahui merupakan warga Villa Bukit Tidar Merjosari, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang.

    Wakapolres Malang, Kompol Wisnu Setiyawan Kuncoro, mengatakan kronologi penangkapan bermula dari laporan warga kemudian berhasil menangkap RRA di wilayah Kelurahan Cepokomulyo, Kecamatan Kepanjen.

     

    Kemudian dilakukan pengembangan untuk mencari jaringannya yang kemudian berhasil mengamankan tersangka IRU beserta barang bukti di pinggir jalan Pasar Bunga Splendid Malang. Dari tersangka IRU, Polisi berhasil melacak keberadaan RAT dan RDP.

    Usai keduanya diamankan, polisi melakukan penggeledahan di tempat tinggal kedua pelaku dan menemukan narkotika jenis ganja seberat 6,5 Kilogram didalam kamar RAT.

    Lebih jauh, Wisnu menjelaskan, kedua tersangka mendapatkan upah sebesar Rp 100.000 dan 5 linting ganja dengan berat total 30 gram pada setiap transaksi.

    Kedua pemuda kini dijerat pasal 111 ayat 2 dan 114 ayat 2 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Adapun ancaman hukumannya paling rendah 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara.(*berbagai sumber)

  • Pembrangkatan Jamaah Haji Kloter 28 Nganjuk Resmi Dibrangkatkan

    Pembrangkatan Jamaah Haji Kloter 28 Nganjuk Resmi Dibrangkatkan

    Nganjuk, KabarNganjuk.Com – Sebanyak 656 jamaah haji kabupaten Nganjuk akan diberangkatkan ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada senin 05 mei 2023 mendatang. Namun, pada tanggal 03 Juni  2023 bertempat di  pendopo KRT Sosro Koesoemo pemberangkatan kloter 28 lebih dulu di berangkatkan.

    Pemberangkatan calon jamaah haji (CHJ) kloter 28 di berangkatkan langsung oleh Yusuf Satrio Wibowo selaku kepala dinas perikanan dan kelautan mewakili bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. Sebanyak 2 bus dan dikawal mobil polisi serta ambulan, pelepasan calon jamaah haji di sambut haru bahagia oleh keluarga jamaah yang telah mengatarkan kebrangkatan dari pendopo yang akan menuju ke Asrama Haji Sukolilo Surabaya.

    Menurut keterangan Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kantor Kemenag Kabupaten Nganjuk, Hanif Kamaloddin menjelaskan, pemberangkatkan 656 CHJ (Calon Jamaah Haji) dari Kabupaten Nganjuk ada Kebijakan dari kementrian agama bahwa ada pemenuhan tempat duduk (over seat) maka mendengar kabar tersebut pihaknya harus siap membrangkatkan kloter 28 lebih dulu dengan jumlah 94 jamaah.   

    Ia menambahkan “Nganjuk sendiri menyiapkan sebanyak 3 kloter. Dari yang tertua umur 91 tahun, dan yang termuda berumur 19 tahun. Pemberangkatan pada hari ini bebarengan dengan calon jamaah haji dari kabupaten lamongan dan blitar. Kemudian sisa kloter 33-34 akan berangkat pada hari senin, 05 juni 2023.”

    Di kesempatan yang sama, calon jamaah haji Achmad Sudjudi, 70 tahun asal Tanjunganom, mengaku mendaftarkan haji sejak tahun 2011 ia “Bersyukur Allhamdulillah senang telah memenuhi panggilan Allah” pungkasnya. (Iv)

  • Selamat! Delegasi Kepala Desa/Kelurahan Nganjuk Menangkan Penghargaan Bergengsi PJA Award 2023 di Jakarta

    Selamat! Delegasi Kepala Desa/Kelurahan Nganjuk Menangkan Penghargaan Bergengsi PJA Award 2023 di Jakarta

    Jakarta, KabarNganjuk.com – Delegasi dari Kabupaten Nganjuk berhasil mendominasi perolehan penghargaan bergengsi yakni Paralegal Justice Award (PJA) 2023 yang digelar Kamis malam (1/6/2023). PJA adalah apresiasi bagi Kepala Desa atau Kepala Kelurahan yang berhasil menyelesaikan konflik di wilayahnya.

    Tujuan diadakan PJA Award yakni untuk membangun motivasi para pejabat daerah dalam memberi pelayanan hukum serta mengayomi warga untuk implementasi kebijakan Restorative Justice (RJ).

    Kabupaten Nganjuk mengirimkan 12 orang Kepala Desa atau Kelurahan. Selama tiga hari para delegasi menimba ilmu dan bertarung dengan ratusan kades maupun kepala daerah lain dari seluruh Tanah Air di Hotel Discorvery, Ancol, Jakarta Utara.

    Pada malam penghargaan tersebut, perwakilan Kota Angin berhasil menjadi yang terbaik pada lima kategori PJA 2023. Antara lain Top Ten Pilihan Publik, Top Ten Pendidikan PJA, Anugerah Non Litigation Peacemaker, Anugerah Sasana Desa Jagaddhita dan Anugerah Paralegal Justice Award.

    Sebagai bentuk dukungan moril, Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, hadir langsung pada malam penganugerahan tersebut, dan menjadi satu-satunya kepala daerah yang datang untuk memberi dukungan langsung dalam ajang itu.

    “Alhamdulillah, prestasi lagi untuk warga Nganjuk,” ucapnya.

    Kang Marhaen berharap dengan pencapaian prestasi ini dapat memberi manfaat bagi warga. Misalnya jika terjadi pelanggaran hukum ringan, bisa diselesaikan langsung di tingkat desa.

    “Kami berharap, bapak ibu Kepala Desa dan kelurahan ini semakin optimal dalam melayani masyarakat. Pendidikan atau pengetahuan hukum di tingkat masyarakat bisa semakin ditingkatkan. Alhamdulillah kompak. Dua wakil Nganjuk bisa masuk Top Ten Pilihan Publik. Luar biasa. Terima kasih warga Nganjuk.” Pungkas Kang Marhaen.

    Berikut daftar nama penerima penghargaan di ajang PJA Award:

    Penerima Top Ten Pilihan Publik:

    1. Witri Januarista, Kepala Desa/Kecamatan Loceret

    2. Sugeng Anto, Kepala Desa Bagorwetan, Sukomoro

    Penerima Anugerah Paralegal Justice Award:

    1. Lusi Wahyu Wigati, Kepala Desa Kwagean, Loceret

    2. Witri Januarista, Kepala Desa/Kecamatan Loceret

    3. Dedy Nawan Mardiaz Krisna, Kepala Desa Gejagan, Loceret

    4. Joko Susanto, Kepala Desa Kenep, Loceret

    5. Pariyono, Kepala Desa/Kecamatan Ngluyu

    6. Moh Ansori, Kepala Desa Nglundo, Sukomoro

    Penerima Anugerah Non Litigation Peacemaker:

    1. Sugeng Anto, Kepala Desa Bagorwetan, Sukomoro

    2. Karsupin, Kepala Desa Ngadipiro, Wilangan

    3. Sunari, Kepala Desa Pisang, Patianrowo

    4. KH A. Syaiful Anam, Kepala Desa Sidoharjo, Tanjunganom

    Penerima Anugerah Sasana Desa Jagaddhita:

    1. Azfandi Miftakhul Yaqin, Kepala Kelurahan Mangundikaran, Nganjuk

    2. Pipit Teguh Harianto, Kepala Desa/Kecamatan Lengkong

    Penerima Top Ten Selama Pendidikan PJA 2023:

    1. Lusi Wahyu Wigati, Kepala Desa Kwagean, Loceret. (RCS)

    Selamat dan Sukses kepada para penerima Penghargaan PJA Awarad 2023. Terima Kasih atas dukungan warga Nganjuk.(*)

  • Lancarkan Aksi Gendam di Tuban, Pelaku Berstatus Kades

    Lancarkan Aksi Gendam di Tuban, Pelaku Berstatus Kades

    Tuban, KabarNganjuk.com – Nasib naas dialami oleh seorang karyawati penjaga klinik kecantikan di kota Tuban. Dirinya terekam cctv telah menjadi korban hipnotis atau sering disebut dengan Gendam.

    Video yang viral di jagat media sosial itu memperlihatkan seorang lelaki paruh baya memasuki ruang resepsionis sebuah klinik kecantikan di Kecamatan Palang yang memang sedang sepi pengunjung.

    Pelaku mendekat ke bagian kasir dan berkata bahwa dirinya sudah buat janji dengan pemilik klinik. Pria yang terlihat mengenakan peci tersebut meminta nomor hape pemilik klinik kepada karyawati yang sedang berjaga tersebut.

    Kemudian, pelaku pura-pura menelpon pemilik klinik sembari meminta karyawati memberikan uang sebesar 4,3 Juta Rupiah kepada dirinya.

    Kapolres Tuban, AKBP Suryono, mengkonfirmasi bahwa pelaku Gendam yang terekam dalam cctv telah berhasil dibekuk.

    Pelaku diketahui bernama Anton Arif (48) Warga Karangasem Kecamatan Wonorejo. Dirinya tengah menjabat sebagai Kepala Desa Aktif di salah satu Desa di Kabupaten Pasuruan.

  • Dendam, Seorang Pemuda Membunuh Calon Suami Mantan Pacarnya

    Dendam, Seorang Pemuda Membunuh Calon Suami Mantan Pacarnya

    Malang, KabarNganjuk.com – Kota Malang Raya digegerkan dengan aksi penusukan yang terjadi di Jembatan Perumahan Araya, Kecamatan Blimbing, Kota Malang (2/6/2023).

    Korban penusukan bernama Aji Nur Cahyono (24) warga Jalan Laksda Adi Sucipto Gang 22A tewas di lokasi kejadian disaksikan rekan korban, Junaedi.

    Diketahui, korban sedang berada di Jembatan tersebut memang sudah ada janji bertemu dengan pelaku dan beberapa temannya. Namun siapa sangka pertemuan ditengah malam itu membuat nyawa Aji melayang.

    Motif sementara, diduga pelaku kesal dan dendam karena mantan kekasihnya akan segera menikah dengan Aji.

    Melihat Aji bersimbah darah, teman-teman korban langsung membawa Aji menuju Rumah Sakit Saiful Anwar menggunakan motor. Sempat menjalani penanganan medis, naasnya nyawa Aji tidak tertolong karena tertusuk di bagian dada sebelah kiri.

    Kini pelaku sedang dalam pengejaran. Pelaku langsung kabur setelah melakukan penusukan.(*berbagai sumber)

  • Kepala Desa Beri Apresiasi Kepada Polisi RW Telah Berhasil Redam Isu Santet Di Bondowoso

    Kepala Desa Beri Apresiasi Kepada Polisi RW Telah Berhasil Redam Isu Santet Di Bondowoso

    Bondowoso, KabarNganjuk.Com – Lagi – lagi isu dukun santet beredar. Kali ini isu terkait salah seorang warga yang memiliki ilmu hitam tersebut beredar di Desa Taal Kecamatan Tapen Kabupaten Bondowoso.

    Seorang prempuan berinisial SY (39) warga Desa Taal telah dituduh memiliki ilmu santet oleh warga setempat.

    Isu itu berawal dari salah seorang warga yang juga tetangga SY berinisial NH (50). Atas tuduhan dari NH ini akhirnya meluas hingga ke warga yang lainnya.

    Merasa tidak memiliki ilmu santet, SY pun tidak terima dan terjadi pertengkaran. Mendengar kabar ini, Polsi RW Polsek Tapen Polres Bondowoso pun segera turun tangan.

    Peristiwa tersebut dibenarkan oleh Kapolseek Tapen Iptu Jarno Miroto, SH saat dikomfirmasi awak media di Mapolsek Tapen, Jumat (2/6).

    “Benar, kejadian itu hanya salah paham antar warga saja dan sudah kami didamaikan,”ujar Iptu Jarno.

    Ia mengatakan bahwa anggotanya yang bertugas sebagai Polisi RW berkolaborasi dengan Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta perangkat Desa Taal telah mempertemukan warga yang berselisih paham itu.

    “Warga yang tertuduh dan yang menyebar isu kami pertemukan di Balai Desa Taal kemarin Kamis (1/6) disaksikan warga yang lain dan perangkat desa untuk mediasi,”ujar Iptu Jarno.

    Dari hasil mediasi tersebut kata Kapolsek Tapen ini, pihak penuduh dan tertuduh telah meminta maaf dan masalah tersebut dapat di selesaikan secara kekeluargaan.

    “Kedua belah pihak bersedia membuat surat pernyataan, bahwa tertuduh menyatakan benar – benar tidak memiliki ilmu santet, sedang penuduh menyatakan tidak akan menyebar isu yang belum tentu benar adanya,”jelas Iptu Jarno.

    Sementara itu Kepala Desa Taal, Welly Verdianto mengucapkan terimakasih kepada Polisi RW Polsek Tapen Polres Bondowoso yang telah berhasil meredam isu santet yang membuat warganya resah.

    “Terimaksih dan apresiasi kepada Polsek Tapen yang punya Polisi RW, dan juga Bapak Babinsa serta Bhabinkamtibmas yang telah membantu kami mendamaikan warga kami sehingga tidak ada lagi resah karena isu santet,”ujar Welly.

    Di tempat terpisah,Kapolres Bondowoso AKBP Bimo Ariyanto, SH menjelaskan bahwa keberadaan Polisi RW di wilayah hukum Polres Bondowoso Polda Jatim memang untuk menangani persoalan di tengah lingkungan masyarakat dari lingkup yang terkecil yaitu RW.

    Ia juga mengatakan Polisi RW diharapkan bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat dengan pendekatan diri serta membantu menyelaikan suatu masalah ditengah-tengah lingkungan masyarakat.

    “Ya seperti kejadian kemarin itu, ada isu di lingkungan warga yang sempat membuat resah, namun bisa diredam karena isu segera didengar oleh Polisi RW,”ujarnya. (*)

  • Lomba Pos Kamling Tingkatkan Peran Masyarakat Jaga Kondusifitas Digelar Oleh Polresta Banyuwangi

    Lomba Pos Kamling Tingkatkan Peran Masyarakat Jaga Kondusifitas Digelar Oleh Polresta Banyuwangi

    Banyuwangi, KabarNganjuk.Com – Dorong peran aktif masyarakat dalam pemeliharaan keamanan ketertiban masyarakat atau Harkamtibmas, Polresta Banyuwangi, Jawa Timur, memulai pelaksanaan penilaian Pos keamanan lingkungan (Pos Kampling).

    Kegiatan yang diikuti oleh seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Banyuwangi, merupakan salah satu cara dari Kepolisian menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

    Dalam menjaga dan memelihara keamanan lingkungan, peran Pos Kampling memang menjadi salah satu kegiatan yang sangat membantu dalam menjaga Harkamtibmas.

    Untuk itulah, Polresta Banyuwangi mengapresiasi kegiatan tersebut dengan melaksanakan lomba Pos Kampling, yang diikuti oleh semua kecamatan yang ada di ujung timur Pulau Jawa itu.

    “Pos ronda atau Pos Kampling sangat membantu jika ada hal urgent mengenai keamanan, dan dengan adanya penjagaan hal tersebut bisa segera tangani,” kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Deddy Foury Millewa, Selasa (30/5/2023).

    Keberadaan Pos Kampling, lanjut Deddy, selain menjaga keamanan lingkungan, juga bisa dijadikan sarana para warga berkumpul untuk saling gotong royong, wadah saling berbagi informasi dan komunikasi.

    Sebab keamanan lingkungan bukan hanya perihal kejahatan, namun banyak hal semisal terjadi bencana dan kejadian darurat.

    “Lomba Pos Kampling Polresta Banyuwangi, sebagai bentuk komitmen kami untuk menjadikan Banyuwangi, aman, damai, tentram, kondusif dan sejahtera,” jelasnya.

    Ditempat yang sama, Kasat Binmas Polresta Banyuwangi, Kompol Toni Irawan menjelaskan, Pos Kampling yang dinilai harus memiliki standar eengan meilhat beberapa aspek, mulai aspek kesiapan, struktur, sumber daya manusia, sarana prasarana, kegiatan yang berkelanjutan.

    “Ada 50 indikator yang dijadikan standar dalam penilaian lomba Pos Kampling kali ini,” ungkap Toni.

    Proses penilaian, lanjut Toni, akan dilakukan oleh tim gabungan dengan melibatkan dari beberapa unsur, mulai dari Pemerintah Daerah (Pemda), TNI-POLRI dan dari unsur Satpol PP. Tim yang dibentuk, dipimpin oleh ketua tim dan 5 personil gabungan beberapa unsur yang ada.

    “Masyarakat sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini, penilaian berlangsung mulai tanggal 29 hingga 30 Mei,” pungkasnya. (*)

  • Terjunkan Personel Polwan, Calon Jamaah Haji Lansia Merasa Terbantu

    Terjunkan Personel Polwan, Calon Jamaah Haji Lansia Merasa Terbantu

    BOJONEGORO, KabarNganjuk.com – Ucapan terima kasih terucap dari para Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Bojonegoro untuk personel Polres Bojonegoro.

    Pasalnya, para CJH telah dibantu demi kelancaran, keamanan dan kenyamanannya saat akan berangkat menuju asrama haji Sukolilo Surabaya.

    “Terima kasih untuk bapak dan mbak Polisi, sudah bantu kami untuk kelancaran berangkat ke asrama haji Surabaya” ujar salah satu lansia CJH di Bojonegoro Kamis (1/6/2023) dini hari.

    Seperti halnya dilakukan oleh para anggota Polisi Wanita ( Polwan ) yang dengan sigap dan humanis membantu para CJH yang rata – rata sudah lanjut usia di jalan Mastumapel Bojonegoro menuju asrama haji Sukolilo Surabaya.

    Wujud kepedulian para Polwan cantik ini ditunjukkan dengan membantu membawa barang bawaan jemaah calon haji, mengantarkan, mengarahkan serta mengecek barang bawaan jemaah calon Haji.

    Sambutan dan keramahan kepada para Jemaah calon haji oleh para Polwan Polres Bojonegoro tak ayal membuat para jemaah calon haji merasa senang dan terbantu.

    “Sehat dan selamat ya ibu-bapak, semoga menjadi haji yang Mabrur, Tetap dalam lindungan dan karunia Allah SWT, Aamiin…,” ucap Bripda Erigka anggota Sie Humas jelang keberangkatan bus jemaah calon haji.

    Untuk Kabupaten Bojonegoro ada 4 kloter, untuk kloter 20, 21 dan 22 pada hari Kamis, sedang untuk kloter 23 diberangkatkan pada hari Jum’at dinihari.

    Sementara itu, Kabag Ops, Kompol Budi Santoso selaku koordinator pengamanan keberangkatan Jemaah haji mengatakan Polres Bojonegoro dalam pengamanan ini melibatkan 300 personel.

    “Ada 300 personel ditempatkan di lokasi keberangkatan, jalur dan pengamanan disekitaran jalan dalam kota Bojonegoro,”ujarnya.

    Sedangkan Polwan, lanjut Kompol Budi, untuk mengarahkan dan bantu membawa barang bawaan para Jemaah calon haji. Dengan harapan kegiatan ini berjalan aman, lancar dan tertib.

    “Alhamdulillah untuk pengamanan keberangkatan Jemaah calon haji kloter 20, 21 dan 22 berjalan aman, lancar,” pungkas Kompol Budi. (*)

  • Polres Nganjuk Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2023

    Polres Nganjuk Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2023

    Nganjuk, KabarNganjuk.Com – Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2023 Polres Nganjuk dilaksanakan pada Hari Kamis (01/06/2023) di Lapangan Apel Polres Nganjuk.

    Bertindak selaku pemimpin upacara Kapolres Nganjuk AKBP Muhammad, S.H., S.I.K., M.Si, sedangkan perwira upacara dijabat oleh Iptu Trubus dan komandan upacara dijabat oleh Ipda Herna Waangka.

    Dalam kesempatan tersebut AKBP Muhammad membacakan amanat Presiden Republik Indonesia Ir. Joko Widodo, adapun kutipan penting dalam amanat tersebut adalah

    “Upacara ini meneguhkan komitmen kita agar lebih mendalami , menghayati dan mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai dasar masyarakat, sebagai dasar berbangsa dan bernegara”.

    “ Namun, kehidupan berbangsa dan bernegara kita selalu mengalami tantangan, kebhinekaan selalu diuji. Ada pandangan dan tindakan yang selalu mengancamnya, ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi lain selain Pancasila”.

    “ Dan semua itu diperparah oleh penyalahgunaan media sosial, berita bohong, ujaran kebencian yang tidak sesuai dengan budaya bangsa kita. Kita harus belajar dari pengalaman buruk negara lain yang dihantui oleh radikalisme dan konflik sosial yang dihantui oleh terorisme dan perang saudara”

    “Dengan Pancasila dan UUD 45, dalam bingkai NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, kita bisa terhindar dari masalah – masalah tersebut” .

    Sebelum menutup amanat Presiden, AKBP Muhammad mengucapkan dengan tegas kepada seluruh peserta upacara, “ Selamat Hari Pancasila. Kita Indonesia, Kita Pancasila, Semua Anda Indonesia , Semua Anda Pancasila”. (Acha)