Meriah! Nganjuk Gelar Sedekah Hasil Bumi ke Masyarakat

Selasa, 6 Juni 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NGANJUK, KabarNganjuk.com – Prosesi boyong pemerintahan dari Berbek ke Alun-alun Nganjuk dan kirab sedekah hasil bumi telah digelar hari ini (6/6/2023) yang berlangsung sangat meriah.

Pada masa pemerintahan RM. Adipati Sosrokoesoemo III (1878-1901) telah terjadi peristiwa besar yang mewarnai sejarah pemerintahan nganjuk hingga kini, yakni kepindahan tempat pusat pemerintahan dari Berbek ke Nganjuk.

Asal usul ditetapkannya tanggal 6 Juni sebagai peringatan peristiwa bersejarah ini setelah mengacu pada dokumen Laporan Residen Kediri kepada Bupati Hindia Belanda pada tahun 8 Juni 1880 No: 3024/4205 bahwa tanggal 6 Juni 1880 telah terjadi peristiwa kepindahan pemerintahan dari Berbek ke Nganjuk.

Untuk memberikan kepastian hukum, maka Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, pada tanggal 17 Januari 2022 telah menetapkan dan membuat keputusan Bupati Nganjuk Nomor 188/200/K/411.013/2022 tentang Peringatan Hari Boyongan Pemerintahan wajib diperingati setiap tanggal 6 juni.

Disela-sela acara, Bupati Marhaen mengatakan bahwa peringatan boyongan pemerintahan ini dilakukan untuk menggali budaya kearifan lokal Kabupaten Nganjuk.

Dimana dalam prosesi boyongan tersebut, menggambarkan adanya gotong royong semua elemen masyarakat yang ikut memeriahkan prosesi tersebut.

“Alhamdulillah, peringatan prosesi boyongan pemerintahan Nganjuk ini berlangsung dengan baik dan sangat luar biasa” kata Kang Marhaen.

Ditemani Yuni Marhaen, Bupati Marhaen terlihat mengikuti kirab dari awal hingga akhir bersama instansi pemerintahan se Kabupaten Nganjuk.

Masyarakat sangat antusias menyaksikan prosesi kirab yang sakral dan meriah. Tidak sedikit dari mereka yang rela kepanasan demi memperebutkan tumpeng hasil bumi yang dibagikan secara gratis, prosesi ini dipercaya membawa berkah bagi siapa saja yang menerimanya.

Kang Marhaen menambahkan, peringatan boyongan Pemerintahan Nganjuk ini pertama kali diperingati setelah 143 Tahun yang lalu. Peringatan ini merupakan sarana komunikasi antara Pemerintah dengan masyarakat. Bahkan, roda perekonomian masyarakat juga ikut tergerak dengan banyaknya pedagang kecil yang ikut menikmati keramaian sembari menjajakan dagangannya.

“Maka dari itu, kami harapkan kegiatan prosesi boyongan Pemerintahan Nganjuk setiap tanggal 6 Juni bisa terus dilanjutkan” Tandas Kang Marhaen.

Berita Terkait

Police Goes To School Dibalik, Murid SDI Salsabila Sambangi Satlantas Nganjuk Belajar Keselamatan Berlalu Lintas
Kapolres Nganjuk Pererat Sinergitas dengan Dandim 0810, Komitmen Jaga Kamtibmas dan Keutuhan NKRI
Pendidikan untuk Semua: Kang Marhaen Buka Jalan Masa Depan bagi Ratusan Anak Prasejahtera Lewat Sekolah Rakyat
Bedah Rumah Sojo Resmi Dimulai, Polres Nganjuk dan PWI Bersinergi Wujudkan Hunian Layak di HUT Bhayangkara ke-80
Apes! Berulang Kali Curi Kambing, Pria Asal Kediri Akhirnya Ditangkap Warga dan Polisi
SMP Negeri 1 Nganjuk Gelar MPLS dan Program Back to School, Bekali Siswa dengan Karakter
Peringati Muharram 1448 Hijriah, APJI Kabupaten Nganjuk Gelar Rapat Pleno dan Santunan Anak Yatim
PSHT Cabang Nganjuk Pusat Madiun Gelar Aksi PSHT Peduli, Doa Bersama dan Santuni Korban Insiden Sukorejo

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:12

Police Goes To School Dibalik, Murid SDI Salsabila Sambangi Satlantas Nganjuk Belajar Keselamatan Berlalu Lintas

Rabu, 15 Juli 2026 - 14:02

Kapolres Nganjuk Pererat Sinergitas dengan Dandim 0810, Komitmen Jaga Kamtibmas dan Keutuhan NKRI

Rabu, 15 Juli 2026 - 10:42

Pendidikan untuk Semua: Kang Marhaen Buka Jalan Masa Depan bagi Ratusan Anak Prasejahtera Lewat Sekolah Rakyat

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:16

Bedah Rumah Sojo Resmi Dimulai, Polres Nganjuk dan PWI Bersinergi Wujudkan Hunian Layak di HUT Bhayangkara ke-80

Senin, 13 Juli 2026 - 15:02

Apes! Berulang Kali Curi Kambing, Pria Asal Kediri Akhirnya Ditangkap Warga dan Polisi

Berita Terbaru