Penulis: Kabar Nganjuk

  • Sinergitas, Polisi Bersama TNI dan Warga Gotong Royong Bersihkan Material Longsor di Trenggalek

    Sinergitas, Polisi Bersama TNI dan Warga Gotong Royong Bersihkan Material Longsor di Trenggalek

    TRENGGALEK – Sejumlah personel TNI-Polri bersama petugas dari Kecamatan dan warga bergotong royong membersihkan material tanah longsor yang menimpa bangunan SDN 2 Surenlor, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek. Selasa, (27/2).

    Petugas gabungan tersebut saling bahu membahu membersihkan tanah dan batu yang berserakan akibat tanah longsor menggunakan peralatan seadanya.

    Kapolres Trenggalek AKBP Gathut Bowo Supriyono, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Kapolsek Bendungan Iptu Suswanto, S.H. mengungkapkan, sehari sebelumnya, wilayah desa Surenlor memang diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi.

    Kondisi tersebut mengakibatkan tembok penahan atau yang lebih dikenal dengan sebutan plengsengan yang berada tepat dibelakang gedung SDN 2 Surenlor ambrol dengan ketinggian 5 meter dan lebar mencapai 9 meter.

    “Saat menerima laporan, anggota langsung bergerak ke TKP. Namun mengingat kondisi baru hari ini bisa dilakukan pembersihan bersama elemen masyarakat.”jelasnya.

    Gotong royong itu sendri melibatkan berbagai unsur mulai dari Polsek Bendungan, Koramil, Kecamatan, perangkat desa dan tiga pilar desa Surenlor hingga guru, tenaga pendidik maupun warga sekitar.

    Masih kata Iptu Suswanto,S.H, sekolah merupakan fasilitas pendidikan yang setiap hari dipergunakan oleh para siswa untuk belajar sehingga atas kejadian tersebut sedikit banyak mengganggu proses belajar mengajar.

    “Kita upayakan pembersihan bisa rampung hari ini agar proses belajar mengajar bisa kembali normal seperti sedia kala.” Imbuhnya.

    Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau kepada para guru dan siswa agar tetap hati-hati dan waspada dan menjauhi lokasi untuk mencegah kemungkinan terjadinya longsor susulan,terlebih saat ini masih musim penghujan.

    “Untuk tindak lanjut, nanti kami koordinasikan dengan tiga pilar kecamatan maupun perangkat desa Surenlor.” Pungkasnya. (*)

  • Polres Kediri Kota Amankan 4 Terduga Pelaku Penganiayaan Hingga Tewasnya Santri Asal Banyuwangi

    Polres Kediri Kota Amankan 4 Terduga Pelaku Penganiayaan Hingga Tewasnya Santri Asal Banyuwangi

    KOTA KEDIRI, KabarNganjuk.com – Polres Kediri Kota menetapkan empat orang jadi tersangka terkait kasus kasus penganiayaan yang menewaskan BM (14), salah satu santri di sebuah pondok pesantren di Kediri, Jawa Timur. Empat orang tersebut merupakan kakak kelas korban.

    “Minggu malam kami telah mengamankan 4 orang dan kita tetapkan sebagai tersangka dan kita lakukan penahanan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” ujar Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji kepada wartawan, Senin (26/2/2024).

    Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si. menjelaskan empat tersangka itu adalah MN (18), MA (18), AF (16), dan AK (17)

    Kapolres Kediri Kota menjelaskan penetapan tersangka setelah pihaknya melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi.

    “Sejak dilaporkannya kasus ini di Polsek Glenmore Polresta Banyuwangi, Sabtu, 24 Februari, hasil koordinasi kami, kerja sama Satreskrim Polres Kediri Kota dan Satreskrim Polresta Banyuwangi telah melaksanakan tindak lanjut,” jelas Bramastyo.

    Sejak dilaporkannya kasus ini di Polsek Glenmore Polresta Banyuwangi, Sabtu, 24 Februari, hasil koordinasi kami, kerja sama Satreskrim Polres Kediri Kota dan Satreskrim Polresta Banyuwangi telah melaksanakan tindak lanjut,” jelas Bramastyo.

    Sebelumnya, korban BM asal Banyuwangi meninggal diduga setelah dianiaya di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Korban meninggal pada Jumat (23/2) siang.(**)

  • Pria yang Diduga Terseret Arus Sungai, Adalah Bos Seni Reog Ponorogo, Dikenal Sosok yang Supel

    Pria yang Diduga Terseret Arus Sungai, Adalah Bos Seni Reog Ponorogo, Dikenal Sosok yang Supel

    KabarNganjuk.com – One Widya Putra, satu-satunya anak semata wayang dari pasangan Ibu Winarni dan Alm. Bapak Pani. Widya juga telah menikah dengan Yunita dan dikaruniai seorang putra

    Setiap harinya, Widya tinggal di Desa Kedungdowo, Kecamatan Kota Nganjuk, Jawa Timur. Dia dikenal sebagai pemimpin seni Reog Ponorogo dan telah tampil dalam beberapa acara seni Reog Ponorogo di Kota Nganjuk

    Dalam masyarakat, dia juga dikenal sebagai sosok yang ramah. Terbukti saat mendengar kabar bahwa dirinya hanyut terbawa arus, saudara, tetangga, dan rekan seni Reog berdatangan ke lokasi kejadian

    Ririn, saudara sepupunya, dengan isak tangis menjelaskan bahwa sebelum pergi ke rumah mertuanya, ia masih ikut berbaur dalam kegiatan kerja bakti di kampung

    Karena ada undangan di Wilangan, ia bersama istri dan anaknya berkunjung ke rumah mertuanya, sekaligus menyalurkan hobinya dalam memancing ikan

    Sebelumnya, ia juga sempat meminta dibuatkan mie instan karena lapar, tetapi sebelum mie tersebut dimasak, ia sudah kembali memancing. Saat sedang memancing, istrinya memanggil karena mie yang diminta sudah masak

    Namun, karena tidak menjawab panggilannya, istri datang langsung ke tempat suaminya yang sedang memancing

    Terkejut karena suaminya tidak berada di tempat, ia berusaha mencari suaminya dengan menyisiri sungai, tetapi hingga waktu maghrib, suaminya belum ditemukan. Ia pulang dan meminta bantuan kepada tetangganya

    Keluarga juga melakukan upaya lain untuk segera menemukan One. Ibunya tak henti membacakan ayat Al-Qur’an di pinggir sungai dalam harapannya agar One segera ditemukan.

  • Mancing Ditepi Sungai, Warga Kedungdowo Dilaporkan Hilang

    Mancing Ditepi Sungai, Warga Kedungdowo Dilaporkan Hilang

    KabarNganjuk.com – Widya Mukti, 28 tahun, penduduk Desa Kedungdowo, Kecamatan Nganjuk, Jawa Timur. Diduga terseret arus saat memancing di belakang rumah mertuanya, di Desa Wilangan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk.

    Seperti biasa, setiap Minggu ia bersama istri dan anaknya berkunjung ke rumah mertuanya. Karena di belakang rumah mertuanya terdapat sungai, ia juga telah merencanakan untuk memancing di sungai tersebut.

    Sekitar pukul 16.00, dia pergi ke sungai untuk memancing dan belum kembali hingga petang. Istrinya berusaha mencari suaminya di sungai, tetapi setelah disisir hingga waktu maghrib, tidak menemukan suaminya. Ia kemudian meminta tolong kepada para tetangga.

    Setelah dicari oleh para tetangga namun belum ditemukan, akhirnya mereka melaporkan kejadian ini ke Polsek Wilangan dan Kepala Desa. Lalu, laporan tersebut diteruskan ke BPBD Kabupaten Nganjuk.

    Sumijan, Perangkat Desa Wilangan, menyatakan bahwa saat sedang memancing, tiba-tiba air datang dengan deras, diduga Widya terseret arus sungai. Warga telah melakukan pencarian hingga 2 kilometer, namun karena sudah malam, pencarian dihentikan.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk yang tiba di lokasi langsung melakukan penilaian situasi, dan segera melakukan pencarian, dengan bantuan TNI, Polri, relawan, dan Masyarakat sekitar.

    Pencarian dilakukan melalui tepi sungai dan juga di dalam sungai secara manual karena lokasi yang terjal dan banyaknya pohon bambu, petugas tidak dapat menggunakan perahu karet.

    Gunarto, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, menyatakan bahwa pada hari pertama, pencarian dilakukan di lokasi kejadian bencana. Jika situasi memungkinkan, pencarian akan diteruskan hingga ke Daerah Aliran Sungai.

    Mengingat cuaca tidak dapat diprediksi, hujan datang dengan tiba tiba

    Hingga saat ini petugas gabungan masih melakukan pencarian

  • Stabilkan Harga Beras, Warung TPID Dilaunching Pemkab Nganjuk

    Stabilkan Harga Beras, Warung TPID Dilaunching Pemkab Nganjuk

    KabarNganjuk.com – Pemerintah Kabupaten Nganjuk gerak cepat Atasi laju inflasi dengan gencar Operasi Pasar dan melaunchingkan Warung TPID Sebagai Outlet Penjualan Beras SPHP (Stabiliasi Pasokan dan Harga Pangan) di Pasar Warujayeng, Senin (26/2/2024) pagi.

    Dipimpin langsung oleh Pj Bupati Nganjuk Sri Handoko Taruna, S.STP, M.Si. bersama Tim Pengendali Inflasi daerah (TPID) Kabupaten Nganjuk, Sekda Kabupaten Nganjuk Nur Solekan, Kepala Disperindag, Kepala OPD Kabupaten Nganjuk, Kepala Inspektorat, BPKAD, Dinas Pertanian, Pimpinan Bank BRI, Perwakilan Bulog, Forpincam, warga sekitar.

    Saat ditemui di lokasi acara, Sri Handoko mengatakan “hari ini kita merespon dalam rapat inflasi Dimana harga beras mengalami kenaikan, oleh karna itu pemerintah Daerah berkoordinasi cepat dengan Bulog untuk operasi pasar agar kebutuhan Masyarakat tercukupi dan harga tidak naik,” ujar Sri

    Ada 104 ton beras yang disiapkan dan juga diresmikannya Warung TPID, sekedar diketahui Warung TPID berada di 5 Kecamatan (Pasar warujayeng, Pasar Nagnjuk 1, Pasar Wage Nganjuk, Pasar Berbek dan Pasar Sukomoro), bisa sewaktu-waktu atau ada jam yang ditentukan untuk mereka berjualan di pasar yang sudah ditentukan.

    Kepala Disperindag, Haris Jatmiko mengatakan “hari ini pendistribusian beras SPHP (Stabiliasi Pasokan dan Harga Pangan) yang bekerja sama dengan Bulog dengan harga sekilo Rp. 10.900 dikemas dalam 5 kilo menjadi Rp. 54.500” ujar Haris

    Semua pasar yang ada di Kabupaten Nganjuk didistribusikan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang nanti akan disalurkan pada pedagang-pedagang yang selanjutnya untuk melayani konsumen. Pendistribusian akan dilakukan setiap seminggu sekali. Untuk HET (Harga Eceran Tertinggi) tetap sama Rp. 10.900/kg

    Kepala Disperindag berkoordinasi dengan Bulog untuk jumlah stok beras akan cukup sampai Hari Raya Idul Fitri

    (sha)

  • Kompak Polres Ngawi bersama TNI Bantu Bersihkan Rumah Warga Terdampak Luapan Sungai Sawur

    Kompak Polres Ngawi bersama TNI Bantu Bersihkan Rumah Warga Terdampak Luapan Sungai Sawur

    NGAWI – Sinergitas Polres Ngawi bersama TNI kali ini kembali terlihat saat beberapa rumah warga terdampak luapan sungai Sawur, akibat hujan deras yang melanda Ngawi pada Minggu malam (25/2/2024)

    Bersama masyarakat sekitar, tampak anggota Polisi dan personel Koramil Mantingan saling bahu membahu membersihkan lumpur luapan sungai Sawur yang masuk ke rumah warga di Dusun Tempursari Timur Ds. Tambakboyo Kec. Mantingan Kab. Ngawi

    Menurut keterangan Kapolsek Mantingan AKP Agus Andi Agus P. sebelumnya Bhabinkamtibmas bersama anggota yang sedang piket mendapat laporan adanya Sungai Sawur di Mantingan Kabupaten Ngawi meluap.

    Akibatnya, air bercampur lumpur masuk ke rumah – rumah warga yang masuk Kawasan aliran Sungai tersebut.

    “Anggota langsung mendatangi lokasi dan benar jika ada beberapa rumah warga yang terdampak,”ujar Kapolsek Mantingan AKP Agus.

    Melihat hal itu, anggota Polsek Mantingan Aiptu Haryono, Bripka Dwi Wahyu, Bripka Agus serta anggota Koramil Mantingan Serma Siswanti bergegas mengambil peralatan seadanya dan bersama warga membantu membersihkan lumpur.

    Di tempat terpisah, Kapolres Ngawi AKBP Argowiyono, S.H., S.I.K., M.Si melalui Kasi Humas Iptu Dian menyatakan terkait kejadian bencana banjir bercampur lumpur tersebut tidak ada korban jiwa.

    “Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Hanya kotoran berupa lumpur yang memasuki beberapa rumah warga,”ujarnya.

    Kasihumas Polres Ngawi mengatakan, untuk membersihkan luapan lumpur pihak Polres Ngawi bersama TNI dan warga akan melaksanakan kerja bakti.

    “Hari ini kerja bakti dilanjutkan kembali, agar rumah warga dan lingkungan yang terdampak luapan lumpur benar-benar bersih,” terang Dian saat dihubungi media, pada Senin (26/2/2024) pagi

    Salah satu warga Supardi (56) yang rumahnya terdampak luapan air dan lumpur sungai Sawur merasa senang, atas kecepatan bantuan yang datang, sehingga bisa segera istirahat malam dengan tenang.

    “Alhamdulilah, berkat kedatangan dan bantuan dari pak polisi, pak tentara, juga warga sekitar, maka lumpur bisa segera disingkirkan, dan kami bisa tidur dengan nyaman. Hari ini (Senin) dilanjutkan kembali bersih-bersihnya,” ucap Supardi

    Kerja bakti akibat luapan lumpur sungai Sawur dilanjutkan kembali pada Senin (26/2/2024), yang akan dilakukan warga bersama Forpimcam Mantingan. (d*)

    Bencana alam tanah meluapnya sungai Sawur terjadi diduga akibat hujan deras, sehingga debit air melampaui batas, dan sampah serta lumpur memasuki rumah warga. (*)

  • KPU Nganjuk Mengambil Alih Tugas PPK, Terkait Adanya Dugaan Penggelembungan Suara Di Dapil 3 Nganjuk

    KPU Nganjuk Mengambil Alih Tugas PPK, Terkait Adanya Dugaan Penggelembungan Suara Di Dapil 3 Nganjuk

    KabarNganjuk.com – Menindak lanjuti Rekapitulasi daftar pemilihan hasil pemutakiran di Kecamatan Kertosono, yang diduga adanya pengelembungan suara pada rekapitulasi kemarin, Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Nganjuk secara langsung ambil alih tugas PPK guna diadakan pencermatan ulang DPRD Kabupaten, dan diduga tidak ada pergantian KKP ( 25/2/2024).

    Hal ini dilakukan pihak Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Nganjuk, dikarena kemarin pada 23/2/2024 diduga sempat terjadi pengelembungan suara yang dugaan di lakukan oleh Ketua PPK dan Panwascam Kertosono ( Dapil 3).

    Di sela – sela saat rekapitulasi, Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Nganjuk Pujiono saat di temui awak media, menyampaikan bahwa ini adalah menindak lanjuti rekapitulasi daftar pemilih hasil pemutakiran di Kecamatan Kertosono yang kemarin ” jelasnya.

    Lebih lanjut disampikan Pujiino Selaku Ketua KPU Kabupaten Nganjuk, berdasarkan ketentuan pasal 78, jika panitia di tingkat Desa atau Kecamatan ada gangguan, untuk meneruskan terhadap Pemilu dan di ambil alih oleh KPU Kabupaten, dan kami menetapkan tentang pengalihan tugas di tingkat Kecamatan Kertosono.

    ” Karena rekapitulasi hasil penghitungan suara di Kecamatan Kertosono itu belum ditetapkan, maka KPU Kabupaten lah yang akan menetapkan, karena kemarin ada Ketua PPK dan Panwascam yang di amankan oleh Bawaslu, dan sejauh ini kami belum tahu detail karena masih proses dan belum bisa, karena surat resmi belum ada ” pungkasnya.

    ( gik)

  • Perayaan Cap Go Meh Klenteng Poo San Sie Tidak Mengarak Barongsai Keliling Kampung

    Perayaan Cap Go Meh Klenteng Poo San Sie Tidak Mengarak Barongsai Keliling Kampung

    KabarNganjuk.com – Perayaan Cap Go Meh di Klenteng Poo San Sie, Desa Kudu, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Dirayakan pada Sabtu (24/2/2024) malam hari dengan pertunjukan seni Barongsai Naga Emas.

    Sangat meriah dengan antusias warga yang datang ke klenteng, meskipun tahun ini Barongsai tidak melakukan arak-arakan keliling kampung, mengingat masih ada suasana pemilu dan juga untuk menjaga kondusifitas penghitungan rekapitulasi suara.

    Warga memadati halaman klenteng untuk melihat penampilan seni Barongsai yang dibawakan oleh umat klenteng.

    Seperti biasa, pertunjukan seni barongsai juga diiringi seni leang-leong, serta berbagai jenis Barongsai. Namun, yang istimewa dari penampilan Barongsai malam itu adalah Naga Api

    Yaitu Naga yang menyemburkan asap dan api dari mulutnya, penampilan ini menjadi sorotan utama dari para penonton. Selain itu, penampilan Barongsai yang padu dari para pelaku juga menarik perhatian.

    Suganda, seorang umat di Klenteng Poo San Sie, menjelaskan bahwa Barongsai ini diselenggarakan untuk memberikan hiburan kepada masyarakat, serta untuk menjaga kebudayaan. Meskipun banyak masyarakat yang meminta Barongsai untuk melakukan arak-arakan keliling kampung, namun pengurus klenteng belum dapat melaksanakan hal tersebut, karena untuk menjaga kondusifitas perayaan Cap Go Meh.

    “tujuan dari digelarnya bRongsai malam ini adalah ini merupakan tradisi Poo San Sie, untuk menghibur orang-orang, supaay negara kita Makmur” ujarnya

    Kegembiraan terlihat saat Barongsai membagikan permen dan menjadi rebutan anak-anak. Bagi mereka, mendapatkan permen merupakan keberkahan tersendiri.

    (sha)

  • Motor Oleng Menabrak Pohon, Pengendara Mengalami Luka pada Kepala

    Motor Oleng Menabrak Pohon, Pengendara Mengalami Luka pada Kepala

    KabarNganjuk.com – Arya, berusia 19 tahun warga Desa Tanjung, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, mengalami kecelakaan tunggal di Desa Jetis, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, pada Sabtu malam (24/2/2024) sekitar pukul 22.00.

    Berawal dari sepeda motor Honda Beat berwarna merah dengan nomor polisi AG 2590 UT, yang dikemudikan korban melaju dari arah barat ke timur

    Belum diketahui penyebabnya, tiba-tiba motor oleng ke kanan dan menabrak pohon yang berada di pinggir jalan

    Akibatnya, motor mengalami kerusakan pada bagian depan, sementara korban mengalami luka pada kepala

    Polisi dari Polsek Warujayeng yang tiba di lokasi memberikan pertolongan kepada korban dengan menggunakan mobil patroli. Korban kemudian dibawa ke RSD Kertosono untuk mendapatkan pertolongan medis

    Pihak kepolisian mengamankan sepeda motor sebagai barang bukti kecelakaakan

    (sha)

  • Diduga Terjadi Penggelembungan Suara di Dapil III Nganjuk yang Dilakukan Oleh Dua Oknum

    Diduga Terjadi Penggelembungan Suara di Dapil III Nganjuk yang Dilakukan Oleh Dua Oknum

    KabarNganjuk.com – Diduga terjadi kecurangan penggelembungan suara yang dilakukan oleh oknum Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kertosono dengan inisial MAB, dan anggota Panwascam Kertosono, dengan inisial MM. Kedua oknum tersebut diamankan di Kantor Bawaslu Kabupaten Nganjuk, Jumat malam(24/2/2024)

    Keduanya diduga menggelembungkan suara dari salah satu caleg di Dapil Nganjuk III dari Partai Golkar. Sekedar diketahui Dapil Nganjuk III meliputi Kecamatan Kertosono, Ngronggot, dan Kecamatan Prambon.

    Penggelembungan tersebut terbongkar Ketika adanya ketidak cocokan data anatra seluurh anggota partai politik dan penyelenggara pemilu.

    Saat ditekan, akhirnya oknum Ketua PPK (MAB) mengakui bahwa dia terlibat, namun tidak sendirian.

    “Memang iya saya yang melakukan namun saya tidak sendirian, melainkan bersama dengan anggota panwascam (MM) karena dipaksa sebanyak tiga kali,” kata MAB dihadapan forum masyarakat dan masyarakat yang menyaksikan, pada Jum’at (23/2/2024) malam.

    Hal tersebut juga diakui oleh oknum anggota panwascam Kertosono yakni Moch Muchsin dikarenakan juga dengan alasan dimintai tolong oleh kakak dari Calon Legislatif (Caleg) dapil III (tiga) Partai Golongan Karya (Golkar) nomor urut 02.

    “Kami melakukan ini dikarenakan dimintai tolong oleh kakak caleg yaitu Jatmiko,” ungkap Moch Muchsin ketika rekapitulasi hasil perolehan suara pemilu 2024 di pendopo Kecamatan Kertosono, Nganjuk.

    Lebih lanjut “sebenarnya juga tidak berani dan saya juga menolak namun dimintai tolong, sehingga kami mohon maaf kepada semuanya, kami diminta oleh tim nya Mbak Nisa” jelasnya

    Setelah kejadian tersebut, dua oknum penyelenggara pemilu tersebut dibawa ke kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Nganjuk menggunakan mobil patroli Polsek Kertosono.

    (sha)

  • Ketua MUI Nganjuk Angkat Bicara Terkait Ketidakpuasan dengan Hasil Pemilu 2024

    Ketua MUI Nganjuk Angkat Bicara Terkait Ketidakpuasan dengan Hasil Pemilu 2024

    KabarNganjuk – Jum’at (23/02/2024) Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten Nganjuk Kh. Ali Mustofa Said angkat bicara terkait hasil Pemilu 2024 yang saat ini masih dilaksanakan rekapitulasi berjenjang dari tingkat Kecapatan dan seterusnya.

    “Kami berharap kepada pihak-pihak yang berkontestasi agar menerima hasil Pemilu 2024 dengan legowo dan lapang dada,” ujar Kh. Ali Mustofa.

    Kh. Ali Mustofa yang juga menjabat Ketua Rois Syuriah PCNU Nganjuk mengatakan, apabila ada ketidakpuasan atas hasil Pemilu 2024 mari kita lakukan melalui jalur hukum, dari Bawaslu sampai dengan Mahkamah Konstitusi.

    Beliau juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dengan tetap menjaga kerukunan dan ketertiban setelah pelaksanaan Pemilu 2024 ini agar kehidupan menjadi tenang dan damai.

  • Suyadi dan Anggota FPMN Lagi-Lagi Geruduk Kantor Inspektorat Untuk Unjuk Rasa

    Suyadi dan Anggota FPMN Lagi-Lagi Geruduk Kantor Inspektorat Untuk Unjuk Rasa

    KabarNganjuk.com – Sejumlah masyarakat Desa Ngepung, Kecamatan Patianrowo, yang tergabung dalam Forum Peduli Masyarakat Ngepung (FPMN) di bawah kepemimpinan Suyadi, mendatangi Kantor Inspektorat Nganjuk pada Selasa (22/2/2024). Mereka menuntut agar Inspektorat Nganjuk mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang diduga telah menggunakan anggaran/dana Desa Ngepung.

    Dalam orasinya di depan Kantor Inspektorat Nganjuk, Suyadi selaku Ketua Forum Peduli Masyarakat Ngepung ( FPMN ) menyampaikan banyak permasalahan-permasalahan yang ada di Desa Ngepung, yang salah satunya adalah permasalahan irigasi juga belum terealisasinya APBDes 2023 hingga 2024, juga terkait tanda tangan BPD yang di palsukan tidak ada kelanjutannya.

    Selanjutnya masa aksi unjuk rasa FPMN, dengan perwakilan 10 orang, melakukan mediasi bersama Kepala Inspektorat Nganjuk beserta jajaran di ruang rapat.

    M. Yasin selaku Kepala Inspektorat Nganjuk menyampaikan bahwa kedatangan FPMN adalah untuk klarifikasi, apakah untuk pemeriksaan di Desa Ngepung, apakah sudah selesai atau belum, ‘dan Alhamdulillah sudah selesai, dan sudah kita kirim untuk Desa Ngepung untuk segera kita tindak lanjuti, dengan harapan, semua kesalahan – kesalahan segera di selesaikan sehingga akan muncul ke dampingan di Desa itu,” jelasnya.

    Lebih lanjut di sampaikan M. Yasin, bahwa kita sudah laporkan ke Pak Bupati, dan Alhamdulillah hari Selasa turun, kita ke Desa melalui Kecamatan, itu tenggang waktu selama 60 hari mereka harus menyelesaikan, apabila dalam waktu 60 hari mereka tidak menindak lanjuti, maka kita akan bersurat kepada Pak Bupati.

    Sedangkan Suyadi selaku Ketua FPMN ditemui usai mediasi mengatakan “bahwa ini adalah kelanjutan aksi 2 Minggu yang lalu terkait APBDes Desa Ngepung,” ujarnya.

    “Dan nanti dari pihak Inspektorat akan memberi waktu, kemudian akan diberi waktu lagi 2 Minggu, dan akan diberi waktu lagi 60 hari, kalau tidak, nanti mungkin akan diserahkan Bupati, dan kalau terpaksa molor, kami akan melakukan aksi lagi, karena gerakan ini paling jitu untuk memenangkan perkara-perkara masyarakat,” tegas Suyadi.

    Lebih lanjut disampaikannya Ketua FPMN, meski aksi hari ini disuruh menunda, karena ini masih Pemilu, kami FPMN tetap melakukan aksi unjuk rasa,” pungkasnya.

    (sha)

  • Galian C di Desa Genjeng Dikeluhkan Oleh Guru dan Murid SMPN 2 Loceret

    Galian C di Desa Genjeng Dikeluhkan Oleh Guru dan Murid SMPN 2 Loceret

    KabarNganjuk.com – Keberadaan penambangan galian C di Desa Genjeng, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, yang berlokasi dekat dengan SMPN 2 Loceret, dikeluhkan oleh murid dan guru.

    Selain bising karena suara mesin breaker (alat pemecah batu), sekolah juga mengeluhkan debu saat musim kemarau, serta truk-truk yang mengangkut hasil tambang dengan tonase yang berlebihan. Dekatnya jarak jalur pertolongan juga menjadi kekhawatiran karena dapat merusak bangunan sekolah.

    Sekolah telah mengirimkan surat keberatan kepada pihak desa, komite sekolah, dan juga Dinas Pendidikan, namun hingga saat ini belum menerima tanggapan.

    Sugiyono, Humas SMPN 2 Loceret, mengusulkan agar lokasi penambangan agak dijauhkan dari sekolah, sehingga suara bising mesin breaker tidak mengganggu proses belajar mengajar anak-anak di sekolah.

    “Dengan adanya suara alat berat menurut saya mengganggu kegiatan belajar mengajar,” ujarnya

    Di SMPN 2 Loceret terdapat 270 siswa, hampir semua kelas terganggu oleh suara bising mesin yang berasal dari area penambangan.

    Dampak dari adanya galian C ini, jika musim kemarau debu pasti mengenai siswa-siswi dan guru di sekolah.

    Sekolah juga mengkhawatirkan banyaknya siswa saat berangkat dan pulang sekolah, karena kerusakan jalan dapat mengakibatkan kecelakaan.

     

  • Diduga Seusai Imunisasi, Balita di Desa Kramat Mengalami Muntaber

    Diduga Seusai Imunisasi, Balita di Desa Kramat Mengalami Muntaber

    KabarNganjuk.com –  Seorang balita berusia 22 bulan, adalah anak dari pasangan Ida dan Kuswanto, warga Kelurahan Kramat, Kecamatan Kota Nganjuk, Jawa Timur, diduga mengalami muntaber pasca imunisasi di posyandu Kelurahan Kramat.

    Pada hari Senin (19/2/2024), Kelurahan Kramat mengadakan imunisasi tahap kedua di mana sekitar 50 balita menerima imunisasi dari bidan. Namun, setelah diimunisasi, malamnya sekitar pukul 12, R mengalami muntah-muntah.

    Oleh orang tuanya, R diperiksakan ke Bidan Dwi, yang melakukan imunisasi, karena belum sembuh. Akhirnya, dia dibawa ke klinik di Kota Nganjuk.

    Sumiatun, nenek R yang mengantar imunisasi, mengatakan bahwa awalnya cucunya sehat, namun setelah diimunisasi mengalami muntaber.

    Ada 6 anak yang mengalami hal yang sama dengan cucu nya

    Sementara itu, Dwi, bidan yang bertanggung jawab atas imunisasi, dikonfirmasi di posyandu, namun tidak berada di tempat.

    Kepala Kelurahan Kramat, Suhadi, menanggapi situasi tersebut dan membenarkan adanya balita yang mengalami muntaber pasca imunisasi. Dia menjelaskan bahwa kondisi tubuh anak mungkin mempengaruhi hal tersebut, dan dari 2 anak yang mengalami muntaber, saat ini kondisinya telah pulih setelah mendapatkan pengobatan.

    Di Kelurahan Kramat, terdapat 300 balita yang akan diimunisasi polio secara bertahap. Saat ini, bidan sedang melaksanakan imunisasi tahap kedua.