PMK Merebak, Peternak di Nganjuk Terpaksa Menanggung Biaya Tambahan

Jumat, 17 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk-KabarNganjuk.com,  Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak telah berdampak signifikan pada perekonomian peternak di Kabupaten Nganjuk. Harga sapi di pasaran merosot tajam, memaksa para peternak menunda penjualan untuk menghindari kerugian lebih besar.

Sapi berusia 3 hingga 4 bulan yang biasanya dihargai hingga Rp13 juta per ekor, kini hanya ditawar sekitar Rp10 juta. Penurunan harga ini membuat para peternak harus mengeluarkan biaya tambahan untuk merawat hewan ternaknya lebih lama.

Suyadi, seorang peternak asal Kelurahan Kedondong, Kecamatan Bagor, mengungkapkan bahwa ia saat ini memiliki empat ekor sapi yang dikelola untuk jual beli. “Induk sapi kami budidayakan, dan anaknya dijual saat sudah cukup umur. Tapi sekarang harga sangat rendah, jadi penjualan kami tunda,” ujar Suyadi.

Pasar Hewan Nganjuk yang biasanya ramai pada hari pasaran Pon dan Wage kini terlihat kosong. Pada Jumat Wage (17 Januari 2025), aktivitas jual beli sapi di pasar tersebut nyaris tidak ada. Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa merebaknya PMK menjadi penyebab utama sepinya pasar.

“Biasanya pasar ini penuh dengan transaksi jual beli sapi, tetapi sekarang sepi sekali. Orang-orang takut membawa sapinya karena wabah PMK ini,” ungkap salah satu warga setempat.

Merebaknya PMK tidak hanya menekan harga ternak, tetapi juga membuat peternak kesulitan menjual hasil ternak mereka. Para peternak berharap pemerintah segera mengatasi penyebaran PMK dengan memberikan bantuan vaksin dan sosialisasi penanganan penyakit, agar kondisi kembali normal dan harga sapi dapat pulih.

Sementara itu, peternak diimbau untuk tetap waspada, menjaga kebersihan kandang, dan memantau kesehatan hewan ternak agar wabah tidak semakin meluas.

Berita Terkait

Banjir di Nganjuk Ancam Produktivitas Bawang Merah, Petani Alami Penurunan Hasil Panen
Petani Bawang Merah di Nganjuk Pilih Panen Lebih Awal untuk Antisipasi Banjir
Polres Nganjuk Dukung Swasembada Pangan Lewat Panen Raya Jagung Serentak di Rejoso
Petani Cabai di Nganjuk Merugi, Puluhan Hektar Tanaman Gagal Panen
Kapolres Nganjuk Tinjau Panen Raya Tomat Dukung Program Ketahanan Pangan dan MBG
Dorong Efisiensi Pertanian, IWAPI Nganjuk Sosialisasikan Metodologi Clean Farming Dukung Koperasi Merah Putih
Kapolres Nganjuk Jalin Sinergi dengan Forkopimcam dan Kades se-Kecamatan Baron untuk Perkuat Harkamtibmas dan “Desa Tangguh Pangan”
Kapolres Nganjuk Jaring Aspirasi untuk Penguatan Harkamtibmas dan Program “Desa Tangguh Pangan” di Banjaranyar

Berita Terkait

Sabtu, 20 Desember 2025 - 20:45

Banjir di Nganjuk Ancam Produktivitas Bawang Merah, Petani Alami Penurunan Hasil Panen

Kamis, 13 November 2025 - 13:46

Petani Bawang Merah di Nganjuk Pilih Panen Lebih Awal untuk Antisipasi Banjir

Jumat, 7 November 2025 - 12:53

Polres Nganjuk Dukung Swasembada Pangan Lewat Panen Raya Jagung Serentak di Rejoso

Rabu, 5 November 2025 - 14:02

Petani Cabai di Nganjuk Merugi, Puluhan Hektar Tanaman Gagal Panen

Minggu, 2 November 2025 - 14:45

Kapolres Nganjuk Tinjau Panen Raya Tomat Dukung Program Ketahanan Pangan dan MBG

Berita Terbaru