Hadiri Panen Raya di Nganjuk, Mentan Amran Soroti Kinerja Sektor Pertanian

Kamis, 14 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NGANJUK, KabarNganjuk.com – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menghadiri kegiatan panen raya kedelai di Desa Ngudikan, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Kamis (14/5/2026). Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat pemerintah, jajaran TNI, serta Polri.

Dalam sambutannya, Amran menyampaikan bahwa sektor pertanian pada tahun 2026 mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Ia menyebut pertumbuhan sektor pertanian meningkat dari sebelumnya 0,67 persen menjadi 5,74 persen.

“PDB sektor pertanian meningkat dari 0,67 persen menjadi 5,74 persen. Kenaikan ini merupakan yang tertinggi dan belum pernah terjadi selama 25 tahun terakhir, bahkan sejak Indonesia merdeka,” kata Amran.

Menurutnya, peningkatan tersebut tidak lepas dari kebijakan Presiden RI terkait penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan itu dinilai penting untuk menjaga kesejahteraan petani agar tetap memperoleh keuntungan dan terus melakukan produksi.

“Presiden memerintahkan agar harga gabah dibeli minimal Rp6.500 per kilogram dan tidak boleh di bawah itu. Jika petani merugi, tentu mereka tidak akan semangat berproduksi,” ujarnya.

Amran menegaskan pemerintah saat ini tidak lagi menerbitkan rekomendasi impor pangan tertentu. Ia menyebut kebijakan tersebut berdampak pada pihak-pihak yang sebelumnya memperoleh keuntungan dari aktivitas impor pangan.

“Yang tidak bahagia adalah importir. Satu kali impor, kalau dua tahun lalu 7 juta (ton), Rp 2.000 saja untungnya, itu bisa dapat Rp 14 triliun hanya satu bulan. Wajar kalau marah,” imbuhnya.

Selain itu, Amran juga menyinggung capaian Nilai Tukar Petani (NTP) yang disebut menjadi yang tertinggi dalam kurun waktu 34 tahun terakhir. Di sisi lain, produksi pertanian nasional juga diklaim mengalami peningkatan hingga 4 juta ton atau sekitar 13 persen.

Ia menambahkan, data tersebut berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) dan turut dipantau lembaga internasional seperti FAO serta Departemen Pertanian Amerika Serikat.

“FAO ikut memantau perkembangan pertanian kita, begitu juga Amerika Serikat. Jadi ini bukan hanya data Indonesia, tetapi juga menjadi perhatian dunia internasional,” pungkasnya.

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi Kabar Nganjuk

Berita Terkait

Hearing Deadlock, Kabar Pasti Kondang Laporkan Cabdindik ke Kejaksaan
Pencurian Motor di Nganjuk Terekam CCTV, Dua Terduga Pelaku Ditangkap di Tuban
Orientasi PPPK Nganjuk Dimulai, Kang Marhaen dan Mas Handy Tekankan Integritas serta Disiplin
Panen Raya Pestani Nyawiji Nganjuk, Petrokimia Gresik Sukses Tingkatkan Produksi Bawang Merah 12 Persen
Usai Diduga Cekcok dengan Murid, Seorang Guru MAN 3 Nganjuk Tak Sadarkan Diri dan Meninggal Dunia
Memasuki Babak Baru, DPRD Nganjuk Bedah Raperda Perubahan APBD 2026 Lewat Pandangan Fraksi
Capai Surplus PAD, DPRD Nganjuk Kebut Pembahasan P-APBD 2026 dan APBD 2027
Dugaan Keracunan MBG di Nganjuk, Pengamat Sosial Minta Proses Hukum Berjalan

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 09:09

Hearing Deadlock, Kabar Pasti Kondang Laporkan Cabdindik ke Kejaksaan

Rabu, 9 September 2026 - 13:12

Pencurian Motor di Nganjuk Terekam CCTV, Dua Terduga Pelaku Ditangkap di Tuban

Rabu, 9 September 2026 - 12:06

Orientasi PPPK Nganjuk Dimulai, Kang Marhaen dan Mas Handy Tekankan Integritas serta Disiplin

Selasa, 8 September 2026 - 20:25

Usai Diduga Cekcok dengan Murid, Seorang Guru MAN 3 Nganjuk Tak Sadarkan Diri dan Meninggal Dunia

Selasa, 8 September 2026 - 16:42

Memasuki Babak Baru, DPRD Nganjuk Bedah Raperda Perubahan APBD 2026 Lewat Pandangan Fraksi

Berita Terbaru

Peristiwa

Ban Meletus, Truk Bermuatan Karton Terguling di Nganjuk

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:46