NGANJUK, KabarNganjuk.com – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk menggelar pelatihan menjahit yang dikhususkan bagi penyandang disabilitas. Kegiatan tersebut berlangsung selama 15 hari, mulai 25 September hingga 9 Oktober 2026, dengan diikuti oleh sebanyak 20 peserta.
Pelatihan ini merupakan bentuk kolaborasi Disnaker Kabupaten Nganjuk dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Nganjuk.
Kepala Disnaker Kabupaten Nganjuk, Itsna Shofiani, ST., MT., mengatakan pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan memberikan keterampilan menjahit, tetapi juga diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta untuk bekerja dan mencapai kemandirian secara ekonomi.

“Harapannya kita bisa mengawal mereka untuk bekerja. Setelah bisa menjahit, ke depan kita bantu pasarnya, sehingga ada orderan dan kemandirian secara ekonomi bisa terpenuhi,” ujar Itsna.
Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Menurutnya, keterampilan menjahit di bidang fashion dapat dikembangkan menjadi peluang usaha dengan memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mengenalkan dan memasarkan hasil karya peserta.
“Kita harapkan pelatihan ini tidak hanya berhenti di sini. Mudah-mudahan bisa muncul fashionpreneur dari sini, sehingga karya mereka bisa dikenal, diproduksi lebih banyak, dan berkelanjutan,” jelasnya.

Itsna menambahkan, Disnaker Kabupaten Nganjuk sebelumnya juga telah melaksanakan pelatihan jahit industri bagi masyarakat dengan jumlah peserta mencapai sekitar 900 orang. Ke depan, melalui anggaran perubahan, pihaknya juga berencana membuka pelatihan keterampilan lain seperti barista dan barbershop bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan, terutama kelompok desil 1 hingga 4.
Selain penyandang disabilitas, Itsna berharap program pelatihan keterampilan ke depan juga dapat menjangkau kelompok masyarakat lainnya, termasuk lanjut usia maupun warga binaan pemasyarakatan agar memiliki keterampilan yang dapat mendukung mereka untuk bekerja.
Sementara, Ketua BAZNAS Kabupaten Nganjuk, Dr. H. Zainal Arifin, M.Pd.I., mengatakan dukungan berupa mesin jahit tersebut merupakan bagian dari penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada masyarakat.

“ZIS yang terkumpul kami salurkan kepada masyarakat, termasuk melalui dukungan pelatihan ini. Kami berkomitmen menjalankan amanah secara profesional dan akuntabel,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Nganjuk, Freldy Santoso, S.E., turut memberikan arahan dan motivasi kepada para peserta. Ia menyampaikan bahwa kesempatan mengikuti pelatihan tersebut harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh.

Ia mendorong peserta untuk mengikuti seluruh proses pelatihan dengan tekun, meningkatkan kemampuan, serta berusaha menghasilkan produk yang semakin baik.
“Ini kesempatan yang luar biasa. Ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh dan kuat. Berusahalah menjadi yang terbaik dan tingkatkan kemampuan produksinya,” pesannya.
Melalui pelatihan tersebut, Disnaker Nganjuk berharap para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan menjahit, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan tersebut menjadi kegiatan produktif yang dapat menghasilkan pendapatan dan mendukung kemandirian ekonomi.





