Penyakit Mulut dan Kuku Serang Nganjuk, Puskeswan Terjunkan Tim Khusus

Rabu, 8 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk-KabarNganjuk.com, Warga Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, sedang dikejutkan dengan penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak sapi. Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nganjuk, kasus PMK pada ternak sapi mulai terdeteksi pada bulan Oktober 2024, dengan tercatat 23 kasus. Angka ini terus meningkat setiap bulan, dengan 3 kasus pada bulan November dan 25 kasus pada bulan Desember. Menurut catatan terbaru pada awal Januari 2025, tercatat 41 ekor hewan ternak yang terjangkit PMK, menjadikan total kasus yang ditemukan sebanyak 90 kasus. Namun, yang menggembirakan, hingga kini belum ada laporan mengenai kematian ternak yang disebabkan oleh penyakit ini.

 

Penyebaran PMK yang semakin meluas ini membuat masyarakat, terutama para peternak, semakin khawatir. Sebagai langkah antisipasi, Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan) Kabupaten Nganjuk telah bergerak cepat dengan melakukan pemantauan dan pengobatan terhadap hewan-hewan ternak yang terjangkit, terutama di daerah-daerah yang dilaporkan ada wabah. Salah satunya di Dusun Jegong, Desa Wilangan, Kecamatan Wilangan, yang menjadi salah satu daerah dengan kasus PMK terbanyak.

 

Tim kesehatan hewan dari Puskeswan memberikan perawatan intensif kepada ternak yang terjangkit, termasuk pemberian vitamin dan obat-obatan, serta melakukan penyemprotan disinfektan pada kandang-kandang ternak yang diduga terkontaminasi virus. Langkah ini dilakukan untuk mencegah penyebaran lebih lanjut dan memastikan kondisi ternak yang terinfeksi tetap terpantau.

 

Mahmud, salah seorang pemilik ternak di Dusun Jegong, mengungkapkan kekhawatirannya setelah melihat gejala yang mencurigakan pada sapinya. “Sapi saya mengeluarkan air liur dan berjalan sempoyongan. Saya langsung merasa khawatir, takut kalau sapi saya terkena PMK, sehingga saya melaporkan kondisi ini ke Puskeswan,” ujar Mahmud. Dia juga menceritakan bahwa dalam dua minggu terakhir, setidaknya sepuluh ekor ternaknya mati secara mendadak, dan ia mencurigai kematian tersebut disebabkan oleh infeksi PMK.

 

Menurut Yanuar Pratama, seorang dokter hewan dari Puskeswan Nganjuk, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap hewan ternak yang melaporkan gejala-gejala PMK. “Pada pemeriksaan yang kami lakukan, memang terdapat tanda-tanda terjangkit PMK pada beberapa hewan. Kami sudah memberikan perawatan berupa vitamin dan pengobatan, serta menyarankan agar pemilik ternak memberikan pakan melalui penyuapan, agar hewan tetap mendapatkan nutrisi yang cukup,” jelas Yanuar. Selain itu, ia juga menambahkan bahwa pihak Puskeswan akan terus melakukan pemantauan intensif terhadap hewan-hewan yang berisiko terjangkit, serta memberikan edukasi kepada para peternak untuk mencegah wabah PMK ini semakin meluas.

 

Seiring dengan terus meningkatnya jumlah kasus, pihak berwenang mengimbau masyarakat, khususnya peternak, untuk selalu waspada dan segera melapor jika menemukan gejala-gejala penyakit yang mencurigakan pada ternaknya. Gejala khas PMK antara lain adalah keluarnya air liur berlebihan, lesu, demam tinggi, dan kerap kali hewan terlihat kesulitan bergerak atau berjalan sempoyongan. Dengan adanya upaya yang lebih cepat dan koordinasi yang baik antar instansi terkait, diharapkan penyebaran PMK dapat dikendalikan dan dampaknya terhadap sektor peternakan di Kabupaten Nganjuk dapat diminimalisir.

Berita Terkait

Kasus Dugaan Korupsi Bendungan Margopatut: Sekda Nganjuk Diperiksa 8 Jam di Kejari
Sekda Nganjuk Penuhi Panggilan Kejaksaan, Diduga Dimintai Keterangan Terkait Bendungan Margopatut
Adu Banteng Bus Sugeng Rahayu VS Truk Tronton Hingga Bus Masuk Sungai, Puluhan Penumpang Luka
81 Personel Polres Nganjuk Naik Pangkat, Kapolres Tekankan Profesionalisme dan Integritas dalam Pengabdian
Polres Nganjuk Amankan Dua Pengedar Narkoba Antar Daerah, Sita Ratusan Ribu Pil Dobel L dan Sabu
Polres Nganjuk Bongkar Kasus Pengeroyokan, Curanmor hingga Jaringan Narkoba Lintas Daerah
Polres Nganjuk Anugerahkan Penghargaan bagi Personel dan Masyarakat Berprestasi di Puncak Hari Bhayangkara ke-80
Puncak Hari Bhayangkara ke-80, Polres Nganjuk Teguhkan Komitmen “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 19:06

Kasus Dugaan Korupsi Bendungan Margopatut: Sekda Nganjuk Diperiksa 8 Jam di Kejari

Senin, 6 Juli 2026 - 11:33

Sekda Nganjuk Penuhi Panggilan Kejaksaan, Diduga Dimintai Keterangan Terkait Bendungan Margopatut

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:16

81 Personel Polres Nganjuk Naik Pangkat, Kapolres Tekankan Profesionalisme dan Integritas dalam Pengabdian

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:43

Polres Nganjuk Amankan Dua Pengedar Narkoba Antar Daerah, Sita Ratusan Ribu Pil Dobel L dan Sabu

Kamis, 2 Juli 2026 - 09:48

Polres Nganjuk Bongkar Kasus Pengeroyokan, Curanmor hingga Jaringan Narkoba Lintas Daerah

Berita Terbaru