SDLB Shanti Kosala Mas Trip “Lentera” PDBK Tunanetra di Nganjuk Peringati Hari Braille Sedunia

Jumat, 5 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NGANJUK, KabarNganjuk.com – Hari Braille Sedunia diperingati pada tanggal 4 Januari setiap tahunnya. Peringatan tersebut bertujuan untuk menghormati warisan dan kontribusi penemunya, Louis Braille. Selain itu juga untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya braille sebagai sistem baca tulis sebagai individu tunanetra, baik total maupun low vision.

Dikatakan Samsul Hidayah, salah satu guru di SLB Shanti Kosala Mas Trip Begadung, bahwa peringatan hari braille sedunia ini bisa digunakan untuk meningkatkan hak penyandang disabilitas penglihatan dalam meraih akses informasi, pendidikan dan budaya yang setara dengan oerang lain.

“Fungsinya adalah sebagai penginat akan pentingnya aksebilitas dan inklusi dalam pendidikan dan penyebaran informasi bagi m,ereka yang tidak bisa melihat,” Tutur Samsul.

Untuk diektahui, dalam huruf braille terdapat sejumlah sel yang mempunyai 6 titik timbul yang dapat dikombinasikan melambangkan abjad, tanda baca, angka, tanda musik, simbol matematika dan lain-lain.

Samsul Hidayah menyebutkan, saat ini ada sejumlah 3 Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) Tunanetra di SDLB Shanti Kosala Mas Trip Begadung. Pihaknya selalu memotivasi dan mengedukasi peserta didik agar mereka selalu bersemangat belajar.

“Semuanya saat ini duduk di kelas 2, setiap hari kami berikan motivasi agar mereka semangat belajar disisni hingga nanti mereka siap hidup bermasyarakat seperti orang-orang lainnya,” ujarnya.

“Disini mereka diajari pelajaran seperti di sekolah-sekolah lainnya, namun dalam literasi dan bahan ajarnya berbeda yakni menggunakan media huruf braille,” tambahnya.

“Jadi peserta didik berkebutuhan khusus tunanetra ini, mereka menggunakan jari-jari mereka untuk membaca buku, majalah, surat kabar abahkan Al-Quran,” imbunya.

Sebagai informasi, peringatan Hari Braille Sedunia juga bertepatan dengan hari ulang tahun Louis braille yang lahir pada 4 Januari 1809. Sayangnya, Braille tidak mampu menyaksikan kegunaan ciptaannya. Dua tahun sebelum Royal Institute mulai mengajarkan Braille, tepatnya pada 1852, dia meninggal dunia.

Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa mengakui Braille sebagai alat luar biasa yang memberikan akses yang luas bagi penyandang tunanetra dan penyandang disabilitas penglihatan (UNGA). Hingga pada November 2018, mereka menetapkan 4 Januari sebagai Hari Braille Sedunia.

Berita Terkait

Agenda Rutin Santunan Anak Yatim, Ini Harapan Sutrisno
Sertifikat Tak Kunjung Jadi, Ibu Suwartini Datangi Kantor Redaksi, Ungkapkan Kekecewaan
Kolaborasi Ormas Sangprabu dan Koramil 0810/08 Baron Bagikan Takjil Ramadhan
Rapat Paripurna Pemda Nganjuk, Bahas Rencana Kerja dan Raperda
Ini Dua Misi Besar Yang Dibawa Mensos Saat Kunjungan Kerja Ke Nganjuk
Audiensi dan Buka Puasa Bersama Kapolres Nganjuk dengan BEM, Perkuat Komunikasi
Ketika Kompetensi dan Profesionalisme Wartawan Dipertanyakan
Uji Kompetensi Wartawan Oleh LSP Pers Indonesia

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 21:49

Agenda Rutin Santunan Anak Yatim, Ini Harapan Sutrisno

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:41

Sertifikat Tak Kunjung Jadi, Ibu Suwartini Datangi Kantor Redaksi, Ungkapkan Kekecewaan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:11

Kolaborasi Ormas Sangprabu dan Koramil 0810/08 Baron Bagikan Takjil Ramadhan

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:46

Rapat Paripurna Pemda Nganjuk, Bahas Rencana Kerja dan Raperda

Senin, 2 Maret 2026 - 08:33

Ini Dua Misi Besar Yang Dibawa Mensos Saat Kunjungan Kerja Ke Nganjuk

Berita Terbaru