Kategori: Seni Budaya

  • RSD KERTOSONO TURUT BERPARTISIPASI DALAM ACARA BOYONG NATAPRAJA DAN SEDEKAH BUMI KABUPATEN NGANJUK TAHUN 2025

    Nganjuk, KabarNganjuk.com- Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk kembali menyelenggarakan acara Boyong Natapraja dan Sedekah Bumi Tahun 2025. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 12 Juni 2025 dan diikuti oleh seluruh OPD se-kabupaten Nganjuk tak terkecuali Rumah Sakit Daerah Kertosono. Boyong Natapraja dan Sedekah Bumi Kabupaten Nganjuk Tahun 2025 ini merupakan bukti sejarah berdirinya Pemerintahan Kabupaten Nganjuk dimana sebelumnya berada di Kecamatan Berbek kemudian pindah ke Kecamatan Nganjuk sebagai pusat pemerintahannya.

     

    Rumah Sakit Daerah Kertosono mengirimkan 60 personil untuk turut berpatisipasi dalam kegiatan ini. Para personil ini terdiri dari Pejabat structural, Kepala Instalasi/Ruang, dan perwakilan staff rumah sakit. Mereka ditugaskan sebagai pembawa pataka, pembawa payung mutho dan tombak, serta peserta pawai dengan menggunakan batik lurik khas nganjuk. Kegiatan pawai dimulai dari Alun-Alun Berbek pada Pukul 12.00 WIB dan akan berakhir di Pendopo Kabupaten Nganjuk.

    Selain sebagai peserta pawai, tim kesehatan Rumah Sakit Daerah Kertosono ditunjuk oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk bersiaga di Alun-Alun Nganjuk apabila ada yang membutuhkan bantuan kesehatan. Dinas Kesehatan sebagai coordinator tim kesehatan pelaksanaan acara Boyong Natapraja dan Sedekah Bumi Tahun 2025.

    Kegiatan Boyong ini diharapkan dapat menjadi wisata budaya yang memiliki daya tarik baik di wilayah regional maupun nasional. Boyong Natapraja dan Sedekah Bumi Kabupaten Nganjuk Tahun 2025 ini bersama-sama masyarakat bersuka cita, Merayakan panen, dan mengucapkan rasa syukur tiada tara. Purakan Gunungan, tradisi yang lestari, Menyatukan rakyat, dalam semangat dalam membangun negeri.

  • Boyong Natapraja dan Sedekah Bumi di Berbek, Bupati Nganjuk Tegaskan Wujud Sinergi Membangun Negeri

    Nganjuk, KabarNganjuk.com– Kamis (12/6/2025), akan digelar kegiatan Boyong Natapraja dan Sedekah Bumi di wilayah Berbek, Kabupaten Nganjuk. Acara bertema “Natapraja Bersinergi Membangun Negeri” ini dijadwalkan berlangsung mulai pukul 12.30 WIB hingga selesai.

    Mengenang kembali sejarah penting berdirinya Kabupaten Nganjuk melalui peringatan bersejarah Boyong Natapraja, yaitu perpindahan pusat pemerintahan dari Berbek ke Nganjuk yang telah berlangsung sejak tahun 1880. Momentum ini bukan sekadar ritual seremonial, namun bentuk penghormatan terhadap nilai sejarah dan identitas daerah yang telah mengakar selama lebih dari satu abad.

    Rangkaian kegiatan akan dimulai dari Alun-Alun Berbek, yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi menuju Pendopo KRT Sosrokeosoemo. Kegiatan ini dihadiri oleh unsur pemerintah, tokoh masyarakat, serta masyarakat umum yang turut menyemarakkan momen penuh makna ini.

    Boyong Natapraja merupakan simbol pemindahan dan penyatuan semangat pemerintahan yang berpadu dengan nilai-nilai budaya lokal. Sedangkan Sedekah Bumi merupakan bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala berkah dan hasil bumi yang diberikan, sekaligus permohonan keselamatan dan kemakmuran bagi masyarakat.

    Di sepanjang rute dari Alun-Alun Berbek menuju pendopo, akan ditampilkan berbagai atraksi budaya khas daerah, serta arak-arakan simbolik yang mencerminkan perjalanan pemerintahan dan masyarakat menuju arah yang lebih baik. Saksikan kemeriahan prosesi budaya, kereta kuda yang megah, serta gunungan hasil bumi sebagai wujud kecintaan pada bumi kelahiran.

    Dengan diadakannya acara ini, diharapkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat semakin erat, serta nilai-nilai budaya lokal terus terjaga dalam mendukung pembangunan Kabupaten Nganjuk yang berkelanjutan. Diharapkan generasi muda Kabupaten Nganjuk semakin mengenal dan mencintai sejarah daerahnya, sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong dalam membangun negeri dengan nilai-nilai luhur kearifan lokal.

  • Warga Dusun Suru Nganjuk Gelar Bersih Desa dan Tasyakuran Jalan Rabat Beton

    Nganjuk, JendelaDesa.com- Ratusan warga Dusun Suru, Desa Lengkonglor, Kecamatan Ngluyu, Kabupaten Nganjuk, menggelar acara bersih desa atau nyadran yang dikemas dalam tasyakuran di Punden Bur Pande pada 9 Juni 2025. Acara ini merupakan wujud rasa syukur warga kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rejeki, kesehatan, dan kenikmatan yang diberikan kepada mereka.

    Kegiatan bersih desa ini juga menjadi momentum penting bagi warga Dusun Suru untuk menghormati leluhur, melestarikan budaya, dan mempererat silaturahmi antar sesama warga. Dalam acara ini, warga berkumpul untuk melakukan ritual adat dan kegiatan sosial yang bertujuan untuk memohon keselamatan dan kesejahteraan bagi seluruh warga desa.

    Kepala Desa Lengkonglor, Tutik Susilowati, beserta perangkat desa, Babinsa, dan Babinkantibmas turut hadir dalam acara tersebut. Dalam sambutannya, Tutik menyampaikan bahwa kegiatan tasyakuran ini merupakan tradisi tahunan yang sangat penting bagi warga Dusun Suru. “Tradisi ini adalah bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas hasil panen, kesehatan, dan kesejahteraan yang diperoleh, sekaligus permohonan keselamatan dan kesejahteraan bagi warga desa untuk masa depan,” ujarnya.

    Tutik juga berharap agar kegiatan ini dapat berjalan lancar dan kondusif, serta dapat mempererat hubungan antar warga dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya dan tradisi leluhur. “Semoga kegiatan ini dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam melestarikan budaya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

    Acara bersih desa ini diakhiri dengan doa bersama dan makan bersama, sebagai wujud kebersamaan dan rasa syukur warga Dusun Suru kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari tradisi dan budaya masyarakat Dusun Suru.

    Bersamaan dengan acara Bersih Desa di Dusun Suru, Pemerintah Desa Lengkonglor bersama warga juga menggelar tasyakuran atas pembangunan jalan rabat beton yang mengarah ke Dusun Suru.

    Jalan rabat beton ini merupakan infrastruktur penting yang menghubungkan Desa Lengkonglor dengan Dusun Suru yang berjarak sekitar 4 kilometer. Pembangunan jalan ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan mobilitas warga, serta mendukung kegiatan ekonomi dan sosial di wilayah tersebut.

    Tasyakuran ini merupakan bentuk syukur dan apresiasi warga atas pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan. ” Semoga pembangunan jalan ini dapat membawa manfaat bagi warga dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Lengkonglor ” imbuh Kades Tutik.

    ( gik)

  • Nganjuk: Menyelami Kearifan Lokal di Tanah Angin

    Nganjuk: Menyelami Kearifan Lokal di Tanah Angin

    Nganjuk, KabarNganjuk.com- Kabupaten Nganjuk, yang dikenal dengan sebutan “Kota Angin”, bukan sekadar julukan belaka. Di balik hembusan angin yang sejuk dan sawah-sawah yang membentang luas, tersembunyi kekayaan budaya dan kearifan lokal yang menjadi identitas kuat masyarakatnya.

    Kota Angin dan Filosofinya

    Julukan Kota Angin berasal dari kondisi geografis Nganjuk yang sering diterpa angin kencang dari arah selatan. Namun lebih dari itu, angin di Nganjuk memiliki makna filosofis: ia datang tanpa pamrih, menyapa semua tanpa membeda-bedakan, dan hadir sebagai bagian alami dari kehidupan. Semangat ini tercermin dalam karakter warganya yang terbuka, ramah, dan suka bergotong royong.

    Tayuban adalah Kekayaan Budaya Nganjuk yang Masih Lestari

    Tayuban memang merupakan salah satu seni tari tradisional yang masih dilestarikan di Nganjuk dan beberapa wilayah sekitarnya di Jawa Timur. Tarian ini memiliki karakteristik tari pergaulan, namun juga sarat nilai adat dan simbolisme sosial.

    Tayub tidak hanya dipertunjukkan untuk hiburan semata, tetapi seringkali tampil dalam konteks ritual adat atau acara penting, seperti:

    • Sedekah bumi

    • Panen raya

    • Ruwatan desa

    • Syukuran keluarga besar

    Dalam konteks ini, tayuban dipahami sebagai bentuk rasa syukur kepada leluhur dan alam, sekaligus memohon keberkahan dan keselamatan bagi masyarakat.

    Kuliner Khas: Cita Rasa yang Menjadi Identitas

    Makanan tradisional menjadi bagian tak terpisahkan dari identitas budaya Nganjuk. Salah satu yang paling terkenal adalah nasi becek, hidangan berkuah gurih mirip gulai kambing yang disajikan dengan lontong dan sambal kacang. Selain itu, ada juga pecel lorjuk, getuk pisang, dan tepo tahu, yang sering hadir dalam acara-acara adat dan sehari-hari. Cita rasa yang khas dan cara penyajian yang sederhana mencerminkan karakter masyarakat Nganjuk: bersahaja, ramah, dan apa adanya.

    Bahasa sebagai Identitas Budaya

    Bahasa Jawa dialek Nganjuk memiliki keunikan tersendiri. Perpaduan antara logat Mataraman dengan pengaruh dari daerah sekitarnya menciptakan ciri khas yang mudah dikenali. Bahasa ini tidak hanya menjadi alat komunikasi, tapi juga cerminan nilai-nilai seperti unggah-ungguh (tata krama), andhap asor (rendah hati), dan tepa selira (tenggang rasa). Bahasa bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga cermin dari etika dan nilai-nilai sosial yang dihormati secara turun-temurun.

    Nilai Gotong Royong di Setiap Sudut Desa

    Di desa-desa Nganjuk, kerja bakti bukan hal langka. Ketika ada warga yang membangun rumah, hajatan, atau tertimpa musibah, tetangga akan datang tanpa diminta. Mereka membawa tenaga, bahan makanan, atau sekadar doa. Semangat gotong royong ini tumbuh dari kepercayaan bahwa kehidupan akan lebih ringan jika dijalani bersama-sama.

    Kesenian Rakyat dan Kerajinan Tradisional

    Berbagai kesenian rakyat seperti wayang kulit, reog, dan jaranan masih eksis di beberapa desa sebagai bagian dari perayaan atau peringatan hari besar. Selain itu, batik khas Nganjuk dengan motif tembakau dan tanaman lokal juga mulai digalakkan kembali oleh pengrajin muda. Ini adalah bentuk inovasi yang tetap berpijak pada akar budaya.

    Kearifan lokal Nganjuk bukan benda mati. Ia hidup dalam tutur kata, gerak tubuh, aroma makanan, dan cara masyarakat saling berinteraksi. Ketika budaya lain mulai ditinggalkan, Nganjuk justru memperkuat identitasnya — tidak untuk melawan modernitas, tetapi untuk menyeimbangkannya.

    Karena di tanah ini, budaya bukan sekadar warisan. Ia adalah cara hidup.

  • Semangat Tinggi di Gebyar Pramuka Garuda Anjuk Ladang, Parade Hingga Pengukuhan Pramuka Garuda di Nganjuk

    Semangat Tinggi di Gebyar Pramuka Garuda Anjuk Ladang, Parade Hingga Pengukuhan Pramuka Garuda di Nganjuk

    KabarNganjuk.com – Dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke-63 dan HUT Kemerdekaan RI ke-79 Tahun 2024, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Nganjuk menyelenggarakan Gebyar Pramuka Garuda Anjuk Ladang dengan semangat tinggi. Kegiatan ini diawali dengan Parade Pramuka yang digelar di sepanjang Jalan A. Yani hingga finis di depan Pendopo KRT Sosro Koesoemo, Kabupaten Nganjuk, pada Kamis, (1/8/2024). Kamabicab Nganjuk, Sri Handoko Taruna S.STP, M.Si, didampingi oleh Ketua Kwarcab Nganjuk, Dr. H. Sopingi A.P., M.M., memberangkatkan parade tersebut dari Taman Nyawiji.

    Parade Pramuka ini diikuti oleh sekitar 7.000 peserta, termasuk anggota pramuka dari 20 kwarran, enam satuan karya pramuka, 305 peserta pramuka Garuda, calon pramuka Garuda, anggota pramuka biasa, para pembina, dan para pelatih. Acara ini juga dihadiri oleh anggota Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Nganjuk, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Nganjuk beserta pengurus, staf ahli dan asisten bupati, kepala OPD Kabupaten Nganjuk, ketua majelis pembimbing ranting, ketua kwartir ranting, seluruh anggota mabiran, pamong saka se-Kabupaten Nganjuk, dan para tamu undangan lainnya.

    Kamabicab Nganjuk, Sri Handoko Taruna

    Dalam sambutannya, Kamabicab Nganjuk, Sri Handoko Taruna memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. “Semoga kegiatan ini dapat menjadi momentum pengungkit semangat kakak-kakak dan adik-adik semua untuk meningkatkan pembinaan dan pembentukan karakter melalui kepramukaan,” ujar Sri Handoko. Dia juga berpesan agar para pramuka selalu mengasah potensi diri dan meningkatkan wawasan, serta tetap meneladani amal Tri Satya dan Dasa Dharma pramuka.

    Setelah parade, acara berlanjut dengan pelantikan dan pengukuhan Pramuka Garuda di Pendopo KRT Sosro Koesoemo. Kegiatan ini menjadi ajang penting untuk melantik dan mengukuhkan Pramuka Garuda dari berbagai jenjang, termasuk Pramuka Siaga Garuda, Penggalang Garuda, Penegak Garuda, dan Pandega Garuda. Pramuka Garuda adalah anggota muda Gerakan Pramuka yang telah mencapai tingkat kecakapan dan penghargaan tertinggi pada masing-masing jenjang pendidikan kepramukaan.

    Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Nganjuk, Sopingi

    Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Nganjuk, Sopingi, menyampaikan rasa terima kasih dan selamat kepada seluruh pramuka yang dilantik. “Seluruh pramuka yang hari ini dilantik, saya ucapkan terima kasih dan selamat. Hari ini yang mengikuti pelantikan Pramuka Garuda mendapatkan kesempatan untuk mengikuti Garuda Juang yang akan dilaksanakan pada 10 Agustus 2024 di Pendopo. Akan kita laksanakan Garuda Juara. Semua yang sudah dilantik maupun yang saat ini dilantik nanti akan dicari juaranya. Khusus penggalang dan penegak, nanti yang terbaik akan kami ajak ke luar negeri gratis,” ungkap Sopingi.

    Kamabicab Nganjuk, Sri Handoko Taruna, menekankan pentingnya kegiatan ini dalam menyiapkan generasi muda Kabupaten Nganjuk. “Ini adalah bagaimana kita menyiapkan generasi Kabupaten Nganjuk. Artinya, ini adalah kegiatan yang positif yang perlu diulang bahkan ditingkatkan. Saya lihat semangatnya dan keantusiasannya sangat luar biasa, dan saya melihat potensi-potensi luar biasa anak-anak di Kabupaten Nganjuk. Harapannya, generasi muda Kabupaten Nganjuk yang hari ini dilantik sebagai Pramuka Garuda bisa bermanfaat untuk lingkungan terkecilnya, keluarga, lingkungan pendidikannya, untuk masyarakat, bahkan untuk Kabupaten Nganjuk,” tambah Sri Handoko.

    Dengan pelantikan Pramuka Garuda ini, diharapkan para anggota pramuka dapat terus berprestasi dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta lingkungan sekitar mereka. Semangat dan dedikasi yang ditunjukkan dalam acara ini menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk mengikuti jejak mereka dan mencapai prestasi tertinggi dalam Gerakan Pramuka.

  • Parade Pramuka Garuda 2024 Warnai Gebyar Pramuka di Nganjuk

    Parade Pramuka Garuda 2024 Warnai Gebyar Pramuka di Nganjuk

    KabarNganjuk.com– Pj Bupati Nganjuk, Sri Handoko Taruna S.STP, M.Si didampingi oleh Ketua Kwarcab Nganjuk Dr. H. Sopingi A.P., M.M. berangkatkan Parade Pramuka Garuda Anjuk Ladang Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Nganjuk Tahun 2024, start di Taman Nyawiji Kabupaten Nganjuk pada Kamis (1/8/24)

    Turut Hadir Anggota Majelis Pembimbing Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Nganjuk, Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Nganjuk beserta Pengurus, Staff Ahli dan Asisten Bupati, Kepala OPD Kabupaten Nganjuk, Ketua Majelis pembimbing Ranting, ketua Kwartir Ranting dan seluruh Anggota Mabiran, Pamong Saka se Kabupaten Nganjuk, dan seluruh tamu undangan.

    Dalam rangka memperingati Hari Pramuka ke 63, dan HUT Kemerdekaan RI ke 79 Tahun 2024, Kwarcab Nganjuk menyelenggarakan Gebyar Pramuka Garuda Anjuk Ladang yang diawali dengan Parade Pramuka. Acara Parade Pramuka ini digelar di sepanjang Jln. A. Yani hingga finish di depan Pendopo KRT. Sosro Koesoemo Pemkab Nganjuk. Parade Pramuka, diikuti oleh kurang lebih 7.000 orang dengan rincian peserta: anggota pramuka dari 20 kwarran, 6 satuan karya pramuka , 305 peserta pramuka Garuda, para calon pramuka garuda, anggota Pramuka biasa yang terlibat , para pembina dan para pelatih.

    Parade Pramuka kali ini menjadi pembuka rangkaian kegiatan Gebyar Pramuka Garuda Anjuk Ladang yang berlangsung sepanjang bulan Agustus 2024.

    Dalam sambutannya, Pj. Bupati Nganjuk Sri Handoko Taruna S.STP, M.Si memberikan apresiasi yang tinggi terhadap kegiatan ini. Setelah sukses menggelar Estafet Tunas Kelapa yang menjangkau 20 kecamatan tahun lalu, Kwarcab Nganjuk kembali menghadirkan Gebyar Pramuka Garuda Anjuk Ladang. Acara ini bertujuan menumbuhkan semangat dan motivasi kepada anggota pramuka untuk meraih pencapaian tertinggi di setiap jenjang pramuka dengan menjadi Pramuka Garuda. Selain itu, kegiatan ini juga menginspirasi para pembina dan pelatih untuk melahirkan lebih banyak Pramuka Garuda di masa depan.

    Pj. Bupati Nganjuk Sri Handoko Taruna S.STP, M.Si

    “Semoga kegiatan ini dapat menjadikan momentum pengungkit semangan kakak-kakak dan adik-adik semua untuk meningkatkan pembinaan dan pembentukan karakter melalui kepramukaan,” ujar Pj Bupati

    Pj Bupati juga memberikan beberapa pesan diantara lain, “Selalu asah potensi diri dan tingkatkan wawasan karena pramuka harus bisa menjadi teladan dimanapun berada dan tetapkan amal Tri Satya dan Dasa Dharma pramuka,” ujar Sri Handoko

  • Meriah, Kirab Budaya Grebek Suro di Kecamatan Ngetos Diikuti Ratusan Peserta

    Meriah, Kirab Budaya Grebek Suro di Kecamatan Ngetos Diikuti Ratusan Peserta

    Ngetos, KabarNganjuk.com- Dalam rangka serangkaian kegiatan yang sudah dilaksanakan mulai 1 Suro ” Grebeg Suro ” Tahun 2024 di Kecamatan Ngetos, hari ini ratusan warga juga para pelajar telah mengikuti kegiatan Kirab Budaya guna melestarikan kebudayaan juga menjaga kearifan lokal, dan untuk meningkatkan perekonomian UMKM – UMKM khususnya yang ada di Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk ( 28/7/2024).

    Meriah, Kirab Budaya Grebek Suro di Kecamatan Ngetos Diikuti Ratusan Peserta

    Serangkaian kegiatan yang di kemas apik oleh Pemerintahan di Kecamatan Ngetos dalam acara ” Grebeg Suro “, telah mengelar Kirab Budaya yang diikuti ratusan peserta dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari Kelembagaan yang ada di Desa Ngetos, hingga RT, RW, maupun Perangkat Desa, juga diikuti oleh pelajar yang ada di Ngetos, mulai dari Taman Kanak – kanak ( TK ) dan Sekolah Dasar ( SD ) dan umum.

    Dengan disaksikan ribuan masyarakat Kecamatan Ngetos maupun masyarakat dari Kecamatan lain, ratusan kontingen Kirab Budaya ( Karnaval ) dengan antusias berjalan yang di mulai dari depan kantor Kecamatan Ngetos hingga beberapa kilo meter menuju finis.

    Dalam kesempatannya, Nuri Prihandoko selaku Camat Ngetos menjelaskan bahwa kegiatan pada hari ini adalah serangkaian kegiatan Suroan di Desa Ngetos, dan kegiatan ini sudah dilaksanakan mulai kemarin dari Tanggal 1 Suro sampai dengan sekarang.

    “Hari ini adalah acara kirab budaya yang dilaksanakan oleh masyarakat di Desa Ngetos, mulai dari kelembagaan, Rt maupun Rw, Perangkat Desa dan anak – anak sekolah yang ada di Ngetos, dan ini untuk melestarikan budaya dan kearifan lokal yang ada di Desa Ngetos dari dulu jaman Majapahit sampai sekarang yang harus kita lestarikan ” harap Nuri Camat Ngetos.

    “Ini diikuti ratusan peserta, yang nantinya kita berharap supaya bisa dikemas menjadi iven, yang nantinya bisa dijual atau dipromosikan, terutama iven – iven kebudayaan kearifan lokal yang layak dan punya potensi untuk kita tawarkan dan suguhkan kepada masyarakat umum ” ucapnya.

    Lebih lanjut di sampaikan Nuri, bahwa untuk kegiatan ini, juga berkolaborasi dengan umkm – umkm yang ada di Kecamatan Ngetos, sebagai wadah untuk mempromosikan produk – produknya yang bisa dijual dan juga mendorong untuk mutu produknya supaya standard ” pungkasnya.

    Sedangkan Warno, Kepala Desa Ngetos dalam sambutannya berharap kepada masyarakat Ngetos, bahwa warga Desa Ngetos harus selalu guyub rukun dan selalu semangat untuk gotong royong, agar tercapai apa yang diinginkan untuk kemajuan Desa Ngetos ” harapnya.

    ( gik)

  • Pemkab Nganjuk Peringati Tradisi Boyong Natapraja dan Sedekah Bumi ke-144 Tahun 2024

    Pemkab Nganjuk Peringati Tradisi Boyong Natapraja dan Sedekah Bumi ke-144 Tahun 2024

    KabarNganjuk.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk menggelar peringatan hari boyongan pemerintahan dari Kabupaten Berbek ke Nganjuk yang ke-144, sekaligus perayaan Sedekah Bumi. Acara boyong ini diadakan pada Kamis (06/06/2024), melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Nganjuk.

    Upacara Boyong Natapraja dimulai dari Pendopo Alun-Alun Berbek menuju Pendopo KRT. Soesro Koesoema Kabupaten Nganjuk.

    Pj. Bupati Nganjuk, Sri Handoko Taruna, bersama Forkopimda Nganjuk, jajaran OPD, stakeholder terkait, serta elemen masyarakat termasuk sejarawan dan pegiat seni budaya, hadir memeriahkan acara tersebut di Alun-Alun Berbek.

    Kirab Boyongan tahun ini terlihat lebih meriah dengan keterlibatan semua pejabat di Pemerintah Kabupaten Nganjuk, pengusaha, dan tokoh masyarakat Nganjuk. Mereka mengenakan pakaian lurik dan diarak menggunakan dokar dari Berbek menuju Nganjuk.

    Prosesi Boyong Natapraja berlangsung dalam delapan sesi yang dimulai pukul 12.30 hingga 17.00 WIB, dengan beberapa titik pemberhentian penting. Dimulai dengan persiapan pusaka dari Balai Desa Berbek yang dipindahkan ke Pendopo Berbek, dilanjutkan dengan prosesi Susulan dan Sasrahan.

    Upacara Pembukaan Boyong Natapraja dimulai dengan tarian Bedoyo, kemudian dilanjutkan dengan pemberangkatan Boyong menggunakan kereta kuda menuju Stadion Anjuk Ladang. Dari sana, kirab budaya dimulai dari Anjuk Ladang menuju Taman Nyawiji.

    Kemudian para peserta boyong turun dari kereta kuda dan melakukan Lampahan Natapraja menuju gerbang Tugu. Setelah sampai di depan Tugu, dilakukan prosesi Bukak Lawang dan Penyerahan Pusaka yang diakhiri dengan Sedekah Bumi.

    Perayaan Boyong Natapraja dan Sedekah Bumi Kabupaten Nganjuk tahun ini benar-benar milik masyarakat Nganjuk. Semua pihak yang terlibat merasakan kebersamaan dan kegembiraan. Tradisi Purakan Gunungan menjadi simbol penyatuan rakyat dalam semangat membangun negeri, sambil merayakan hasil panen dan mengungkapkan rasa syukur yang mendalam.

    Saat diwawancarai di Pendopo KRT. Soesro Koesoema Kabupaten Nganjuk, Pj Bupati Nganjuk, Sri Handoko Taruna, mengatakan, “Boyong Natapraja adalah suatu penanda bahwa Kabupaten Nganjuk pernah berpusat pemerintahan di wilayah Berbek, dan berpindah ke Kabupaten Nganjuk. Boyong Natapraja ini, menurut saya, adalah bagaimana sejarah pemerintahan Kabupaten Nganjuk yang hari ini kita peringati sebagai 144 tahun pemindahan dari Berbek ke Nganjuk,” jelasnya.

    Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Nganjuk, Sri Handariningsih, mengatakan, “Alhamdulillah, kegiatan Boyong Natapraja ini berjalan dengan lancar. Tujuan diadakannya Boyong ini adalah karena awalnya pemerintahan Kabupaten Nganjuk berada di Berbek. Dengan adanya Boyong, perekonomian yang ada di Nganjuk otomatis semakin meningkat, dan derajat perekonomian masyarakat di Kabupaten Nganjuk akan meningkat,” ujarnya.

    (Sov)

  • Tasyakuran Dalam Rangka Nyadran (Bersih Desa) Desa Gejagan Loceret

    Tasyakuran Dalam Rangka Nyadran (Bersih Desa) Desa Gejagan Loceret

    KabarNganjuk.com – Pemerintah Desa Gejagan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, bersama segenap warganya menggelar kegiatan bersih desa, atau nyadran, Selasa (21/5/2024), di Punden Mbah Iroboyo dan pendopo kantor desa setempat.

    Sebagai ucap dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas kelimpahan karunia kenikmatan, rejeki dan keselamatan bagi warga Desa Gejagan Kecamatan Loceret, ratusan warga mengelar tasyakuran yang bertempat di Punden Mbah Irojoyo, untuk mengenang jasa-jasanya, dan nguri-nguri budaya peninggalannya, yang pada masanya, beliau yang berjuang ( babat alas ) mendirikan Desa Gejagan

    Tak hanya menggelar tasyakuran di Punden Mbah Irojoyo, Pemerintahan Desa Gejagan juga mengadakan tasyakuran yang bertempat di Balai Desa Gejagan, yang dihadiri pula Camat Loceret, jajaran Polsek beserta Koramil Loceret, semua Perangkat Desa dan staf, serta ratusan warga Desa Gejagan, Dedi Nawan selaku Kades Gejagan pimpin langsung jalannya tasyakuran dalam rangka Bersih Desa.

     Kades Gejagan, Dedy Nawan

    Dirinya merasa bersyukur dan bahagia sekali karena pada hari ini bisa berkumpul bersama dengan warga Desa Gejagan dalam rangka tasyakuran Bersih Desa, “semoga di beri kesehatan, barokahnya, dan doa kita panjatkan kepada Allah SWT serta pejuang-pejuang yang telah memperjuangkan kita semua, hingga saat iki kita diberi keselamatan dan kelimpahan rejeki,” ujar Kades Gejagan Dedi Nawan.

    Harapan Dedy Nawan yaitu dengan diadakannya sedekah bumi ini mendapatkan barokahnya, menambah rezeki warga Desa Gejagan , dipermudah dalam segala usahanya, dan Kesehatan dalam wujud sedekah bumi kita

  • Prosesi Manusuk Sima di Candi Lor Nganjuk Jadi Peringatan Hari Jadi Nganjuk ke-1087

    Prosesi Manusuk Sima di Candi Lor Nganjuk Jadi Peringatan Hari Jadi Nganjuk ke-1087

    NGANJUK – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Nganjuk ke-1087, Komunitas Pecinta Sejarah Nganjuk (kotasejuk) menggelar Upacara Manusuk Sima di Candi Lor Nganjuk, pada Minggu (21/04/2024).

    Prosesi Manusuk Sima merupakan prosesi pemberian tanah perdikan yang dahulu diberikan oleh Mpu Sendok kepada Mpu Anjuk Ladang. Prosesi ini melambangkan pembebasan pajak dan memiliki makna penting dalam kehidupan masyarakat Nganjuk.

    Upacara Manusuk Sima ini bukan hanya sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur, tetapi juga menjadi bagian yang sangat penting dalam peringatan Hari Jadi Nganjuk ke-1087.

    Sebagaimana Hari jadi Nganjuk didasarkan pada Prasasti Anjuk Ladang atau dikenal dengan Jayastamba yang mencatat prosesi Manusuk Sima. Prasasti ini bukan hanya menjadi bukti sejarah, tetapi juga menguatkan bukti tradisi budaya dalam perayaan tersebut.

    Saat ditemui di Lokasi, Andika Kaka Naka, pemeran Mpu Sendok, menyampaikan perasaannya, “Saya sangat senang dan bangga, terlebih sebagai putra daerah Nganjuk yang dapat memerankan tokoh bersejarah di Nganjuk. Untuk Salah satu kesulitan dalam memerankan Mpu Sendok adalah harus menyamakan diri dengan tokoh aslinya. Namun, dengan bimbingan dari senior dan ahli sejarah Nganjuk, lambat laun Saya bisa memahami peran tersebut dengan baik.” Ungkapnya.

    Keturunan ke-5 Bupati Nganjuk, Yudi, mengharapkan agar penetapan hari jadi Nganjuk oleh Pemkab Nganjuk dilakukan dengan ketegasan agar acara Manusuk sima ini dapat diadakan dengan meriah setiap tahunnya.
    Yudi juga menyatakan kekecewaannya karena Pemkab tidak menyelenggarakan Manusuk Sima ini, padahal seharusnya menjadi tanggung jawab Pemkab tetapi dilaksanakan oleh komunitas Kota Sejuk dan trah dari Bupati.

    “Saya merasa kecewa karena Pemkab tidak menyelenggarakan Manusuk Sima ini, padahal seharusnya menjadi tanggung jawab Pemkab, tetapi ini dilaksanakan oleh komunitas Kota Sejuk dan trah dari Bupati,” Ujar Yudi.

    (Sov)

  • Sambut Tahun Baru 2024, Dinas Porabudpar Kabupaten Nganjuk Adakan Pagelaran Seni dan Wayang Kulit

    Sambut Tahun Baru 2024, Dinas Porabudpar Kabupaten Nganjuk Adakan Pagelaran Seni dan Wayang Kulit

    NGANJUK, KabarNganjuk.com – Dinas Kepemudaan, Olahraga, Budaya dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk menyuguhkan sesuatu yang berbeda di penghujung malam akhir tahun 2023 dengan mengusung tema “Gelar Seni Budaya Akhir Tahun” menghadirkan 3 penggelaran seni di 3 titik berbeda, Minggu (31/12/2023).

    Turut dihadiri oleh Pj Bupati Nganjuk Sri Handoko Taruna, S.STP., M.Si beserta Pj Ketua TP PKK Kabupaten Nganjuk Eka Haryati Taruna, seluruh jajaran forkopimda Kabupaten Nganjuk beserta istri, Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk, seluruh asisten, Kepala OPD se-Kabupaten Nganjuk, Camat, Pimpinan BUMD yang ada di Kabupaten Nganjuk dan para undangan.

    Gelar seni pertama menampilkan pagelaran wayang kulit di Alun-Alun Nganjuk degan Ki Dalang Cahyo Kuntadi yang membawakan lakon Wahyu Darmo dan bintang tamu Eka Ugut-Ugut serta Cak Yudha CS yang dimulai pukul 20.00 wib sampai dengan selesai.

    Dalam sambutannya, Kepala Dinas Porabudpar Kabupaten Nganjuk Dra. Sri Handariningsih, M.M mengatakan terdapat beberapa hal yang harus disampaikan dalam kegiatan malam hari ini. Pertama terkait dengan program kerja bidang kebudayaan Dinas Porabudpar Kabupaten Nganjuk Tahun 2023, DPA Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk Tahun 2023 dalam rangka tutup tahun 2023 dan menyambut Tahun Baru 2024 maka diselenggarakan gelar seni budaya yang tersebar 3 titik yakni, wayang kulit di Alun-Alun Nganjuk dengan Ki Dalang Cahyo Kuntandi, ludruk Putra Bayu dengan lakon sarip tambak oso di Alun-Alun Berbek dan campur sari Kantong Bolong di Lapangan Bulakrejo Warujayeng.

    (sumber: youtube Dinas Porabudpar Bangkit Kabupaten Nganjuk)

    Antusiasiasme masyarakat nganjuk dalam kegiatan acara malam pergantian tahun baru 2023 menuju 2024 yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah patut diacungkan jempol.

    Dalam sambutannya, Pj Bupati Nganjuk Sri Handoko Taruna, S.STP., M.Si menyampaikan ucapan terima kasih kepada panitia dan seluruh stakeholder yang sudah membantu proses acara gelar seni budaya akhir tahun di Kabupaten Nganjuk hari ini berjalan dengan lancar.

    “Wayang kulit dimainkan oleh dalang dan juga sebagai narator dalam jalannya cerita daengan diiringi oleh gamelan yang dimainkan sekelompok nayogo para ditembangkan oleh penyinden, wayang kulit dipatenkan oleh UNESCO pada tanggal 7 November 2003,” ujar Sri Handoko Taruna

    “Kita sebagai bagian dari Anak Bangsa patut untuk bersyukur, karena wayang kulit merupakan sebuah budaya yang telah diakui dan dipatenkan sebagai warisan budaya dengan narasi yang indah dan berharga, Tidak lupa didalam narasi tersebut terdapat makna, petuah serta kata-kata bijak yang bisa kita gunakan sebagai langkah awal di tahun 2024,” tegasnya

  • Nguri – Uri Budaya Jawa, Pemkab Nganjuk Gelar Tradisi Prosesi Ritual Siraman Sedudo

    Nguri – Uri Budaya Jawa, Pemkab Nganjuk Gelar Tradisi Prosesi Ritual Siraman Sedudo

    Sawahan, KabarNganjuk.com- Nguri – uri budaya jawa, Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar Acara dalam rangka Syukuran (Selamatan) untuk memohon berkah dan keselamatan yang biasanya dilaksanakan Satu Tahun sekali pada Tanggal 15 Bulan Suro oleh masyarakat Desa Ngliman Kecamatan Sawahan.

    Bahkan acara yang rutin digelar tersebut, ratusan masyarakat di Kabupaten Nganjuk, ikut menyaksikan dan mengikuti jalannya upacara tradisi yaitu Prosesi Siraman Sedudo, dengan menggunakan Air Terjun Sedudo, Kamis (03/8/2023).

    Prosesi Siraman Sedudo adalah acara mandi bersama di bawah aliran Air Terjun Sedudo, dan di gambarkan bersama para remaja – remaja Desa, yang sebelumnya diawali dengan arak – arakan sesaji untuk persembahan kepada para leluhur dan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rejeki yang diberikan kepada semua masyarkat Kabupaten Nganjuk, juga disuguhkan seni tari Amek Tirto oleh para remaja – remaja putri.

    Acara dalam rangka Prosesi Siraman Sedudo, ini dihadiri Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi beserta Yuni Marhaen, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono beserta Ibu, Kapolres Nganjuk AKBP. Muhammad beserta Ibu, Komandan Kodim 0810 Nganjuk Letkol. Inf Tri Joko beserta Ibu, jajaran Kepala Dinas di Pemerintahan Kabupaten Nganjuk, Camat se Kabupaten Nganjuk, serta tokoh – tokoh Agama, sesepuh ( yang dituakan ) di Desa Ngliman dan segenap undangan yang menghadiri acara Prosesi Siraman Sedudo di Air Terjun Sedudo Desa Ngliman Kecamatan Sawahan.

    Dalam kesempatannya, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menjelaskan bahwa Prosesi Siraman Sedudo ini adalah acara yang di adakan setiap Tahun sekali pada Bulan Suro, sebagai ujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas semua limpahan rejeki, kesehatan, keselamatan yang diberikan kepada semua warga di Kabupaten Nganjuk.

    ” Hari ini bertepatan dengan tanggal 15 Suro, setiap Tahun tanggal 15 Suro, kita, Kabupaten Nganjuk mengadakan acara Siraman Sedudo, yaitu ritual di Air Terjun Sedudo, yang intinya memohon kepala Tuhan Yang Maha Esa untuk bersyukur, karena Nganjuk Alhamdulillah aman, tentram, tanahnya subur dan panennya juga bagus ” ujar Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi.

    ” Ini juga untuk nguri – nguri Budaya Jawa, ini adalah kearifan lokal setiap suro, kita mengadakan acara disini, ada persepsi dari masyarakat, kalau mandi di sedudo itu awet, yang belum punya jodoh akan segera diberi jodoh, yang belum mendapat keturunan Insya Allah akan segera diberi keturunan, dan yang sakit atas ijin Allah akan segera diberi kesembuhan,” harap Kang Marhaen sapaan akrab Bupati Nganjuk.

    ” Sedudo ini kita breanding sebagai Air Terjun yang menyehatkan, di Indonesia banyak sekali Air Terjun, tapi yang menyehatkan, bikin awet muda hanya ada di Air Terjun Sedudo, dan kita berharap, momentum suro ini bertambah banyak wisatawan – wisatawan lokal, regional maupun nasional,” pungkasnya.(red)

  • Warga Sekorejo Loceret Tasyakuran, Kenang Jasa Para Leluhur

    Warga Sekorejo Loceret Tasyakuran, Kenang Jasa Para Leluhur

    LOCERET, KabarNganjuk.com – Warga Desa Sukorejo mengadakan tasyakuran dalam rangka Bersih Desa atau yang lebih terkenal dengan acara Nyadran, dengan hiburan Langen Beso ( Tayub ) yang digelar di 2 Makam yang dikeramatkan oleh Warga Desa Sukorejo.

    Tasyakuran ini sebagai ungkapan dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas semua limpahan rejeki maupun kesehatan bagi masyarakat, juga untuk mengenang para leluhur yang telah babat tanah ( mendirikan desa ) Sukorejo Kecamatan Loceret, telah  ( 30/07/2023).

    ” Ini adalah sebagai rasa dan bentuk puji syukur kami dan semua warga Desa Sukorejo kepada Tuhan Yang Maha Esa, juga para leluhur kita, atas semua limpahan rejeki, kesehatan dan kesejahteraan bagi seluruh warga kami di Desa Sukorejo, semoga menjadikan warga kami gemah ripah loh jinawi, tentram sejahtera tak kurang dari satu apapun dan semoga diberi kelimpahan rejeki ” ujar Sutrisno selaku Kepala Desa Sukorejo.

    Sedangkan Imam Jono selaku Kasi Kesra di Pemerintahan Desa Sukorejo mengatakan bahwa ini adalah iven Tahunan yang dilaksanakan setiap Tahun pada Tanggal 30 Bulan Syura dan diawali dengan Langen Beso ( Tayub ) untuk nguri – nguri Budaya Jawa, mengadakan tasyakuran dalam rangka Bersih Desa/ Nyadran.

    ” Disini ada 2 Makam yang dikeramatkan oleh warga, dan iven Tahunan ini diawali dengan acara Tayub, disini nanti dilaksanakan setengah hari terus pindah ke makam yang satunya, dan acara ini biasanya ditetapkan pada Tanggal 30 Bulan Syura ” jelas Imam Jono.

    ” Ini tetap nguri – nguri Budaya Jawa, dan mudah – mudahan dengan diadakannya tasyakuran dalam rangka bersih desa ini, semoga semua warga Desa Sukorejo selalu diberikan kemudahan, lancar rejeki dan masyarakatnya semua sejahtera ” harapnya.( gik )

  • Kecamatan Gondang Gelar Nyadran Hari Ini

    Kecamatan Gondang Gelar Nyadran Hari Ini

    Gondang, KabarNganjuk.com – Gunungan Hasil Bumi menghiasi acara Bersih Desa atau yang terkenal dengan Nyadran, warga Dusun Besuki Desa Nglinggo Kecamatan Gondang, dengan antusias mereka mengarak gunungan tersebut mengelilingi Dusun Besuki, diikuti oleh Kepala Desa, Perangkat Desa dan hampir semua warga menuju Punden yang ada di Dusun Besuki (12/07/2023).

    Dalam acara Bersih Desa atau biasa disebut dengan Nyadran, dimukai dengan mengarak Gunungan Hasil Bumi mengelilingi Dusun Besuki, dilanjut dengan memberikan santunan kepada penyandang disabilitas berupa 4 buah Kursi Roda.

    Acara dihadiri Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, dari Dinas Sosial yang diwakili Sekretaris Sri Subekti, Camat Gondang Bayu, Perwakilan Dinas Koperasi Agus Sugianto, jajaran Polsek maupun Koramil Kecamatan Gondang, juga segenap undangan yang hadir.

    Dalam kesempatannya, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi sangat mengapresiasi kegiatan dalam rangka Bersih Desa atau Nyadran.

    “semoga dengan adanya kegiatan nyadran ini, warga Desa Nglinggo semua sehat – sehat, rejeki bertambah dan barokah, dan saya juga titip doa kepada semuanya, semoga saya dijadikan pemimpin yang amanah, berjuang untuk orang kecil” harap Kang Marhaen sapaan Bupati Nganjuk.

    Kepala Desa Nglinggo, Dian Raga Berbudi, mengatakan bahwa kegiatan Nyadran ini dilakukan sekali dalam setahun, dan dilaksanakan pada hari Rabu wage yang dihadiri Bapak Bupati di Punden yang ada di Dusun Besuki.

    “Ini pengalaman pertama kali untuk nyadran seperti ini, dan mudah – mudahan acara seperti ini bisa berjalan terus di Tahun – Tahun ke depan, dan saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kelancaran untuk nyadran pada hari ini, semoga semangat nyadran masyarkat bisa nyawiji bersama Kang Marhaen, semoga masyarakat akan lebih toto tentrem gemah ripah loh jinawi” pungkasnya.

    Sri Subekti Sekretaris di Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Nganjuk menyampaikan bahwa hari ini bersamaan dengan acara Bersih Desa di Desa Nglinggo, pihaknya menyerahkan bantuan berupa Kursi Roda untuk disabilitas sejumlah 4 buah.

    “Ini adalah agenda setiap Tahun dari Dinas Sosial, kegiatan untuk penyandang disabilitas dan juga untuk para lansia yang membutuhkan, hari ini 4 Kursi Roda sesuai dengan permintaan Desa Nglinggo, dan mudah – mudahan tidak ada lagi warga disabilitas, jadi untuk menjaga kesehatan itu perlu, utamakan kesehatan dulu, agar masyarakat tidak mengalami disabilitas” himbaunya. (gik)