Nyadran: Tradisi Leluhur yang Masih Hidup di Tengah Masyarakat Nganjuk

Sabtu, 21 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com– Di tengah gempuran modernisasi, masyarakat pedesaan di Kabupaten Nganjuk tetap menjaga warisan budaya leluhur melalui tradisi Nyadran. Upacara adat ini biasanya digelar menjelang bulan Ramadan atau pada bulan Suro, sebagai bentuk doa dan penghormatan kepada arwah leluhur. Tradisi Nyadran juga dilakukan sebagai bentuk syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat dan bentuk rasa syukur yang dirasakan.

Nyadran sendiri juga memiliki makna yang sangat luas, seperti rasa kesyukuran yang dirasakan, mengenang jasa leluhur dan mendoakannya agar mendapatkan ketenangan di alam barzah, memperkuat ikatan sosial dengan bersedekah, serta menjaga keharmonisan antar warga.

Nyadran adalah tradisi bersih desa yang dilakukan dengan cara ziarah kubur, tahlilan, dan kenduri bersama. Masyarakat berkumpul di pemakaman umum desa, membawa makanan dalam tampah, lalu berdoa bersama dipimpin oleh tokoh agama setempat. Setelah doa, makanan tersebut disantap bersama atau dibagikan ke tetangga sebagai bentuk sedekah.

Nyadran sudah dilakukan sejak zaman nenek moyang. Bukan hanya soal makan bersama, tapi juga syukur dan menjaga hubungan serta silahturahmi yang baik antar warga. Dengan adanya momen ini dapat menguatkan rasa gotong royong yang menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Jawa yang memiliki jiwa sosial tinggi.

Pemerintah daerah dan tokoh budaya di Nganjuk turut mendukung pelestarian tradisi ini melalui berbagai kegiatan budaya, termasuk Festival Nyadran yang diadakan di beberapa kecamatan untuk mengedukasi generasi muda. Sehingga tradisi seperti ini harus terus dijaga, karena merupakan kekayaan budaya yang mengandung nilai-nilai spiritual, sosial, kemanusiaan, dan sejarah.

Berita Terkait

Sekretaris BPD dan Tokoh Masyarakat Laporkan Kades ke Kejaksaan, Dugaan Korupsi Dana Desa
Tiga Kasus Sabu Dibongkar Beruntun, Polres Nganjuk Amankan Lima Orang
Menuju Transisi 2027, Siapa 6 Pejabat Nganjuk yang Paling Berpeluang Jadi Sekda Baru?
Kapolres Nganjuk Serahkan Penghargaan kepada 38 Personel Berprestasi di Hari Kesaktian Pancasila
Terekam CCTV Pencurian Gabah Warga di Nganjuk
Pasokan Air Irigasi Menurun, Petani di Nganjuk Terancam Gagal Panen
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, Kang Marhaen Ajak Generasi Muda Teruskan Api Perjuangan
SPMB SMA Kemala Taruna Bhayangkara Tahun Ajaran 2027/2028 Segera Dibuka, 100 Persen Beasiswa

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:24

Sekretaris BPD dan Tokoh Masyarakat Laporkan Kades ke Kejaksaan, Dugaan Korupsi Dana Desa

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:22

Tiga Kasus Sabu Dibongkar Beruntun, Polres Nganjuk Amankan Lima Orang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 11:27

Menuju Transisi 2027, Siapa 6 Pejabat Nganjuk yang Paling Berpeluang Jadi Sekda Baru?

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 08:05

Kapolres Nganjuk Serahkan Penghargaan kepada 38 Personel Berprestasi di Hari Kesaktian Pancasila

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:44

Pasokan Air Irigasi Menurun, Petani di Nganjuk Terancam Gagal Panen

Berita Terbaru