Hidup Sebatang Kara Bersama Kambing Dengan Keadaan Rumah Yang Tidak Layak

Selasa, 19 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mbah Loso, seorang duda berusia 85 tahun, tinggal di Desa Teken Glagahan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Dia menjalani hidup sebatang kara setelah sang istri meninggal dunia beberapa tahun yang lalu.

Sebenarnya, ia memiliki enam orang anak, namun karena mereka tinggal di kota lain, ia harus menjalani hidup sendirian di rumahnya. Untungnya, salah satu anaknya tinggal tidak jauh dari rumahnya sehingga ada yang bisa merawatnya.

Dalam kondisi kekurangan, Mbah Loso terpaksa menempati rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan. Banyak genteng yang sudah jatuh karena kayu usuk dan rengnya sudah lapuk terkikis usia.

Keterbatasan ekonomi membuatnya tidak mampu merenovasi rumah yang memang kondisinya memprihatinkan. Setiap hujan, rumahnya bocor dan ia harus mencari tempat yang tidak bocor untuk tidur, dengan perasaan was-was menghadapi kemungkinan terjadinya musibah. Yang lebih mengenaskan, salah satu kamar rumahnya dijadikan kandang kambing, sehingga setiap hari ia harus hidup bersama kambing.

Karena sudah tua, ia tidak lagi mampu bekerja untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya, sehingga bergantung pada anaknya yang bekerja sebagai tukang becak.

Mbah Loso berharap pemerintah dapat memberikan bantuan untuk merenovasi rumahnya yang sudah rusak parah, sehingga ia tidak lagi khawatir rumahnya akan ambruk.

“perasaan saya, rumah kondisi tidak baik takut roboh, kalau hujan bocor,” ujar Mbah Loso

Lebih lanjut “harapan saya, rumah saya dibenahin, semoga ada donatur ataupun pemerintah turun tangan untuk menmbenahi rumah saya,” pungkasnya

Di belakang rumahnya, kamar mandinya sangat sederhana, bahkan ditutupi spanduk agar tidak terlihat saat mandi.

Sementara itu, Dodik Wicaksono, Kepala Desa Teken Glagahan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah tiga kali mengajukan permohonan bedah rumah ke dinas terkait, namun hingga saat ini belum ada realisasi.

Saat ini mereka sedang berusaha mendapatkan bantuan dari program lain, dan diharapkan tahun ini bisa mendapatkan bantuan bedah rumah.

 

 

 

 

 

Berita Terkait

Aturan Zonasi PPDB 2026, Kubur Impian Siswa Pinggiran Nganjuk Masuk SMP Negeri
Gunakan Dana Non-APBD, Bupati Nganjuk Gerakkan Aksi Bedah Rumah Mbah Pardi Berbek
Terkendala Zonasi, Siswa Sekolah Dasar Lereng Wilis Terancam Gagal Masuk SMP Negeri Idaman
Puji Petani Luar Biasa, Bupati Marhaen : Nganjuk Adalah Penopang Bawang Merah Indonesia
Sineas Muda Nganjuk Unjuk Gigi Lewat Lomba Video Pendek
Kuasa Hukum Sebut Pasutri Pembobol Bank Pelat Merah di Nganjuk Pilih Kooperatif
Kas Bank Pelat Merah Dikuras, Kajari Nganjuk Pastikan Uang Nasabah Aman
Misi Damai di Bumi Anjuk Ladang, Puluhan Biksu Lintas Negara Basuh Lelah di Klenteng Hok Yoe Kiong

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:34

Aturan Zonasi PPDB 2026, Kubur Impian Siswa Pinggiran Nganjuk Masuk SMP Negeri

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:30

Gunakan Dana Non-APBD, Bupati Nganjuk Gerakkan Aksi Bedah Rumah Mbah Pardi Berbek

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:51

Terkendala Zonasi, Siswa Sekolah Dasar Lereng Wilis Terancam Gagal Masuk SMP Negeri Idaman

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:07

Sineas Muda Nganjuk Unjuk Gigi Lewat Lomba Video Pendek

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:06

Kuasa Hukum Sebut Pasutri Pembobol Bank Pelat Merah di Nganjuk Pilih Kooperatif

Berita Terbaru