Nganjuk, KabarNganjuk.com– Pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 yang akan digelar di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026, membawa dampak positif bagi sektor perhotelan di Kabupaten Nganjuk. Ratusan kamar hotel di wilayah ini telah dipesan panitia untuk mengakomodasi peserta muktamar.
Salah satu hotel yang merasakan lonjakan permintaan adalah Hotel Istana di Jalan Gatot Subroto, Kota Nganjuk. Dari total 70 kamar yang tersedia, sebanyak 50 kamar telah dipesan oleh panitia Muktamar NU.
Meski permintaan kamar meningkat, pihak hotel tetap menyisakan sejumlah kamar untuk melayani tamu reguler yang selama ini menjadi pelanggan tetap.
Pemilik Hotel Istana, Bagus Setyo Nugroho, mengatakan pada awalnya panitia Muktamar NU mengajukan pemesanan seluruh kamar hotel. Namun, pihaknya memutuskan untuk tetap menyediakan beberapa kamar bagi pelanggan reguler agar pelayanan kepada tamu setia tetap terjaga.
“Awalnya seluruh kamar memang diminta oleh panitia Muktamar NU. Tetapi kami tetap menyisakan beberapa kamar untuk tamu reguler karena mereka sudah menjadi pelanggan tetap kami. Alhamdulillah, dengan adanya Muktamar NU ini, okupansi hotel meningkat dan omset kami naik lebih dari 50 persen,” ujar Bagus.
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Nganjuk, Yudi Mardigdo, menyebutkan bahwa lebih dari 400 kamar dari 15 hotel anggota PHRI telah dipesan oleh panitia Muktamar NU.
Menurutnya, panitia tidak menetapkan kriteria khusus dalam memilih hotel. Seluruh pemesanan dilakukan dengan tarif normal sebagaimana harga pada hari biasa.
“Lebih dari 400 kamar dari 15 hotel anggota PHRI di Kabupaten Nganjuk sudah dipesan panitia Muktamar NU. Pemesanan dilakukan tanpa standar hotel tertentu dan menggunakan tarif normal seperti hari-hari biasa. Ini tentu menjadi berkah bagi pelaku usaha perhotelan di Nganjuk,” kata Yudi.
Ia berharap pelaksanaan Muktamar NU tidak hanya memberikan dampak positif bagi sektor perhotelan, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian daerah melalui meningkatnya aktivitas usaha di berbagai sektor pendukung lainnya.





