Diduga Karena Kecerobohan Kontraktor, Badan Jalan Amblas, Ekonomi Lumpuh

Senin, 12 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com – Diduga tidak menguasai teknik pengerjaan jembatan dan tidak mempertimbangkan metode kerja, Kontraktor di Nganjuk diprotes warga dan dituntut ganti rugi pada Senin (12/8/2024).

 

Hal itu terjadi pada pengerjaan jembatan Desa Kecubung yang menghubungkan Kecamatan Sukomoro dan Kecamatan Pace, salah satu warga terdampak Sahrur Cahya Rahmadhan, menganggap kontraktor tersebut tidak qualified, karena itu menurutnya, harus ada evalusi pihak yang berwajib, yakni stakeholder yang menangani dalam hal ini PUPR bahkan mungkin bisa saja APH bisa dilibatkan, karena kontraktor ini diduga merugikan masyarakat khususnya warga terdampak dan masyarakat umum pengguna jalan alternatif Kediri-Nganjuk.

 

Warga terdampak menuntut kompensasi atas bangunan yang bisa saja ikut amblas mengingat jarak amblasnya jembatan dengan bangunan rumah warga hanya berjarak kurang dari 10 meter. Mereka memberi batas waktu satu minggu/ tujuh hari kerja, apabila tidak diindahkan oleh kontraktor warga akan kembali memprotes.

Sahrur Cahya Rahmadhan, Warga Desa Kecubung

Kepada KabarNganjuk.com Sahrur menambahkan lebih lanjut, “Ini menjadi pembelajaran bagi kita semua, Dinas PUPR harus lebih teliti dalam mengevaluasi kontraktor, compro yang tertuang dalam e-catalog harus yang benar-benar qualified”, ucap Sahrur.

 

Kabid Bina Marga, Onny Supriyono

Dinas PUPR pun tidak tinggal diam, Kabid Bina Marga, Onny Supriyono, melakukan sidak turun ke lapangan melihat langsung kondisi badan jalan yang amblas. Dirinya memberikan statement kepada KabarNganjuk.com, bahwa, “Ambrolnya ini terkait galian pondasi yang memang kedalamannya kita rencanakan masuk lebih dalam dari dasar sungai, jadi kemiringan dari area longsor itu memang diperlukan. Rencananya kemiringan sekitar lima meter”. Ucap Onny.

 

Lebih lanjut, Onny menjelaskan bahwa, “Sebetulnya kemarin kita sudah berkoordinasi dengan forum lalu lintas untuk melakukan penutupan jalan Kecubung-Pace ini dengan harapan ketika dikerjakan, pondasi tersebut tidak mengalami getaran ketika dilewati kendaraan roda besar. Namun, ternyata jalan tersebut tidak ditutup dan akhirnya banyak kendaraan yang lalu-lalang sehingga menyebabkan getaran-getaran yang mengakibatkan semakin cepat runtuhnya badan jalan”, tegas Onny.

Berita Terkait

Aturan Zonasi PPDB 2026, Kubur Impian Siswa Pinggiran Nganjuk Masuk SMP Negeri
Gunakan Dana Non-APBD, Bupati Nganjuk Gerakkan Aksi Bedah Rumah Mbah Pardi Berbek
Terkendala Zonasi, Siswa Sekolah Dasar Lereng Wilis Terancam Gagal Masuk SMP Negeri Idaman
Puji Petani Luar Biasa, Bupati Marhaen : Nganjuk Adalah Penopang Bawang Merah Indonesia
Sineas Muda Nganjuk Unjuk Gigi Lewat Lomba Video Pendek
Kuasa Hukum Sebut Pasutri Pembobol Bank Pelat Merah di Nganjuk Pilih Kooperatif
Kas Bank Pelat Merah Dikuras, Kajari Nganjuk Pastikan Uang Nasabah Aman
Misi Damai di Bumi Anjuk Ladang, Puluhan Biksu Lintas Negara Basuh Lelah di Klenteng Hok Yoe Kiong

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:34

Aturan Zonasi PPDB 2026, Kubur Impian Siswa Pinggiran Nganjuk Masuk SMP Negeri

Sabtu, 23 Mei 2026 - 23:30

Gunakan Dana Non-APBD, Bupati Nganjuk Gerakkan Aksi Bedah Rumah Mbah Pardi Berbek

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:51

Terkendala Zonasi, Siswa Sekolah Dasar Lereng Wilis Terancam Gagal Masuk SMP Negeri Idaman

Sabtu, 23 Mei 2026 - 11:07

Sineas Muda Nganjuk Unjuk Gigi Lewat Lomba Video Pendek

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:06

Kuasa Hukum Sebut Pasutri Pembobol Bank Pelat Merah di Nganjuk Pilih Kooperatif

Berita Terbaru