Nganjuk, KabarNganjuk.com- Kuliner khas Nganjuk, asem-asem kambing, menjadi salah satu hidangan legendaris yang hingga kini masih banyak digemari masyarakat.
Hidangan ini disajikan bersama nasi putih hangat dengan potongan daging kambing yang empuk. Menggunakan bahan daging serta balungan kambing, masakan ini diolah dengan bumbu khas yang menghasilkan cita rasa manis dan asam, sehingga sangat menggugah selera.
Salah satu penikmat kuliner, Bagus Jati, yang datang bersama empat rekannya, mengaku sangat menyukai hidangan tersebut. Ia bahkan sering menyempatkan waktu untuk berkunjung ke Warung Bu Jum yang berada di Kelurahan Cangkringan, Kecamatan Nganjuk, Jawa Timur.
“Saya kalau ada waktu luang pasti ke sini, karena asem-asem kambing ini memang favorit saya. Rasanya enak dan bikin ketagihan,” ujar Bagus Jati.
Sementara itu, Jumirah selaku pemilik Warung Asem-Asem Kambing menjelaskan bahwa usaha yang dijalaninya merupakan warisan dari orang tuanya yang juga dahulu berjualan di Pasar Wage Nganjuk.
Dalam satu kali proses memasak, ia bisa menghabiskan hingga 17 ekor kambing. Bahkan saat ini, ia juga tengah menyiapkan menu asem-asem kaki kambing dengan bahan sekitar 60 kaki kambing yang siap diolah.
“Usaha ini saya lanjutkan dari orang tua. Kalau masak biasa bisa sampai 17 kepala kambing. Sekarang saya juga sedang menyiapkan asem-asem kaki kambing dengan sekitar 60 kaki kambing,” ujar Jumirah.
Sebagai kuliner khas daerah, asem-asem kambing tidak hanya dapat ditemukan di wilayah Kota Nganjuk, tetapi juga dijajakan di beberapa kecamatan lain seperti Ngluyu dan Kuncir Ngetos, dengan cita rasa dan kekhasan yang berbeda di setiap daerah.





