Jalan Penghubung Antar Kecamatan Di Nganjuk Rusak Parah Meski Baru Dua Bulan

Kamis, 9 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com – Ruas jalan penghubung antara Kecamatan Lengkong dan Kecamatan Patianrowo di Desa Kedungmlaten, Kabupaten Nganjuk, mengalami kerusakan parah meski baru selesai dibangun sekitar dua bulan lalu.

Jalan dengan konstruksi rigit beton tersebut dilaporkan ambles hingga menyebabkan cor beton patah. Proyek yang dibiayai dari APBD Kabupaten Nganjuk dengan nilai lebih dari Rp237 juta itu sebelumnya dikerjakan pada akhir tahun 2025, namun pada Februari 2026 sudah mengalami kerusakan serius.

Akibat kondisi tersebut, kendaraan roda empat tidak dapat melintas. Sementara pengendara roda dua harus ekstra berhati-hati karena kondisi jalan yang miring dan cukup curam, sehingga berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Kerusakan ini diduga disebabkan oleh faktor konstruksi yang kurang tepat. Meski menggunakan material beton yang kuat, struktur jalan dinilai tidak didukung dengan pondasi yang memadai, seperti penggunaan pasak bumi dan blandar beton. Kondisi tanah di lokasi yang cenderung bergerak ke arah sungai di sisi jalan juga memperparah kerusakan.

Salah satu warga setempat, Sumadi, mengungkapkan bahwa kerusakan mulai terlihat sejak Februari. Ia menyebut kondisi jalan yang miring kerap memicu kecelakaan bagi pengguna jalan.

“Mulai longsornya ya dari bulan puasa kemaren, bulan Februari 2026. pondasinya nggak kuat ini karena nggak ditopang pakai pasak bumi sama blandar beton. buat kondisi jalannya ya jelas membahayakan wong sering ada orang yang jatuh kok,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan dengan metode konstruksi yang lebih tepat, termasuk memperkuat struktur penahan agar jalan tidak kembali ambles di kemudian hari.

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi Kabar Nganjuk

Berita Terkait

Asal-usul Desa Lengkong Nganjuk: Kisah Senopati Kisopati yang Diselamatkan Kawanan Lele
Gebyar Muharram Baznas Nganjuk, Pemkab Nganjuk Serahkan Bantuan Bagi Anak Yatim dan Kaum Dhuafa
Edarkan “Paket Hemat” Sabu, Terduga Pengedar Ditangkap Polres Nganjuk: Dinilai Lebih Berbahaya karena Menjangkau Lebih Banyak Pemakai
Polres Nganjuk Tandai Operasional Gedung BPKB Baru dengan Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim
Aksi Heroik Bhabinkamtibmas Polsek Bagor Selamatkan Bayi Korban Kecelakaan Bus di Nganjuk, Tuai Pujian Warganet
Sambut 120 Mahasiswa KKN UMSurabaya, Kang Marhaen Ajak Gali Potensi dan Bangun Desa di Nganjuk
Kasus Dugaan Korupsi Bendungan Margopatut: Sekda Nganjuk Diperiksa 8 Jam di Kejari
Sekda Nganjuk Penuhi Panggilan Kejaksaan, Diduga Dimintai Keterangan Terkait Bendungan Margopatut

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 08:41

Asal-usul Desa Lengkong Nganjuk: Kisah Senopati Kisopati yang Diselamatkan Kawanan Lele

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:50

Gebyar Muharram Baznas Nganjuk, Pemkab Nganjuk Serahkan Bantuan Bagi Anak Yatim dan Kaum Dhuafa

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:03

Edarkan “Paket Hemat” Sabu, Terduga Pengedar Ditangkap Polres Nganjuk: Dinilai Lebih Berbahaya karena Menjangkau Lebih Banyak Pemakai

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:36

Polres Nganjuk Tandai Operasional Gedung BPKB Baru dengan Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:59

Aksi Heroik Bhabinkamtibmas Polsek Bagor Selamatkan Bayi Korban Kecelakaan Bus di Nganjuk, Tuai Pujian Warganet

Berita Terbaru