Mushola Terapung Pertama di Nganjuk, Perpaduan Ibadah dan Wisata Religi

Selasa, 16 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com – Sebuah mushola terapung berdiri di Desa Sambirejo, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Mushola yang dibangun di atas lahan rawa dengan ukuran 6 x 10 meter ini menjadi mushola terapung pertama di Kabupaten Nganjuk.

Mushola tersebut dibangun di atas tanah wakaf milik Alwi Musthofa. Awalnya, lahan rawa tersebut dibeli untuk dijadikan area pertanian. Namun karena kondisi tanah yang tidak memungkinkan untuk diolah, lahan tersebut akhirnya diwakafkan dan dimanfaatkan untuk pembangunan mushola.

Melihat kondisi tanah yang selalu tergenang air, pengelola memilih konsep bangunan di atas air agar mushola tetap dapat digunakan secara aman dan berkelanjutan. Mushola ini berada di kawasan persawahan sehingga jamaah masih terbatas.

Untuk memakmurkan mushola, pengurus juga membangun area pemancingan di sekitar lokasi. Keberadaan kolam pemancingan ini diharapkan dapat menarik masyarakat sekaligus memudahkan para pemancing melaksanakan ibadah saat waktu salat tiba.

Selain mushola, pengelola mulai membangun pondok serta menggelar kegiatan pengajian rutin. Ke depan, mushola terapung ini direncanakan akan dikembangkan lebih luas dengan seluruh bangunan tetap berada di atas air. Saat ini masih tersedia sekitar 3.000 meter persegi lahan rawa yang telah diwakafkan.

Alwi Musthofa selaku pengelola mushola berharap pengembangan kawasan ini dapat berjalan dengan baik. Ia juga menyayangkan kondisi akses jalan menuju lokasi yang masih rusak dan berupa tanah liat, sehingga licin dan sulit dilalui saat musim hujan. (red)

Berita Terkait

Asal-usul Desa Lengkong Nganjuk: Kisah Senopati Kisopati yang Diselamatkan Kawanan Lele
Gebyar Muharram Baznas Nganjuk, Pemkab Nganjuk Serahkan Bantuan Bagi Anak Yatim dan Kaum Dhuafa
Edarkan “Paket Hemat” Sabu, Terduga Pengedar Ditangkap Polres Nganjuk: Dinilai Lebih Berbahaya karena Menjangkau Lebih Banyak Pemakai
Polres Nganjuk Tandai Operasional Gedung BPKB Baru dengan Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim
Aksi Heroik Bhabinkamtibmas Polsek Bagor Selamatkan Bayi Korban Kecelakaan Bus di Nganjuk, Tuai Pujian Warganet
Sambut 120 Mahasiswa KKN UMSurabaya, Kang Marhaen Ajak Gali Potensi dan Bangun Desa di Nganjuk
Kasus Dugaan Korupsi Bendungan Margopatut: Sekda Nganjuk Diperiksa 8 Jam di Kejari
Sekda Nganjuk Penuhi Panggilan Kejaksaan, Diduga Dimintai Keterangan Terkait Bendungan Margopatut

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 08:41

Asal-usul Desa Lengkong Nganjuk: Kisah Senopati Kisopati yang Diselamatkan Kawanan Lele

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:50

Gebyar Muharram Baznas Nganjuk, Pemkab Nganjuk Serahkan Bantuan Bagi Anak Yatim dan Kaum Dhuafa

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:03

Edarkan “Paket Hemat” Sabu, Terduga Pengedar Ditangkap Polres Nganjuk: Dinilai Lebih Berbahaya karena Menjangkau Lebih Banyak Pemakai

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:36

Polres Nganjuk Tandai Operasional Gedung BPKB Baru dengan Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:36

Sambut 120 Mahasiswa KKN UMSurabaya, Kang Marhaen Ajak Gali Potensi dan Bangun Desa di Nganjuk

Berita Terbaru