NGANJUK, KabarNganjuk.com– Seorang guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Nganjuk, Suaidi (54), dikabarkan meninggal dunia setelah sebelumnya tak sadarkan diri usai diduga terlibat cekcok dengan seorang siswa di lingkungan sekolah.
Suaidi merupakan guru mata pelajaran Geografi di MAN 3 Nganjuk yang berada di Desa Sanggrahan, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.
Peristiwa tersebut bermula saat Suaidi berada di dalam toilet sekolah untuk buang air kecil. Saat itu, pintu toilet diduga digedor-gedor oleh sejumlah siswa. Disebutkan, terdapat sekitar empat siswa yang berada di lokasi dan menggedor pintu toilet.
Merasa terganggu, Suaidi kemudian mencari siswa yang diduga menggedor pintu tersebut. Salah satu siswa yang diketahui adalah F, siswa kelas 11.
Saat bertemu F, Suaidi diduga hendak menjelek telinga siswa tersebut sebagai bentuk teguran. Namun, tangan Suaidi diduga dipukul hingga membuatnya hampir terjatuh.
Teman guru yang lain kemudian memberikan pertolongan. Suaidi didudukkan di teras sekolah dan diberi minum.
Selang beberapa saat, Suaidi disebut hendak kembali mengajar. Namun, saat menaiki tangga teras, ia merasa pusing dan kemudian duduk di kursi untuk menenangkan diri.
Kondisinya kemudian semakin memburuk. Suaidi disebut mengalami muntah-muntah hingga akhirnya tidak sadarkan diri. Pihak sekolah kemudian membawanya ke puskesmas terdekat.
Karena kondisinya mengkhawatirkan, Suaidi kemudian dirujuk ke RS Muhammadiyah Kediri untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.
Humas MAN 3 Nganjuk, Mohammad Ikwanus Sofa, mengatakan Suaidi dibawa ke puskesmas pada Selasa (1/9/2026) sebelum kemudian menjalani perawatan di rumah sakit.
“Dibawa ke puskesmas pada Selasa, 1 September 2026. Karena kondisinya mengkhawatirkan, kemudian dirujuk ke RS Muhammadiyah Kediri. Setelah menjalani perawatan selama empat hari, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu, 5 September 2026,” ujar Mohammad Ikwanus Sofa.
Pihak sekolah juga memastikan tidak ada pengeroyokan dalam kejadian tersebut. Sementara berdasarkan keterangan pihak keluarga, Suaidi diduga meninggal dunia karena hipertensi.
Atas kejadian tersebut, pihak sekolah telah melaporkannya ke Polsek Prambon dan Polres Nganjuk. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan oleh polisi untuk mengetahui lebih lanjut kronologi kejadian.
Hingga berita ini ditulis, proses penanganan dan pendalaman terkait kejadian tersebut masih dilakukan oleh pihak kepolisian.





