Usai Diduga Cekcok dengan Murid, Seorang Guru MAN 3 Nganjuk Tak Sadarkan Diri dan Meninggal Dunia

Selasa, 8 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NGANJUK, KabarNganjuk.com– Seorang guru Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Nganjuk, Suaidi (54), dikabarkan meninggal dunia setelah sebelumnya tak sadarkan diri usai diduga terlibat cekcok dengan seorang siswa di lingkungan sekolah.

Suaidi merupakan guru mata pelajaran Geografi di MAN 3 Nganjuk yang berada di Desa Sanggrahan, Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Peristiwa tersebut bermula saat Suaidi berada di dalam toilet sekolah untuk buang air kecil. Saat itu, pintu toilet diduga digedor-gedor oleh sejumlah siswa. Disebutkan, terdapat sekitar empat siswa yang berada di lokasi dan menggedor pintu toilet.

Merasa terganggu, Suaidi kemudian mencari siswa yang diduga menggedor pintu tersebut. Salah satu siswa yang diketahui adalah F, siswa kelas 11.

Saat bertemu F, Suaidi diduga hendak menjelek telinga siswa tersebut sebagai bentuk teguran. Namun, tangan Suaidi diduga dipukul hingga membuatnya hampir terjatuh.

Teman guru yang lain kemudian memberikan pertolongan. Suaidi didudukkan di teras sekolah dan diberi minum.

Selang beberapa saat, Suaidi disebut hendak kembali mengajar. Namun, saat menaiki tangga teras, ia merasa pusing dan kemudian duduk di kursi untuk menenangkan diri.

Kondisinya kemudian semakin memburuk. Suaidi disebut mengalami muntah-muntah hingga akhirnya tidak sadarkan diri. Pihak sekolah kemudian membawanya ke puskesmas terdekat.

Karena kondisinya mengkhawatirkan, Suaidi kemudian dirujuk ke RS Muhammadiyah Kediri untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Humas MAN 3 Nganjuk, Mohammad Ikwanus Sofa, mengatakan Suaidi dibawa ke puskesmas pada Selasa (1/9/2026) sebelum kemudian menjalani perawatan di rumah sakit.

“Dibawa ke puskesmas pada Selasa, 1 September 2026. Karena kondisinya mengkhawatirkan, kemudian dirujuk ke RS Muhammadiyah Kediri. Setelah menjalani perawatan selama empat hari, dikabarkan meninggal dunia pada Sabtu, 5 September 2026,” ujar Mohammad Ikwanus Sofa.

Pihak sekolah juga memastikan tidak ada pengeroyokan dalam kejadian tersebut. Sementara berdasarkan keterangan pihak keluarga, Suaidi diduga meninggal dunia karena hipertensi.

Atas kejadian tersebut, pihak sekolah telah melaporkannya ke Polsek Prambon dan Polres Nganjuk. Sejumlah saksi juga telah dimintai keterangan oleh polisi untuk mengetahui lebih lanjut kronologi kejadian.

Hingga berita ini ditulis, proses penanganan dan pendalaman terkait kejadian tersebut masih dilakukan oleh pihak kepolisian.

Berita Terkait

Memasuki Babak Baru, DPRD Nganjuk Bedah Raperda Perubahan APBD 2026 Lewat Pandangan Fraksi
Dugaan Keracunan MBG di Nganjuk, Pengamat Sosial Minta Proses Hukum Berjalan
Dugaan Keracunan Massal MBG SMAN 3 Nganjuk Berpeluang Diseret ke Ranah Pidana dan Perdata
Jaringan Pil Dobel L Dibongkar, Dua Pengedar Diamankan di Nganjuk dan Bojonegoro
Bicara Persatuan dan Masa Depan Organisasi, GMNI Jatim Gelar Konferda di Pendapa Nganjuk
Diiming-imingi Uang Rp5 Ribu, Bocah 2,4 Tahun Diduga Dicabuli Tetangga di Loceret Nganjuk
Satu Jaringan Sabu dan Pil Dobel L Terbongkar, Tiga Orang Diamankan Polres Nganjuk
Korban Diduga Keracunan MBG di Nganjuk Capai 127 Siswa, Bupati Marhaen Jenguk Korban

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 20:25

Usai Diduga Cekcok dengan Murid, Seorang Guru MAN 3 Nganjuk Tak Sadarkan Diri dan Meninggal Dunia

Selasa, 8 September 2026 - 16:42

Memasuki Babak Baru, DPRD Nganjuk Bedah Raperda Perubahan APBD 2026 Lewat Pandangan Fraksi

Selasa, 8 September 2026 - 08:38

Dugaan Keracunan MBG di Nganjuk, Pengamat Sosial Minta Proses Hukum Berjalan

Sabtu, 5 September 2026 - 21:05

Dugaan Keracunan Massal MBG SMAN 3 Nganjuk Berpeluang Diseret ke Ranah Pidana dan Perdata

Sabtu, 5 September 2026 - 10:04

Jaringan Pil Dobel L Dibongkar, Dua Pengedar Diamankan di Nganjuk dan Bojonegoro

Berita Terbaru