Dugaan Keracunan MBG di Nganjuk, Pengamat Sosial Minta Proses Hukum Berjalan

Selasa, 8 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NGANJUK, KabarNganjuk.com – Pasca ratusan siswa SMAN 3 Nganjuk dan belasan siswa SLB Shanti Kosala Begadung, Kota Nganjuk, diduga mengalami keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disajikan SPPG Begadung 2, hingga saat ini sekolah tersebut belum kembali menerima program MBG.

SPPG Begadung 2 ditutup oleh Badan Gizi Nasional (BGN) pascainsiden dugaan keracunan yang dialami para siswa.

Bahkan, menurut seorang guru SLB Santi Kosala Begadung, sejumlah murid masih terlihat mengalami trauma karena banyak teman mereka diduga mengalami keracunan. Meski demikian, saat ini seluruh siswa yang diduga mengalami keracunan sudah dapat kembali masuk sekolah.

Pengamat sosial Subagyo mengatakan, makanan yang disajikan SPPG Begadung 2 saat kejadian berupa nasi goreng. Ia juga menyoroti acar yang diberikan bersama makanan tersebut.

Menurut Subagyo, nasi goreng dan nasi kuning diduga tidak boleh disajikan sesuai SOP. Selain itu, acar yang diberikan mengandung asam cuka yang diduga menimbulkan mikroba sehingga menyebabkan mual dan muntah.

Subagyo menilai pemerintah daerah dan aparat penegak hukum (APH) seharusnya tidak hanya memberikan sanksi suspend kepada SPPG, tetapi juga mengusut dugaan tindak pidana agar kejadian serupa tidak terjadi pada SPPG lainnya.

“Seharusnya pemerintah daerah dan APH tidak hanya memberikan sanksi suspend, agar kejadian serupa tidak terjadi pada SPPG yang lain, tetapi juga mengusut dugaan tindak pidananya,” ujar Subagyo.

Ia juga menambahkan, pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG di Nganjuk perlu diperkuat. Menurutnya, saat ini belum ada pengawas, BPOM, maupun ahli pangan.

Subagyo berharap proses hukum tetap berjalan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan menimpa siswa penerima program MBG lainnya.

Berita Terkait

Meski Mendapat Penolakan Warga, Pemilihan Perwakilan Dusun Sumber Waru Tetap Berjalan
Tingkatkan Kompetensi Bendahara KDMP, 135 Peserta Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi di Nganjuk
Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Polres Nganjuk Gelar Tes Urine Mendadak di Tempat Hiburan Malam
Truk Box Oleng di Desa Mungkung, Dua Orang di Honda Vario Mengalami Luka
Mesin Diesel untuk Pertanian Raib di Pace, Terduga Pelaku Diamankan Polisi
Diduga Sopir Mengantuk, Truk Bermuatan Bir Tabrak Motor, Mobil, dan Dua Rumah di Loceret, Dua Orang Tewas
Lantik 103 Pejabat, Bupati Nganjuk Tekankan Kinerja dan Peningkatan Pelayanan Publik
Dua Pengungkapan Sabu di Nganjuk Tiga Orang Diamankan, Kini Polisi Buru Pemasok

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 10:07

Meski Mendapat Penolakan Warga, Pemilihan Perwakilan Dusun Sumber Waru Tetap Berjalan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 08:20

Tingkatkan Kompetensi Bendahara KDMP, 135 Peserta Ikuti Pelatihan dan Sertifikasi di Nganjuk

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 07:42

Cegah Penyalahgunaan Narkoba, Polres Nganjuk Gelar Tes Urine Mendadak di Tempat Hiburan Malam

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:11

Truk Box Oleng di Desa Mungkung, Dua Orang di Honda Vario Mengalami Luka

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:39

Mesin Diesel untuk Pertanian Raib di Pace, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Berita Terbaru