Perjalanan Spiritual 58 Bhante Jalan Kaki dari Bali Singgah di Klenteng Hok Yoe Kiong Nganjuk

Kamis, 21 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com – Suasana penuh kehangatan dan toleransi beragama tersaji di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Sebanyak 58 Bhante atau biksu dari berbagai negara di Asia Tenggara, mulai dari Malaysia, Thailand, Laos, hingga Indonesia, singgah di Klenteng Hok Yoe Kiong Nganjuk dalam rangkaian aksi jalan kaki dari Bali menuju Magelang.

​Perjalanan religius yang mengusung misi perdamaian bertajuk “Indonesia Walk for Peace” ini disambut meriah oleh berbagai elemen masyarakat lintas agama. Kehadiran para Bhante menjadi bukti nyata bahwa semangat Kebhinekaan masih tertanam kuat di hati masyarakat Nganjuk.

​Setibanya di Klenteng Hok Yoe Kiong, para Bhante langsung disambut hangat oleh warga dari berbagai kalangan. Sebagai bentuk penghormatan dan bakti, warga pun bergotong-royong membasuh kaki para Bhante hingga bersih setelah menempuh perjalanan jauh. Setelah itu, ritual dilanjutkan dengan prosesi para biksu yang menaburkan air suci untuk membersihkan diri para pengunjung serta area klenteng.

​Ketua Panitia Indonesia Walk for Peace, Roy Sugiarto, menjelaskan bahwa saat ini formasi lengkap 58 Bhante tengah beristirahat di Klenteng Hok Yoe Kiong. Menurut rencana, besok pagi mereka akan melanjutkan perjalanan menuju Magelang dan dilepas langsung oleh Bupati Nganjuk di Pendopo KRT Sosrokoesumo.

​Pihak panitia juga memastikan kondisi fisik para biksu tetap terjaga. “Kami telah menyiapkan tim medis khusus untuk merawat kesehatan para Bhante, karena selama di perjalanan tadi sempat ada yang kakinya terkena paku,” ujar Roy Sugiarto.

​Tidak hanya singgah, para Bhante juga membimbing para hadirin yang datang untuk melakukan meditasi bersama dengan cara agama Buddha. Menariknya, kegiatan ini diikuti oleh masyarakat dari berbagai latar belakang agama yang berbeda.

​Salah satu peserta meditasi yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Porabudpar Nganjuk, Gunawan Widhagdo, mengaku sangat menikmati momen tersebut. Sebagai seorang muslim, ia tetap mengikuti prosesi meditasi namun dengan cara dan doa sesuai keyakinan Islam yang dianutnya.

​”Selesai mengikuti meditasi, rasanya badan menjadi segar kembali dan pikiran terasa tenang seperti kembali ke fitrah,” ungkap Gunawan Widhagdo.

​Melalui momen kedatangan para Bhante ini, Kabupaten Nganjuk kembali membuktikan diri sebagai daerah yang ramah, aman, dan penuh dengan kedamaian di tengah keberagaman suku maupun agama.

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi Kabar Nganjuk

Berita Terkait

Peringati Hari Kebangkitan Nasional ke-118, Pemkab Nganjuk Gelar Upacara dan Ziarah Doa di Taman Makam Pahlawan
739 Jamaah Haji Nganjuk Diberangkatkan ke Tanah Suci dalam Tiga Kloter
Paripurna DPRD Nganjuk Tetapkan Raperda Desa, Pilkades Ditargetkan Awal Tahun 2027
Tradisi Manten Tebu Tandai Dimulainya Musim Giling Pabrik Gula Lestari Nganjuk
Kejari Nganjuk Geledah Bank Jatim Cabang Nganjuk Terkait Dugaan Korupsi Penggelapan Dalam Jabatan
Kasus Dugaan Pemalsuan Identitas Perceraian Guru ASN di Nganjuk Ditangani Inspektoran
Kelurahan Jatirejo Gelar Pelatihan Kreasi Pangan Lokal, Dorong Inovasi Menu Sehat dan Pencegahan Stunting
Ledakan Mercon Rakitan di Nganjuk Hancurkan Rumah, Perakit Alami Luka Bakar 90 Persen

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:08

Peringati Hari Kebangkitan Nasional ke-118, Pemkab Nganjuk Gelar Upacara dan Ziarah Doa di Taman Makam Pahlawan

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:03

Perjalanan Spiritual 58 Bhante Jalan Kaki dari Bali Singgah di Klenteng Hok Yoe Kiong Nganjuk

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:42

739 Jamaah Haji Nganjuk Diberangkatkan ke Tanah Suci dalam Tiga Kloter

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:24

Paripurna DPRD Nganjuk Tetapkan Raperda Desa, Pilkades Ditargetkan Awal Tahun 2027

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:34

Tradisi Manten Tebu Tandai Dimulainya Musim Giling Pabrik Gula Lestari Nganjuk

Berita Terbaru