Ekskavasi Fosil Gajah Purba Hari Kedelapan Terkendala Hujan Deras

Rabu, 22 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.Com – Ekskavasi gajah purba jenis Stegodon yang diperkirakan berusia sekitar 800 ribu tahun di kawasan Hutan Tritik, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, mengalami kendala akibat hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut pada hari kedelapan kegiatan. Cuaca ekstrem membuat proses penggalian harus dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menghindari kerusakan pada fosil.

Hujan yang mengguyur kawasan ekskavasi menyebabkan tanah menjadi becek dan licin, sehingga memperlambat kinerja para tim ahli. Material fosil yang sudah terekspos dikhawatirkan rusak apabila terkena air, sehingga tim ekskavator mengambil langkah cepat dengan membungkus bagian fosil menggunakan plastik pelindung.

Selain dibungkus plastik, bagian fosil juga dijauhkan dari genangan air untuk mencegah pelapukan. Sebagian hasil ekskavasi yang sudah berhasil diangkat telah dievakuasi ke Museum Anjuk Ladang Nganjuk guna mengamankan temuan bersejarah tersebut dari kemungkinan kerusakan akibat kondisi cuaca.

Ketua Tim Ekskavasi, Unggul Prasetyo Wibowo, menjelaskan bahwa tantangan utama dalam proses ini adalah kondisi cuaca yang tidak menentu. Ia menegaskan bahwa setiap kali hujan turun, tim harus segera mengamankan hasil ekskavasi agar tidak rusak. Meskipun begitu, proses penggalian tetap berjalan dengan penuh kehati-hatian hingga sebagian besar bagian tubuh Stegodon berhasil diekskavasi.

“Cuaca menjadi kendala utama. Saat hujan, kami harus menghentikan pekerjaan sejenak dan mengamankan temuan agar tidak rusak,” ujar Unggul Prasetyo Wibowo. Ia menambahkan bahwa tulang belakang dan beberapa bagian tubuh Stegodon kini telah berhasil diangkat dan akan segera diamankan di museum.

Sementara itu, Wakil Bupati Nganjuk, Tri Handy Cahyo Saputro, menyampaikan bahwa temuan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Nganjuk. Pemerintah daerah berkomitmen untuk menjaga dan memamerkan hasil ekskavasi ini sebagai bukti kekayaan sejarah alam di wilayahnya. Ia menegaskan bahwa museum daerah telah disiapkan sebagai tempat penyimpanan fosil purba tersebut.

“Pemerintah Kabupaten Nganjuk akan menempatkan hasil ekskavasi ini di museum agar masyarakat dapat mengenal warisan sejarah di daerahnya. Nantinya juga akan dibuatkan replika Stegodon agar masyarakat bisa mengetahui bentuk aslinya,” ungkap Tri Handy Cahyo Saputro.

Berita Terkait

Musrenbang RKPD 2027 Di Kabupaten Nganjuk, Tampung 3687 Usulan Dari Berbagai Bidang
Sambut Lebaran, Pemprov Jatim Gelontorkan 250 Drum Aspal untuk Perbaikan Jalan di Nganjuk
Pelaku Pencurian Laptop di Prambon Diamankan Polisi Setelah Korban Pergoki Aksinya
Gelar SIM Ramadan di Pujahito, Satlantas Nganjuk Beri Layanan Perpanjangan SIM Sambil Berbagi Takjil
Kapolres Nganjuk Pantau Pengamanan Buka Bersama 10 Ribu Warga di Alun-Alun
Sengketa Rumah Donokerto Surabaya, Advokat Peradin Raih Kemenangan Pidana dan Perdata
Warga Gampeng Ngluyu Ditemukan Tewas Tergantung, Diduga Frustasi Sakit Menahun
Agenda Rutin Santunan Anak Yatim, Ini Harapan Sutrisno

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:24

Musrenbang RKPD 2027 Di Kabupaten Nganjuk, Tampung 3687 Usulan Dari Berbagai Bidang

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:50

Sambut Lebaran, Pemprov Jatim Gelontorkan 250 Drum Aspal untuk Perbaikan Jalan di Nganjuk

Senin, 9 Maret 2026 - 15:59

Pelaku Pencurian Laptop di Prambon Diamankan Polisi Setelah Korban Pergoki Aksinya

Senin, 9 Maret 2026 - 15:54

Gelar SIM Ramadan di Pujahito, Satlantas Nganjuk Beri Layanan Perpanjangan SIM Sambil Berbagi Takjil

Senin, 9 Maret 2026 - 13:59

Kapolres Nganjuk Pantau Pengamanan Buka Bersama 10 Ribu Warga di Alun-Alun

Berita Terbaru