Sentuhan Tulus Peternak Pemula Nganjuk, Ubah Sapi Kurus & Sensitif Jadi Kurban RI 1

Selasa, 26 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com – Menjadi peternak pemula tentu memberikan tantangan tersendiri, terlebih saat harus menghadapi karakteristik hewan ternak yang unik.

Hal inilah yang dirasakan oleh Jovan Pratama, seorang peternak sapi asal Dusun Tegal Rejo, Desa Bukur, Kecamatan Patianrowo, Nganjuk.

Di antara sekian banyak peliharaannya, ada satu sapi berusia 1,5 tahun yang memiliki karakter paling manja sekaligus gampang stres.

“Susahnya menurut saya sapi ini gampang stres,” ujar Jovan saat ditemui di kandang sapi Jin Chuan Farm miliknya, Senin (25/5/2026) sore.

Meski sempat dibuat pusing dengan tingkah laku sang sapi yang pemilih dan sensitif terhadap perubahan pakan, kerja keras Jovan kini membuahkan hasil yang di luar ekspektasi.

Sapi yang dulunya dibeli dalam kondisi memprihatinkan tersebut, sekarang telah bertransformasi menjadi sapi yang sehat dan berbadan besar, hingga akhirnya dibeli oleh Presiden Prabowo Subianto untuk kurban di Masjid Nurul Huda Warujayeng.

“Bahkan sapi ini manja loh. Kalau nyombor (memberi minum) bak-nya harus ditaruh di atas ini, kalau ditaruh di bawah dia nggak mau. Jadi harus dipegangin sama yang punya,” tuturnya sambil tersenyum mengingat keunikan sang sapi.

Selain faktor kedekatan dan ketelatenan dalam memahami karakter hewan, kunci sukses Jovan dalam menjaga kesehatan ternaknya adalah kedisiplinan dalam menjaga kebersihan kandang.

Di tengah ancaman berbagai penyakit ternak yang merebak, peternak muda ini memiliki trik khusus agar sapinya tetap prima dan terhindar dari virus berbahaya.

“Kalau adanya wabah, kayak kemarin adanya virus PMK, LSD, bahkan yang terbaru ini ada SE, satu minggu sekali rutinkan saya semprot disinfektan 4 sampai 5 kali, jadi nggak mesti. Kalau pas ada wabah bahkan setiap hari saya semprot disinfektan,” jelas Jovan mengenai langkah preventifnya.

Kisah Jovan ini menjadi bukti nyata bahwa keterbatasan pengalaman bukan halangan untuk menghasilkan ternak berkualitas. Dengan perawatan yang konsisten, menjaga higienitas kandang, serta pendekatan yang tulus, sapi yang awalnya kurus dan sulit diatur pun kini bisa berkembang secara maksimal hingga bernilai tinggi.

Berita Terkait

Bupati Marhaen Sambut Ribuan Onthelis, Nganjuk Sukses Gelar KOSTI Triwulan Jawa Timur
Tempuh Perjalanan 18 Bulan, Pria Asal Nganjuk Pulang Usai Jalan Kaki dan Bersepeda ke Makkah
Polisi Amankan Terduga Pengguna Sabu di Ngronggot, Barang Bukti Disimpan di Bawah Meja Dapur
Pengembangan Kasus Pil LL Berlanjut, Satresnarkoba Polres Nganjuk Bongkar Mata Rantai Pengedar hingga Empat Pelaku Diamankan
10 Hari Penuh Gotong Royong, Rumah Baru Milik Sojo Resmi Diserahkan dalam Bhakti Sosial Hari Bhayangkara ke-80
Pemkab Resmi Launching NTPD 112: Layanan Darurat Terpadu, Bebas Pulsa 24 Jam
Respons Cepat BPBD Nganjuk Evakuasi Pohon Tumbang di Jalur Bypass Sukomoro
Sidang Perdana Tragedi Sukorejo Digelar, Ini Harapan Kuasa Hukum Korban   

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:00

Bupati Marhaen Sambut Ribuan Onthelis, Nganjuk Sukses Gelar KOSTI Triwulan Jawa Timur

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:05

Tempuh Perjalanan 18 Bulan, Pria Asal Nganjuk Pulang Usai Jalan Kaki dan Bersepeda ke Makkah

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:47

Polisi Amankan Terduga Pengguna Sabu di Ngronggot, Barang Bukti Disimpan di Bawah Meja Dapur

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:35

Pengembangan Kasus Pil LL Berlanjut, Satresnarkoba Polres Nganjuk Bongkar Mata Rantai Pengedar hingga Empat Pelaku Diamankan

Jumat, 24 Juli 2026 - 08:09

10 Hari Penuh Gotong Royong, Rumah Baru Milik Sojo Resmi Diserahkan dalam Bhakti Sosial Hari Bhayangkara ke-80

Berita Terbaru