Petani Mawar Lereng Wilis Raup Keuntungan Besar Jelang Ramadhan

Rabu, 26 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com – Menjelang bulan suci Ramadhan, petani bunga mawar di lereng Gunung Wilis, tepatnya di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, merasakan berkah ekonomi yang melimpah. Permintaan bunga mawar yang meningkat tajam untuk kebutuhan ziarah kubur membuat harga melonjak drastis.

Pada hari biasa, harga satu timba bunga mawar hanya sekitar 10 ribu rupiah. Namun, menjelang Ramadhan, harga bisa melonjak hingga 60 ribu rupiah bahkan mencapai 150 ribu rupiah per timba. Kenaikan harga ini menjadi momentum emas bagi para petani untuk meraup keuntungan besar.

Sebagian besar warga Desa Ngliman menggantungkan hidupnya pada budidaya bunga mawar. Meskipun proses penanaman dan panen relatif mudah, medan terjal di lereng Gunung Wilis menjadi tantangan tersendiri bagi petani. Mereka harus membawa hasil panen dengan berjalan kaki melalui jalur yang cukup ekstrem.

Wijianto, salah satu petani mawar di Desa Ngliman, mengungkapkan bahwa dalam satu bulan ia bisa meraup penghasilan hingga 12 juta rupiah dari hasil berkebun bunga mawar. Ia juga menjelaskan bahwa kenaikan harga mawar terjadi dua kali dalam setahun, yakni menjelang Ramadhan dan Idul Fitri.

“Saat permintaan tinggi, harga bisa naik drastis. Ini menjadi momen bagi kami untuk mendapatkan keuntungan lebih besar,” ujar Wijianto.

Para petani di Desa Ngliman tidak mengalami kesulitan dalam memasarkan hasil panennya. Di desa ini, sudah banyak pengepul yang siap membeli bunga mawar dalam jumlah besar.

Sunarsih, seorang pedagang bunga mawar, mengatakan bahwa dalam sehari ia bisa membeli hingga 250 timba bunga mawar dari para petani. Bunga-bunga tersebut kemudian dijual ke berbagai daerah, seperti Tulungagung, Blitar, Kediri, Madiun, hingga pasar lokal di Nganjuk.

“Setiap menjelang Ramadhan, permintaan meningkat tajam. Banyak pedagang dari luar daerah yang datang untuk membeli bunga mawar dari sini,” kata Sunarsih.

Dengan keuntungan yang meningkat signifikan menjelang bulan puasa, petani mawar di lereng Gunung Wilis dapat menikmati hasil kerja keras mereka. Tradisi ziarah kubur sebelum Ramadhan yang masih lestari di masyarakat turut memberikan dampak positif bagi perekonomian warga Desa Ngliman.

Berita Terkait

Musrenbang RKPD 2027 Di Kabupaten Nganjuk, Tampung 3687 Usulan Dari Berbagai Bidang
Sambut Lebaran, Pemprov Jatim Gelontorkan 250 Drum Aspal untuk Perbaikan Jalan di Nganjuk
Pelaku Pencurian Laptop di Prambon Diamankan Polisi Setelah Korban Pergoki Aksinya
Gelar SIM Ramadan di Pujahito, Satlantas Nganjuk Beri Layanan Perpanjangan SIM Sambil Berbagi Takjil
Kapolres Nganjuk Pantau Pengamanan Buka Bersama 10 Ribu Warga di Alun-Alun
Sengketa Rumah Donokerto Surabaya, Advokat Peradin Raih Kemenangan Pidana dan Perdata
Warga Gampeng Ngluyu Ditemukan Tewas Tergantung, Diduga Frustasi Sakit Menahun
Agenda Rutin Santunan Anak Yatim, Ini Harapan Sutrisno

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 16:24

Musrenbang RKPD 2027 Di Kabupaten Nganjuk, Tampung 3687 Usulan Dari Berbagai Bidang

Selasa, 10 Maret 2026 - 15:50

Sambut Lebaran, Pemprov Jatim Gelontorkan 250 Drum Aspal untuk Perbaikan Jalan di Nganjuk

Senin, 9 Maret 2026 - 15:59

Pelaku Pencurian Laptop di Prambon Diamankan Polisi Setelah Korban Pergoki Aksinya

Senin, 9 Maret 2026 - 15:54

Gelar SIM Ramadan di Pujahito, Satlantas Nganjuk Beri Layanan Perpanjangan SIM Sambil Berbagi Takjil

Senin, 9 Maret 2026 - 13:59

Kapolres Nganjuk Pantau Pengamanan Buka Bersama 10 Ribu Warga di Alun-Alun

Berita Terbaru