Respon Cepat Penanganan Dampak Bencana Longsor Desa Kedungdowo

Senin, 1 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KabarNganjuk.com – Di Desa Kedungdowo, Kecamatan Kota Nganjuk, Jawa Timur, longsor tebing sungai mengancam dua rumah warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk telah memberikan penanganan terhadap situasi tersebut.

Sebelumnya dilaporkan bahwa dua rumah warga di Desa Kedungdowo terancam oleh longsor tebing sungai yang terletak di belakang rumah mereka. Salah satu rumah sudah menggantung karena pondasi rumahnya sebagian sudah tergerus oleh longsor.

Selain dua rumah yang terancam, longsor juga mengancam jembatan Kedung Galing. Melihat situasi ini, BPBD langsung melakukan asesmen dan menindaklanjuti dengan pembangunan konstruksi bronjong di sepanjang bantaran sungai yang mengalami longsor.

Konstruksi bronjong tersebut memiliki panjang 40 meter dan tinggi 8 meter, dengan konstruksi menggunakan 4 shaf agar tidak terjadi longsor lagi.

Gunarto, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Nganjuk, menjelaskan bahwa penanganan yang cepat dari BPBD bertujuan untuk mencegah terjadinya korban baik material maupun jiwa.

“maksud dan tujuan kami untuk penanganan dampak bencana ini adalah untuk mengurangi resiko bencana atau kerentanan di Masyarakat terutama di lingkungan pemukiman yang ada di sekitar anak Sungai Widas dan juga mengurasi dampak resiko bencana bagi pengguna jalan,” Ujar Goenarto

Melihat kondisi yang terjadi di Kedungdowo, penanganan harus segera dilakukan karena mengancam dua rumah warga. Jika tidak segera ditangani, ada kemungkinan mengancam rumah penduduk lainnya.

“terkait dengan penanganan Upaya respon cepat penanganan dampak bencana yang ada Desa Kedungdowo, bahwasannya perlu kami sampaikan untuk saat ini progress yang telah kami laksanakan sejak tanggal 20 Maret sudah ada penanganan sampai sekarang sudah hamper 60%,” ujar Goenarto

“kami mengambil start 30 hari, karena menginat kondisi dan situasi semacam ini, karena cuaca yang kurang bersahabat, sehingga kami mengambil sikap ambang batas kami 30 hari, namun kami sudah berupaya juga sebelum lebaran sudah selesai,” tandas Goenarto

Saat ini, konstruksi bronjong telah mencapai 60 persen. Diharapkan bahwa sebelum Hari Raya Idul Fitri, konstruksi bronjong sudah selesai.

(tim)

Berita Terkait

Paripurna DPRD Nganjuk, Tujuh Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025
12 Taruna dan 2 Taruni Akpol Tingkat III Resmi Jalani Latja di Polres Nganjuk, Kapolres: Tempaan Lapangan Bentuk Perwira Presisi
Pemkab Nganjuk Terapkan Parkir Nontunai QRIS, Simak Aturan dan Besaran Tarif Terbarunya
Jelang Boyong Kabupaten Nganjuk, Pusaka Kyai Tunggul Wulung dan Jurang Penatas Dijamas dan Dibedol
Sukses Pikat Menteri Pangan, Cetak Biru Pertanian Nganjuk, Kang Marhaen Kini Sasar Kolaborasi dengan TNI AL
Menilik Patok Pusat Nol Kilometer Nganjuk yang Luput dari Perhatian
Gempur Rokok Ilegal, Satpol PP Nganjuk ‘Upgrade’ Amunisi Regulasi
Diduga Karburator Bocor Usai Isi BBM, Motor Bermuatan Rosok Ludes Terbakar di SPBU Pace Nganjuk

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 12:59

Paripurna DPRD Nganjuk, Tujuh Fraksi Sampaikan Pandangan Umum Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025

Senin, 8 Juni 2026 - 14:11

12 Taruna dan 2 Taruni Akpol Tingkat III Resmi Jalani Latja di Polres Nganjuk, Kapolres: Tempaan Lapangan Bentuk Perwira Presisi

Senin, 8 Juni 2026 - 08:36

Pemkab Nganjuk Terapkan Parkir Nontunai QRIS, Simak Aturan dan Besaran Tarif Terbarunya

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:43

Sukses Pikat Menteri Pangan, Cetak Biru Pertanian Nganjuk, Kang Marhaen Kini Sasar Kolaborasi dengan TNI AL

Jumat, 5 Juni 2026 - 21:38

Menilik Patok Pusat Nol Kilometer Nganjuk yang Luput dari Perhatian

Berita Terbaru