Kategori: Peristiwa

  • Antisipasi Narkoba di Transportasi Umum, Polres Nganjuk Kerahkan K9 dan Sidak Tes Urine Sopir Bus

    Antisipasi Narkoba di Transportasi Umum, Polres Nganjuk Kerahkan K9 dan Sidak Tes Urine Sopir Bus

    Nganjuk, KabarNganjuk.com — Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Polres Nganjuk meningkatkan pengamanan di Terminal Anjuk Ladang sebagai bagian dari rangkaian Operasi Lilin Semeru. Peningkatan pengamanan ini dilakukan guna menjamin keselamatan dan kenyamanan para penumpang yang menggunakan jasa angkutan umum selama masa libur Nataru.

    Dalam operasi tersebut, jajaran kepolisian menurunkan unit K9 (anjing pelacak) untuk melakukan pemeriksaan barang bawaan penumpang secara acak. Hal ini bertujuan untuk menekan potensi ancaman dari barang berbahaya serta meningkatkan rasa aman di area terminal.

    Selain itu, Satlantas Polres Nganjuk bersama Dinas Perhubungan, TNI, Jasa Raharja, dan RS Bhayangkara Nganjuk melaksanakan pemeriksaan tes urine dan cek kesehatan bagi awak bus yang masuk ke terminal. Tes ini dilakukan secara menyeluruh kepada seluruh sopir dan awak bus sebelum memulai kembali perjalanan mereka. Pemeriksaan kesehatan juga bertujuan mendeteksi kondisi fisik awak bus serta kemungkinan penggunaan zat yang dapat mengganggu keselamatan berkendara.

    Sementara itu, seluruh bus yang tiba di terminal sementara dihentikan untuk menjalani screening tersebut. Petugas juga melakukan pemeriksaan kendaraan (ram check), termasuk pemeriksaan lampu, sirene, wiper, serta kelengkapan surat-surat kendaraan untuk memastikan bus laik jalan dan memenuhi standar keselamatan.

    Dari total 47 awak bus yang menjalani tes urine, satu orang awalnya terindikasi menggunakan obat yang dapat membahayakan penumpang. Namun setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh dokter, yang bersangkutan dinyatakan mengalami gangguan sakit asam lambung sehingga memberikan hasil positif semu.

    IPDA Warji, KBO Satlantas Polres Nganjuk, menjelaskan bahwa tes urine ini merupakan salah satu upaya untuk mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas dan memastikan kenyamanan penumpang selama masa libur Nataru. Menurutnya, pemeriksaan ini penting dilakukan karena keselamatan masyarakat merupakan prioritas dalam rangkaian Operasi Lilin Semeru yang digelar di berbagai wilayah menjelang Natal dan Tahun Baru.

    Sementara itu, salah satu awak bus, Suradi, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tes urine ini. Ia menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah menggunakan narkoba dan mengapresiasi langkah petugas untuk menjaga keselamatan bersama.

    Usai seluruh proses pemeriksaan selesai, bus diperbolehkan melanjutkan perjalanan menuju tujuan masing-masing. (red)

  • Desa Mlorah Diterpa Angin Kencang, Puluhan Rumah Warga Rusak

    Desa Mlorah Diterpa Angin Kencang, Puluhan Rumah Warga Rusak

    Nganjuk, KabarNganjuk.com – Puluhan rumah warga di Desa Mlorah, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, mengalami kerusakan sedang hingga ringan setelah diterjang angin kencang yang terjadi secara tiba-tiba. Peristiwa yang berlangsung singkat namun cukup kuat tersebut sempat membuat warga panik.

    Berdasarkan keterangan warga, angin kencang pertama kali menerjang area pemakaman desa dan menumbangkan sebuah pohon besar. Setelah itu, angin terus bergerak hingga menghantam permukiman warga, menyebabkan puluhan atap rumah dan beberapa warung di pinggir jalan raya rusak.

    Salah satu warga, Jamil, mengaku separuh atap rumahnya hancur. Asbes pada bagian teras juga terbang tersapu angin, membuat air hujan langsung masuk ke kamar tidur dan ruang tamu. Karena hujan tak kunjung reda, ia bersama anggota keluarganya terpaksa segera memperbaiki bagian atap yang rusak agar kerusakan tidak semakin parah.

    “Separuh atap rumah rusak, asbes teras ikut terbang, air hujan langsung masuk ke kamar,” ungkap Jamil, korban angin kencang tersebut.

    Tidak hanya rumah warga, angin kencang juga merobohkan pintu pagar rumah Kepala Desa Mlorah. Hingga kini, warga masih bergotong royong membersihkan material yang berserakan.

    Mewakili warga terdampak, Jamil berharap adanya bantuan dari pemerintah daerah untuk membantu memperbaiki kerusakan yang dialami rumah-rumah warga. (red)

  • Wartawan Mengalami Ketidakadilan saat Naik Bus Sugeng Rahayu, Terminal Nganjuk jadi Saksi untuk Tuntut Keadilan

    Wartawan Mengalami Ketidakadilan saat Naik Bus Sugeng Rahayu, Terminal Nganjuk jadi Saksi untuk Tuntut Keadilan

    Nganjuk, KabarNganjuk.com – Empat seorang wartawan dari media online tertimpa ketidakadilan saat menaiki Bus PO Sugeng Rahayu dengan Nopol W 7820 UO. dalam perjalanan dari Terminal Cicaheum Bandung, Jawa Barat. menuju Kertosono dan Mojokerto Jawa Timur, Pada Kamis (27/11/2025) malam. Belum sampai tujuan keempat wartawan di suruh oper bus lain yang ada di Terminal Nganjuk Jawa Timur.

    Kronologi terjadinya ketidakadilan, pada hari Kamis (27/11) malam empat seorang wartawan dari media online, yakni, Totok dari media Bidik Nasional, Moch Suhadak dan Miftakh Khuroji dari media majanews.com, serta Beni Sutrisno dari Pewarta88.com. empat wartawan itu melakukan perjalanan dari Terminal Cicaheum Bandung menuju Kertosono dan Mojokerto.

    Empat Wartawan itu pesan tiket dan tujuan disepakati pada umumnya, Totok bersama istri menuju Kertosono, dan ketiga wartawan lain menuju Mojokerto area Terminal. Tetapi dengan sesampainya Bus Sugeng Rahayu di Terminal Nganjuk tepat hari jumat (28/11) sore, Totok bersama istri disuruh turun untuk oper Bus dengan berdalih tidak melewati Kertosono.

    “Bise fotoen, cepat fotoen, iki masalah bise,” ucap totok dengan nada emosi kepada Hadak rekan media majanews.com, saat turun dari Bus di terminal Nganjuk.

    Atas kejadian itu ketiga wartawan terkejut, akhirnya mereka juga menanyakan kepada supir Bus, apa Bus yang dinaiki melewati Mojokerto, dijawab sama sopir yang berbaju bertulisan Sugeng Rahayu tidak melewati Mojokerto.

    “Kalau mau turun ya di lokasi area Krian, karena melewati tol langsung menuju Surabaya. Kalau ke mojokerto oper disini saja,” demikian kata sopir kepada Kuli tinta Hadak dan Miftakh.

    kemudian, Hadak dengan rekan media spontan turun dengan mengambil barang bawaan di bagasi dengan mendatangi Totok yang sebelumnya sudah di suruh turun lebih dulu. Diterminal Nganjuk sempat adu mulut dengan pegawai Bus Sugeng Rahayu, dan pihak Bus menjelaskan bahwa ketiga wartawan menuju Surabaya bukan Mojokerto.

    “Saya sebelum beli tiket sudah bilang menuju terminal Mojokerto, dan disepakati harga tiket Bus satu orang 380 ribu,” sontak Hadak kepada pegawai Bus Sugeng Rahayu. Sebelumnya juga ditegaskan saat pengecekan tiket di atas bus oleh pegawai Bus bahwa ketiga wartawan turun Mojokerto.

    Namun, perkataan pegawai Bus Sugeng Rahayu berulang ulang berdalih bahwa tujuan Hadak bersama rekannya menuju Surabaya bukan Mojokerto. Di terminal Nganjuklah menjadi saksi bahwa ada dugaan permainan yang dilakukan oleh oknum pegawai PO Sugeng Rahayu.

    Dalam cekcok wartawan bersama pegawai PO Sugeng Rahayu ditengai oleh seorang yang mengaku pengawas terminal Nganjuk, ia menanyakan harga pembelian tiket yang dilakukan oleh Hadak dan rekan, “380 ribu satu orang, dan untuk kertosono 360 ribu,” ucap Hadak, pihak pengawas menjelaskan bahwa pembelian tiket bukan melawati agen resmi yang ditentukan.

    “Kalau agen resmi itu tidak berani narik tarifnya segitu, tidak berani. Seribu perak pun tidak berani pak,” ujar pengawas tersebut saat di terminal Nganjuk juga disaksikan pegawai PO Sumber Rahayu.

    Masih dikatakan, Tapi tiket anda di operkan kesini, hanya Nganjuk – Surabaya. Jadi permasalahan anda, nuntut di creaw ini tidak bisa. Kalau punya nomornya Dadang silahkan ditelfon.

    Dadang adalah petugas penjual tiket yang ada di terminal Cicaheum Bandung Jawa Barat. “Pak Dadang memang orang resmi, kalau yang bawa anda kan tidak tahu kan pak,” sambungnya.

    Saat melihat vidio penjual tiket di terminal Cicaheum yang ditunjukan oleh wartawan kepada pihak Sugeng Rahayu juga mengenalnya, “Iya itu Dadang, Saya tidak merasa berdosa, saya hanya biro jasa kalau saya menterlantarkan anda. Mohon maaf, kan saya mau mengganti rugi,” jelas pegawai Bus Sumber Rahayu. Diganti uang oper Bus wartawan juga menolaknya.

    Atas kejadian itu, Totok bersama rekan wartawan akan melakukan pelaporan terhadap pihak Dinas terkait atas kejadian tersebut, dan juga akan menuntut secara hukum yang di atur secara sah.

    “Kita akan melakukan konfirmasi kepada Dinas yang terkait, dan pengacara kami akan kita ajak koordinasi atas hal ini,” tegas Totok wartawan Bidik Nasional dari Kota Jombang.

    Perlu di informasikan, keempat wartawan dari Jombang dan Mojokerto yang tertimpa ketidakadilan tersebut telah mengahadiri HUT Organisasi Media Independen Online (MIO) Indonesia ke-5, yang di gelar di Kota Bogor Jawa Barat. Organisasi MIO adalah wadah perusahaan media di seluruh Indonesia.

    Juga wajib ditegaskan, Bus PO Sugeng Rahayu diduga melanggar dalam Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ), UU ini secara spesifik mengatur tentang hak dan kewajiban penumpang serta penyedia jasa angkutan umum.

    Selanjutnya, Pasal 141 dan 142 secara eksplisit menyebutkan hak penumpang untuk mendapatkan pelayanan yang aman, nyaman, dan adil, serta bebas dari perlakuan diskriminatif. (red)

  • Penemuan Mayat di Sungai Mengejutkan Warga Sekitar

    Penemuan Mayat di Sungai Mengejutkan Warga Sekitar

    Nganjuk, KabarNganjuk.com – Warga Desa Sanan, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, digemparkan dengan penemuan mayat tanpa identitas di aliran sungai setempat. Penemuan tersebut sontak menarik perhatian warga sekitar yang mengetahui kejadian itu.

    Jasad berjenis kelamin laki-laki tersebut diperkirakan berusia sekitar 50 tahun. Berdasarkan kondisi tubuh, korban diduga telah terbawa arus sungai selama kurang lebih tiga hari. Mayat pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang tengah membajak sawah di sekitar lokasi.

    Tim medis dari RS Bhayangkara Nganjuk yang tiba di lokasi langsung melakukan identifikasi awal terhadap kondisi jenazah. Setelah pemeriksaan singkat, petugas kemudian mengevakuasi jasad tersebut untuk dibawa ke rumah sakit guna penyelidikan lebih lanjut.Kapolsek Pace, AKP Pujo Santoso, menyampaikan bahwa korban tidak membawa tanda pengenal apa pun. “Korban tidak memiliki identitas. Kami mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga untuk segera menghubungi kepolisian,” ujarnya.

    Proses evakuasi sempat mengalami kendala akibat kondisi sungai yang berlumpur dan cukup dalam. Polisi kemudian meminta bantuan kepada BPBD Kabupaten Nganjuk untuk mempercepat pengangkatan jenazah.

    Tim BPBD yang datang ke lokasi berhasil mengevakuasi jenazah dalam waktu singkat. “Kami dimintai bantuan oleh kepolisian untuk mengevakuasi mayat dari dalam sungai,” jelas Sekretaris BPBD Nganjuk, Wicaksono.

    Saat ini, jenazah telah dibawa ke RS Bhayangkara Nganjuk untuk dilakukan autopsi. Hasil pemeriksaan diharapkan dapat mengungkap identitas korban serta penyebab kematiannya. (red)

  • Truk Gandeng Tersesat Masuk Gang Sempit di Desa Waung, Sebabkan Pagar Warga Roboh

    Nganjuk, KabarNganjuk.com – Kejadian tidak biasa terjadi di Desa Waung, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Sebuah truk gandeng berwarna merah dengan nomor polisi AG 9244 UE, yang dikemudikan Sudarmaji (65), warga Desa Kudu, Kecamatan Kertosono, tiba-tiba masuk ke sebuah gang sempit yang lebarnya hanya sekitar dua meter.

    Saat melaju di pinggir gang, truk tersebut sempat menabrak pagar rumah warga hingga sebagian pagar roboh. Warga sekitar sebenarnya sudah berteriak memperingatkan sopir, namun truk tetap melaju dan akhirnya berhenti setelah terperosok ke galian rencana pembangunan saluran air di depan rumah warga.

    Insiden ini sontak menjadi tontonan warga sekitar yang merasa heran melihat truk berukuran besar bisa masuk ke gang sempit tersebut.

    Kepala Desa Waung, Mohammad Doni Rudianto, yang berada di lokasi, menjelaskan bahwa peristiwa yang membuat warga terkejut ini terjadi pada Sabtu malam sekitar pukul 23.30 WIB. Truk diketahui melaju dari arah barat ke timur atau dari Nganjuk menuju Surabaya.

    Menurut keterangan awal dari sopir, ia mengaku tidak dalam kondisi mengantuk maupun mabuk. Sopir mengatakan bahwa dirinya merasa sedang melintas di jalan besar, dan baru tersadar ketika truk terperosok ke parit di depan rumah warga.

    “Saat kejadian, sopir masih syok berat sehingga belum bisa dimintai keterangan lebih jauh terkait kronologi lengkapnya,” ujar Doni.

    Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Namun, pagar rumah warga dan parit mengalami kerusakan. Untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi, pihak perkumpulan truk berkomitmen membantu membangun kembali pagar dan saluran yang rusak. (red)

  • Kecelakaan Truk Fuso dan Boks di Nganjuk Terekam CCTV, Satu Pengemudi Mengalami Luka Serius

    Nganjuk, KabarNganjuk.com – Kecelakaan lalu lintas melibatkan truk boks bermuatan paket dan truk fuso terjadi di Simpang Tiga Kecubung, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, pada Jumat (tanggal kejadian). Insiden tersebut terekam jelas oleh kamera CCTV milik warga yang berada tidak jauh dari lokasi tabrakan.

    Dalam rekaman CCTV, truk boks berwarna putih dengan nomor polisi B 9426 FXV yang dikemudikan Mochammad Bagus Al Fikri, warga Tulungagung, tampak melaju dengan kecepatan tinggi dari arah timur. Sesampainya di Simpang Tiga Kecubung, tiba-tiba muncul truk fuso yang dikemudikan Yahman, warga Nganjuk, dari arah selatan. Kondisi jarak yang terlalu dekat serta kecepatan tinggi membuat truk boks tidak mampu menghindar dan langsung menghantam sisi kanan truk fuso. Benturan keras itu membuat bagian kabin depan truk boks ringsek parah.

    Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun sopir truk boks mengalami luka serius pada bagian kepala dan kaki akibat terbentur kabin. Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif.

    Sementara itu, sopir truk fuso, Yahman, mengaku terkejut saat insiden berlangsung. Menurutnya, truk yang ia kemudikan sedang melaju pelan dan hendak berbelok ketika tiba-tiba ditabrak truk boks dari arah timur dengan kecepatan tinggi.

    Petugas Satlantas Polres Nganjuk bersama Polsek Pace segera tiba di lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kedua kendaraan telah diamankan untuk proses penyelidikan lebih lanjut.

    Pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kecelakaan tersebut, termasuk memeriksa rekaman CCTV dan keterangan para saksi di lokasi. (red)

  • Pemkab Nganjuk Gelar Upacara Khidmat Peringati Hari Pahlawan di Alun-Alun

    Pemkab Nganjuk Gelar Upacara Khidmat Peringati Hari Pahlawan di Alun-Alun

    Nganjuk, KabarNganjuk.com – Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional yang jatuh pada tanggal 10 November 2025, Pemerintah Kabupaten Nganjuk menggelar upacara peringatan di Alun-Alun Nganjuk pada Senin (10/11/2025) pagi. Upacara berlangsung dengan khidmat dan penuh semangat nasionalisme, diikuti oleh berbagai unsur masyarakat dan instansi pemerintahan.

    Marhaen Djumadi dan Tri Handy Cahyo Saputro sebagai Bupati dan wakil Bupati Kabupaten Nganjuk turut hadir dalam upacara tersebut, serta dihadiri oleh jajaran Forkopimda Kabupaten Nganjuk, pejabat pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan organisasi kepemudaan.

    Peserta upacara terdiri dari unsur TNI, Polri, Aparatur Sipil Negara (ASN), mahasiswa, serta pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Nganjuk. Suasana khidmat tampak sejak awal pelaksanaan, ketika pasukan pengibar bendera (Paskibra) Kabupaten Nganjuk dengan penuh disiplin melaksanakan tugas mengibarkan Sang Merah Putih di tengah lapangan Alun-Alun Nganjuk.

    Dalam amanatnya, inspektur upacara menyampaikan bahwa momentum Hari Pahlawan hendaknya menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat untuk terus meneladani semangat perjuangan para pahlawan dalam mengisi kemerdekaan. Ia menegaskan bahwa perjuangan masa kini tidak lagi dilakukan dengan senjata, melainkan dengan kerja nyata, dedikasi, dan semangat gotong royong membangun daerah.

    Upacara juga diwarnai dengan pembacaan pesan-pesan pahlawan nasional serta penghormatan kepada arwah para pahlawan yang telah gugur memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Seluruh peserta mengikuti dengan penuh hormat dan kesadaran akan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan.

    Kegiatan upacara Hari Pahlawan tahun ini menjadi salah satu momen penting untuk memperkuat rasa nasionalisme dan cinta tanah air di kalangan masyarakat Nganjuk. Seusai upacara, jajaran Forkopimda dan peserta upacara melakukan tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan di Taman Makam Pahlawan Nganjuk. (Red)

  • Hujan Angin Terjang Nganjuk, Kantor Kelurahan Alami Kerusakan dan Tiang WiFi Roboh

    Hujan Angin Terjang Nganjuk, Kantor Kelurahan Alami Kerusakan dan Tiang WiFi Roboh

    Nganjuk, KabarNganjuk.com – Hujan deras yang disertai angin kencang melanda wilayah Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Senin sore dan menyebabkan sejumlah kerusakan di beberapa titik. Salah satu lokasi yang terdampak cukup parah adalah Kantor Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom. Akibat terpaan angin kencang, sebuah pohon besar yang berada di depan kantor kelurahan tumbang dan menimpa bagian teras serta atap bangunan, hingga mengalami kerusakan berat. Plt. Kepala Kelurahan Warujayeng, Oki Rio Andika Putra, menuturkan bahwa saat kejadian dirinya tengah berada di dalam kantor bersama para ibu kader yang sedang melaksanakan kegiatan. Tiba-tiba, pohon mangga di depan kantor roboh dan menimpa bagian depan bangunan. “Tiba-tiba pohon besar yang ada di depan kantor tumbang dan menimpa teras, hingga rusak cukup parah,” jelas Oki Rio. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material akibat kejadian ini masih dalam proses pendataan oleh pihak kelurahan. Selain merusak Kantor Kelurahan Warujayeng, angin kencang juga menyebabkan tiang Wi-Fi di Desa Sidoharjo, Kecamatan Tanjunganom, roboh dan menutup sebagian badan jalan. Di wilayah yang sama, sejumlah pohon besar di pinggir jalan ikut tumbang dan merobohkan beberapa warung milik warga. Bencana serupa juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah lain di Nganjuk, seperti Desa Kedungrejo, Kecamatan Tanjunganom, Baron, dan Klinter Kertosono. Sejumlah pohon tumbang dilaporkan menghalangi jalan dan merusak fasilitas umum. Pemerintah daerah bersama petugas BPBD Nganjuk kini tengah melakukan pendataan dan pembersihan material pohon tumbang agar aktivitas warga bisa kembali berjalan normal. (Red)
  • Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Puluhan Rumah di Nganjuk Rusak dan Pohon Tumbang

    Hujan Deras Disertai Angin Kencang, Puluhan Rumah di Nganjuk Rusak dan Pohon Tumbang

    Nganjuk, KabarNganjuk.com– Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Nganjuk, Jawa Timur, menyebabkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan serta sejumlah pohon tumbang.

    Beberapa teras rumah yang menggunakan rangka baja ringan terlihat roboh akibat terpaan angin. Selain itu, sejumlah tiang listrik juga mengalami kerusakan. Beberapa di antaranya tampak miring dengan kabel berserakan, sehingga petugas PLN segera melakukan perbaikan di lokasi.

    Musibah yang datang secara tiba-tiba ini juga merusak atap rumah warga. Bahkan, air hujan sempat menggenangi kamar tidur salah satu rumah penduduk.

    Salah seorang warga terdampak, Wakid Sarifudin, mengaku terkejut saat mendengar suara keras dari depan rumahnya. Setelah dicek, ia mendapati teras rumahnya sudah roboh. “Saya kaget sekali mendengar suara keras, ternyata teras rumah depan sudah ambruk. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Kami juga berharap pemerintah bisa memberi perhatian atas musibah ini,” ujarnya.

    Hingga kini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk belum menerima laporan resmi dari pihak desa, sehingga belum dapat menyampaikan data pasti maupun menaksir kerugian akibat bencana tersebut.

    Sementara itu, petugas BPBD yang mendatangi lokasi langsung melakukan pembersihan pohon tumbang yang menutup akses jalan agar lalu lintas warga kembali normal.(Red).

  • Bupati Nganjuk Sidak Lokasi Pembuangan Limbah Berbahaya di Wilayah Nganjuk

    Nganjuk, KabarNganjuk.com–Kasus pembuangan limbah berbahaya di Kabupaten Nganjuk terus meluas. Hingga kini tercatat sudah ditemukan delapan titik pembuangan dengan jumlah total dua belas rit. Limbah tersebut tersebar di lima kecamatan, yakni Jatikalen, Lengkong, Patianrowo, Baron, dan Sukomoro.

    Limbah yang mengeluarkan bau menyengat dan berbahaya ini masih belum diketahui siapa pembuangnya. Berdasarkan karakteristiknya, limbah tersebut termasuk dalam kategori bahan berbahaya.

    Untuk mencegah dampak buruk bagi masyarakat, polisi bersama camat Sukomoro telah memasang garis polisi dan papan peringatan di lokasi, sekaligus melarang warga untuk mendekat.

    Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, yang melakukan inspeksi mendadak ke lokasi, menegaskan bahwa ada unsur kesengajaan dalam pembuangan limbah berbahaya secara sembarangan. Karena berpotensi membahayakan warga, pemerintah daerah juga telah memberikan larangan keras kepada masyarakat agar tidak mendekat. Selain itu, limbah akan ditutup dengan terpal guna mencegah penyebaran akibat tiupan angin.

    Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk, Sujito, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur serta Gakkumdu. Mengingat sudah ada laporan resmi dari masyarakat, kasus ini juga telah dilaporkan ke Polres Nganjuk.

    Lebih lanjut, sampel limbah berbahaya tersebut telah dikirim ke laboratorium untuk diuji kandungannya. Hasil uji laboratorium kini masih ditunggu untuk memastikan zat berbahaya apa saja yang terkandung di dalam limbah tersebut.(Red)

  • Bus Tabrak Motor di Sukomoro, Satu Korban Tewas dan Dua Kendaraan Terbakar Hebat

    Nganjuk, KabarNganjuk.com – Kecelakaan maut terjadi di jalur utama Madiun–Surabaya, tepatnya di Desa Kedung Soko, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, yang melibatkan sebuah bus antarkota dan sepeda motor. Peristiwa tragis ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan dua kendaraan hangus terbakar.

    Bus NEO Harapan dengan nomor polisi AE 7354 UB yang melayani rute Surabaya–Ponorogo menabrak sepeda motor Honda Beat bernomor AG 2388 VCO yang dikendarai Bayu Dwi Ismanto, warga Desa Garu, Kecamatan Baron, Kabupaten Nganjuk. Akibat tabrakan tersebut, Bayu Dwi Ismanto meninggal dunia di lokasi kejadian.

    Insiden bermula ketika sepeda motor melaju di jalan utama Madiun–Surabaya, tepatnya di Desa Kedung Soko, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, lalu ditabrak dari arah belakang oleh bus yang datang dengan kecepatan tinggi.

    Benturan keras dari tabrakan menyebabkan percikan api yang dengan cepat menyambar kedua kendaraan. Api lalu membesar dan membakar habis badan bus dan sepeda motor.

    Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Nganjuk menurunkan dua unit mobil pemadam ke lokasi kejadian. Proses pemadaman berlangsung selama kurang lebih 30 menit. Menurut keterangan petugas Damkar, Dodi Prasetya, menjelaskan bahwa proses pemadaman sempat terhambat akibat hembusan angin kencang yang menyebabkan api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian kendaraan.

    Untuk menghindari kemacetan, petugas Satlantas Polres Nganjuk segera melakukan evakuasi kendaraan ke Unit Laka Lantas. Sementara itu, sejumlah petugas lainnya melakukan identifikasi dan olah TKP guna mengetahui penyebab pasti terjadinya kebakaran.

    Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kehati-hatian di jalan raya, terutama bagi kendaraan besar yang melintas di jalur padat dan berkecepatan tinggi.

  • Minibus Masuk Sawah Usai Tabrak Motor di Nganjuk, Diduga Karena Penerangan Minim

    Nganjuk, KabarNganjuk.com– Sebuah minibus jenis Isuzu Panther berwarna biru dengan nomor polisi L 1687 WD mengalami kecelakaan tunggal di wilayah Desa Sumengko, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Kendaraan yang dikemudikan oleh Valen, warga Desa Kepanjen, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk ini, terguling ke area persawahan usai menabrak sepeda motor Honda Beat merah bernopol AG 6848 XD yang sedang terparkir di pinggir jalan.

    Peristiwa ini terjadi saat minibus melaju dari arah Kota Nganjuk menuju Dusun Gagang Malang. Minimnya penerangan di sepanjang jalan serta kondisi lampu kendaraan yang redup membuat sopir tidak melihat adanya sepeda motor yang diparkir di tepi jalan.

    Akibat tabrakan tersebut, sepeda motor mengalami kerusakan cukup parah. Minibus yang kehilangan kendali kemudian terguling dan masuk ke area sawah di pinggir jalan.

    Beruntung dalam kecelakaan ini tidak menimbulkan korban jiwa. Pengemudi hanya mengalami luka ringan, namun baik minibus maupun sepeda motor mengalami kerusakan serius akibat benturan.

    Pihak kepolisian yang tiba di lokasi kejadian langsung melakukan pengamanan dan olah TKP. Proses evakuasi kendaraan pun dilakukan dengan bantuan warga sekitar.

    Menurut keterangan Trias Sugiharto, salah satu perangkat Desa Sumengko, sopir minibus diketahui dalam perjalanan pulang setelah mengantar saudaranya ke dokter. Namun nahas, saat perjalanan pulang, insiden tak terduga ini pun terjadi.

  • Minibus Terbakar di Depan Mapolres Nganjuk, Diduga Angkut BBM dalam Jerigen

    Minibus Terbakar di Depan Mapolres Nganjuk, Diduga Angkut BBM dalam Jerigen

    Nganjuk, KabarNganjuk.com- Sebuah mobil minibus jenis Kijang dengan nomor polisi AG 1072 FK terbakar hebat di simpang empat depan Mapolres Nganjuk, Kelurahan Ringinanom, Kecamatan Kota Nganjuk, Jawa Timur, pada Selasa (03/06) sekitar pukul 17.00 WIB.

    Kebakaran tersebut sempat direkam oleh warga dan menyita perhatian pengguna jalan. Petugas pemadam kebakaran yang mendapat laporan segera menuju lokasi dan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran (PMK) untuk memadamkan api.

    Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara di lokasi, diduga kuat kebakaran disebabkan oleh muatan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite yang dibawa dalam jerigen. Tercatat ada 15 jerigen di dalam mobil, tiga di antaranya berisi BBM. Selain itu, kondisi suhu udara yang tinggi serta dugaan sopir merokok di dalam kendaraan memperbesar potensi terjadinya kebakaran. Puntung rokok ditemukan di dalam mobil, yang memperkuat dugaan tersebut.

    Akibat kejadian ini, sang sopir mengalami luka bakar di bagian tangan dan kaki, dan langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Nganjuk untuk mendapatkan perawatan medis.

    Api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat, dan kendaraan yang terbakar kemudian dievakuasi ke Unit Laka Lantas Polres Nganjuk untuk penyelidikan lebih lanjut.

  • Kecelakaan Maut di By Pass Nganjuk: Korban Tabrak Lari Meninggal di Tempat

    Kecelakaan Maut di By Pass Nganjuk: Korban Tabrak Lari Meninggal di Tempat

     

    Nganjuk- Sebuah insiden tragis terjadi di kawasan By Pass, Kelurahan Ringin Anom, Kecamatan Kota Nganjuk, pada Kamis pagi (15/01/2025). Seorang warga bernama Rica Barbara, warga Kelurahan Payaman, Kecamatan Kota Nganjuk, tewas di tempat akibat tabrak lari yang melibatkan sebuah truk.

    Kejadian bermula saat korban yang mengendarai sepeda motor bersama Roni, seorang warga Nganjuk yang kini dirawat di RSUD Nganjuk, melaju dari arah timur dan hendak berbelok ke selatan. Tiba-tiba, sebuah truk dari arah belakang menabrak sepeda motor mereka. Usai menabrak, sopir truk langsung melarikan diri dan hingga kini identitasnya belum diketahui.

    Adik korban, Rita Sahara, yang ditemui di kamar jenazah RSUD Nganjuk, mengungkapkan bahwa ia mengetahui kejadian tersebut dari teman korban. “Kakak saya waktu itu hendak berangkat kerja,” kata Rita sambil menahan tangis.

    Polisi telah mengamankan sepeda motor korban, sebuah Honda Beat warna hitam dengan nomor polisi AG 2437 VCJ, sebagai barang bukti. Selain itu, petugas juga tengah mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan saksi untuk mengungkap identitas truk yang melarikan diri.

    Masyarakat diimbau untuk memberikan informasi kepada pihak berwenang jika mengetahui keberadaan atau identitas truk yang terlibat dalam kecelakaan maut ini. Polisi berkomitmen untuk menindak tegas pelaku tabrak lari sesuai hukum yang berlaku.