Prosesi Siraman Sedudo yang Tetap Dilaksanakan Meski Diguyur Hujan Deras

Minggu, 14 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KabarNganjuk.com- Nganjuk memiliki acara rutin tiap tahunnya di bulan Suro (Muharram). Salah satunya ialah Prosesi Siraman Sedudo.

Dipimpin langsung oleh Plt Bupati Nganjuk, Siraman Sedudo dilaksanakan pada Sabtu (13/8/2022) tepat pada tanggal 15 Suro. Sebelum acara siraman, dilaksanakan acara ruwat bumi atau tulak tumbal sengkolo atau lebih dikenal dengan tolak balak.

 

Ritual siraman sedudo merupakan bagian dari culture masyarakat Nganjuk yang terus menerus dilakukan sebagai tradisi setiap tahunnya yang mengandung norma tatanan nilai bagi masyarakatnya.

Selain sebagai penghormatan dan penghargaan terhadap Sang Dudo yang menjadi cikal bakal nama Sedudo

Upacara Siraman ini, dipercaya atau diyakini bahwa air terjun Sedudo adalah air suci yang mengandung banyak kasiat untuk kesehatan dan keberuntungan.

Diawali dengan sajian tari sakral dari para penari putri yang masing-masing membawa klenting atau tempat air yang terbuat dari tanah liat)

Dilanjut dengan prosesi siraman di bawah air terjun Sedudo bersama Bapak Bupati, taruna Jejaka dan sesepuh desa Ngliman.

Plt. Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan dengan Siraman ini berharap segala hal yang kotor pada Nganjuk dilunturkan dan dihilangkan, agar Nganjuk tetap menjadi Kabupaten yang bersih dari segala keburukan.

“Kita melakukan prosesi Siraman Sedudo ini dalam rangka memohon kepada Allah SWT agar segala hajat baik dikabulkan yang kotor disingkirkan” katanya.

Ia juga berharap, dengan prosesi siraman ini bisa melunturkan segala kemungkaran yang terjadi di Nganjuk.

“Semoga semua masyarakat Nganjuk, khususnya yang ada dilingkup pejabat daerah tetap bisa menjadi manusia amanah” tuturnya.

Ia juga mengatakan bahwa adanya Siraman Sedudo ini menjadi introspeksi untuk kita semua. Kemudian ia mencontohkan mereka yang termasuk dirinya semisal yang menjabat di daerah ada kebijakan atau keputusan yang kurang memuaskan masyarakat Kabupaten Nganjuk.

Mewakili semua yang menjabat di Pemerintahan Kabupaten Nganjuk, Kang Marhaen meminta maaf apabila ada kebijakan atau keputusan yang keliru atau kurang bisa memuaskan masyarakat.

“Kami yang di Kepala Daerah mungkin memiliki kebijakan atau keputusan yang atau kurang pranane di masyarakat minta maaf selaku pemimpin” pungkasnya.

Meski diguyur hujan lebat, prosesi Siraman Sedudo tetap dilaksanakan. Kang Marhaen menjelaskan bahwa hujan adalah keberkahan, semoga acara ini juga mendapatkan keberkahan.

Jadi, para penari, termasuk Plt Bupati dan semua jajarannya yang ikut dalam prosesi ini selain merasakan siraman air terjun Sedudo juga merasakan siraman air hujan.

(Dyh/AYala)

Berita Terkait

Pencurian Motor di Nganjuk Terekam CCTV, Dua Terduga Pelaku Ditangkap di Tuban
Panen Raya Pestani Nyawiji Nganjuk, Petrokimia Gresik Sukses Tingkatkan Produksi Bawang Merah 12 Persen
Usai Diduga Cekcok dengan Murid, Seorang Guru MAN 3 Nganjuk Tak Sadarkan Diri dan Meninggal Dunia
Memasuki Babak Baru, DPRD Nganjuk Bedah Raperda Perubahan APBD 2026 Lewat Pandangan Fraksi
Dugaan Keracunan MBG di Nganjuk, Pengamat Sosial Minta Proses Hukum Berjalan
Dugaan Keracunan Massal MBG SMAN 3 Nganjuk Berpeluang Diseret ke Ranah Pidana dan Perdata
Jaringan Pil Dobel L Dibongkar, Dua Pengedar Diamankan di Nganjuk dan Bojonegoro
Bicara Persatuan dan Masa Depan Organisasi, GMNI Jatim Gelar Konferda di Pendapa Nganjuk

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 13:12

Pencurian Motor di Nganjuk Terekam CCTV, Dua Terduga Pelaku Ditangkap di Tuban

Rabu, 9 September 2026 - 11:44

Panen Raya Pestani Nyawiji Nganjuk, Petrokimia Gresik Sukses Tingkatkan Produksi Bawang Merah 12 Persen

Selasa, 8 September 2026 - 20:25

Usai Diduga Cekcok dengan Murid, Seorang Guru MAN 3 Nganjuk Tak Sadarkan Diri dan Meninggal Dunia

Selasa, 8 September 2026 - 16:42

Memasuki Babak Baru, DPRD Nganjuk Bedah Raperda Perubahan APBD 2026 Lewat Pandangan Fraksi

Selasa, 8 September 2026 - 08:38

Dugaan Keracunan MBG di Nganjuk, Pengamat Sosial Minta Proses Hukum Berjalan

Berita Terbaru