Kontroversi HUT Nganjuk Ke-1078 Dengan Pawai Alegoris

Rabu, 10 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KabarNganjuk.com – Hari Ulang Tahun Nganjuk jatuh pada 10 April di tahun 2024 ini. Nganjuk genap berusia 1087 tahun. Namun sayangnya, masih banyak yang salah memaknai HUT Nganjuk.

Setiap tahun HUT Nganjuk ditandai dengan pawai alegoris, Boyong, dan juga Kirap Pusaka. Boyong adalah simbol dari perpindahan pusat pemerintahan dari Kabupaten Berbek ke Kabupaten Nganjuk, yang terjadi pada masa kolonial tepatnya tanggal 6 Juni.

Sementara itu, HUT Nganjuk seharusnya difokuskan di Candi Lor, Desa Candirejo, Kecamatan Loceret. Karena disinilah pada masa MPU Sendok, Resimas Swatantra sebagai cikal bakal Nganjuk. Disini juga dibangun Jayastamba dan bangunan suci sebagai wujud penerimaan MPU Sendok pada saat melawan Sriwijaya.

Amin Fuadi, Kabid Kebudayaan, Dinas Pariwisata Kabupaten Nganjuk, mengatakan bahwa hari ini pihaknya mengadakan tasyakuran di Candi Lor, jelang HUT Nganjuk, karena disinilah cikal bakal Nganjuk.

“setiap tanggal 9 April, kami sellau mengadakan tasyakuran di Candi Lor sebagai upaya kami untuk berterima kasih kepada para leluhur yang dulu telah membangun Nganjuk sebagai sebuah resimas swatantra pada saat era Mpu Sendok,” ujar Amin pada Rabu 10/4/24)

Lebih lanjut “dan ini kami teruskan sebagai wujud terima kasih kami bahwa akhirnya Nganjuk menjadi cikal bakal sebagai suatu daerah otonom,” pungkasnya

Untuk menghormati para leluhur, salah satu peserta menyajikan sesaji yang disertai dengan panjatan doa.

Sukadi, seorang pengamat budaya, menjelaskan bahwa kegiatan HUT Nganjuk, yang tidak dipusatkan di Candi Lor, hanyalah merupakan penopang. Lebih tegas lagi, ia mengatakan bahwa HUT Nganjuk bukanlah Boyong, bukan pula Pawai Alegoris, dan bukan Kirab Pusaka. Hal ini perlu diperjelas agar masyarakat Nganjuk tidak tertipu.

 

“kegiatan-kegiatan yang berpusat selain di Candi Lor ini, saya fikir itu sebagai kegiatan penopang, yang primer tepatnya ada disini, bersamaan dengan ini kegiatan ziarah ke makam leluhur yang ada di Berbek,” ujar Sukadi

(tim)

Berita Terkait

Perjuangan Warga Jomblang Lengkong Dapatkan Air Bersih, Rela Ambil Air Sungai hingga Satu Kilometer
Bakar Sampah Ditinggal, Dapur dan Dua Kamar Rumah Warga Ploso Nganjuk Terbakar
Warga Berbek Nganjuk Meninggal Dunia di Atas Pohon Saat Memotong Pohon Randu
Suzuki APV dan Toyota Avanza Tabrakan di Simpang Empat Sukomoro Nganjuk, Nihil Korban Jiwa
Massa PSHT Datangi Kejari Nganjuk, Desak Pelaku Pengeroyokan Sukorejo Dijatuhi Hukuman Maksimal
Diduga Mengantuk, Panther Hantam Truk di Bagor Nganjuk, Sopir Sempat Terjepit
Diduga Mendahului Truk di Tikungan, Dua Pemotor Alami Kecelakaan di Nganjuk
Jelang Muktamar NU, Hampir Seluruh Kamar Hotel di Nganjuk Terisi Pesanan

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:21

Perjuangan Warga Jomblang Lengkong Dapatkan Air Bersih, Rela Ambil Air Sungai hingga Satu Kilometer

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:49

Bakar Sampah Ditinggal, Dapur dan Dua Kamar Rumah Warga Ploso Nganjuk Terbakar

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:28

Warga Berbek Nganjuk Meninggal Dunia di Atas Pohon Saat Memotong Pohon Randu

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:29

Suzuki APV dan Toyota Avanza Tabrakan di Simpang Empat Sukomoro Nganjuk, Nihil Korban Jiwa

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:09

Massa PSHT Datangi Kejari Nganjuk, Desak Pelaku Pengeroyokan Sukorejo Dijatuhi Hukuman Maksimal

Berita Terbaru