NGANJUK, KabarNganjuk.com – Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengajak para Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital sekaligus menjadi garda terdepan dalam menangkal penyebaran hoaks di tengah masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (DPD AGPAII) Kabupaten Nganjuk Periode 2026–2031 yang dirangkaikan dengan Workshop Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PPKB-PAI) di Hotel Kusuma Negara, Selasa (8/7/2026).
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Kang Marhaen itu menegaskan bahwa transformasi metode pembelajaran menjadi kebutuhan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi. Menurutnya, guru PAI tidak lagi cukup mengandalkan metode ceramah, tetapi harus mampu memanfaatkan media digital dan media sosial sebagai sarana pembelajaran yang interaktif.
“Ini zamannya digitalisasi. Guru agama harus mampu memanfaatkan media sosial. Yang paling penting adalah membimbing anak-anak agar mampu menyaring informasi, tidak mudah percaya hoaks, serta beretika dalam bermedia sosial,” ujar Kang Marhaen.

Ia menilai guru PAI memiliki posisi strategis dalam membentuk karakter generasi muda melalui penanaman nilai-nilai keagamaan, moderasi beragama, serta literasi digital yang baik.
Selain mendorong adaptasi terhadap teknologi, Kang Marhaen juga meminta para guru PAI menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga nilai-nilai agama dapat diterima dengan baik oleh peserta didik.
Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini tidak hanya berkaitan dengan penyampaian materi, tetapi juga bagaimana membimbing siswa agar mampu menggunakan teknologi secara bijak, bertanggung jawab, dan tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Nganjuk dan AGPAII, Kang Marhaen berharap para guru PAI dapat menjadi motor penggerak lahirnya pendidik yang profesional, adaptif, serta mampu memperkuat ruang digital yang sehat, beretika, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan.
Pelantikan DPD AGPAII Kabupaten Nganjuk Periode 2026–2031 tersebut juga diharapkan semakin memperkuat peran organisasi dalam meningkatkan kompetensi guru Pendidikan Agama Islam sekaligus mencetak generasi muda yang religius, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan era digital.(Nur/Adv)





