Puji Petani Luar Biasa, Bupati Marhaen : Nganjuk Adalah Penopang Bawang Merah Indonesia

Sabtu, 23 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com, – Kabupaten Nganjuk kian menancapkan taringnya sebagai salah satu daerah sentra produksi bawang merah terbesar dan paling berpengaruh di Indonesia. Peran strategis wilayah ini dalam menjaga roda pangan nasional ditegaskan langsung oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, pada Jumat (22/5/2026).

Pria yang akrab disapa Kang Marhaen tersebut menjelaskan bahwa produktivitas bawang merah di Nganjuk tidak hanya diproyeksikan untuk mencukupi kebutuhan lokal semata, melainkan telah menjadi pilar utama dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga di pasar domestik.

“Nganjuk ini adalah penopang bawang merah Indonesia. Ketika beberapa daerah mengalami kendala produksi, pasokan dari Nganjuk kerap menjadi penyelamat agar harga di pasar nasional tetap stabil,” ungkap Kang Marhaen.

Keberhasilan luar biasa ini tidak lepas dari berbagai keunggulan sektor pertanian di Nganjuk. Sejumlah wilayah seperti Kecamatan Sukomoro, Rejoso, Bagor, dan Wilangan terbukti memiliki karakteristik tanah subur yang sangat ideal untuk menghasilkan komoditas bawang merah.

Lebih dari itu, para petani lokal kini semakin adaptif dalam memanfaatkan teknologi modern, mulai dari sistem irigasi sumur bor hingga mekanisasi pertanian yang terstruktur.

“Petani kita luar biasa. Mereka tidak hanya mengandalkan metode konvensional, tetapi juga mengadopsi teknologi dan menanam varietas unggul seperti Tajuk (Tanaman Jenuh Air Kabupaten Nganjuk) yang terkenal punya aroma kuat dan lebih tahan simpan,” lanjut Kang Marhaen.

Melihat potensi yang begitu masif, Pemerintah Kabupaten Nganjuk berkomitmen penuh untuk terus memberikan pengawalan ketat dari hulu hingga hilir.

Upaya nyata ini diwujudkan melalui jaminan ketersediaan pupuk, pelatihan intensif penanganan hama, hingga pembukaan akses pasar yang lebih luas agar kesejahteraan petani tetap terjaga.

“Apresiasi tertinggi untuk seluruh petani bawang merah di Nganjuk. Kerja keras mereka adalah bukti nyata kontribusi besar bagi ketahanan pangan Indonesia. Pemerintah daerah akan terus hadir untuk menjaga agar ekosistem pertanian ini tetap sehat dan menyejahterakan,” pungkasnya optimistis.

Melalui konsistensi produksi dan sinergi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, Kabupaten Nganjuk kini tidak hanya membidik pasar antar-pulau, namun juga bersiap melangkah lebih jauh untuk menembus pasar ekspor internasional di masa mendatang.(Nur/Adv)

Berita Terkait

Dispendukcapil Nganjuk Gelar Layanan Jemput Bola di Desa Kemaduh, 230 Warga Antusias Mengurus Dokumen Kependudukan
Kemarau Panjang Jadi Berkah, Petani Semangka di Nganjuk Raup Hasil Panen hingga 21 Ton per Hektare
Saiful Madi Pimpin KONI Nganjuk, Targetkan Tembus 20 Besar Porprov Jatim 2026
Puncak Hari Santri 2026 di Nganjuk Berlangsung Meriah, Peserta Berburu Hadiah Umrah
Tak Sekadar Rapat, Pemkab Nganjuk Dorong Eksekusi Nyata Pengentasan Kemiskinan
Kang Marhaen Paparkan Strategi Perlindungan Perempuan dan Anak di Hadapan KemenPPPA
Operasi Patuh Semeru 2026, Sejumlah Pengendara Terkena Tilang di Jalan A Yani Nganjuk
Pelatihan Digital Career Preparation Hari Ketiga, Pemkab Nganjuk Dorong Pemuda Tembus Pasar Kerja Global

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 15:01

Dispendukcapil Nganjuk Gelar Layanan Jemput Bola di Desa Kemaduh, 230 Warga Antusias Mengurus Dokumen Kependudukan

Selasa, 3 November 2026 - 07:57

Kemarau Panjang Jadi Berkah, Petani Semangka di Nganjuk Raup Hasil Panen hingga 21 Ton per Hektare

Selasa, 3 November 2026 - 07:44

Saiful Madi Pimpin KONI Nganjuk, Targetkan Tembus 20 Besar Porprov Jatim 2026

Senin, 2 November 2026 - 08:41

Puncak Hari Santri 2026 di Nganjuk Berlangsung Meriah, Peserta Berburu Hadiah Umrah

Senin, 2 November 2026 - 08:09

Tak Sekadar Rapat, Pemkab Nganjuk Dorong Eksekusi Nyata Pengentasan Kemiskinan

Berita Terbaru