Nganjuk, KabarNganjuk.com- Kabupaten Nganjuk resmi terpilih sebagai pusat peluncuran program penguatan ekonomi arus bawah nasional. Peresmian Operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) ini dilakukan langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Koperasi Desa Nglawak, Kecamatan Kertosono, Sabtu (16/5/2026).
Acara penting ini turut dihadiri oleh jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, Pimpinan Lembaga Tinggi Negara, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, serta jajaran pimpinan daerah Kabupaten Nganjuk, menandai era baru kemandirian ekonomi berbasis desa.
“Dengan koperasi ini saya kira pertumbuhan kita akan nyata dan akan maju. Tiap desa tidak akan tergantung dari mana-mana lagi, dia akan punya kekuatan dia sendiri,” kata Presiden dalam sambutannya yang menekankan pentingnya kemandirian logistik desa.
Selama ini, narasi dari pelosok desa selalu terdengar serupa: keluhan petani atas kelangkaan pupuk subsidi, anjloknya harga gabah ketika panen raya, hingga beban dapur akibat lonjakan harga sembako.
Melalui kehadiran Koperasi Merah Putih mulai mengubah wajah desa menjadi pusat kendali ekonomi yang mandiri. Lembaga ini kini bertransformasi menjadi pilar serba ada bagi warga, mulai dari penyalur pupuk, penyedia elpiji, pusat logistik, hingga penyedia obat-obatan murah.
“Banyak panen yang rusak, panen yang puso. Banyak petani dulu ngeluh ke saya, ‘Pak, saya punya mangga yang terhebat di dunia tapi tidak ada yang beli.’ Tidak ada yang masuk kampung dia, padahal kampung dia itu 5-6 kilo ke dalam,” ucap Presiden.
Solusi konkret yang ditawarkan KDKMP ini, menurut Presiden, terletak pada kemandirian jalur distribusi. Koperasi kini dilengkapi dengan sarana transportasi sendiri guna memutus ketergantungan logistik.
“Sekarang koperasi punya truk sendiri, punya pick up sendiri, dia tidak akan tergantung mana pun. Dia akan mengantar hasilnya panen dia ke tempat yang dia kehendaki, ke pasarnya yang dikehendaki,” terang Presiden Prabowo.
Pemerintah bergerak cepat. Targetnya tidak main-main, dari ribuan yang diresmikan hari ini, target raksasa 20 ribu hingga 30 ribu unit koperasi ditargetkan aktif beroperasi pada Agustus 2026.
Program yang menjadi bagian dari Asta Cita kedua ini dirancang untuk mempercepat pemerataan kesejahteraan. Melalui KDKMP, rantai pasok logistik desa akan langsung terhubung dengan Program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Dampaknya, jutaan aliran dana siap berputar di tingkat desa, memberi ruang tumbuh bagi petani, peternak, dan pelaku UMKM, sekaligus menyerap tenaga kerja muda setempat.
Sebagai tuan rumah, Pemkab Nganjuk menyatakan siap mengawal penuh ekosistem ini. Dengan fasilitas gudang pangan dan armada logistik yang telah disiapkan, Nganjuk optimistis program ini akan berjalan optimal demi membangun masyarakat yang berdaya secara ekonomi.(Lifa)





