Tanami Pohon Pisang dan Lepas Lele di Jalananan, Bentuk Kekecewaan Warga Dusun Mindi Akibat Jalan Tak Kunjung Diperbaiki

Senin, 13 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

NGANJUK, KabarNganjuk.com – Puncak kekecewaan warga Dusun Mindi, Desa Kelutan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, tumpah ke jalan pada Minggu (12/4/2026). Sebagai bentuk protes atas kondisi infrastruktur yang rusak parah selama bertahun-tahun, warga menggelar aksi unjuk rasa unik dengan menanam pohon pisang dan melepas bibit ikan lele di kubangan jalan.

Pantauan di lokasi menunjukkan deretan pohon pisang memenuhi ruas jalan sepanjang kurang lebih 900 meter. Tak hanya itu, lubang-lubang jalan yang dalam diisi air hingga menyerupai kolam, lalu dilepaskan ratusan ekor ikan lele. Pemandangan ini pun disambut antusias oleh anak-anak dan warga setempat yang berebut menangkap ikan di tengah jalan yang berlumpur.

Rotul, salah satu warga setempat, mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan bentuk kekesalan warga terhadap aparat desa dan pemerintah daerah. Menurutnya, alokasi Dana Desa dinilai tidak menyentuh perbaikan akses utama warga tersebut.

“Sudah lima tahun kondisi jalan ini dibiarkan rusak tanpa ada perbaikan. Kami sudah berulang kali melapor secara formal, tapi tidak kunjung ada penanganan. Ini jalan utama kami untuk kerja, ke sekolah, ke pasar, hingga ke puskesmas. Aktivitas kami sangat terhambat,” ujar Rotul saat diwawancarai, Senin (13/4).

Lebih lanjut, Rotul menekankan bahwa kerusakan jalan ini telah memakan korban. Kerusakan yang dibiarkan menahun membuat pengendara sering terperosok, terutama saat kondisi jalan tergenang air.

“Sering sekali terjadi kecelakaan di sini. Bayangkan saja, baru di bulan puasa kemarin saja sudah terjadi tiga kali kecelakaan. Kalau dibiarkan terus, mau nunggu korban jiwa lagi?” tegas Rotul dengan nada kecewa.

Senada dengan warga, Ketua RT 02 Dusun Mindi mengonfirmasi bahwa aksi ini adalah puncak kegeraman masyarakat yang sudah tidak terbendung. Ia mengaku sudah sering melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah desa, namun hasilnya selalu nihil.

“Setiap tahun jawabannya selalu sama, katanya sudah ada pengajuan. Tapi kenyataannya, sampai kami lupa kapan terakhir kali ada peninjauan dari dinas terkait,” keluh Pak RT.

Ia menambahkan bahwa kerusakan jalan sepanjang 900 meter tersebut sudah sering memicu kecelakaan dan menghambat akses krusial bagi masyarakat. Warga mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk untuk segera turun tangan melakukan perbaikan beton atau pengaspalan secara permanen.

“Harapan kami segera ada langkah konkret dari Pemkab Nganjuk. Tolong segera diperbaiki agar anak sekolah, orang yang mau berobat, dan pedagang yang mau ke pasar tidak terkendala lagi oleh jalan yang hancur ini,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, jalanan masih dipenuhi pohon pisang sebagai penanda bagi pengguna jalan agar waspada, sekaligus sebagai simbol tuntutan warga yang menagih janji pembangunan dari pemerintah yang belum direspon sampai saat ini.

Binti Masitotut T.

Penulis : Redaksi

Editor : Redaksi Kabar Nganjuk

Berita Terkait

Hearing Deadlock, Kabar Pasti Kondang Laporkan Cabdindik ke Kejaksaan
Pencurian Motor di Nganjuk Terekam CCTV, Dua Terduga Pelaku Ditangkap di Tuban
Orientasi PPPK Nganjuk Dimulai, Kang Marhaen dan Mas Handy Tekankan Integritas serta Disiplin
Panen Raya Pestani Nyawiji Nganjuk, Petrokimia Gresik Sukses Tingkatkan Produksi Bawang Merah 12 Persen
Usai Diduga Cekcok dengan Murid, Seorang Guru MAN 3 Nganjuk Tak Sadarkan Diri dan Meninggal Dunia
Memasuki Babak Baru, DPRD Nganjuk Bedah Raperda Perubahan APBD 2026 Lewat Pandangan Fraksi
Capai Surplus PAD, DPRD Nganjuk Kebut Pembahasan P-APBD 2026 dan APBD 2027
Dugaan Keracunan MBG di Nganjuk, Pengamat Sosial Minta Proses Hukum Berjalan

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 09:09

Hearing Deadlock, Kabar Pasti Kondang Laporkan Cabdindik ke Kejaksaan

Rabu, 9 September 2026 - 13:12

Pencurian Motor di Nganjuk Terekam CCTV, Dua Terduga Pelaku Ditangkap di Tuban

Rabu, 9 September 2026 - 12:06

Orientasi PPPK Nganjuk Dimulai, Kang Marhaen dan Mas Handy Tekankan Integritas serta Disiplin

Selasa, 8 September 2026 - 20:25

Usai Diduga Cekcok dengan Murid, Seorang Guru MAN 3 Nganjuk Tak Sadarkan Diri dan Meninggal Dunia

Selasa, 8 September 2026 - 16:42

Memasuki Babak Baru, DPRD Nganjuk Bedah Raperda Perubahan APBD 2026 Lewat Pandangan Fraksi

Berita Terbaru

Peristiwa

Ban Meletus, Truk Bermuatan Karton Terguling di Nganjuk

Kamis, 10 Sep 2026 - 13:46