Paguyuban Jaranan Nganjuk Minta Solusi Soal Sulitnya Izin Hiburan ke DPRD dan Polres

Senin, 21 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com- Persoalan sulitnya perizinan hiburan rakyat, khususnya kesenian Jaranan, menjadi sorotan utama dalam Rapat Kerja yang digelar antara Polres Nganjuk, Komisi II dan IV DPRD Kabupaten Nganjuk, Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar), serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), bersama Paguyuban Jaranan Nganjuk (Pajang), pedagang kaki lima (PKL), dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Mapak.

Rapat yang dihadiri oleh puluhan anggota Pajang dan PKL ini membahas berbagai keluhan mengenai mahalnya biaya pengurusan izin hiburan yang dinilai menyulitkan pelaku seni tradisional dan pedagang kecil. Selama ini, kesenian Jaranan menjadi salah satu hiburan yang tidak hanya memperkaya budaya lokal, tetapi juga menghidupkan perekonomian sektor informal seperti PKL. Namun, kesulitan mendapatkan izin menyebabkan banyak kegiatan seni terhambat, yang secara langsung berdampak pada penghasilan PKL yang mengandalkan keramaian acara.

Paguyuban Jaranan Nganjuk (Pajang) juga menyuarakan harapan agar kesenian Jaranan yang mereka usung dapat dilegalkan dan diakui secara hukum. Mereka menginginkan adanya payung hukum berupa peraturan daerah (perda) yang mengatur perizinan hiburan rakyat secara jelas, termasuk kewajiban membayar pajak jika diperlukan. “Kami siap mengikuti aturan dan membayar pajak, asalkan kegiatan kami diakui dan tidak dianggap liar,” ungkap Pembina Pajang. Dengan legalitas tersebut, mereka berharap kesenian tradisional Jaranan bisa terus hidup dan berkembang tanpa kendala birokrasi yang menyulitkan.

Ketua Paguyuban Jaranan Nganjuk (Pajang), Sugiono, menyampaikan bahwa hampir seluruh anggota paguyubannya di berbagai kecamatan mengalami kendala serupa dalam hal perizinan. Ia mengungkapkan bahwa proses perizinan tidak cukup dilakukan di tingkat Polsek saja, namun harus dilanjutkan ke tingkat Polres, yang menurutnya berdampak pada tingginya biaya.

“Kami menerima banyak laporan dari para anggota di lapangan. Mereka mengeluhkan sulitnya mendapatkan izin pentas. Kalaupun dapat, biayanya sangat tinggi. Izin tidak cukup dari Polsek, tapi harus ke Polres. Tentu biayanya jadi bertambah besar,” ujar Sugiono.

Ia juga menyoroti tingginya biaya pengamanan dari pihak kepolisian yang dibutuhkan dalam pelaksanaan acara. Menurutnya, semakin besar jumlah personel keamanan yang dilibatkan, semakin besar pula biaya yang harus ditanggung oleh panitia penyelenggara acara (penanggap).

“Kami paham bahwa pengamanan sangat penting, tapi kalau terlalu banyak personel yang harus dilibatkan, biayanya semakin berat bagi kami yang punya acara. Ini banyak dikeluhkan para penanggap,” tambahnya.

Melalui rapat ini, para peserta menyuarakan harapan agar pemerintah daerah segera menyusun kebijakan perizinan hiburan yang lebih jelas, transparan, dan terjangkau, sehingga para pelaku seni dan PKL dapat kembali berkegiatan tanpa hambatan berlebihan. Kolaborasi lintas instansi ini diharapkan mampu melahirkan solusi konkret untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pelaku usaha hiburan rakyat di Kabupaten Nganjuk.(Lifa)

Berita Terkait

Polres Nganjuk Ungkap Tiga Kasus Sabu, Barang Bukti Capai 15,65 Gram
Bupati Marhaen Buka Seminar Nasional KUHP Baru, Tekankan Penegakan Hukum Tegas dan Humanis
Peringati HUT APJI Ke 42 DPC Nganjuk Memperkuat Kelembagaan
Peringati Hari Sumpah Pemuda 2026, 150 Mahasiswa Nganjuk Ikuti Apel Kebangsaan di Polda Jatim
BERITA KEHILANGAN STNK ATAS NAMA YOVI IRGIANTO
UD Sridadi Gandeng SMK PGRI 2 Nganjuk Bekali Siswa Mental Kewirausahaan
Marhaen Djumadi Perkuat Semangat Hari Santri di Nganjuk, Ngonthel Bareng Diikuti Ribuan Peserta
Polres Nganjuk Gelar Pasukan Operasi Patuh Semeru 2026, Kapolres Tekankan Penegakan Hukum yang Humanis

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:16

Polres Nganjuk Ungkap Tiga Kasus Sabu, Barang Bukti Capai 15,65 Gram

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:51

Bupati Marhaen Buka Seminar Nasional KUHP Baru, Tekankan Penegakan Hukum Tegas dan Humanis

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:34

Peringati HUT APJI Ke 42 DPC Nganjuk Memperkuat Kelembagaan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:21

Peringati Hari Sumpah Pemuda 2026, 150 Mahasiswa Nganjuk Ikuti Apel Kebangsaan di Polda Jatim

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:13

BERITA KEHILANGAN STNK ATAS NAMA YOVI IRGIANTO

Berita Terbaru

Berita

BERITA KEHILANGAN STNK ATAS NAMA YOVI IRGIANTO

Rabu, 28 Okt 2026 - 11:13