Remaja Pengamen di Nganjuk Tewas Setelah Dikeroyok Tiga Teman

Senin, 23 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KabarNganjuk.com – MS, seorang remaja berusia 17 tahun asal Kelurahan Kramat, Kecamatan Kota Nganjuk, Jawa Timur, meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan oleh tiga temannya di belakang sebuah toko pakaian di Kelurahan Begadung, Kota Nganjuk.

Korban telah dimakamkan di pemakaman umum Kelurahan Kramat. Kejadian tragis ini bermula saat para pelaku dan korban bermain game online sambil mengonsumsi minuman keras. Karena korban bersikap gaduh dan mengganggu warga sekitar, ia ditegur oleh salah satu temannya.

Setelah itu, korban bersama teman-temannya pergi mengamen di lampu merah Begadung. Saat mengamen, salah satu temannya mengajak korban ke belakang toko pakaian, di mana korban kemudian dianiaya, diikuti oleh dua temannya yang lain. Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka parah dan sempat dilarikan ke Rumah Sakit Daerah Nganjuk sebelum akhirnya meninggal dunia.

Yohan Setiawan, tetangga korban, mengungkapkan bahwa saat dibawa ke rumah sakit, kondisi korban sudah sangat kritis dengan luka parah.

Sementara itu, Polres Nganjuk telah menangkap tiga pelaku pengeroyokan dan pembunuhan tersebut, yaitu KA (22 tahun), MFA (20 tahun), dan AQR (16 tahun). Saat ini, ketiga pelaku sedang menjalani pemeriksaan, di mana salah satu tersangka yang masih di bawah umur diperiksa di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Kapolres Nganjuk AKBP Siswantoro S.I.K., M.H., melalui Kasatreskrim Polres Nganjuk, AKP Julkifli Sinaga S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa para pelaku akan dijerat dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, yang dapat dikenai hukuman penjara hingga 12 tahun. Salah satu pelaku yang masih di bawah umur akan menjalani proses hukum khusus sesuai ketentuan.

Berita Terkait

Asal-usul Desa Lengkong Nganjuk: Kisah Senopati Kisopati yang Diselamatkan Kawanan Lele
Gebyar Muharram Baznas Nganjuk, Pemkab Nganjuk Serahkan Bantuan Bagi Anak Yatim dan Kaum Dhuafa
Edarkan “Paket Hemat” Sabu, Terduga Pengedar Ditangkap Polres Nganjuk: Dinilai Lebih Berbahaya karena Menjangkau Lebih Banyak Pemakai
Polres Nganjuk Tandai Operasional Gedung BPKB Baru dengan Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim
Aksi Heroik Bhabinkamtibmas Polsek Bagor Selamatkan Bayi Korban Kecelakaan Bus di Nganjuk, Tuai Pujian Warganet
Sambut 120 Mahasiswa KKN UMSurabaya, Kang Marhaen Ajak Gali Potensi dan Bangun Desa di Nganjuk
Pelaku Curanmor Bermodus Perkenalan di Media Sosial Dibekuk, Polres Nganjuk Imbau Warga Lebih Waspada
Kasus Dugaan Korupsi Bendungan Margopatut: Sekda Nganjuk Diperiksa 8 Jam di Kejari

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 08:41

Asal-usul Desa Lengkong Nganjuk: Kisah Senopati Kisopati yang Diselamatkan Kawanan Lele

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:50

Gebyar Muharram Baznas Nganjuk, Pemkab Nganjuk Serahkan Bantuan Bagi Anak Yatim dan Kaum Dhuafa

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:03

Edarkan “Paket Hemat” Sabu, Terduga Pengedar Ditangkap Polres Nganjuk: Dinilai Lebih Berbahaya karena Menjangkau Lebih Banyak Pemakai

Kamis, 9 Juli 2026 - 09:36

Polres Nganjuk Tandai Operasional Gedung BPKB Baru dengan Tasyakuran dan Santunan Anak Yatim

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:59

Aksi Heroik Bhabinkamtibmas Polsek Bagor Selamatkan Bayi Korban Kecelakaan Bus di Nganjuk, Tuai Pujian Warganet

Berita Terbaru