Menggali Sejarah Lewat Museum, Plt. Bupati Nganjuk: Jangan Lupakan Sejarah

Jumat, 5 Agustus 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KabarNganjuk.com- Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT-RI) ke 77 Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Porabudpar) Kabupaten Nganjuk mengadakan pameran Temporer dengan tema “Jejak Sejarah Era Kolonial di Jawa Timur”.

Pameran yang diikuti 16 peserta itu menyuguhkan berbagai macam peninggalan sejarah yang mampu mengulik balik cerita masa lalu era kolonial di Jawa Timur. Dari enam belas peserta tersebut empat diantaranya berasal dari luar Kabupaten Nganjuk diantaranya Museum Daerah Kabupaten Tulungagung, Museum Mpu Tantular Buduran Sidoarjo, Museum Airlangga Kediri dan Museum 10 Nopember Surabaya.

Sedangkan, peserta pameran dari Kabupaten Nganjuk terdiri dari MGMP IPS SMP, MGMP Sejarah SMK, MGMP Sejarah MA, KOTASEJUK (Komunitas Pecinta Sejarah Kabupaten Nganjuk), Komunitas Babad Anjuk Ladang, Kosti Nganjuk, Mbah Cokro, Museum Atas Angin, Muuseum Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Nganjuk dan Museum Dr. Soetomo Nganjuk.

Acara yang berlangsung selama tiga hari dimulai dari hari Jum’at, (5/8/2022) sampai hari Minggu, (7/8/2022) yang dibuka langsung oleh Plt. Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi didampingi Wakil Ketua 1 TP PKK Nganjuk Yuni Marhaen.

Serta turut hadir, Sekretaris Daerah dan Perwakilan Kapolres Nganjuk, juga Forkopinda dan Kepala OPD terkait.

Dalam sambutannya Plt. Bupati Nganjuk yang lebih akrab disapa Kang Marhaen menuturkan bahwa, Kegiatan Pameran Moseum ini menjadi wadah bagi masyarakat untuk menggali sejarah, karena sejarah tidak hanya bisa dilihat melalui foto maupun film semata.

“Kami tegaskan pada masyarakat yaa untuk JAS MERAH alias Jangan Melupakan Sejarah” Ucap Kang Marhaen.

Menurutnya sejarah bukan hanya yang dulu, tapi sekarang dan yang akan datang. Dengan itu, demi mengapresiasi sejarah Kabupaten Nganjuk mengimplemantisakan sejarah yang diejawantahkan kekinian.

“Seperti Prasasti Jayastamba yang ada di museum Anjuk Ladang diejawantahkan kekinian menjadi tugu Jayastamba yang ada di Jl. A. Yani” tuturnya.

Kang Marhaen juga menyampaikan bahwasannya pameran temporer momen untuk memberikan informasi pada anak-anak, utamanya PAUD, TK, SD, SMP bagaimana kehidupan perjuangan masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Kabupaten Nganjuk di era kolonial.

“Dengan pameran ini para pengunjung khususnya anak-anak bisa meneladani perjuangan nenek moyangnya dan meneledani spirit juangnya, kami berharap anak-anak juga memiliki spirit yang sama dengan para pejuang Indonesia meskipun eranya berbeda” Pungkanya.

(Dyh)

Berita Terkait

Agenda Rutin Santunan Anak Yatim, Ini Harapan Sutrisno
Sertifikat Tak Kunjung Jadi, Ibu Suwartini Datangi Kantor Redaksi, Ungkapkan Kekecewaan
Kolaborasi Ormas Sangprabu dan Koramil 0810/08 Baron Bagikan Takjil Ramadhan
Rapat Paripurna Pemda Nganjuk, Bahas Rencana Kerja dan Raperda
Ini Dua Misi Besar Yang Dibawa Mensos Saat Kunjungan Kerja Ke Nganjuk
Audiensi dan Buka Puasa Bersama Kapolres Nganjuk dengan BEM, Perkuat Komunikasi
Ketika Kompetensi dan Profesionalisme Wartawan Dipertanyakan
Uji Kompetensi Wartawan Oleh LSP Pers Indonesia

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 21:49

Agenda Rutin Santunan Anak Yatim, Ini Harapan Sutrisno

Sabtu, 7 Maret 2026 - 13:41

Sertifikat Tak Kunjung Jadi, Ibu Suwartini Datangi Kantor Redaksi, Ungkapkan Kekecewaan

Sabtu, 7 Maret 2026 - 11:11

Kolaborasi Ormas Sangprabu dan Koramil 0810/08 Baron Bagikan Takjil Ramadhan

Selasa, 3 Maret 2026 - 10:46

Rapat Paripurna Pemda Nganjuk, Bahas Rencana Kerja dan Raperda

Senin, 2 Maret 2026 - 08:33

Ini Dua Misi Besar Yang Dibawa Mensos Saat Kunjungan Kerja Ke Nganjuk

Berita Terbaru