Kategori: Berita

  • Aksi Mahasiswa Nganjuk Bagikan Sembako dan Makanan Siap Saji Dalam Upaya ‘Cooling Down’ untuk Menjaga Kestabilan Kamtibmas

    Aksi Mahasiswa Nganjuk Bagikan Sembako dan Makanan Siap Saji Dalam Upaya ‘Cooling Down’ untuk Menjaga Kestabilan Kamtibmas

    KabarNganjuk.com – Demi menjaga kestabilan Kamtibmas, Mahasiswa dari beberapa Organisasi Ekstra Kampus di Kabupaten Nganjuk bekerja sama melaksanakan kegiatan Coolling Down dengan pembagian Nasi Kotak dan sembako berjumlah 200 Nasi Kotak dan 100 paket embakokepada masyarakat yang berlokasikan di Pujahito Pada, Kamis (29/02/2024) Pukul 11.00 Wib

    Di hadiri ketua Organisasi Pc Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Nganjuk Arisa Baitul Hanif, Ketua Dpc Gerakan mahasiswa nasional indonesia (GMNI) Nganjuk M. Ainun Rozzaq, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Anjuk Ladang Wina Aprilia Purnamasari serta beberapa anggota dari masing-masing Organisasi

    Kegiatan tersebut bertujuan untuk keberlangsungan kehidupan terutama di Kabupaten Nganjuk dan juga nantinya untuk mendorong Organisasi-organisasi lain agar bergerak menjaga kondusifitas terkait dengan perekonomian masyarakat Nganjuk

    Arisa Baitul Hanif Ketua Organisasi Pc PMII Nganjuk mengatakan bahwa kegiatan ini sudah sering di lakukan hingga terjun ke lapangan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan

    “Alhamdulillah kegiatan seperti ini sudah sering kita lakukan, Karna kita organisasi sasi kemahasiswaan berbasis Sosial kemasyarakatan, Sehingga kita sering terjun ke lapangan, berpartisipasi dalam keberlangsungan masyarakat yang ada di Kabupaten Nganjuk,” Ujar Hanif ketua Pc PMII Nganjuk

    Para Ketua dari masing-masing Organisasi mengharapkan dari kegiatan tersebut dapat memotivasi organisasi-organisasi kemahasiswaan yang lain harus mampu berkolaborasi menjaga kondusifitas khususnya di Kabupaten Nganjuk.

  • Polres Nganjuk Hadiri Silaturahmi Pengurus IPSI Kabupaten Nganjuk Bersama Pengurus dan Ketua Perguruan Pencak Silat

    Polres Nganjuk Hadiri Silaturahmi Pengurus IPSI Kabupaten Nganjuk Bersama Pengurus dan Ketua Perguruan Pencak Silat

    KabarNganjuk.com – Kapolres Nganjuk AKBP Muhammad S.H.,S.I.K., M.Si., diwakili Wakapolres Nganjuk Kompol Subiyantana, S.H., M.H., menghadiri kegiatan silaturahmi antara Ketua Umum IPSI Kabupaten Nganjuk dengan ketua perguruan pencak silat se-Kabupaten Nganjuk, Rabu (28/02/2024).

    Silaturahmi yang dilaksanakan di Padepokan Inti Sari Ilmu (ISI) Desa Pesudukuh, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk tersebut dihadiri oleh Dandim 0810 /Nganjuk, Letkol Inf Andi Sasmito, S.I.P., Ketua harian IPSI Nganjuk, Harsono, Apriadi mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk, Atim Swasono dari Bakesbangpol Nganjuk serta Forkopimcam Kecamatan Bagor.

    Dalam kesempatan tersebut Kompol Subiyantana selain memperkenalkan diri sebagai Wakapolres baru, beliau juga menyampaikan pesan Kapolres Nganjuk untuk mengajak seluruh perguruan silat agar saling menjaga kerukunan dan kedamaian.

    Selain itu Kompol Subiyantana mengatakan pihaknya tidak akan menoleransi segala tindakan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh anggota perguruan silat karena hal ini sudah sesuai petunjuk dari satuan tingkat atas yakni Polda Jatim.

    “Bila terjadi keributan antar perguruan silat maka perkara serta penahanannya akan langsung diambil alih oleh Polda Jatim dan dilarang untuk dilakukan penangguhan perkara,” ungkap Kompol Subiyantana.

    Untuk itu beliau berpesan kepada ketua perguruan pencak silat se-Kabupaten Nganjuk agar memberikan edukasi kepada anggotanya serta mengarahkan kepada kegiatan yang berdampak positif bagi masyarakat Nganjuk.

    Sementara itu Ketua Umum IPSI Nganjuk dalam hal ini Dandim 0810 Nganjuk Letkol Inf Andi Sasmito, S.I.P., mengatakan kegiatan silaturahmi ini dilaksanakan rutin tiap bulan dengan tujuan untuk merukunkan para anggota perguruan silat yang berada di Nganjuk.

    Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga kondusifitas, terutama menjelang bulan Ramadan, serta berharap agar semua anggota perguruan silat dapat menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Nganjuk.

    “Mari kita gunakan kesempatan silaturahmi ini untuk meningkatkan tali persaudaraan. Saya berharap kepada pengurus perguruan silat dapat memberikan masukan dan saran demi terciptanya keamanan dan ketertiban di Kabupaten Nganjuk,” tambahnya. (acha)

  • Hilang Saat Memancing, Pria di Nganjuk Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai

    Hilang Saat Memancing, Pria di Nganjuk Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai

    KabarNganjuk.com – One, 28 Tahun, warga Desa Kedungdowo, Kecamatan Kota Nganjuk, Kabupaten Nganjuk, Jawatimur yang hilang hanyut pada Minggu (25/2/2024) saat memancing di belakang rumah mertuanya di Sungai Widas Desa Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Jqwa Timur.

    Jasadnya telah ditemukan pada Rabu (28/2/2024) yang diketahui oleh masyarakat sekitar dan telah dilaporkan pada tim yang saaat itu sedang melakukan pencarian, pukul 16.15 berhasil dievakuasi oleh Tim SAR gabungan basarnas, BPBD, TNI, Polri, Relawan, Masyarakat di Sungai Petak Kecamatan Bagor Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur yang berjarak 13KM dari lokasi kejadian.

    Korban ditemukan setelah 3 hari proses pencarian, ditemukan mengapung dan tersangkut rumpun bambu dan terdapat beberapa kendala saat proses pencarian seperti kontur sungai, luas penampang sungai, banyaknya sampah di sungai dan juga bebatuan yang ada di sungai

    Komandan Tim Basarnas Trenggalek, Andris Dwi Prasewtyo mengatakan “Alhamdulillah kita berhasil mengevakuasi korban dalam kondisi MD, tim sar gabungan berhasil mengevakuasi di Kali Petak, dengan jarak 13KM dari jarak kejadian” ujar Adris

    Kondisi terakhir korban yang telah hilang selama 3 hari sulit untuk dikenali, tetapi masih ada beberapa ciri-ciri yang bisa dikenali oleh pihak keluarga

    Setelah dievakuasi jenazah dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk guna untuk outopsi

  • Ratusan Personel Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Jamin Keamanan Pleno Rekapitulasi Suara Tingkat Kota

    Ratusan Personel Diterjunkan, Polrestabes Surabaya Jamin Keamanan Pleno Rekapitulasi Suara Tingkat Kota

    SURABAYA, KabarNganjuk.com – Polrestabes Surabaya Polda Jatim mengamankan jalannya rapat pleno rekapitulasi suara Pemilu 2024 tingkat kota di Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat di Jalan Adityawarman, Rabu (28/2).

    Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polrestabes Surabaya AKBP Wibowo mengatakan pengamanan dibagi tiga ring, yakni area luar kantor KPU, halaman, dan ruangan rekapitulasi di lantai tiga.

    “Kami sudah koordinasi dengan KPU siapa yang boleh masuk, mulai dari saksi partai politik, petugas Bawaslu, hingga media,” kata AKBP Wibowo di Surabaya.

    Pengamanan dibagi dua sesi, yakni pukul 08.00 WIB hingga 20.00 WIB. Kemudian pukul 20.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB. Total sekitar 400 personel disiagakan.

    Pantauan di lokasi, kepolisian mendirikan tenda pasukan di halaman Kantor KPU Kota Surabaya.

    Selain petugas penyelenggara pemilu, beberapa orang polisi juga tampak berada di luar area Kantor KPU untuk mengawasi situasi perkembangan kondisi keamanan serta ketertiban.

    Tepat pukul 10.40 WIB, pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi tingkat kota dilaksanakan dengan membacakan hasil rekap dari Kecamatan Karangpilang.

    Namun pukul 11.00 WIB proses rekapitulasi harus diskrosing, sebab berdasarkan informasi dihimpun ada permintaan dari seorang saksi partai politik yang meminta agar jumlah saksi di dalam ruangan ditambah dua orang.

    Hingga pukul 11.52 WIB rekapitulasi masih belum dimulai, namun di dalam ruangan terlihat beberapa petugas KPU dan saksi masih menunggu kembali berjalannya tahapan.

    Sebelumnya, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya menjadwalkan agenda pelaksanaan tahapan rekapitulasi tingkat kota untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di kantor setempat, Rabu, 28 Februari 2024.

    Komisioner KPU Kota Surabaya Divisi Teknis Penyelenggaraan Suprayitno menegaskan sudah melaksanakan koordinasi dengan masing-masing Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), pada Senin (26/2) untuk mengetahui perkembangan proses rekapitulasi yang berjalan. (*)

  • Umat Hindu di Lereng Wilis Gelar Upacara Hari Raya Galungan

    Umat Hindu di Lereng Wilis Gelar Upacara Hari Raya Galungan

    Loceret, JendelaDesa.com- Bertempat di Lereng Gunung Wilis, Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis, juga sebagai tempat Parisada Hindu Dharma Indonesia,ratusan Umat Hindu yang ada di Kabupaten Nganjuk, melaksanakan Upacara Hari Raya Galungan, Upacara yang tidak begitu panjang tetapi hanya melakukan Puja Bhakti Persembahyangan bersama ( 28/2/2024).

    Upacara dalam rangka Hari Raya Galungan, ini diikuti hanya dari masyarkat Umat Hindu dan Lembaga Keagamaan di Kabupaten Nganjuk, yang bertujuan untuk kesejahteraan lahir dan batin, meski tidak begitu meriah, tetapi ratusan Umat Hindu dengan kusuk melakukan Upacara Galungan, yang mempunyai makna, peringati lahirnya bumi.

    Seperti yang di sampaikan Mangku Dampri selaku Pemangku Adat di Pura Kerta Bhuwana Giri Wilis, bahwa pada saat ini Umat Hindu di Lereng Gunung Wilis melakukan Upacara Hari Raya Galungan, Upacara yang tidak begitu panjang, tetapi cuma melakukan Puja Bhakti Persembahyangan bersama ” jelasnya.

    ” Karena nanti sebentar lagi juga ada acara – acara berikutnya terkait dengan Hari Raya Nyepi, untuk Upacara Galungan pada hari ini tidak berbeda dengan Tahun lalu, tapi nanti yang luar biasa adalah pada Hari Raya Nyepi nya, karena bersamaan dengan Hari Raya Kuningan ” ujar Mangku Dampri.

    Lebih lanjut dikatakan Mangku Dampri, bahwa Umat Hindu nanti di Bulan Ramadhan juga mengadakan puasa, Catur Prata Penyepian, sedangkan untuk makna Galungan, secara universal itu peringati lahirnya bumi, maka di tandai dengan Hari Raya Galungan ” pungkasnya.

    ( gik)

  • Gerak Cepat Polres Ponorogo Berhasil Amankan Terduga Begal PD Wanita yang Resahkan Warga

    Gerak Cepat Polres Ponorogo Berhasil Amankan Terduga Begal PD Wanita yang Resahkan Warga

    PONOROGO – Satreskrim Polres Ponorogo gerak cepat dalam mengungkap kasus payudara di bumi reog. Polisi telah menetapkan Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH) berusia 17 tahun.

    “ABH (Anak Berhadapan dengan Hukum) namanya. Karena usia 17 tahun. Telah kami tangkap,” ungkap Kapolres Ponorogo, AKBP Anton Prasetyo, Selasa (27/2/2024).

    AKBP Anton mengatakan ABH tersebut terbukti melecehkan seoramg perempuan (begal payudara).

    Kasus ini terungkap, ketika ada laporan begal payudara di Jalan Ponorogo-Pacitan, Kabupaten Ponorogo. Tepatnya di daerah sekitar Kecamatan Balong.

    “Korban inisial S usia 21 tahun warga sekitar Kecamatan Balong situ juga,” kata mantan Kapolres Madiun ini.

    Dia menjelaskan bahwa lokasi ABH melakukan begal payudara memang gelap Tidak ada lampu penerangan jalan umum (PJU)

    “Korban melewati Jalan Ponorogo-Pacitan, sekitar Kecamatan Balong yang gelap. Korban dipepet pelaku saat naik motor,” terangnya.

    Menurutnya, terungkapnya bukan karena ada rekaman kamera CTV (pengintai). Juga bukan karena video yang beredar.

    “Korban ingat plat nomor polisi milik pelaku. Seketika setelah jadi korban pelecehan korban melaporkan ke Polsek terdekat,” tegasnya.

    Dia mengklaim, bahwa penangkapan pelaku kurang dari 24 jam. “Kalau ada korban lain bisa juga melaporkan,” tegasnya.

    Dari keterangan ABH di depan penyidik Satreskrim Polres Ponorogo bahwa aksinya tidak hanya sekali. ABH tersebut telah melakukan aksi begal payudara dua kali.

    “Sama-sama di Jalan Raya Ponorogo-Pacitan. Satu di Kecamatan Balong yang barusan. Dan satu lagi di Kecamatan Slahung,” ungkap Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Ryo Pradana, Selasa (27/2/2024).

    Aksi pertama dilakukan ABH sepekan yang lalu. Aksi pertama tidak terungkap, hingga ABH merasa aman.

    Kemudian melakukan aksi yang sama. Namun apes karena korban hapal dengan nopol sepeda motor ABH.

    “Disitu memang tempatnya gelap, dan pelaku bukan sekali ini saja melakukan aksinya. Melainkan 2 kali. Membegal (payudara), melecehkan seorang perempuan,”.

    Pun terungkap alasan pelajar SMA itu. AKP Ryo menyebutkan dari keterangan ABH sekedar iseng.

    “Hanya iseng saja. Bukan karena kelainan atau ada seban lainnya. Kami terus mendalaminya,” pungkasnya. (*)

  • Sinergitas, Polisi Bersama TNI dan Warga Gotong Royong Bersihkan Material Longsor di Trenggalek

    Sinergitas, Polisi Bersama TNI dan Warga Gotong Royong Bersihkan Material Longsor di Trenggalek

    TRENGGALEK – Sejumlah personel TNI-Polri bersama petugas dari Kecamatan dan warga bergotong royong membersihkan material tanah longsor yang menimpa bangunan SDN 2 Surenlor, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek. Selasa, (27/2).

    Petugas gabungan tersebut saling bahu membahu membersihkan tanah dan batu yang berserakan akibat tanah longsor menggunakan peralatan seadanya.

    Kapolres Trenggalek AKBP Gathut Bowo Supriyono, S.H., S.I.K., M.Si. melalui Kapolsek Bendungan Iptu Suswanto, S.H. mengungkapkan, sehari sebelumnya, wilayah desa Surenlor memang diguyur hujan dengan intensitas cukup tinggi.

    Kondisi tersebut mengakibatkan tembok penahan atau yang lebih dikenal dengan sebutan plengsengan yang berada tepat dibelakang gedung SDN 2 Surenlor ambrol dengan ketinggian 5 meter dan lebar mencapai 9 meter.

    “Saat menerima laporan, anggota langsung bergerak ke TKP. Namun mengingat kondisi baru hari ini bisa dilakukan pembersihan bersama elemen masyarakat.”jelasnya.

    Gotong royong itu sendri melibatkan berbagai unsur mulai dari Polsek Bendungan, Koramil, Kecamatan, perangkat desa dan tiga pilar desa Surenlor hingga guru, tenaga pendidik maupun warga sekitar.

    Masih kata Iptu Suswanto,S.H, sekolah merupakan fasilitas pendidikan yang setiap hari dipergunakan oleh para siswa untuk belajar sehingga atas kejadian tersebut sedikit banyak mengganggu proses belajar mengajar.

    “Kita upayakan pembersihan bisa rampung hari ini agar proses belajar mengajar bisa kembali normal seperti sedia kala.” Imbuhnya.

    Meski demikian, pihaknya tetap mengimbau kepada para guru dan siswa agar tetap hati-hati dan waspada dan menjauhi lokasi untuk mencegah kemungkinan terjadinya longsor susulan,terlebih saat ini masih musim penghujan.

    “Untuk tindak lanjut, nanti kami koordinasikan dengan tiga pilar kecamatan maupun perangkat desa Surenlor.” Pungkasnya. (*)

  • Polres Kediri Kota Amankan 4 Terduga Pelaku Penganiayaan Hingga Tewasnya Santri Asal Banyuwangi

    Polres Kediri Kota Amankan 4 Terduga Pelaku Penganiayaan Hingga Tewasnya Santri Asal Banyuwangi

    KOTA KEDIRI, KabarNganjuk.com – Polres Kediri Kota menetapkan empat orang jadi tersangka terkait kasus kasus penganiayaan yang menewaskan BM (14), salah satu santri di sebuah pondok pesantren di Kediri, Jawa Timur. Empat orang tersebut merupakan kakak kelas korban.

    “Minggu malam kami telah mengamankan 4 orang dan kita tetapkan sebagai tersangka dan kita lakukan penahanan untuk proses penyidikan lebih lanjut,” ujar Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji kepada wartawan, Senin (26/2/2024).

    Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji, S.H., S.I.K., M.Si. menjelaskan empat tersangka itu adalah MN (18), MA (18), AF (16), dan AK (17)

    Kapolres Kediri Kota menjelaskan penetapan tersangka setelah pihaknya melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi.

    “Sejak dilaporkannya kasus ini di Polsek Glenmore Polresta Banyuwangi, Sabtu, 24 Februari, hasil koordinasi kami, kerja sama Satreskrim Polres Kediri Kota dan Satreskrim Polresta Banyuwangi telah melaksanakan tindak lanjut,” jelas Bramastyo.

    Sejak dilaporkannya kasus ini di Polsek Glenmore Polresta Banyuwangi, Sabtu, 24 Februari, hasil koordinasi kami, kerja sama Satreskrim Polres Kediri Kota dan Satreskrim Polresta Banyuwangi telah melaksanakan tindak lanjut,” jelas Bramastyo.

    Sebelumnya, korban BM asal Banyuwangi meninggal diduga setelah dianiaya di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri. Korban meninggal pada Jumat (23/2) siang.(**)

  • Pria yang Diduga Terseret Arus Sungai, Adalah Bos Seni Reog Ponorogo, Dikenal Sosok yang Supel

    Pria yang Diduga Terseret Arus Sungai, Adalah Bos Seni Reog Ponorogo, Dikenal Sosok yang Supel

    KabarNganjuk.com – One Widya Putra, satu-satunya anak semata wayang dari pasangan Ibu Winarni dan Alm. Bapak Pani. Widya juga telah menikah dengan Yunita dan dikaruniai seorang putra

    Setiap harinya, Widya tinggal di Desa Kedungdowo, Kecamatan Kota Nganjuk, Jawa Timur. Dia dikenal sebagai pemimpin seni Reog Ponorogo dan telah tampil dalam beberapa acara seni Reog Ponorogo di Kota Nganjuk

    Dalam masyarakat, dia juga dikenal sebagai sosok yang ramah. Terbukti saat mendengar kabar bahwa dirinya hanyut terbawa arus, saudara, tetangga, dan rekan seni Reog berdatangan ke lokasi kejadian

    Ririn, saudara sepupunya, dengan isak tangis menjelaskan bahwa sebelum pergi ke rumah mertuanya, ia masih ikut berbaur dalam kegiatan kerja bakti di kampung

    Karena ada undangan di Wilangan, ia bersama istri dan anaknya berkunjung ke rumah mertuanya, sekaligus menyalurkan hobinya dalam memancing ikan

    Sebelumnya, ia juga sempat meminta dibuatkan mie instan karena lapar, tetapi sebelum mie tersebut dimasak, ia sudah kembali memancing. Saat sedang memancing, istrinya memanggil karena mie yang diminta sudah masak

    Namun, karena tidak menjawab panggilannya, istri datang langsung ke tempat suaminya yang sedang memancing

    Terkejut karena suaminya tidak berada di tempat, ia berusaha mencari suaminya dengan menyisiri sungai, tetapi hingga waktu maghrib, suaminya belum ditemukan. Ia pulang dan meminta bantuan kepada tetangganya

    Keluarga juga melakukan upaya lain untuk segera menemukan One. Ibunya tak henti membacakan ayat Al-Qur’an di pinggir sungai dalam harapannya agar One segera ditemukan.

  • Mancing Ditepi Sungai, Warga Kedungdowo Dilaporkan Hilang

    Mancing Ditepi Sungai, Warga Kedungdowo Dilaporkan Hilang

    KabarNganjuk.com – Widya Mukti, 28 tahun, penduduk Desa Kedungdowo, Kecamatan Nganjuk, Jawa Timur. Diduga terseret arus saat memancing di belakang rumah mertuanya, di Desa Wilangan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk.

    Seperti biasa, setiap Minggu ia bersama istri dan anaknya berkunjung ke rumah mertuanya. Karena di belakang rumah mertuanya terdapat sungai, ia juga telah merencanakan untuk memancing di sungai tersebut.

    Sekitar pukul 16.00, dia pergi ke sungai untuk memancing dan belum kembali hingga petang. Istrinya berusaha mencari suaminya di sungai, tetapi setelah disisir hingga waktu maghrib, tidak menemukan suaminya. Ia kemudian meminta tolong kepada para tetangga.

    Setelah dicari oleh para tetangga namun belum ditemukan, akhirnya mereka melaporkan kejadian ini ke Polsek Wilangan dan Kepala Desa. Lalu, laporan tersebut diteruskan ke BPBD Kabupaten Nganjuk.

    Sumijan, Perangkat Desa Wilangan, menyatakan bahwa saat sedang memancing, tiba-tiba air datang dengan deras, diduga Widya terseret arus sungai. Warga telah melakukan pencarian hingga 2 kilometer, namun karena sudah malam, pencarian dihentikan.

    Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk yang tiba di lokasi langsung melakukan penilaian situasi, dan segera melakukan pencarian, dengan bantuan TNI, Polri, relawan, dan Masyarakat sekitar.

    Pencarian dilakukan melalui tepi sungai dan juga di dalam sungai secara manual karena lokasi yang terjal dan banyaknya pohon bambu, petugas tidak dapat menggunakan perahu karet.

    Gunarto, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, menyatakan bahwa pada hari pertama, pencarian dilakukan di lokasi kejadian bencana. Jika situasi memungkinkan, pencarian akan diteruskan hingga ke Daerah Aliran Sungai.

    Mengingat cuaca tidak dapat diprediksi, hujan datang dengan tiba tiba

    Hingga saat ini petugas gabungan masih melakukan pencarian

  • Stabilkan Harga Beras, Warung TPID Dilaunching Pemkab Nganjuk

    Stabilkan Harga Beras, Warung TPID Dilaunching Pemkab Nganjuk

    KabarNganjuk.com – Pemerintah Kabupaten Nganjuk gerak cepat Atasi laju inflasi dengan gencar Operasi Pasar dan melaunchingkan Warung TPID Sebagai Outlet Penjualan Beras SPHP (Stabiliasi Pasokan dan Harga Pangan) di Pasar Warujayeng, Senin (26/2/2024) pagi.

    Dipimpin langsung oleh Pj Bupati Nganjuk Sri Handoko Taruna, S.STP, M.Si. bersama Tim Pengendali Inflasi daerah (TPID) Kabupaten Nganjuk, Sekda Kabupaten Nganjuk Nur Solekan, Kepala Disperindag, Kepala OPD Kabupaten Nganjuk, Kepala Inspektorat, BPKAD, Dinas Pertanian, Pimpinan Bank BRI, Perwakilan Bulog, Forpincam, warga sekitar.

    Saat ditemui di lokasi acara, Sri Handoko mengatakan “hari ini kita merespon dalam rapat inflasi Dimana harga beras mengalami kenaikan, oleh karna itu pemerintah Daerah berkoordinasi cepat dengan Bulog untuk operasi pasar agar kebutuhan Masyarakat tercukupi dan harga tidak naik,” ujar Sri

    Ada 104 ton beras yang disiapkan dan juga diresmikannya Warung TPID, sekedar diketahui Warung TPID berada di 5 Kecamatan (Pasar warujayeng, Pasar Nagnjuk 1, Pasar Wage Nganjuk, Pasar Berbek dan Pasar Sukomoro), bisa sewaktu-waktu atau ada jam yang ditentukan untuk mereka berjualan di pasar yang sudah ditentukan.

    Kepala Disperindag, Haris Jatmiko mengatakan “hari ini pendistribusian beras SPHP (Stabiliasi Pasokan dan Harga Pangan) yang bekerja sama dengan Bulog dengan harga sekilo Rp. 10.900 dikemas dalam 5 kilo menjadi Rp. 54.500” ujar Haris

    Semua pasar yang ada di Kabupaten Nganjuk didistribusikan beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) yang nanti akan disalurkan pada pedagang-pedagang yang selanjutnya untuk melayani konsumen. Pendistribusian akan dilakukan setiap seminggu sekali. Untuk HET (Harga Eceran Tertinggi) tetap sama Rp. 10.900/kg

    Kepala Disperindag berkoordinasi dengan Bulog untuk jumlah stok beras akan cukup sampai Hari Raya Idul Fitri

    (sha)

  • Kompak Polres Ngawi bersama TNI Bantu Bersihkan Rumah Warga Terdampak Luapan Sungai Sawur

    Kompak Polres Ngawi bersama TNI Bantu Bersihkan Rumah Warga Terdampak Luapan Sungai Sawur

    NGAWI – Sinergitas Polres Ngawi bersama TNI kali ini kembali terlihat saat beberapa rumah warga terdampak luapan sungai Sawur, akibat hujan deras yang melanda Ngawi pada Minggu malam (25/2/2024)

    Bersama masyarakat sekitar, tampak anggota Polisi dan personel Koramil Mantingan saling bahu membahu membersihkan lumpur luapan sungai Sawur yang masuk ke rumah warga di Dusun Tempursari Timur Ds. Tambakboyo Kec. Mantingan Kab. Ngawi

    Menurut keterangan Kapolsek Mantingan AKP Agus Andi Agus P. sebelumnya Bhabinkamtibmas bersama anggota yang sedang piket mendapat laporan adanya Sungai Sawur di Mantingan Kabupaten Ngawi meluap.

    Akibatnya, air bercampur lumpur masuk ke rumah – rumah warga yang masuk Kawasan aliran Sungai tersebut.

    “Anggota langsung mendatangi lokasi dan benar jika ada beberapa rumah warga yang terdampak,”ujar Kapolsek Mantingan AKP Agus.

    Melihat hal itu, anggota Polsek Mantingan Aiptu Haryono, Bripka Dwi Wahyu, Bripka Agus serta anggota Koramil Mantingan Serma Siswanti bergegas mengambil peralatan seadanya dan bersama warga membantu membersihkan lumpur.

    Di tempat terpisah, Kapolres Ngawi AKBP Argowiyono, S.H., S.I.K., M.Si melalui Kasi Humas Iptu Dian menyatakan terkait kejadian bencana banjir bercampur lumpur tersebut tidak ada korban jiwa.

    “Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa. Hanya kotoran berupa lumpur yang memasuki beberapa rumah warga,”ujarnya.

    Kasihumas Polres Ngawi mengatakan, untuk membersihkan luapan lumpur pihak Polres Ngawi bersama TNI dan warga akan melaksanakan kerja bakti.

    “Hari ini kerja bakti dilanjutkan kembali, agar rumah warga dan lingkungan yang terdampak luapan lumpur benar-benar bersih,” terang Dian saat dihubungi media, pada Senin (26/2/2024) pagi

    Salah satu warga Supardi (56) yang rumahnya terdampak luapan air dan lumpur sungai Sawur merasa senang, atas kecepatan bantuan yang datang, sehingga bisa segera istirahat malam dengan tenang.

    “Alhamdulilah, berkat kedatangan dan bantuan dari pak polisi, pak tentara, juga warga sekitar, maka lumpur bisa segera disingkirkan, dan kami bisa tidur dengan nyaman. Hari ini (Senin) dilanjutkan kembali bersih-bersihnya,” ucap Supardi

    Kerja bakti akibat luapan lumpur sungai Sawur dilanjutkan kembali pada Senin (26/2/2024), yang akan dilakukan warga bersama Forpimcam Mantingan. (d*)

    Bencana alam tanah meluapnya sungai Sawur terjadi diduga akibat hujan deras, sehingga debit air melampaui batas, dan sampah serta lumpur memasuki rumah warga. (*)

  • KPU Nganjuk Mengambil Alih Tugas PPK, Terkait Adanya Dugaan Penggelembungan Suara Di Dapil 3 Nganjuk

    KPU Nganjuk Mengambil Alih Tugas PPK, Terkait Adanya Dugaan Penggelembungan Suara Di Dapil 3 Nganjuk

    KabarNganjuk.com – Menindak lanjuti Rekapitulasi daftar pemilihan hasil pemutakiran di Kecamatan Kertosono, yang diduga adanya pengelembungan suara pada rekapitulasi kemarin, Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Nganjuk secara langsung ambil alih tugas PPK guna diadakan pencermatan ulang DPRD Kabupaten, dan diduga tidak ada pergantian KKP ( 25/2/2024).

    Hal ini dilakukan pihak Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Nganjuk, dikarena kemarin pada 23/2/2024 diduga sempat terjadi pengelembungan suara yang dugaan di lakukan oleh Ketua PPK dan Panwascam Kertosono ( Dapil 3).

    Di sela – sela saat rekapitulasi, Ketua Komisi Pemilihan Umum ( KPU ) Nganjuk Pujiono saat di temui awak media, menyampaikan bahwa ini adalah menindak lanjuti rekapitulasi daftar pemilih hasil pemutakiran di Kecamatan Kertosono yang kemarin ” jelasnya.

    Lebih lanjut disampikan Pujiino Selaku Ketua KPU Kabupaten Nganjuk, berdasarkan ketentuan pasal 78, jika panitia di tingkat Desa atau Kecamatan ada gangguan, untuk meneruskan terhadap Pemilu dan di ambil alih oleh KPU Kabupaten, dan kami menetapkan tentang pengalihan tugas di tingkat Kecamatan Kertosono.

    ” Karena rekapitulasi hasil penghitungan suara di Kecamatan Kertosono itu belum ditetapkan, maka KPU Kabupaten lah yang akan menetapkan, karena kemarin ada Ketua PPK dan Panwascam yang di amankan oleh Bawaslu, dan sejauh ini kami belum tahu detail karena masih proses dan belum bisa, karena surat resmi belum ada ” pungkasnya.

    ( gik)

  • Perayaan Cap Go Meh Klenteng Poo San Sie Tidak Mengarak Barongsai Keliling Kampung

    Perayaan Cap Go Meh Klenteng Poo San Sie Tidak Mengarak Barongsai Keliling Kampung

    KabarNganjuk.com – Perayaan Cap Go Meh di Klenteng Poo San Sie, Desa Kudu, Kecamatan Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Dirayakan pada Sabtu (24/2/2024) malam hari dengan pertunjukan seni Barongsai Naga Emas.

    Sangat meriah dengan antusias warga yang datang ke klenteng, meskipun tahun ini Barongsai tidak melakukan arak-arakan keliling kampung, mengingat masih ada suasana pemilu dan juga untuk menjaga kondusifitas penghitungan rekapitulasi suara.

    Warga memadati halaman klenteng untuk melihat penampilan seni Barongsai yang dibawakan oleh umat klenteng.

    Seperti biasa, pertunjukan seni barongsai juga diiringi seni leang-leong, serta berbagai jenis Barongsai. Namun, yang istimewa dari penampilan Barongsai malam itu adalah Naga Api

    Yaitu Naga yang menyemburkan asap dan api dari mulutnya, penampilan ini menjadi sorotan utama dari para penonton. Selain itu, penampilan Barongsai yang padu dari para pelaku juga menarik perhatian.

    Suganda, seorang umat di Klenteng Poo San Sie, menjelaskan bahwa Barongsai ini diselenggarakan untuk memberikan hiburan kepada masyarakat, serta untuk menjaga kebudayaan. Meskipun banyak masyarakat yang meminta Barongsai untuk melakukan arak-arakan keliling kampung, namun pengurus klenteng belum dapat melaksanakan hal tersebut, karena untuk menjaga kondusifitas perayaan Cap Go Meh.

    “tujuan dari digelarnya bRongsai malam ini adalah ini merupakan tradisi Poo San Sie, untuk menghibur orang-orang, supaay negara kita Makmur” ujarnya

    Kegembiraan terlihat saat Barongsai membagikan permen dan menjadi rebutan anak-anak. Bagi mereka, mendapatkan permen merupakan keberkahan tersendiri.

    (sha)