Kategori: Berita

  • Panglima TNI dan Kapolri Tampil Dalam Pagelaran Wayang Orang, Simbol Sinergitas Melalui Budaya Bangsa

    Panglima TNI dan Kapolri Tampil Dalam Pagelaran Wayang Orang, Simbol Sinergitas Melalui Budaya Bangsa

    Jakarta, KabarNganjuk.com- Sudah menjadi komitmen, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo selalu menunjukan sinergitas dan soliditas TNI – Polri dalam berbagai kesempatan.

    Bukan hanya soal menjaga kondusivitas Negara Kesatuan Republik Indonesia, kedua pimpinan tertinggi di TNI – Polri ini juga kompak melestarikan kesenian tradisional.

    Salah satunya adalah dengan main wayang orang bersama,dimana Laksamana Yudo Margono dan Jenderal Sigit bakal tampil dalam pagelaran wayang orang tersebut dengan lakon cerita ‘Pandowo Boyong’.

    Pagelaran ini bakal digelar di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Minggu 15 Januari 2023 pukul 19.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.

    Dalam pagelaran wayang orang dengan lakon ‘Pandawa Boyong’ ini, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono akan memerankan sosok Bima Sena. Sementara istrinya, Vero Yudo Margono, bakal memerankan sosok Dewi Nagageni.

    Begitu pula para Kepala Staf TNI juga ikut ambil bagian diantaranya KSAD Jenderal Dudung Abdurachman akan memerankan sosok Batara Guru, KSAL Laksamana Muhammad Ali memerankan Batara Baruna, dan KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo akan memerankan Eyang Abiyasa.

    Sedangkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit akan memerankan tokoh Prabu Puntadewa. Dalam pewayangan, Puntadewa digambarkan sebagai sosok manusia yang berhati suci dan membela kebenaran.

    Puntadewa yang merupakan anak sulung dari Prabu Pandu Dewanata ini juga digambarkan sebagai sosok manusia yang sabar, beriman, tekun beribadah, ikhlas dan jujur.

    Prabu Puntadewa yang memiliki lima saudara kandung laki – laki yaitu Bima,Arjuna, si kembar Nakula dan Sadewa ini juga dikenal sebagai sosok yang senantiasa mengedepankan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan dan memiliki watak Hasta Brata sebagai pemimpin.

    Lakon Pandawa Boyong ini mengisahkan ketika lima orang kesatria (Pandawa Lima) bersaudara boyongan atau pindah dari kerajaan Alengka yang dikuasai Kurawa ke Astinapura.

    Kepindahan itu untuk memerdekakan diri dari kekuasaan para Kurawa. Proses pindahnya para Pandawa Lima ini tidak semulus dan semudah yang dibayangkan. Rintangan berat harus mereka lewati termasuk harus berperang melawan bala tantara dari Kurawa yang sebenarnya masih ada ikatan saudara dengan Pandawa Lima.

    Para Kurawa yang jumlahnya jauh lebih besar dengan punya persenjataan lebih banyak, terpaksa harus ditaklukan oleh Pandawa Lima. Namun berkat kesungguhan yang didasarkan niat baik dan bijaksana, Pandawapun dapat memenangkan perang.

    Pagelaran wayang orang dengan lakon cerita ‘Pandawa Boyong’ ini diinisiasi oleh Panglima TNI Laksamana Yudo Margono berkolaborasi dengan lintas generasi, para tokoh dan berbagai unsur seperti Laskar Indonesia Pusaka, Paguyuban Wayang Orang Barata, dan lain sebagainya.

    Di kalangan seniman,Panglima TNI Laksamana Yudo Margono memang dikenal juga sebagai sosok Laksamana Budayawan. Ini karena dirinya selama ini sangat konsen dalam melestarikan seni budaya warisan leluhur nenek moyang.

    Dalam pernyataannya, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono beberapa waktu lalu menyebut bahwa usaha menjaga kelestarian budaya, termasuk wayang orang menjadi semakin penting untuk dilaksanakan di tengah serbuan pengaruh budaya asing sebagai dampak dari globalisasi hasil kemajuan teknologi informasi dan digital.

    Ia juga bertekad untuk ambil bagian dalam usaha melestarikan berbagai kekayaan budaya bangsa melalui tindakan-tindakan yang nyata.

    “Bangsa Indonesia seharusnya lebih memilih wayang sebagai tontonan sekaligus tuntunan dalam kehidupan. Tetapi, pada kenyataannya saat ini rakyat kita, khususnya generasi muda, lebih mengidolakan tokoh-tokoh superhero produk negara lain dibandingkan tokoh-tokoh pewayangan. Ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk mengembalikan kecintaan masyarakat terhadap budaya sendiri,”ungkap Laksamana Yudo di Jakarta beberapa waktu lalu.

    Dengan digelarnya lakon Boyongnya Pandawa ke Astina ini, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono berharap bisa menjadi pesan moral kepada masyarakat agar lebih memahami, menghayati dan mengamalkan Pancasila.

    Bahkan sosok dalam Pandawa Lima pun relevan dengan semangat dan nilai-nilai Pancasila. Puntadewa adalah simbol Ketuhanan yang menjadi sila pertama dalam Pancasila.

    Bimasena yang adil dan penuh rasa kemanusiaan, mewakili sila ke dua Pancasila. Arjuna mencerminkan semangat persatuan dan kesatuan yang dinyatakan dalam sila ke tiga Pancasila.

    Sementara Nakula menyimbolkan sila ke empat, yaitu permusyawaratan masyarakat sedangkan kembarannya, Sadewa simbol dari sila ke lima, keadilan sosial yang benar-benar adil. (Hms)

  • Pererat Silahturahmi, Polres Nganjuk Ajak Masyarakat Nobar “Wayang Orang”

    Pererat Silahturahmi, Polres Nganjuk Ajak Masyarakat Nobar “Wayang Orang”

    KabarNganjuk.com- Dalam rangka peringati Hari Dharma Samudera Tahun 2023 TNI Angkatan Laut Kapolres Nganjuk AKBP. Boy Jeckson Situmorang beserta jajaran Polres Nganjuk, Dandim 0810 Nganjuk, juga segenap jajaran di Pemerintahan Kabupaten Nganjuk dan Komunitas Ngajiro, ajak Nonton Bareng Pagelaran Wayang Orang dan Ngopi Bareng Di Kopi Soe Nganjuk, Minggu (15/01/2023).

    Hal ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi, persaudaraan dan persahabatan antara Polres Nganjuk dan masyarakat. Nobar ini dihadiri juga Ketua DPRD Nganjuk bersama Anggota Dewan, Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk, Kepala Pengadilan Negeri Nganjuk, nampak juga Panito selaku Tokoh Masyarakat dan beserta segenap undangan yang hadir di acara Ngopi Sambil Nobar.

    Dalam sambutannya di acara Ngopi Bareng sambil Nobar “Wayang Orang” dengan Lakon Pandowo Boyong, Kapolres Nganjuk AKBP. Boy Jeckson yang sering di sapa Om Boy menyampaikan, bahwa TNI – POLRI selalu sinergitas dan solidaritas dalam menjaga kondusifitas Negara Kesatuan Republik Indonesia.

    “Lakon Pandowo Boyong ini mengisahkan Lima Orang Ksatria, boyongan dari Kerajaan Alengka ke Astinapura. dan adapun kepindahan Pandawa ini untuk Memerdekakan diri dari kekuasaan para Kurawa” ujar Om Boy.

    Lebih lanjut Om Boy menjelaskan, proses boyongan Pandawa ini tidak mudah dan semulus apa yang dibayangkan, ternyata banyak sekali rintangan, dan digelarnya Pagelaran Wayang Orang ini bertujuan untuk melestarikan Seni Budaya Warisan Nenek Moyang” tambahnya.

    “Satu Tahun Dua Bulan saya di Nganjuk, dan saya pernah sampaikan secara pribadi dan keluarga, saya akan menjadi bagian dari warga Kabupaten Nganjuk dan Alhamdulillah bisa melakukan, dan mungkin kurang sempurna, tapi saya selalu berusaha untuk yang terbaik” pungkas Om Boy. (Nur)

  • Janjikan Bisa Masuk RSD dan Pertamina, Warga Yuwono Dilaporkan ke Polsek Kertosono

    Janjikan Bisa Masuk RSD dan Pertamina, Warga Yuwono Dilaporkan ke Polsek Kertosono

    KabarNganjuk.com- Seorang ibu warga Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk adukan salah satu warga Desa Yuwono kecamatan Kertosono kabupaten Nganjuk ke Polsek Kertosono karena diduga telah melakukan penipuan. KAR (nama samaran) merasa ditipu oleh RN (nama samaran) karena telah dijanjikan kerja menjadi perawat di RSD Nganjuk ataupu RSD Kertosono dan juga di Pertamina.

     

    KAR menjelaskan bahwa untuk bisa masuk di dua instansi tersebut dibutuhkan biaya untuk perawat sebesar 20 juta dan di pertamina sebesar 35 juta (14/1/2023). KAR menjelaskan bahwa hal itu hanya janji semata meski HAR sudah membayar biaya yang disebutkan RN.

     

    “Saya sudah memberikan uang sebesar Rp. 55.000.000 (Lima Puluh Juta), untuk dimasukan kerja ke Perawat dan Pertamina, itu untuk ke Dua anak saya” jelas KAR.

     

    Lebih lanjut SAR mengatakan kalau dirinya mengenal RN itu mengaku sebagai Pengusaha Rajutan yang tinggal di Kertosono, menjanjikan kepada saya bahwa untuk masuk Perawat di RSD Nganjuk/ Kertosono sebesar Rp. 20.000.000 (Dua Puluh Juta Rupiah), sedangkan untuk di Pertamina saya disuruh bayar Rp. 35.000.000 (Tiga Puluh Lima Juta Rupiah )” jelasnya.

     

    “Pada Tanggal 11 Desember 2022 saya memberi uang kepada RN sebesar 15 Juta, dan pada Tanggal 13 saya memberikan lagi 5 Juta lewat transfer, dan yang 35 Juta saya memberikan cas kepada RN pada Tanggal 15 di Bulan yang sama” jelas KAR.

     

    “Merasa curiga dengan RN, saya ahkirnya menghubungi nomor yang diberikan kepada saya oleh RN, yang katanya Kepala Dinas Kesehatan Surabaya dan Kepala Dinas Pertamina, tetapi tidak dapat dihubungi semua, jadi saya tidak pernah tau orangnya, karena sama RN tidak diperbolehkan” lanjut KAR.

     

    “Ya saya percaya saja, karena dia (RN) bilangnya kepada saya mengaku dekat dan di bantu oleh orang Nomor Satu di Nganjuk, makanya saya percaya, setelah saya curiga ahkirnya saya minta uang yang 20 Juta yang dijanjikan masuk Perawat, dan yang 35 Juta dijanjikan di Pertamina katanya Tanggal 5 dikasih, tapi sampai Hari ini uang saya belum di kembalikan, dan kemarin saya sudah mengadukan perkara ini ke Polsek” tambahnya.

     

    Sementara itu Orang Nomor Satu di Nganjuk Marhaen Djumadi saat dikonfirmasi lewat WA mengatakan bahwa dengan apa yang di lakukan oleh RN, mengatakan dengan tegas bahwa tidak mengetahui tentang perekrutan itu, kalaupun ada semua sesuai prosedur, ini merupakan penipuan, segera laporkan saja, setahu saya RN hanya sebatas warga yang bergerak di bidang UMKM” tegas Kang Marhaen. (Tim)

  • MA Tolak Perkara dan Putusan Banding JPU Terkait Kasus Eks Bupati Nganjuk

    MA Tolak Perkara dan Putusan Banding JPU Terkait Kasus Eks Bupati Nganjuk

    KabarNganjuk.com – Majelis Hakim Mahkamah Agung telah putuskan kasasi perkara dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh terdakwa Eks. Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat terkait penerimaan dan pemberian uang dalam mutasi jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk.

    Berdasarkan penelusuran KabarNganjuk.com melalui laman resmi Mahkamah Agung (MA) Republik Indonesia (RI), majelis hakim menolak perkara atas putusan banding yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan terdakwa Novi Rahman Hidayat.

    Putusan ini ditetapkan oleh majlis hakim yang diketuai oleh Dr. H. Suhadi, SH., MH. dengan hakim anggota Dwiarso Budi Santiarto, S.H., M.Hum. dan DR Sinintha Yuliansih Sibarani, S.H., M.H. pada Selasa 8 November 2022. Dan putusan tersebut terdaftar dalam perkara nomor 6017 K/PID.SUS/2022.

    (Tim)

  • Polrestabes Surabaya Gelar Gladi Bersih Pengamanan Jelang Sidang Kanjuruhan

    Polrestabes Surabaya Gelar Gladi Bersih Pengamanan Jelang Sidang Kanjuruhan

    Surabaya, KabarNganjuk.com – Jelang Sidang Perdana Kasus Kanjuruhan di Pengadilan Negeri Surabaya mendapat pengawalan dan pengamanan ketat dari Polrestabes Surabaya dan Jajaran. Seperti yang dilaksanakan pada hari Jumat (13/1) dilaksanakan Gladi Bersih kesiapan pengamanan Sidang Kanjuruhan di Pengadilan Negeri serta seluruh pintu keluar tol yang mengarah masuk ke Kota Surabaya.

    Pihak kepolisian juga tidak memberikan izin untuk unjuk rasa dan dihimbau agar Aremania untuk tidak datang dalam persidangan karena di sini ada penolakan dari rekan-rekan Bonek Surabaya.

    Jika nantinya ada penyusup dan diketahui dari pihak Aremania, maka akan diamankan oleh Polisi dan langsung menjalani penyidikan guna mengetahui maksud dan tujuannya datang.

    Pengamanannya, ada sekitar 800 personil yang ada di PN dan seluruh exit tol jalur masuk. Seluruh titik-titik masuk ke Surabaya akan dilakukan penyekatan dan patroli, menjaga untuk Arema agar tidak masuk ke Surabaya.

    Kapolrestabes Surabaya Polda Jatim, Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan melalui Kabag OPS, AKBP Toni Kasmiri menjelaskan, besok pada sidang perdana kasus Kanjuruhan untuk lima terdakwa, petugas melaksanakan pengamanan karena ditunjuk Pengadilan Negeri Surabaya, majelis hakim, kejaksaan dan penasehat hukum termasuk terdakwa yang diamankan keselamatannya.

    “Kita menghimbau seluruh masyarakat baik Aremania maupun Bonek percayakan semua proses hukum yang berlaku dan tidak usah melakukan unjuk rasa ataupun memprovokasi karena kenapa kita menjelang Piala Dunia jadi sorotan untuk Surabaya,” kata AKBP Toni, Jumat (13/1/2023).

    Toni melanjutkan, Surabaya yang Aman damai Sentosa jangan dikacaukan dengan hal-hal yang tidak diinginkan. Semua percayakan kepada petugas.

    Pihak kepolisian juga tidak memberikan izin untuk unjuk rasa dan dihimbau agar Aremania untuk tidak datang dalam persidangan karena di sini ada penolakan dari rekan-rekan Bonek Surabaya.

    Jalannya persidangan juga sudah dilakukan dengan live online, jadi saksikan dari rumah dan jika ada yang keliru, unek-unek sampaikan dan tidak usah ada aksi-aksi sampai turun ke jalan.

    Nantinya, Pengamanan PN sendiri akan ada tiga lapis yakni ring dalam ada di dalam gedung, Ring 2 di depan dan Ring 3 di samping kanan dan samping kiri gedung pengadilan negeri.

    “Kalaupun ada penyusup, akan diamankan oleh aparat kepolisian, lalu akan diinterogasi agar tidak bentrok dan tidak menjadi korban,” pungkas AKBP Toni.(*)

  • Walikota Blitar Apresiasi Kerja Polisi Ungkap Perampokan di Rumah Dinasnya

    Walikota Blitar Apresiasi Kerja Polisi Ungkap Perampokan di Rumah Dinasnya

    Kota Blitar, KabarNganjuk- Langkah cepat Polisi dari Polda Jatim dan Polres Blitar Kota mendapat apresiasi Walikota Blitar Drs Santoso.

     

    Walikota Blitar Drs Santoso mengatakan, kerja keras kepolisian dalam mengungkap perampokan tersebut, sebagai bukti keseriusan dalam melayani masyarakat.

     

    Drs Santoso mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Jatim Irjen Pol Dr.Toni Harmanto,MH beserta jajarannya yang telah bekerja keras mengungkap kasus perampokan di Rumah Dinas Wali Kota Blitar yang terjadi tepat satu bulan lalu atau 12 Desember 2022.

     

    “Pertama, saya ucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolda Jatim beserta jajarannya, yang telah bekerja keras, yang telah menunjukkan pelaku, ada tiga orang yang sudah tertangkap,” kata Walikota Blitar Drs Santoso, Kamis (12/01/2023).

     

    Didampingi Sekda Kota Blitar Priyo Suhartono, Kepala BPKAD Kota Blitar Widodo Sapto Johanes, Kepala Inspektorat Kota Blitar Suyoto, dan Kabag Umum Kota Blitar Gigih Mardana, Wali Kota Blitar juga memonitor konferensi pers dari Polda Jatim terkait kasus perampokan di Rumah Dinasnya.

     

    “Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Kapolres Blitar Kota AKBP Argowiyono beserta jajarannya yang juga ikut membantu mengungkap kasus itu,” ujarnya

     

    Untuk diketahui dalam Konferensi Pers, Kapolda Jatim didampingi oleh Direskrimum Kombes Pol Totok Suhariyanto dan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto menyatakan bahwa Tiga dari lima orang pelaku perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar, Santoso, di Jalan Sudanco Supriyadi, Sananwetan, Kota Blitar, telah berhasil ditangkap.

     

    Tiga orang tersangka itu ditangkap dalam operasi pengejaran yang dilakukan oleh Tim Gabungan Jatanras Polda Jatim dan Satreskrim Polres Blitar Kota.

     

    Sedangkan 2 orang lainnya masih diburu. Ketiga pelaku yakni MJ alias NT (54) warga Lumajang; ASM (54) warga Cengkareng, Jakarta Barat; dan AJ (57) warga Jombang. Ketiganya ditangkap di lokasi yang berbeda.

     

    Kapolda Jatim Irjen Toni Harmanto mengatakan sesuai janjinya untuk mengungkap kasus perampokan yang terjadi rumah dinas wali kota Blitar. Irjen Toni menambahkan, kasus ini masih akan dikembangkan.

     

    “Alhamdulillah berkat doa kita semua tiga pelaku kasus kejahatan di rumah dinas wali kota Blitar bisa kami tangkap,” kata Kapolda Jatim Irjen Toni Hermanto

     

    Pada kesempatan yang sama, Direskrimum Polda Jatim Kombes Totok Suharyanto menyampaikan, butuh waktu 24 hari bagi polisi untuk menangkap para pelaku. Menurutnya, para pelaku cukup licin.

     

    “Pengungkapan kasus berjalan kurang lebih 24 hari. Lima pelaku ini kami identifikasi berdasarkan scientific crime investigation. Mereka cukup lihai untuk melarikan diri,” ungkap Kombes Totok.

     

    Seperti diberitakan sebelumnya bahwa Perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar di Jl Sudanco Supriyadi, Kota Blitar terjadi pada Senin (12/12/2022).

     

    Pelaku berjumlah lima orang menyekap Wali Kota Blitar, Santoso bersama istri, Feti Wulandari dan tiga Satpol PP, penjaga rumah dinas.

     

    Para pelaku menggasak uang tunai Rp 400 juta dan sejumlah perhiasan dari Rumah Dinas Wali Kota Blitar. (Hms)

  • Disruduk Fuso, Wanita dan Balitanya Dilarikan ke RS

    Disruduk Fuso, Wanita dan Balitanya Dilarikan ke RS

    KabarNganjuk.com- Laka lantas kembali terjadi di Kabupaten Nganjuk, tepatnya di depan Mapolres Nganjuk bagian timur. Laka ini terjadi antara truck fuso dengan sepeda motor honda Scoopy bernopol AG 3053 UM pada Kamis siang (12/1/2023).

     

    Pengendara truck fuso bernopol W 9886 UL tanpa muatan tersebut adalah Imam Teguh Sujoko yang akan menuju Krian dari Boyolali Jawa Tengah. Sedangkan korban pengendara motor Honda Scoopy tersebut adalah Dwi.

     

    Menurut keterangan Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk Ipda Ajeng Ayu Ardianingrum menjelaskan bahwa pengendara truck fuso kurang berhati-hati saat sampai di TKP. “Tanpa memperhatikan situasi lalu lintas yang ada. Dan kurang menjaga jarak” ucap Ipda Ajeng.

     

    “Diwaktu bersamaan, Sdr Dwi pengendara Scoopy yang juga membonceng anaknya akan berbelok ke kiri tepatnya ke arah utara tepat berada di depan truck fuso tersebut. Karena jarak terlalu dekat, maka terjadilah kecelakaan” jelasnya.

     

    “Dari kecelakaan tersebut Sdr. Dwi mengalami luka lecet dan nyeri pada kaki kiri sedangkan anaknya mengalami luka lecet pada dahi sebelah kiri, sementara motornya ringsek di bagian belakang”

     

    Pengendara truck fuso langsung diamankan ke Polres Nganjuk, sedangkan korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. (Tim)

  • Polres Nganjuk Bersholawat, Sebagai Upaya Sinergitas Kepada Masyarakat

    Polres Nganjuk Bersholawat, Sebagai Upaya Sinergitas Kepada Masyarakat

    Nganjuk, KabarNganjuk.com – Polres Nganjuk gelar sholawat bersama dengan Junudul Musthofa dan Rijalul Ansor di halaman Mapolres Nganjuk, sebagai upaya sinergitas kepada masyarakat pada Rabu (11/1/2023).

    Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson Situmorang dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Habib Ali dan juga Kiai Nashih Basthomi selaku pimpinan Junudul Musthofa – Rijalul Ansor yang menyempatkan hadir di acara ini termasuk juga ribuan jamaah yang hadir dalam acara ini.

    “Kita gelar sholawatan untuk melatih dan mengasah kepekaan kita, terutama hati” tutur Kapolres Nganjuk.

    Ia juga menjelaskan bahwa acara ini sengaja di tempatkan di halaman Mapolres Nganjuk agar seluruh anggota Polres Nganjuk bisa lebih dekat dan bertemu masyarakat.

    “Mapolres Nganjuk adalah rumah untuk kita semua. Kita berikan ruang yang besar untuk semua masyarakat Nganjuk” ucapnya.

    Sementara Kiai Nashih dalam sambutannya menyampaikan terimakasihnya kepada Kapolres Nganjuk atas prestasi yang cukup membanggakan selama ini terutama dalam menciptakan Kamtibmas yang aman dan kondusif.

    “Dengan pendekatan hal-hal seperti ini, menghasilkan hasil yang membanggakan. Termasuk dengan pendekatan emosional yang cukup mampu tertibkan Kamtibmas” tutur Kiai Nasih di akhir sambutannya.

    Reporter: Dyah
    Editor: Siti Nur Kholifah

  • Polrestabes Surabaya Ungkap Peredaran Narkoba, 2 Pengedar dan Ratusan Ribu Pil Koplo Berhasil Diamankan

    Polrestabes Surabaya Ungkap Peredaran Narkoba, 2 Pengedar dan Ratusan Ribu Pil Koplo Berhasil Diamankan

    Surabaya, KabarNganjuk.com – Dua pria pengedar sabu dan obat keras berlogo ‘Y’ atau koplo di Kota Probolinggo tertangkap Sat Narkoba Polrestabes Surabaya. Sebanyak 79 poket sabu, serta 128.000 ribu butir pil koplo siap edar turut disita.

    Pemilik sabu dan ribuan pil koplo itu yakni, PUR (38) mereka merupakan warga Dusun Kertosari Desa. Gombolirang Kecamatan, Kabat Kabupaten, Banyuwangi dan AND (26) warga Dusun Kemangsen Desa. Kemangsen Kecamatan Balongbendo Kabupaten Sidoarjo.

    Kedua ditangkap oleh petugas Satnarkoba Polrestabes Surabaya, saat melakukan transaksi di rumah Jalan Gubernur Suryo Kelurahan Tisnonegaran, Kecamatan Kanigaran Kota Probolinggo.

    Kapolrestabes Surabaya Polda Jatim Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan melalui Kasat Narkoba AKBP Daniel Kasat Narkoba mengatakan, puluhan sabu serta ribuan pil koplo ini disimpan oleh PUR dalam kemasan 128 botol plastik warna putih. Ribuan pil ini ditemukan saat dilakukan penggeledahan di rumah tersangka.

    “Kedua tersangka kita amankan karena sengaja mengedarkan sabu serta pil Y, dengan barang bukti sebanyak 79 poket sabu dan 128.000 ribu butir pil Y,” kata Daniel kepada wartawan, Selasa (10/01/2023).

    Selain itu kata Daniel, dua kardus besar warna coklat, satu plastik klip ukuran sedang, dua plastik klip ukuran kecil, satu kotak kardus warna hitam bekas lampu, tiga ATM BCA dan satu handphone.

    “Dari hasil keterangan tersangka PUR bahwa ia mendapatkan barang berupa narkotika jenis sabu tersebut, dari seseorang berinisial JP (DPO),” kata Daniel.

    Daniel mengungkapkan, saat kita interogasi kedua tersangka mengaku, dengan cara barter dengan 224 botol plastik berisi 224.000 butir pil warna putih ber logo “Y” tersebut.

    “Namun pada saat itu tersangka PUR menyuruh seseorang yang panggilannya Koplo (DPO) untuk mengambil ranjau sabu tersebut, pada Kamis (17/10/2022) sekira pukul 01.00 Wib, di wilayah Madiun,” jelas Daniel.

    Daniel menambahkan, tersangka PUR juga memberikan perintah pada Koplo dan AND untuk membagi menjadi beberapa poket plastik klip dengan per poket beratnya 1 gram.

    Setelah kita dalami tersangka PUR membeli pil ber logo “Y” dari seorang bandar bernama RIJAL (DPO) sebanyak 128 botol yang berisi 1.000 butir dengan harga Rp. 51.200.000.

    Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Subs. Pasal 112 ayat (2) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika Dan Pasal 196 Subs. Pasal 197 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman 10 sampai 15 tahun penjara.

  • Kemarin Viral, Sekarang Hilang

    Kemarin Viral, Sekarang Hilang

    Kertosono, KabarNganjuk– Tugu Pecel yang berada di Kecamatan Kertosono Kabupaten Nganjuk Provinsi Jawa Timur baru-baru ini viral di media sosial hari ini hilang.

     

    Tugu yang menjadi ikon daerah ini cukup menjadi kontroversi, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Nganjuk karena biaya konstruksinya mencapai 60 juta rupiah.

     

    Biaya yang cukup besar dengan hasil yang menurut masyarakat kurang memuaskan. Hari ini Selasa (10/1/2023) tugu tersebut terlihat aneh dari biasanya. Karena, pincuk yang berada diatas ring tidak ada di tempat.

     

    Menurut keterangan warga sekitar, pincuk tersebut diambil oleh pekerja konstruksi yang beberapa hari lalu membangun tugu tersebut.

     

    “Bukan hilang ya, tapi diambil oleh pekerja yang sebelumnya membangun tugu tersebut” ucap warga tersebut.

    (Tim)

  • Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Baru SPKT Oleh Kapolres Nganjuk

    Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Baru SPKT Oleh Kapolres Nganjuk

    Nganjuk, KabarNganjuk.com – Peletakkan batu pertama oleh Kapolres Nganjuk AKBP Boy Jeckson Situmorang, S.H.,S.I.K.,M.H. sebagai awal dimulainya pembangunan gedung baru Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Nganjuk, Senin (9/1/2023) pagi.

    AKBP Boy Jeckson menyampaikan, gedung SPKT yang akan dibangun di sisi timur Polres Nganjuk tersebut sebagai pengganti gedung SPKT lama, yang dianggap sudah tidak representatif untuk kepentingan pelayanan publik.

    Gedung baru SPKT yang akan dibangun dari dana hibah dari Pemkab Nganjuk ini bukan milik Polres Nganjuk melainkan akan menjadi milik masyarakat luas Nganjuk. Ucap AKBP Boy

    AKBP Boy juga berharap agar gedung tersebut nantinya dapat dilengkapi dengan fasilitas dan aplikasi yang memanfaatkan Smart Teknologi.

    Sehingga bisa memudahkan dan mentransparansikan pelayanan Kepolisian terutama untuk masyarakat Kabupaten Nganjuk, katanya.

    Di temui di tempat yang sama, Sekretaris Daerah Kabupaten Nganjuk Drs. Nur Solekan, M.Si mengucapkan rasa terima kasihnya kepada Polres beserta jajarannya yang telah berupaya untuk menjaga kondusifitas wilayah Kabupaten Nganjuk.

    Kami berharap gedung yang akan dibangun dengan memanfaatkan teknologi digitalisasi ini bisa menjadi pusat penyedia layanan Kepolisian yang nantinya dapat terintegrasi hingga ke pelosok-pelosok kabupaten Nganjuk, pungkasnya.

    Untuk diketahui, pembangunan gedung SPKT di sisi timur Polres Nganjuk ini diperkirakan memakan dana Rp 5 miliar, dan memakan waktu kurang lebih 4 bulan untuk menyelesaikan proyek tersebut.

  • Mutasi Jabatan Kasat Binmas Polres Nganjuk, Ini Pesan Kapolres Nganjuk Kepada Pejabat Baru

    Mutasi Jabatan Kasat Binmas Polres Nganjuk, Ini Pesan Kapolres Nganjuk Kepada Pejabat Baru

    Nganjuk, Kabarnganjuk.com – Kapolres Nganjuk AKBP. Boy Jeckson S., S.H.,S.I.K.,M.H. berpesan kepada pejabat baru Kasat Binmas Polres Nganjuk untuk menyusun rencana kerja dan melakukan akselerasi untuk mendukung Satuan lain.

    Pesan ini disampaikan AKBP. Boy Jeckson saat memimpin serah terima jabatan (sertijab) Kasat Binmas Polres Nganjuk dari AKP. Sudarwoco yang diganti oleh AKP. Totok Heru Rudianto di lapangan apel Polres Nganjuk, Senin(09/01/2023).

    Sebelumnya AKP. Totok Heru Rudianto menjabat sebagai Kasubbag Watpers pada Bagsumda Polres Nganjuk. AKP. Sudarwoco selanjutnya akan bergabung pada Bagian Perencanaan sebagai Analis Penyelia.

    Menurut AKBP. Boy Jeckson yang menganut pahan pemolisian secara proaktif, jabatan Kasat Binmas merupakan jabatan paling sentral di jajaran Polres Nganjuk dalam rangka mendukung pelaksanaan kegiatan preemtif dan preventif Kepolisian.

    Sementara itu AKP. Totok Heru Rudianto mengatakan, langkah strategis awal yang akan diambil adalah melakukan pembinaan secara intensif kepada Bhabinkamtibmas di jajaran Polres Nganjuk.

    “Bhabinkamtibmas merupakan aset penting bagi fungsi Binmas dalam menyerap aspirasi dan mitigasi terhadap permasalahan di tengah masyarakat, untuk itu peningkatan kemampuan individu sangat diperlukan guna memenuhi target yang ingin dicapai pimpinan,” kata AKP. Totok Heru. (acha)

  • Ketua Umum Wakomindo : Plt Dewan Pers Harus Minta Maaf

    Ketua Umum Wakomindo : Plt Dewan Pers Harus Minta Maaf

    Surabaya, KabarNganjuk.com – Ketua Umum Wakomindo (Wartawan Kompetensi Indonesia) Dedik Sugianto mendesak Plt Ketua Dewan Pers M. Agung Dharmajaya mencabut perkataannya, dan harus meminta maaf ke LSP Pers Indonesia dan seluruh wartawan yang mempunyai sertifikat kompetensi wartawan yang diterbitkan BNSP melalui LSP Pers Indonesia.

    Desakan minta maaf itu didasari oleh perkataan ketua Dewan Pers di muat di media online beberapa hari lalu terkait tidak melegalkan dan dianggap salah pelaksanaan UKW LSP Pers Indonesia.

    “Bahasa tidak melegalkan bisa disamakan dengan ilegal. Ilegal artinya tidak sesuai dengan peraturan dan Undang undang yang berlaku. Perkataan Agung itu tidak berdasar sama sekali. LSP Pers Indonesia di dirikan sesuai dengan peraturan dan Undang undang di negara ini,” ujar Dedik. Sabtu (07/01/2023) dikantornya jalan Kedung Anyar 7/50 Surabaya

    “Dia harus minta maaf dan menarik ucapannya, kalau itu tidak dilakukan, LSP Pers Indonesia semestinya membuat somasi, jika ga digubris, ambil langkah hukum pidana, dugaan menyebarkan informasi yang sesat, dan mencemarkan nama baik,” terang Dedik.

    “Imbas dari perkataan Agung, akan terasa dilapangan terhadap wartawan yang memiliki sertifikat kompetensi yang diterbitkan BNSP. Sertifikat itu dianggap tidak sah, karena pelaksanaan UKW dianggap ilegal oleh Plt Ketua Dewan Pers,” ujar Dedik.

    “Agung itu hanya Plt, menggantikan Ketua Dewan Pers yang wafat beberapa waktu lalu. Semestinya dia berkata, dia bertindak mendinginkan semua pihak, dan menyatukan insan pers di Indonesia,  bukan malah membuat panas situasi pers di Indonesia,” ujar Dedik.

    Terkait informasi yang menyatakan dalam putusan MK dalam uji materi UU Pers, bahwa Dewan Pers satu satunya lembaga yang berwenang melakukan uji kompetensi dibidang Pers, Dedik mengatakan informasi itu kurang tepat, dan harus diluruskan.

    “Dalam putusan MK terkait UKW, pada intinya perbuatan Dewan Pers menerbitkan kebijakan berkaitan dengan standar kompetensi wartawan tidak melawan hukum. Jadi menurut saya, LSP Pers Indonesia juga berhak membuat standar kompetensi dan menggelar uji kompetensi, sesuai dengan lisensi yang diperolehnya dari BNSP,” terang Dedik, yang pada saat uji materi UU Pers di MK dihadirkan sebagai saksi oleh pemohon.

    Terkait perkataan Agung bahwa para wartawan yang mempunyai sertifikat kompetensi wartawan di tolak dalam beberapa kegiatan, sehingga mereka menjadi korban atas pelaksanaan UKW karena tidak mengikuti UKW di lembaga uji dalam naungan Dewan Pers, Dedik mengatakan bahwa  para wartawan itu adalah korban dari manipulasi suatu kebenaran.

    “Sertifikat Kompetensi Wartawan berlogo lambang Negara Burung Garuda. Tidak ada yang bisa menyangkal bahwa Sertifikat itu yang mengeluarkan adalah negara,” terang Dedik.

    Ketua Wakomindo diakhir kata mengatakan akan melakukan upaya hukum terhadap siapapun, ataupun pihak manapun yang menolak dan menyuarakan tidak sah sertifikat kompetensi wartawan dari BNSP.

    “Wakomindo mempunyai anggota 100 persen wartawan bersertifikat kompetensi dari BNSP. Dan dalam kesempatan ini saya melakukan Peringatan keras kepada siapapun yang tidak mengakui dan menganggap tidak sah sertifikat kompetensi yang di miliki anggota Wakomindo,” tegas Dedik yang juga sebagai Asesor berlisensi BNSP di bidang Pers.

    “Dengan logo Burung Garuda lambang Negara Indonesia di dalam Sertifikat Kompetensi Wartawan, sudah jelas negara mengakui kompetensi pemegang sertifikat,  semestinya semua pihak paham hal itu. Wakomindo akan bertindak tegas dengan mengambil jalur hukum terhadap pihak-pihak yang tidak mengakui dan menganggap tidak sah sertifikat kompetensi wartawan yang dimiliki anggotanya,” pungkas Dedik.

    Perlu diketahui, Wakomindo mempunyai badan hukum perkumpulan yang didirikan di Surabaya oleh asesor dan para wartawan yang mempunyai sertifikat kompetensi yang diterbitkan BNSP.

    Pengurus dan anggota dari Wakomindo adalah wartawan berbagai organisasi pers yang mempunyai sertifikat kompetensi wartawan yang diterbitkan BNSP.

    Sesuai dengan rapat kerja yang digelar pada 22 Desember 2022 di Surabaya, Wakomindo akan mengirimkan surat kepada lembaga negara, pemerintah dan lembaga lainnya akan keberadaan perkumpulan wartawan yang mendukung program pemerintah meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui Profesi.

    Dukungan Wakomindo terhadap Program pemerintah meningkatkan SDM melalui profesi dengan bukti bahwa pengurus dan anggota Wakomindo seluruhnya adalah wartawan bersertifikat kompetensi wartawan yang berlogo lambang Negara Burung Garuda, dan kedepannya akan melakukan pelatihan dan pendidikan kepada para wartawan agar siap mengikuti sertifikasi kompetensi wartawan yang digelar LSP Pers Indonesia.

  • Dewan bersama Kadis Perindag Dengarkan Suara Pedagang Pasar Kertosono

    Dewan bersama Kadis Perindag Dengarkan Suara Pedagang Pasar Kertosono

    KabarNganjuk.com- Akibat banyaknya polemik yang terjadi Pasar Baru Kertosono, akhirnya hari ini Jum’at (6/1/2023) Komisi II DPRD Kabupaten Nganjuk adakan hearing bersama Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Nganjuk Haris Jatmiko dan Peguyuban Pedagang Pasar Kertosono terkait Pengelolaan Pasar Kertosono.

     

    Haris Jatmiko ditemui usai acara menjelaskan bahwa hearing ini untuk menampung keluh kesah pedagang pasar Kertosono. “Kita dengarkan mereka, kita tata, kita akan berikan yang terbaik” ucapnya dengan sabar.

     

    Sementara Fauzi selaku pedagang di pasar Kertosono menyampaikan bahwa hearing hari ini tidak menemui titik jelas. “Karena masih banyak usulan-usulan yang belum diterima” ucapnya.

     

    Ia juga menyampaikan pesan dari para pedagang pasar yang berada di relokasi agar bisa segera pindah ke pasar yang baru. “Para pedagang ingin segera pindah, karena pembangunan pasar yang berada di lantai satu telah selesai, termasuk juga sarana prasarananya” ucapnya.

     

    Terkait jumlah kios dan los, Fauzi menjelaskan bahwa bilamana nanti ada pedagang yang tidak mendapatkan kios ataupun los, Dinas terkait akan memikirkan bagaimana pedagang itu tetap bisa berjualan di pasar yang baru.

     

    Sedangkan Saleh, yang juga menjadi salah satu pedagang di Pasar Kertosono berharap baik dari Dewan maupun Pemerintah segera menindaklanjuti masalah ini. “Segera menindaklanjuti ke lapangan, karena realita di lapangan, relokasi sudah sangat tidak layak dan tempat yang jauh lebih baik adalah di tempat pasar yang baru” ucapnya.

    (Tim)