Kategori: Berita

  • Gerak Cepat Polresta Banyuwangi Berhasil Amankan Tersangka Pencabulan

    Gerak Cepat Polresta Banyuwangi Berhasil Amankan Tersangka Pencabulan

    Banyuwangi, KabarNganjuk.com- Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) masih menjadi gunung es yang masih harus menjadi perhatian.

     

    Karena untuk penanganan terhadap TPKS ini, aspek tata cara penanganan, perlindungan, hingga pemulihan korban juga harus diperhatikan.

     

    Selama Tahun 2022 di Kabupaten Banyuwangi menurut catatan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana tercatat 29 kasus yang terdiri 14 kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), dan 15 kasus pemerkosaan, pelecehan seksual dan kekerasan lainnya.

     

    TPKS di Kabupaten Banyuwangi bila dibandingkan pada Tahun 2021 yang mencapai 38 kasus, sudah terjadi penurunan.

     

    Data ini, berdasarkan catatan yang ada di Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan KB, tidak menutup kemungkinan di lapangan masih ada korban yang takut melapor.

     

    Awal tahun 2023 ini, Warga Desa Alasbuluh berinisial “DR” diamankan aparat Polsek Wongsorejo Polresta Banyuwangi atas dugaan tindakan pemerkosaan terhadan anak di bawah umur yang masih duduk di kelas 8 di salah satu sekolah di Kecamatan Wongsorejo.

     

    Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Deddy Foury Millewa melalui Kapolsek Wongsorejo AKP Sudarso pada Rabu (18/01) dengan didampingi Kanit Reskrim Aiptu Sador mangatakan, bahwa penangkapan itu bermula dari laporan ibu korban pada hari Rabu (11/01/2023) di Polsek Wongsorejo, dalam laporannya anaknya inisial ‘FA’ telah diperkosa oleh tetangganya sendiri DR yang berstatus pernah menikah.

     

    Kejadian terungkap setelah Ibu korban memeriksakan keperawanan anaknya ke bidan. Semua ini, dilakukan atas pengakuan korban setelah ditanya oleh ibu korban. Segera ibu korban melaporkan kejadian ini, ke Polsek Wongsorejo.

     

    “Korban masih berusia 13 tahun dan masih duduk di kelas 8 pada salah satu sekolah, setelah ditanya baru mengaku bahwa telah diperkosa oleh lak-laki yang sudah dikenal, atas kejadian itu ibu korban yakin telah terjadi tindak pidana terhadap anaknya. Dan menurut kami anak seumuran itu, tentunya akan bicara jujur ketika ditanya ibunya,” terang AKP Sudarso.

     

    Atas laporan itulah, Polsek Wongsorejo segera mengamankan DR untuk dilakukan penyelidilan dan penyidikan kepada para saksi, ahli.

     

    “Dalam melakulan penanganan kasus kami juga meminta asistensi dari Satreskrim Polresta Banyuwangi selaku pembina fungsi di bidang reserse,” ujar Kapolsek Wongsorejo.

     

    Selama proses penyidikan berlangsung DR diamankan di Polsek Wongsorejo dengan sangkaan melakukan tindak kejahatan sebagaimana diatur dalam UU Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun dengan denda maksimal Rp. 5 Milyar. (Hms)

  • MUI Jember Dukung Polisi Tindak Tegas Oknum Kyai yang Lecehkan Santriwati

    MUI Jember Dukung Polisi Tindak Tegas Oknum Kyai yang Lecehkan Santriwati

    Jember, KabarNganjuk.com- Tindakan yang dilakukan oleh aparat hukum dalam hal ini Polres Jember Polda Jatim terkait kasus dugaan pelecehan seksual oleh oknum Kyai di Jember mendapat dukungan dari sejumlah pihak termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember.

     

    Ketua Komisi Hukum dan HAM pada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jember, M.Cholily menyatakan mendukung proses penegakan hukum yang dilakukan aparat kepolisian terhadap kasus yang melibatkan pengasuh pondok Pesantren berinisial kyai FM.

     

    “Kami mendukung aparat penegak hukum untuk memproses kasus itu sesuai dengan undang-undang yang berlaku,” kata M. Cholily di Jember seperti dikutip media Republika, Kamis (19/1/23).

     

    MUI lanjut M Cholily, juga mendukung Polres Jember yang merupakan jajaran Polda Jatim dan instansi terkait untuk memberikan pelindungan dan rasa aman kepada kelompok yang rentan yakni santriwati terutama yang masih anak-anak dan pelapor.

     

    “Hal itu untuk melindungi korban dan pelapor dari segala bentuk intimidasi, ancaman, dan upaya-upaya lainnya untuk pencabutan pelaporan dan segala hal yang mengganggu proses serta penegakan hukum,” tutur M Cholily.

     

    Ia menjelaskan kasus tersebut diharapkan menjadi pelajaran bersama bagi para tokoh penyelenggara pendidikan pesantren khususnya untuk menciptakan lingkungan yang terbaik dan ramah anak di ponpes.

     

    “Perlu berhati-berhati dengan hal-hal yang jelas-jelas dilarang oleh agama baik itu dalam bentuk menyepi (khalwah) dengan lawan jenis, sekalipun itu adalah santriwati nya. Jangan pernah melakukan tindakan asusila dan pelecehan seksual yang mengatasnamakan agama,”terang M Cholily.

     

    Cholily mengatakan bahwa pihak MUI juga sudah dimintai keterangan oleh penyidik di Polres Jember sebagai saksi ahli terkait standar syariah nya, sehingga pihaknya memberikan penjelasan sesuai dengan apa yang dibutuhkan aparat kepolisian.

     

    “Kami juga siap meredam adanya potensi konflik horisontal di masyarakat dalam kasus tersebut, sehingga MUI juga berusaha menjaga agar suasana tetap kondusif,” ujarnya M Cholily.

     

    Menurutnya pondok pesantren yang diasuh oleh Kyai FM tidak memiliki izin resmi atau ilegal, karena pesantren tersebut tidak terdaftar di Kementerian Agama Jember.

     

    Sebelumnya Polres Jember menahan Kiai FM setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kekerasan seksual terhadap santri nya yang dilakukan di pondok pesantren di Desa Mangaran, Kecamatan Ajung Kabupaten Jember. (Hms)

  • Kapolda Jatim Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan Pejabat Polda dan Kapolres Jajaran

    Kapolda Jatim Pimpin Upacara Serah Terima Jabatan Pejabat Polda dan Kapolres Jajaran

    Surabaya, KabarNganjuk.com – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dr Toni Harmanto,MH memimpin langsung kegiatan pacara serah terima jabatan (sertijab) di lingkup pejabat Polda Jatim, yang dilaksanakan di Gedung Patuh Lantai 2, Mapolda Jatim, Kamis (19/1/2023).

     

    Gerbong mutasi Polri bergulir setelah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi beberapa perwira di jajaran Kepolisian seluruh Indonesia.

     

    Di Polda Jawa Timur, sejumlah Kapolres dan Pejabat Utama Polda Jatim juga bergulir, termasuk jabatan Kabidpropam Polda Jatim, yang diemban Kombespol Taufik Herdiansyah Zeinardi yang akan menjabat sebagai Dirreskrimum Polda Kalimantan Utara.

     

    Sedangkan jabatan Kabidpropam Polda Jatim akan dijabat oleh AKBP Iman Setiawan, yang sebelumnya menjabat sebagai Kabag Binkar ROSDM Polda Jatim.

     

    Sementara Kabidkum Polda Jatim Kombes Pol Adi Karia Tobing, mengemban jabatan baru sebagai Dosen Utama STIK Lemdiklat Polri.

     

    Sedangkan Kabidkum polda jatim, akan diemban oleh Kombes Pol Dr Sugeng Riyadi, yang sebelumnya menjabat sebagai Kaden C Ropaminal Divpropam Polri.

     

    Wadirkrimsus Polda Jatim, AKBP Zulham Effendi, akan mengemban jabatan baru sebagai Kabid Propam Polda Sulawesi Selatan. Sedangkan posisinya digantikan AKBP Arman, yang sebelumnya menjabat sebagai Kapolres Sampang.

     

    Jabatan Kapolres Sampang akan diduduki oleh AKBP Siswantoro, yang sebelumnya Kapolres Pamekasan. Sementara Kapolres Pamekasan akan dijabat oleh AKBP Satria Permana, yang sebelumnya menjabat sebagai Pamen Korlantas Polri.

     

    Sementara Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo, akan menduduki jabatan baru sebagai Kaden C Ropaminal Divpropam Polri. Sedangkan Kapolres Gresik AKBP Mochamad Nur Aziz, akan menjabat Wakapolrestabes Surabaya.

     

    Untuk jabatan Kapolres Gresik, akan dijabat oleh AKBP Adhitya Panji Anom, yang sebelumnya menjabat Kapolres Blitar, sedangkan Kapolres Blitar akan diisi oleh AKBP Anhar Arlia, yang sebelumnya Kapolres Labuhan Batu Polda Sumatra Utara.

     

    Selain itu Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar, akan mengemban jabatan baru sebagai Wakapolresta Malang, sementara Kapolres Mojokerto, akan diisi oleh AKBP Wahyudi, yang sebelumnya menjabat sebagai kapolres Kediri Kota.

     

    Jabatan Kapolres Kediri Kota diisi oleh AKBP Teddy Chandra, yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubditkamsel Ditlantas Polda Jatim.

     

    Begitu pula Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Anton Elfrino Trisanto, akan mengemban jabatan baru sebagai Wakapolres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya.

     

    Sedangkan jabatan Kapolres Tanjung Perak akan diduduki AKBP Herlina, yang sebelumnya menjabat sebagai Kasat Binmas Polrestabes Surabaya.

     

    “Sertijab ini setelah Kapolri Jendral Polisi Lystio Sigit Prabowo, mengeluarkan surat telegram rahasia (STR) bernomor ST/2774/XXI/KEP/2022 pada 23 Desember 2022,” kata Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Dirmanto usai mengikuti upacara sertijab.

     

    Kombes Pol Dirmanto juga menyebut mutasi adalah hal yang biasa dalam tubuh institusi Polri. Hal itu untuk lebih meningkatkan kwalitas SDM bagi anggota Polri.

     

    “Bergulirnya mutasi jabatan di institusi Polri adalah hal yang biasa,dan pasti dilaksanakan oleh institusi,”pungkas Kombes Dirmanto.

     

    Dalam acara tersebut, turut hadir Wakapolda Jatim Brigjen Pol. Slamet Hadi Supraptoyo, Pejabat Utama Polda Jatim, Kapolres/Ta/Tabes Jajaran. (Hms)

  • Jadi Keynote Speaker di Dialog Tomas dan Toga, Plt. Bupati Nganjuk Tegaskan Beberapa Hal

    Jadi Keynote Speaker di Dialog Tomas dan Toga, Plt. Bupati Nganjuk Tegaskan Beberapa Hal

    KabarNganjuk.com- LKHP (Lembaga Kajian Hukum dan Perguruan) dan  WKM (Wong’e Kang Marhaen) gelar dialog Mangayubagya Nganjuk Bangkit bersama Tomas dan Toga Kabupaten Nganjuk dengan tema “Pelayanan yang Memimpin (Servant Leadership)” di Frontone Ratu Hotel 19 Januari 2023.

    Dialog ini mengundang berbagai unsur masyarakat di Kabupaten Nganjuk, termasuk Kepala OPD, Kepala Desa, Tokoh Masyarakat, tokoh agama dan juga media di Kabupaten Nganjuk.

    Plt. Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi yang menjadi Keynote Speaker dalam dialog ini menyampaikan kepada seluruh yang hadir dan menekankan pada dirinya sendiri bahwa pejabat adalah pelayan masyarakat.

    Ia juga mengajak semua pihak dari berbagai lini di Kabupaten Nganjuk untuk membangun Nganjuk bermutu. Dirinya juga mewajibkan semua jajarannya, OPD, bahkan Kepala Desa di Kabupaten Nganjuk untuk mengubah mindset. “Pemimpin untuk saat ini untuk melayani, kita pelayan masyarakat” tegasnya.

    Dirinya juga menjelaskan bagaimana cara menjadi pemimpin yang bagus, yaitu dengan komunikasi, koordinasi dan kolaborasi.

    Hadir juga dalam dialog ini Markoni, salah satu guru yang 45 tahun lalu mengajar Plt. Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. Ia memberikan gunungan jagat kepada Orang Nomor 1 di Nganjuk dengan pesan “Titip Nganjuk sak isine”.

    Sementara, Ketua LKHP Dr. Wahju Prijo Djatmiko atau yang biasa dikenal dengan Lawyer Kondang menjelaskan bahwa tujuan diadakannya acara ini. “Untuk embginformasikan bahwasannya ada paradigma kepemimpinan yang baru, namanya ‘Pemimpin yang Melayani’. Kami berharap dengan adanya paradigma baru ini tidak ada lagi yang namanya penyakit birokrasi” ujarnya.

    “Hal ini dilakukan agar kepuasan masyarakat Nganjuk tercapai” pungkasnya. (Dyh)

  • Polisi Peduli, Polres Ponorogo Salurkan Bantuan Untuk Anak Keterbelakangan Mental

    Polisi Peduli, Polres Ponorogo Salurkan Bantuan Untuk Anak Keterbelakangan Mental

    Ponorogo, KabarNganjuk.com – Bakti sosial (Baksos) mengajarkan kita untuk saling peduli, mewujudkan rasa cinta kasih, dan saling menolong bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan.

    Atas dasar hal itulah Polres Ponorogo Polda Jatim melalui Jajarannya yaitu Polsek Badegan melaksanakan kegiatan Baksos menyalurkan bantuan sembako kepada warga yang membutuhkan di wilayah Kecamatan Badegan, Rabu (18/01/2023).

    Bantuan tersebut diberikan kepada Tasmi dan Watini, anak dari Pak Taman yang mengalami keterbelakangan mental.

    Pak Taman sendiri adalah warga Rt 1 Rw 1 Dkh. Jurang Sempu Desa Dayaan Kecamatan Badegan, Ponorogo.

    Kapolres Ponorogo AKBP Catur C. Wibowo, S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Badegan AKP Agus Wibowo mengatakan bahwa pihaknya mewakili Kapolres Ponorogo AKBP Catur C. Wibowo, S.I.K., M.H. dalam kegiatan bakti sosial penyaluran bantuan kepada warga kurang mampu di wilayah Kecamatan Badegan.

    “Kali ini, bantuan kami berikan kepada kedua anak dari Pak Taman yang mengalami keterbalakangan mental. Bantuan ini berupa paket sambako, ” kata AKP Agus Wibowo

    Dalam kegiatan Bhakti sosial tersebut, Kapolsek mengaku mendapatkan banyak pelajaran, tentunya sebagai manusia kita memiliki kewajiban untuk membantu orang-orang yang membutuhkan.

    “Walau hanya sedikit, semoga bantuan ini bermanfaat dan berguna bagi pak Taman berserta keluarga” tutup AKP Agus Wibowo (*)

  • Bantaran Sungai Widas Terkisis, 6 Rumah Di Desa Kedungdowo Terancam AmbrukTerancam Ambruk

    Bantaran Sungai Widas Terkisis, 6 Rumah Di Desa Kedungdowo Terancam AmbrukTerancam Ambruk

    Nganjuk, KabarNganjuk.com – Tiga Tahun tidak ada Realisasi, 6 Rumah dihuni 8 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di Bantaran Sungai Widas Desa Kedungdowo Kecamatan Nganjuk, terancam bakal terjadi longsor susulan. Yang pasalnya, tanah mereka yang ada di Bantaran Sungai sudah terkikis hingga mencapai 50 Meter.

    Kejadian yang menimpa 6 Rumah, pekarangan maupun pondasi rumah yang longsor terkikis derasnya aliran Sungai Widas hingga mencapai 50 Meter, dijelaskan Jainem (57) salah satu warga yang tinggal di RT/ RW 02/ 03 Desa Kedungdowo (18/01/2023).

    Ia menjelaskan bahwa sudah 3 tahun tanahnya longsor, dirinya juga melaporkan ke pihak Desa, dan katanya mau diusahakan. 

    “saya sudah merasa was – was, apalagi kalau musim penghujan, saya takut kalau ambrol, dan pingin saya segera mungkin dibenahi, karena saya setiap tahun membayar pajak.” Jelasnya.

    Sama halnya apa yang disampaikan Ismadi (40), dirinya menjelaskan bahwa pihaknya sudah melaporkan ke Kepala Desa.

    “sudah saya ajukan untuk pembenahan, tapi saya tidak tahu kapan diperbaiki, saya PPAT setiap tahun membayar.” Ujarnya.

    “istri saya setiap pulang kerja selalu menangis, dan istri saya sudah pasrah bila mana terjadi longsor lagi.” Ucapnya dengan nada haru.

    “Selama ini kami bersama warga lain membuat tanggul untuk menahan aliran sungai dengan alakadarnya, kami memanfaatkan sisa limbah peternakan ayam. Meskipun bau, setidaknya bisa menahan longsor, dan kami berharap pemerintah maupun pihak terkait untuk segera mencarikan solusinya, agar kami tidak selalu was – was bilamana terjadi banjir.” Harap Ismadi.

    Sedangkan Kepala Desa Kedungdowo Suprapto, saat dikonfirmasi awak media, dirinya menjelaskan bahwa mulai dari Tahun 2019 sebenarnya sudah mulai diajukan ke Pemerintah Daerah, kepada Bupati, juga BPBD Kabupaten Nganjuk untuk meneruskan Balai Besar Brantas, sudah mengajukan Proposal dan sampai sekarang itu belum ada realisasi.” Jelas Kades.

    Lebih lanjut Kades menjelaskan, bahwa longsor tersebut pernah di Survey. “Tapi hanya Surva Surve dan untuk Foto-Foto itu aja, sampai akhirnya membengkak sampai habis tangkisnya.” Ujarnya.

    “Kami pihak desa hanya melakukan kerja bakti semampunya di 6 Rumah 8 KK yang sudah tergerus longsor sekitar 50 Meter, dan pemerintah belum ada kebijakan sama sekali, selama ini kami hanya mengandalkan kerja bakti lingkungan. Kami berharap Pemerintah atau Balai Besar, segera ada realisasi untuk mengatasi itu.” Harap Suprapto selaku Kepala Desa Kedungdowo.

     

    (gik)

  • Antisipasi Gesekan, Polres Kediri Lakukan Penyekatan Antisipasi Simpatisan Pagar Nusa Menuju Nganjuk

    Antisipasi Gesekan, Polres Kediri Lakukan Penyekatan Antisipasi Simpatisan Pagar Nusa Menuju Nganjuk

    Kediri, KabarNganjuk.com – Antisipasi munculnya kericuhan dalam aksi demo perguruan silat Pagar Nusa di Polres Nganjuk, Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho, SIK perintahkan anggota serta Polsek jajaran melakukan penyekatan di sejumlah titik rawan yang telah ditentukan.

    Titik-titik tersebut diantaranya jalan raya Mengkreng, simpang tiga bendungan Gampengrejo, dan simpang empat Papar.

    Sekitar pukul 10.00 WIB anggota telah bersiap melakukan apel di lokasi penugasan masing-masing yang kemudian dilanjut dengan pelaksanaan penyekatan serta patroli pamtup (pengamanan tertutup) dan patroli pamka (pengamanan terbuka).

    Kapolres meminta para Padal pam (Perwira pengendali pengamanan) untuk lebih tegas dan berani dalam menyikapi massa yang terindikasi akan mengikuti aksi demo tersebut, (Rabu 18/1/2023).

    “Laksanakan pemeriksaan motor, tidak boleh ada massa perguruan silat yang masuk wilayah Kediri menuju Nganjuk,” pinta Agung.

    Disampaikan Agung, para personel yang berjaga tetap kedepankan sikap humanis sehingga masyarakat dapat merasa nyaman, terayomi dan terlindungi.

    Selain itu, anggota juga bersiaga di Mako Polres Kediri untuk melindungi Mako dan masyarakat sekitar dari gangguan keamanan yang bisa mengancam setiap saat.

    Bagi Agung, sudah kewajiban Polri memastikan keamanan wilayah dari berbagai gangguan baik terhadap personel maupun masyarakat. Ia mengharapkan peran aktif masyarakat dalam membantu tugas Polri, seperti melaporkan tiap-tiap kejadian yang membutuhkan kehadiran polisi di lingkungannya. (*)

  • Tiga Tersangka Curanmor yang Beraksi di 15 TKP  Berhasil Diamankan Polisi

    Tiga Tersangka Curanmor yang Beraksi di 15 TKP Berhasil Diamankan Polisi

    Surabaya, KabarNganjuk.com – Personel Unit Reskrim Polsek Simokerto Polrestabes Surabaya menembak dua pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang beraksi di 15 TKP Kota Surabaya.

    Kompol A.R Dwi Nugroho SH SIK Kapolsek Simokerto Surabaya mengatakan, ketiga pelaku itu, yakni Ismail M (23) warga Jalan Sido Kapasan Gg I Surabaya, Aris (27) warga Jalan Sido Nipah Gg V Surabaya dan A. Arifin (34) warga Jalan Bulak Banteng Baru Gg Mawar Surabaya.

    “Ketiga orang pelaku curanmor dua diantaranya ditembak karena berusaha melarikan diri dan mencoba melawan petugas Kepolisian Polsek Simokerto Surabaya,” kata Dwi Nugroho.

    Kompol Dwi Nugroho menyebutkan, ketiga pelaku memiliki peran yang berbeda salah satu diantaranya, Ismail berperan mengatur rencana mulai dari mencari sasaran sampai menjual barang curian, dan mereka juga sebagai eksekutor ketika mengambil kendaraan korban dengan cara merusak rumah kunci.

    “Aris berperan untuk mengawasi situasi ketika Ismail mengambil kendaraan korban dengan berpura-pura sebagai driver Gojek (memakai jaket Gojek),” ungkap Dwi

    Kemudian pelaku Arifin mereka berperan bersama Ismail mengambil kendaraan dan ikut menjual barang curian tersebut.

    Peristiwa curanmor terungkap berawal mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ketiga pelaku melakukan aksi pencurian di Jalan Ngaglik 87 Surabaya, pada Kamis (5/01/2023).

    Kapolsek mengungkapkan, Saat melancarkan aksinya ketiga menggunakan kunci T untuk merusak rumah kunci kendaraan yang dicuri.

    “Ketiga mengaku sebelum melakukan aksi pencurian terlebih dahulu mengkonsumsi Narkotika jenis sabu, untuk menambah stamina dan keberanian,” jelas Dwi.

    Petugas mengamankan ketiga pelaku dan menyita barang bukti berupa satu kunci pas ukuran 8, satu anak kunci leter T, satu besi pembuka Lock, 3 Biji kunci leter L, dua buah hanphone, satu sepeda motor honda Revo.

    “Ketiga pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara,” terangnya.

    Sementara itu dalam kesempatan yang sama Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan melalui Kasihumas Kompol Muchamad Fakih menyampaikan Apresiasi Kepada Kapolsek Simokerto dan anggota atas keberhasilan ungkap kasus curanmor diwilayahnya.

    “Atas kerja keras dan berhasil menangkap Pelaku Curanmor yang selama ini membuat keresahan di Masyarakat, Bapak Kapolrestabes menyampaikan Apresiasi kepada Kapolsek Simokerto dan Unit Reskrim Polsek Simokerto,” Ujar Fakih yang hadir juga dalam konferensi pers di Polsek Simokerto.

    Kompol Fakih juga berpesan kepada masyarakat untuk tetap waspada terhadap barang barang miliknya seperti sepeda motor, dan selalu menjaga keamanan lingkungannya .

    “Harapan kami kepada masyarakat untuk sayang terhadap barang barang miliknya seperti sepeda motor pada saat memarkir agar dipastikan dalam kondisi aman dan memberi kunci ganda” Pungkas Fakih.

    ( hms)

  • Ratusan Anak di Ponorogo Ajukan Nikah Dini, Begini Tanggapan Dinas Sosial

    Ratusan Anak di Ponorogo Ajukan Nikah Dini, Begini Tanggapan Dinas Sosial

    Ponorogo, KabarNganjuk.com – Belakangan ini viral di media sosial, tentang 176 anak di Ponorogo yang mengajukan dispensasi nikah dini di Pengadilan Agama setempat.

    Menurut penjelasan Dinas Pendidikan Ponorogo Nurhadi Nahuni, tidak semua pemohon dispensasi nikah berstatus siswa.

    “Tidak semua pemohon dispensasi masih berstatus pelajar, sebagian sudah lulus setingkat sekolah menengah atas.” terang Nurhadi.

    Dirinya juga menambahkan, pihaknya menemukan pelajar setingkat SMP yang orang tuanya mengajukan dispensasi nikah ke Pengadilan Agama Ponorogo.

    Sementara Kepala Dinas Sosial Ponorogo Supriyadi, menyatakan bahwa ada berbagai alasan anak di Ponorogo mengajukan dispensasi nikah. 

    “Alasannya ada yang memang sudah tidak mau melanjutkan sekolah akhirnya memutuskan menikah, dan ada juga yang hamil diluar nikah.” tegasnya.

    Dari total 176 anak yang diberikan izin menikah dini sepanjang 2022, 125 anak menikah dikarenakan hamil diluar nikah, bahkan sebagian besar sudah melahirkan. Sedangkan 51 sisanya memilih menikah dikarenakan sudah mempunyai pacar dan memilih menikah daripada melanjutkan sekolah.

  • Polres Tulungagung Berhasil Amankan Komplotan Spesialis Pencurian Mobil Truk dan Pic Up

    Polres Tulungagung Berhasil Amankan Komplotan Spesialis Pencurian Mobil Truk dan Pic Up

    Tulungagung, KabarNganjuk.com – Kasus pencurian Mobil Truk dan Pick Up yang terjadi sekitar 1 (satu) bulan yang lalu berhasil diungkap oleh Unit Macan Agung Sat Reskrim Polres Tulungagung Polda Jatim. 16/3/2023

    Pengungkapan kasus pencurian Mobil Truk dan Pic Up tersebut terjadi pada Hari Jum’at tanggal 13 Januari 2023, pukul 01.00 Wib dimana dengan kegigihan anggota Unit macan Agung bekerjasama dengan Satreskrim Polres Kediri Kabupaten dan Blitar Kabupaten sehingga berhasil mengamankan pelaku pencurian.

    “Pelaku berhasil di tangkap dan diamankan di sebuah Kos diwilayah Talun Kabupaten Blitar”.

    Kapolres Tulungagung Polda Jatim AKBP Eko Hartanto, SIK, MH, melalui Kasihumas Polres Tulungagung IPTU Moh Anshori Sh. Membenarkan bahawa pelaku pencurian mobil Truk dan Pick Up telah berhasil ditangkap dan diamanakan oleh Unit Macan Agung Satreskrim Polres Tulungagung di sebuah rumah kos di Wilayah Talun Kabupaten Blitar.

    Menurut Kasihumas kasus pencurian mobil Truk dan Pick Up tersebut terjadi pada tanggal 12 dan 15 Desember 2022 dengan TKP di Kecamatan Besuki, Ngunut dan Karangrejo Kabupaten Tulungagung.

    Atas dasar kejadian dan laporan dari para korban, selanjutnya petugas Satreskrim melalui tim Resmob Polres Tulunggaung melakukan Penyelidikan untuk mengungkap dan menangkap para pelaku pencurian Mobil dan Truk.

    Dari hasil penyelidikan tersebut petugas Resmob Polres Tulungagung yang dibantu oleh Tim Resmob Polres Kediri Kabupaten dan Blitar Kabupaten akhirnya berhasil menangkap dan mengamankan para pelaku pencurian spesialis Truk dan Pick Up.

    Para pelaku berhasil ditangkap di sebuah rumah kos di Wilayah Talun Kabupaten Blitar dan dilanjutkan pencarian barang bukti di rumah milik salah satu pelaku yang tidak jauh dari rumah kos dan mendapati Barang Bukti No Pol dan buku Servis kendaraan curian

    Pencarian dan pengejaran masih dilanjutkan dan sekitar pukul 05.30 WIB Petugas melakukan Penggrebekan disebuah Bengkel milik Pelaku lain yang digunakan untuk mendendeng kendaraan curian yang berada di Wilayah Kec. Donomulyo Kab. Malang.

    Petugas berhasil mengamankan satu Pelaku dan barang Bukti sisa bekas Dendengan TKP Blitar Kota dan TKP Kediri Kabupaten

    Berdasarkan keterangan pelaku yang diamankan Petugas melanjutkan Pengejaran Terhadap Pelaku utama lain di Wilayah Kota malang, di Back Up Resmob Polresta Malang Kota dan berhasil menangkap 3(tiga) Pelaku di wilayah Terminal Kota malang.

    Dua orang pelaku dengan inisial SP umur 56 Tahun alamat malang dan inisial IE (47) warga Malang ditahan di Rutan Polres Tulungagung sedangkan pelaku lain 1 (satu) orang ditahan di Polres Blitar Kabupaten 2 (dua) orang pelaku ditahan di Polres Kediri Kabupaten

    Dari pengungkapan dan penangkapan para pelaku komlotan pencurian spesialis Truk dan Pick Up petugas berhasil mengamankan 1(satu) Mata Kunci T, 1(satu) ikat oler kawat pembuka kunci, 3(tiga) Buah Plat No Pol, 3(tiga) Kaleng Botol Cat Alvian Warna Kuning, 1(satu) Buah buku Service, 1(satu) Unut Kendaraan Matic Mio Sporty, Uang Tunai Senilai Rp304.000(Tiga Ratus Empat Ribu Rupiah)

    Terhadap pelaku pencurian dijerat dengan pasal 363 ayat (1) ke 4e dan 5e KUHP dan 480 KUHP (*)

  • Heroik, Polisi Kota Malang bersama Warga Berhasil Selamatkan Seorang Anak Yang Akan Bunuh Diri

    Heroik, Polisi Kota Malang bersama Warga Berhasil Selamatkan Seorang Anak Yang Akan Bunuh Diri

    Kota Malang, KabarNganjuk.com – Akibat di dera permasalahan pribadi, seorang gadis belia nekat berusaha mengakhiri hidupnya di jembatan Kahuripan Kota Malang pada Senin kemarin (16/1/2023).

    Namun upaya itu berhasil digagalkan oleh Kapolsek Klojen Kompol Domingos Ximenes beserta jajarannya yang sigap mencegah aksi nekat tersebut.

    “Kami mendapatkan laporan dari masyarakat terkait adanya upaya nekat yang dilakukan oleh seorang gadis dibawah umur, kami langsung mendatangi TKP” terang Kapolsek Klojen.

    Lokasi tersebut berada di jembatan Jalan Majapahit,
    Kecamatan Klojen, Kota Malang.

    Karena Jembatan itu berada di kawasan pasar splindit yang ramai penduduk, sehingga apa yang dilakukan oleh gadis tersebut diketahui oleh orang yang berada di sana dan melaporkan kepada Polsek Klojen jajaran Polresta Malang Kota.

    Anggota Polsek Klojen Polresta Malang Kota saat tiba di TKP langsung secara sigap melakukan penyusuran di bibir sungai.

    Tak hanya itu, para relawan Kota Malang juga turut terjun dalam upaya pencarian gadis tersebut.

    “Saat sampai di TKP kami langsung melakukan penyusuran, seberapa sulit medannya tapi yang jelas kita berharap gadis tersebut selamat” harap Kompol Don, sapaan akrabnya.

    Kerja keras yang dilakukan oleh seluruh tim gabungan Polsek Klojen Polresta Malang Kota bersama relawan membawakan hasil yang manis, pasalnya gadis di bawah umur tersebut berhasil diselamatkan oleh tim yang menyusur ke dalam area sungai.

    “Alhamdulillah korban dapat kami selamatkan dan ini semua berkat kerja keras dari seluruh anggota dan dibantu oleh para relawan” ucap syukur Kapolsek Klojen.

    Dari hasil yang didapatkan dari penuturan gadis di bawah umur tersebut telah diketahui bahwa ia merupakan Warga Kecamatan, Poncokusumo Kabupaten Malang dan usianya masih sangat belia.

    “Sesuai dengan keterangannya, ia berinisial NA dan masih berusia 14 tahun untuk motifnya sampai saat ini kami juga masih menggali informasi, namun yang pasti saat ini korban telah di bawa ke RSSA Malang untuk mendapatkan perawatan” pungkas Kapolsek Klojen Kompol Domingos DF. Ximenes. (*)

  • Tuntut Masa Jabatan 9 Tahun, 153 Kades di Kabupaten Nganjuk Ikut Geruduk Senayan

    Tuntut Masa Jabatan 9 Tahun, 153 Kades di Kabupaten Nganjuk Ikut Geruduk Senayan

    KabarNganjuk.com – Ratusan Kepala Desa (Kades) Kabupaten Nganjuk berangkat ke Jakarta untuk mengikuti demonstrasi di DPR RI Senayan Jakarta bersama ribuan Kades dari berbagai daerah di tanah air. Mereka menuntut masa jabatan Kades yang hanya enam tahun menjadi sembilan tahun.

    Sebanyak 153 Kades Kabupaten Nganjuk berangkat ke Jakarta dengan titik kumpul di Pendopo KRT Soesrokosomo Kabupaten Nganjuk pada 16 Januari 2023, tentu saja dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan.

    Sebelum berangkat ke Jakarta, beberapa Kades menyempatkan berorasi. Koordinator Kades Kabupaten Nganjuk Dedi Nawan menjelaskan bahwa tuntutan yang akan dibawa ke Jakarta diantaranya untuk mengembalikan masa jabatan Kades.

    “Kami menuntut masa jabatan kades dikembalikan lagi dari enam tahun, menjadi sembilan tahun untuk satu periode, karena masa jabatan enam tahun terlalu pendek untuk melaksanakan program kerja di desa secara maksimal,” ujarnya.

    “baik DPR maupun pemerintah menyetujui tuntutan para kades untuk  masa jabatan kades selama sembilan tahun. Agar, pembangunan di desa dapat berjalan dengan maksimal” pungkasnya.

    (Red)

  • Polres Probolinggo Berhasil Amankan Tersangka Pembunuhan Bermotif Asmara

    Polres Probolinggo Berhasil Amankan Tersangka Pembunuhan Bermotif Asmara

    Probolinggo, KabarNganjuk.com – Satreskrim Polres Probolinggo,Polda Jatim bersama Unit Reskrim Polsek Dringu bergerak cepat menangkap terduga pelaku pembunuhan di halaman parkir kantor PDAM unit Dringu yang berada di dalam Kantor Mall Pelayanan Publik Kabupaten Probolinggo pada Sabtu (14/1/2023) yang lalu.

    Bahkan petugas langsung mengamankan terduga pelaku yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka dirumah orang tuanya setelah menerima informasi kejadian pembunuhan tersebut.

    Kapolres Probolinggo AKBP Teuku Arsya Khadafi mengatakan dari hasil penyelidikan pelaku melakukan pembunuhan terhadap rekannya yang juga merupakan pegawai PDAM Kabupaten Probolinggo itu dikarenakan korban mempunyai hubungan asmara dengan istrinya.

    Pelaku pembunuhan itu yakni AM (31), warga Desa Jorongan , sementara korbannya DL (30), warga Desa Jangur

    Peristiwa pembunuhan ini terjadi berawal ketika pelaku bertengkar dengan istrinya, AP (30), pada Jum’at (13/1/2023) lantaran sang istri sering pulang terlambat bekerja.

    Setelah terus menerus didesak pertanyaan, istri pelaku mengakui perbuatannya bahwa ia telah main belakang dengan korban. Pengakuan tersebut membuat pelaku sakit hati sehingga berencana menghabisi korban.

    Rencana tersebut kemudian dijalankan oleh pelaku dengan cara berangkat pagi hari sekitar pukul 04.00 Wib menuju rumah orang tuamya di Desa Tamansari, Dringu Kabupaten Probolinggo.

    “Setiba dirumah orang tuanya, pelaku mengambil sebilah pisau dan kemudian menyelipkan dipinggangnya lalu berangkat menuju tempat ia bekerja di PDAM unit Dringu” kata Kapolres Probolinggo saat Konferensi Pers didepan Lobby Polres Probolinggo, Senin (16/1/2023).

    Setelah menunggu kurang lebih setengah jam, korban akhirnya datang. Awalnya pelaku sempat menyapa dan menyalami korban. Kemudian ia berbalik badan dan meyerang korban menggunakan pisau yang telah dipersiapkannya.

    Meski korban sempat menghindar dan melarikan diri, pelaku yang dalam kondisi emosi akhirnya tetap mengejar korban dan menyerang korban berulang kali dibagian leher, dahu, dada, perut, lengan, dan siku sehingga korban terjatuh dan meninggal dunia akibat kehabisan darah.

    “Pasca kejadian pelaku sempat pulang ke rumah orang tuanya. Namun berkat kerja keras anggota Satreskrim Polres Probolinggo dan Unit Reskrim Polsek Dringu akhirnya pelaku dapat diamankan,” tutur Kapolres Probolinggo.

    Untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya, tersangka dikenakan pasal 340 KUHP dengan ancaman Hukumannya Pidana Mati / pidana seumur hidup ( paling lama 20 Tahun ) .

  • Panglima TNI dan Kapolri Tampil Dalam Pagelaran Wayang Orang, Simbol Sinergitas Melalui Budaya Bangsa

    Panglima TNI dan Kapolri Tampil Dalam Pagelaran Wayang Orang, Simbol Sinergitas Melalui Budaya Bangsa

    Jakarta, KabarNganjuk.com- Sudah menjadi komitmen, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo selalu menunjukan sinergitas dan soliditas TNI – Polri dalam berbagai kesempatan.

    Bukan hanya soal menjaga kondusivitas Negara Kesatuan Republik Indonesia, kedua pimpinan tertinggi di TNI – Polri ini juga kompak melestarikan kesenian tradisional.

    Salah satunya adalah dengan main wayang orang bersama,dimana Laksamana Yudo Margono dan Jenderal Sigit bakal tampil dalam pagelaran wayang orang tersebut dengan lakon cerita ‘Pandowo Boyong’.

    Pagelaran ini bakal digelar di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Minggu 15 Januari 2023 pukul 19.00 WIB hingga pukul 21.00 WIB.

    Dalam pagelaran wayang orang dengan lakon ‘Pandawa Boyong’ ini, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono akan memerankan sosok Bima Sena. Sementara istrinya, Vero Yudo Margono, bakal memerankan sosok Dewi Nagageni.

    Begitu pula para Kepala Staf TNI juga ikut ambil bagian diantaranya KSAD Jenderal Dudung Abdurachman akan memerankan sosok Batara Guru, KSAL Laksamana Muhammad Ali memerankan Batara Baruna, dan KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo akan memerankan Eyang Abiyasa.

    Sedangkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit akan memerankan tokoh Prabu Puntadewa. Dalam pewayangan, Puntadewa digambarkan sebagai sosok manusia yang berhati suci dan membela kebenaran.

    Puntadewa yang merupakan anak sulung dari Prabu Pandu Dewanata ini juga digambarkan sebagai sosok manusia yang sabar, beriman, tekun beribadah, ikhlas dan jujur.

    Prabu Puntadewa yang memiliki lima saudara kandung laki – laki yaitu Bima,Arjuna, si kembar Nakula dan Sadewa ini juga dikenal sebagai sosok yang senantiasa mengedepankan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan dan memiliki watak Hasta Brata sebagai pemimpin.

    Lakon Pandawa Boyong ini mengisahkan ketika lima orang kesatria (Pandawa Lima) bersaudara boyongan atau pindah dari kerajaan Alengka yang dikuasai Kurawa ke Astinapura.

    Kepindahan itu untuk memerdekakan diri dari kekuasaan para Kurawa. Proses pindahnya para Pandawa Lima ini tidak semulus dan semudah yang dibayangkan. Rintangan berat harus mereka lewati termasuk harus berperang melawan bala tantara dari Kurawa yang sebenarnya masih ada ikatan saudara dengan Pandawa Lima.

    Para Kurawa yang jumlahnya jauh lebih besar dengan punya persenjataan lebih banyak, terpaksa harus ditaklukan oleh Pandawa Lima. Namun berkat kesungguhan yang didasarkan niat baik dan bijaksana, Pandawapun dapat memenangkan perang.

    Pagelaran wayang orang dengan lakon cerita ‘Pandawa Boyong’ ini diinisiasi oleh Panglima TNI Laksamana Yudo Margono berkolaborasi dengan lintas generasi, para tokoh dan berbagai unsur seperti Laskar Indonesia Pusaka, Paguyuban Wayang Orang Barata, dan lain sebagainya.

    Di kalangan seniman,Panglima TNI Laksamana Yudo Margono memang dikenal juga sebagai sosok Laksamana Budayawan. Ini karena dirinya selama ini sangat konsen dalam melestarikan seni budaya warisan leluhur nenek moyang.

    Dalam pernyataannya, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono beberapa waktu lalu menyebut bahwa usaha menjaga kelestarian budaya, termasuk wayang orang menjadi semakin penting untuk dilaksanakan di tengah serbuan pengaruh budaya asing sebagai dampak dari globalisasi hasil kemajuan teknologi informasi dan digital.

    Ia juga bertekad untuk ambil bagian dalam usaha melestarikan berbagai kekayaan budaya bangsa melalui tindakan-tindakan yang nyata.

    “Bangsa Indonesia seharusnya lebih memilih wayang sebagai tontonan sekaligus tuntunan dalam kehidupan. Tetapi, pada kenyataannya saat ini rakyat kita, khususnya generasi muda, lebih mengidolakan tokoh-tokoh superhero produk negara lain dibandingkan tokoh-tokoh pewayangan. Ini menjadi tantangan bagi kita semua untuk mengembalikan kecintaan masyarakat terhadap budaya sendiri,”ungkap Laksamana Yudo di Jakarta beberapa waktu lalu.

    Dengan digelarnya lakon Boyongnya Pandawa ke Astina ini, Panglima TNI Laksamana Yudo Margono berharap bisa menjadi pesan moral kepada masyarakat agar lebih memahami, menghayati dan mengamalkan Pancasila.

    Bahkan sosok dalam Pandawa Lima pun relevan dengan semangat dan nilai-nilai Pancasila. Puntadewa adalah simbol Ketuhanan yang menjadi sila pertama dalam Pancasila.

    Bimasena yang adil dan penuh rasa kemanusiaan, mewakili sila ke dua Pancasila. Arjuna mencerminkan semangat persatuan dan kesatuan yang dinyatakan dalam sila ke tiga Pancasila.

    Sementara Nakula menyimbolkan sila ke empat, yaitu permusyawaratan masyarakat sedangkan kembarannya, Sadewa simbol dari sila ke lima, keadilan sosial yang benar-benar adil. (Hms)