Penulis: Kabar Nganjuk

  • Warga Resah, Limbah RPA PT Trijaya Food Diduga Cemari Lingkungan

    Warga Resah, Limbah RPA PT Trijaya Food Diduga Cemari Lingkungan

    KabarNganjuk.com-Kemarau yang panjang menyebabkan wilayah Nganjuk Utara khususnya Lengkong sulit mendapatkan sumber air bersih, terlebih bagi wilayah yang berdekatan dengan kawasan industri, tentu hal ini akan menimbulkan keresahan, dengan banyaknya dampak lingkungan, seperti turunnya permukaan sumber air dalam, panasnya udara akibat polusi asap pabrik, hingga terjadinya pencemaran akibat penggenangan dan pengendapan air limbah di sungai yang berdekatan dengan lokasi pabrik .

    Hal ini disampaikan Ketua Go Green Nganjuk Arif, bahwa salah satu contoh nyata, pencemaran telah terjadi di sungai yang berdekatan dengan RPA PT. Trijaya Food, yang berlokasi di desa Prayungan kecamatan Lengkong, berdasarkan laporan dan informasi dari warga pada kamis 21/09/2023 melalui panggilan whatsapp kepada Ketua Lembaga Lingkungan Hidup putera daerah Nganjuk, Dadung Dharmasila, yang lebih dikenal dengan Go Green Nganjuk.

    Menurut penjelasan Arif, pada Jum’at pagi 22/09/2023, tim Go Green langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan survey sekaligus pengambilan sample air sungai yang diduga sudah tercemar limbah dari RPA PT. Trijaya Food, dan setelah pengambilan sample air, tim Go Green bergerak menuju kantor desa Kedungmlaten yang merupakan wilayah terdekat terdampak, namun sayangnya, mendapatkan perlakuan tidak terpuji oleh Kepala Desa Kedungmlaten, yang justru sengaja menjauh tidak mempedulikan kehadiran tim Go Green ” jelas Arif.

    Hal ini sangat disayangkan oleh Arif selaku ketua Go Go Green Nganjuk, menurutnya, tidak pantas seorang Kepala Desa bersikap demikian terhadap tim Lembaga Lingkungan Hidup yang hendak melakukan koordinasi, ” kami berniat membantu desa dan masyarakatnya, kok malah dicuekin dan ditinggal pergi, itu sikap yang tidak pantas dilakukan oleh seorang Kepala Desa ” ungkap Arif.

    Lebih lanjut disampaikan Arif, bahwa terkait pencemaran sungai dari RPA PT. Trijaya Food, pihak Go Green akan melakukan uji lab sendiri ke laboratorium resmi, yang hasilnya, nanti akan disampaikan langsung kepada masyarakat terdampak, apapun hasilnya akan di sampaikan secara terbuka kepada masyarakat terdampak agar masyarakat faham dengan segala bentuk dampak lingkungan yang bisa terjadi ” ujar Ketua Go Green Nganjuk.

    ” Jika kita tarik ke belakang proses pembangunan RPA PT. Trijaya Food bisa dikatakan cacat prosedur karena pada saat sosialisasi amdal, tidak menghadirkan lembaga lingkungan hidup, dan pihak – pihak lain yang berkepentingan, sehingga seperti inilah yang terjadi sekarang, terlebih pihak Go Green yang berkantor pusat di Desa Ngringin, sudah berkomitmen akan selalu menjaga lingkungan hidup di wilayah kabupaten Nganjuk khususnya wilayah kecamatan Lengkong ” lanjut Arif.

    Menambahkan keterangan yang disampaikan kepada awak media, Arif menegaskan bahwa, ” siapapun yang akan mendirikan pabrik di wilayah kecamatan Lengkong, tapi tidak mau menjalankan prosedur sosialisasi dan perumusan amdal sesuai aturan yang berlaku, akan kami monitor sepanjang pabrik dibangun hingga berproduksi, apalagi pabrik yang menghasilkan limbah berbahaya ” pungkasnya.

    ( red)

  • Polres Nganjuk: Stop Bullying Di Kalangan Pelajar

    Polres Nganjuk: Stop Bullying Di Kalangan Pelajar

    KabarNganjuk.com- Kapolres Nganjuk AKBP Muhammad, S.H., S.I.K., M.Si., menurunkan tim penyuluh yang dipimpin Iptu Nanik Yuliati guna mencegah kekerasan atau lebih dikenal bullying di kalangan pelajar.

    Kegiatan penyuluhan tersebut dilaksanakan di MTs Al- Mannar Kecamatan Prambon, Jum’at (22/9/2023) yang diikuti seluruh siswanya dari kelas 7, 8 dan 9 didampingi guru-guru pengajar dengan mengambil tema “stop Bullying” di Madrasahku.

    Dalam kegiatan tersebut, tim penyuluh menyampaikan materi tentang jenis-jenis bullying, dampak negatifnya, serta cara mencegahnya. Tim penyuluh juga memberikan contoh kasus nyata yang terjadi di sekolah-sekolah lain sebagai pelajaran bagi siswa-siswi.

    Iptu Nanik yang kesehariannya menjabat sebagai Kanit Bimas Polsek Prambon mengatakan, penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi MTs Al-Mannar tentang arti pentingnya menghormati dan mendukung satu sama lain.

    ” Bullying adalah tindakan yang tidak bisa dianggap remeh, karena dapat berdampak serius pada korban, baik secara fisik maupun psikologis. Bullying merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia, yang berpotensi mengganggu perkembangan mental dan emosional korban. .” Kata Iptu Nanik.

    Untuk itu ia mengajak siswa-siswi untuk aktif melaporkan setiap kejadian bullying yang mereka saksikan atau alami kepada pihak sekolah atau pihak berwenang sebagai langkah pertama yang sangat penting dalam memberantas perilaku tersebut.

    Terakhir Iptu Nanik menyampaikan pesan Kapolres Nganjuk kepada peserta untuk terus mendukung upaya pencegahan bullying di kalangan pelajar. Ia berharap melalui kerja sama antara kepolisian, sekolah, dan masyarakat, masalah bullying dapat diminimalkan dan siswa-siswa dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang positif.

    Sementara itu, Naning Muhayyaroh, S.Pd.I (Kepala Sekolah) mengatakan, kegiatan penyuluhan ini mendapatkan sambutan positif dari seluruh siswa dan guru-guru di MTs Al-Mannar.

    Beliau berharap bahwa dengan adanya penyuluhan ini, sekolah mereka dapat menjadi lingkungan yang aman dan nyaman bagi semua siswa tanpa adanya kekerasan atau intimidasi. (*)

  • Menjelang Akhir Jabatan, Kang Marhaen Resmikan Jembatan Ngangkatan

    Menjelang Akhir Jabatan, Kang Marhaen Resmikan Jembatan Ngangkatan

    KabarNganjuk.com-Satu hari menjelang masa jabatan sebagai Bupati berakhir, Kang Marhaen panggilan akrab Bupati Nganjuk Marhaen Jumadi meresmikan secara simbolis Jembatan Ngangkatan yang terletak di Kecamatan Rejoso pada Jum’at (22/9/2023).

    Letak jembatan ini sangat strategis karena berada di jalur padat lalu lintas karena berada di Kawasan Industri Nganjuk, selain itu merupakan jalur alternatif ke Kabupaten dan ke Kabupaten Jombang.

    Dalam sambutannya Kang Marhaen mengatakan “Dengan dibangunnya jembatan ini, harapan pemerintah agar perekonomian warga Nganjuk, khususnya warga Kecamatan Rejoso bisa lebih ditingkatkan karena akses jalan ke berbagai daerah sudah bukan menjadi permasalahan lagi. Yang jelas pemerintah Kabupaten Nganjuk berusaha sebaik-baiknya untuk masyarakat Nganjuk.

    Selain jembatan ini sebentar lagi akan dibangun jalan oleh Kementerian PUPR, dari Ngangkatan ke Begadung, jalan diperlebar menjadi 7,5 meter sementara panjang jalan 6,1 km, dengan biaya 26 milyar.

    Pada kesempatan ini pula saya mohon pamit, dulu saya ke Rejoso ini saat mau mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati, sekarang sayapun ke sini saat jabatan saya mau berakhir satu hari lagi, tepatnya hari Sabtu. Saya mohon maaf bila ada yang kurang berkenan saat saya menjabat sebagai Bupati.”pungkasnya.

    Sementara itu salah satu perwakilan warga mengucapkan terima kasih atas dibangunnya jembatan Ngangkatan, dan berharap jalan yang rusak sekitar Ngangkatan juga diperbaiki.
    (red)

  • DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk, Bedah Dapil Terkait Kemenangan Pileg dan Pilpres di Gedung Serbaguna Marhaen

    DPC PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk, Bedah Dapil Terkait Kemenangan Pileg dan Pilpres di Gedung Serbaguna Marhaen

    Kabar Nganjuk.com, DPC PDI Perjuangan gelar Bedah Dapil terkait kemenangan pileg dan pilpres 2024 di gedung serbaguna Marhaen, tanggal 21 September 2023. Acara Bedah Dapil ini dibuka oleh Ida Bagus Nugroho anggota DPRD dari PDI Perjuangan.

    Hadir pada kesempatan itu, Pengurus DPD PDI Perjuangan Jatim sekaligus anggota DPRD Propinsi Jatim, Ida Bagus Nugroho dan Restu Nugroho, ketua BSPN (badan saksi pemilu nasional) Saleh Ismail Mukadar. Ketua DPC sekaligus Ketua DPRD Tatit Heru Tjahjono, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, seluruh jajaran DPC dan sayap partai, Ketua, Sekretaris, Bendahara PAC SE kabupaten Nganjuk, caleg dari Dapil 1-5 Kabupaten Nganjuk, Caleg Propinsi hingga Pusat

    Dalam sambutannya Tatit menyampaikan, Berdasarkan laporan Mas Ida Bagus, kita sudah siap 100 % untuk bagian data entry dalam menghadapi pertarungan politik pada pemilu 2024 yang akan datang.

    Saksi-saksi skala Nasional pun klik-fix, teman – teman struktural siap, 3 pilarnya sangat solid dan kompak, jadi peladene wis siap kari mantene.

    Melihat Kondisi Struktural PDI Perjuangan Kabupaten Nganjuk yang sangat solid dan kompak ini bahkan tidak ada gesekan sedikitpun di internal Partai, maka PDI Perjuangan berani mentargetkan untuk Pileg Kabupaten Nganjuk yang sebelumnya mendapat 13 kursi menjadi 27 kursi untuk 5 Dapil yang berada di Kabupaten Nganjuk ini.
    Target yang kami kemukakan ini merupakan hasil pemetaan kami dengan Badan Pemenangan Pemilu PDI Perjuangan tahun 2024. Dengan diprediksi masing-masing Dapil akan menambah 1 kursi bahkan ada yang nambah sampai 2 kursi.

    Untuk mencapai target itu, putra dedengkot Partai berlambang banteng (Susilo Muslim) ini berharap semua harus bergotong royong agar semua target tercapai. Tentang kemungkinan ganti nomor urut Caleg, Tatit mengatakan ia meyakini tidak ada perubahan nomor Caleg, hal ini sepenuhnya kewenangan Dewan Pimpinan Pusat Partai. Namun semua itu berdasar usulan dari bawah.

    Sementara itu Ida Bagus saat membuka acara bedah Dapil ini menyampaikan “Bedah Dapil ini merupakan agenda PDI Perjuangan di seluruh Kabupaten Propinsi Jawa Timur. Bedah Dapil ini perlu kita lakukan agar semua potensi yang ada bisa kita maksimalkan untuk meraih kemenangan pada Pileg baik Kabupaten, Propinsi , Pusat maupun pemilihan Presiden 2024 yang akan datang. Bagus mengapresiasi semangat seluruh kader. Gegap gempita saat menyuarakan yel-yel yang membahana di gedung serbaguna Marhaen ini, menambah semangat dan siap tempur di setiap dada para kader PDI Perjuangan.”ungkapnya
    (Red)

  • Sukirah Girang Saat DPC TMP Nganjuk Droping Air Bersih

    Sukirah Girang Saat DPC TMP Nganjuk Droping Air Bersih

    KabarNganjuk.com-Sukirah (65) warga dusun Bendil Desa Berbek Kabupaten Nganjuk Jawa Timur benar-benar girang Pimpina Cabang Taruna Merah Putih DPC TMP Kabupaten Nganjuk, droping air bersih di dusunnya, pasalnya PDAM di dusunmya seringkali mati tidak mengalir, bahkan seminggu terakhir tidak mengalir sama sekali sehingga kesusahan air bersih, hal itu diungkap Sukinah pada Jum’at (22/09/2023)


    Tidak hanya Sukinah, Indah (30) juga mengucap syukur karena senang sekali ada droping air bersih dari Taruna Merah Putih Nganjuk, bahkan ibu dua anak ini menyampaikan rasa terima kasih kepada DPC TMP yang membantu air bersih untuk kebutuhan sehari – hari.

    Sementara itu, Nara Setya Wiratama Ketua DPC TMP menyampaikan kepada media bahwa, droping air bersih di dusun Bendil ini merupakan kloter kedua setelah Minggu lalu juga droping sebanyak 3 tangki, masing – masing tangki berisi 8.500 Lt.

    Dirinya juga menambahkan, kelangkaan air bersih karena kemarau panjang ini adalah tanggung jawab kita bersama, terlebih lagi pemerintah daerah, untuk itu pihaknya juga menghimbau kepada perusahaan daerah air minum untuk memberikan pelayanan terbaik untuk warga bendil, jangan terus menerus tidak mengalir, jika ada kerusakan mohon segera dibenahi agar air bersih di dusun bendil terus kecukupan.

    Nara Setya Wiratama yang sejak pagi stay bersama pengurus TMP yang lainnya itu, bahu membahu dengan masyarakat, bahkan membantu mengangkat air hingga ke dapur – dapur warga.
    (red)

  • Bupati Marhaen Mewisuda Peserta Sapa Mama Angkatan I

    Bupati Marhaen Mewisuda Peserta Sapa Mama Angkatan I

    Kabar Nganjuk.com- Pemerintah Kabupaten Nganjuk Gelar Prosesi Wisuda Sapa Mama Angkatan 1 sebanyak 94 peserta, di Pendopo KRT Sosrokoesoemo pada Jum’at 21/9/2023. Sapa Mama (Sekolah Perempuan, Anak dan Masyarakat Marjinal) adalah program unggulan Pemkab Nganjuk.

    Hadir pada acara ini Kabid Perempuan dan Kesetaraan Gender Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Bupati Nganjuk Marhaen Jumadi, Ketua DPRD, Kepala Dinas PPPA Kabupaten Nganjuk, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nganjuk, Ketua Darma Wanita Kabupaten Nganjuk, Camat, Kepala Desa, para wisudawan-wisudawati, serta segenap tamu undangan.

    Bupati Marhaen Jumadi, sangat bangga saat mewisuda siswa Sapa Mama yang pertama kalinya. “Nganjuk pertama kalinya meluluskan/mewisuda peserta Sapa Mama yang pertama kali, dengan semangat yang luar biasa, untuk meningkatkan SDM yang unggul.

    Sekolah ini banyak manfaatnya dilihat dari segi ekonomi maupun bidang lainnya. Dari segi ekonomi khususnya, dapat menggerakkan perekonomian di desanya, dapat membantu para lansia, para difabel lebih mandiri dan produktif dan masih banyak manfaatnya di bidang lainnya.” Pungkasnya.

    Sementara itu Ibu One Widyawati, Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender DP3K Propinsi Jawa Timur, mengapresiasi adanya Sapa Mama di Kabupaten Nganjuk ini. Dengan adanya sekolah ini bisa mewujudkan Desa yang ramah perempuan. “Kita berharap di desa-desa tidak ada kekerasan, semakin banyak perempuan yang ekonominya maju, tidak tergantung pada Bapak-bapak, sehingga perempuan bisa berkembang sambil mengasuh anak.

    Perempuan harus mampu mengasuh anak, sehingga tidak boleh ada anak terlantar bahkan diperdagangkan, dan ini adalah indikator yang harus diwujudkan.” Pungkasnya.

    Di kesempatan lain Yuni Marhaen selaku Pembina Sapa Mama mengatakan “Dengan adanya Sapa Mama ini, banyak yang terbantu. Ini adalah sekolah kehidupan, dimana siswanya langsung terjun ke masyarakat, langsung mempelajari segala permasalahan yang ada di masyarakat yang berkaitan dengan perempuan dan anak. Misal ada KDRT langsung tertangani, bahkan saat ada bayi yang berkelamin ganda juga langsung tertangani, bila ada warga yang kesulitan ekonomi langsung kita upayakan agar ekonominya bisa terangkat,” tandasnya.

    (Red)

  • Polres Nganjuk Periksa Senjata Api Organik dan Amunisi Personil Polres

    Polres Nganjuk Periksa Senjata Api Organik dan Amunisi Personil Polres

    KabarNganjuk.com – Kapolres Nganjuk AKBP Muhammad, S.H., S.I.K., M.Si., diwakili Wakapolres Nganjuk Kompol Mustijat Priyambodo, S.I.K., M.H., memimpin pelaksanaan pemeriksaan senjata api dan amunisi yang dipinjam oleh personil Polres Nganjuk dan Polsek jajaran Polres Nganjuk pada Kamis 21 September 2023.

    Kegiatan ini dilakukan hari ini (21/9/2023) pukul 10.00 WIB di depan Kantor Siepropam Polres Nganjuk. Dalam kegiatan ini, senjata api khususnya laras pendek organik dan amunisinya diperiksa secara teliti.

    Kompol Mustijat menyebut, kegiatan ini merupakan langkah penting dalam menjaga keamanan dan kedisiplinan personilnya dengan melaksanakan pemeriksaan senjata api organik dan amunisi.

    “Kita pastikan bahwa senjata dan amunisi tersebut selalu dalam kondisi layak dan siap digunakan kapan pun dibutuhkan, terutama untuk petugas lapangan atau opsnal,” kata Kompol Mustijat.

    Senada dengan hal tersebut, AKP Imam Susanto, (Kasipropam Polres Nganjuk) mengatakan keberadaan senjata organik Polri dan amunisinya perlu diawasi dengan ketat. Selain itu pihak Propam juga melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan surat ijin pemengang senpi.

    Hal ini dilakukan untuk meminimalisir penggunaan senjata api diluar peruntukannya hingga berujung timbulnya masalah yang kontra produktif dengan tujuannya.

    “Semua dalam keadaan baik, surat-suratnya juga lengkap, untuk senpi yang terlihat kurang bersih kami lakukan tindakan fisik kepada personel pemegangnya dan dibersihkan ditempat,” pungkas AKP Imam. (red)

  • Polres Kediri Kota Cegah Kebakaran Lahan Dengan Sambang Sawah dan KebunTebu

    Polres Kediri Kota Cegah Kebakaran Lahan Dengan Sambang Sawah dan KebunTebu

    Kediri, KabarNganjuk.com – Kapolres Kediri Kota AKBP Teddy Chandra, S.I.K., M.Si. melalui Kapolsek Mojoroto Kompol Muhlason, S.H. mengatakan upaya mencegah kebakaran lahan dengan melakukan patroli sambang sawah dan kebun tebu.

    “Karena saat ini sering terjadi kebakaran lahan tebu baik yang telah dipanen atau yang belum dipanen bahkan dedaunan kering bisa membuat api cepat membesar,” terang Kompol Muhlason, Rabu (20/9/2023).

    Kapolsek Mojoroto menjelaskan, mencegah merupakan kunci dalam mengatasi kebakaran sehingga peran Bhabinkamtibmas menyampaikan imbauan kepada masyarakat sangat berarti dalam menjaga lingkungan dan keamanan wilayah.

    Untuk mencegah kebakaran di lahan tebu, anggota Bhabinkamtibmas Kelurahan Mrican, Aipda Achmad Sodik melakukan patroli keliling kampung, sambang sawah dan lahan tebu.

    Aipda Sodik memberikan himbauan kepada warga dan pemilik lahan agar tidak melakukan pembakaran di lahan tebu setelah panen.

    “Sesuai arahan bapak Kapolres melalui Kapolsek, saya sampaikan himbauan ini kepada warga termasuk para petani agar kebakaran lahan dapat diminimalisir,” ujar Aipda Sodik di salah satu lahan tebu.

    Saat patroli, Aipda Sodik berkeliling bersama anggota Babinsa mendatangi lokasi lahan tebu yang dipanen dan belum dipanen serta memberikan imbauan kamtibmas.

    Bersamas Babinsa, Bhabinkamtibmas dari Polsek Mojoroto itu juga memasang baliho besar bertuliskan, “Dilarang Membakar Lahan Tebu Karena Bisa Dipenjara dan Denda sesuai Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999”.

    “Petani dan buruh tani yang berada di lahan tebu juga dilarang membakar bekas daun tebu karena dapat mengakibatkan kebakaran,”kata Aipda Sodik.

    Diharapkan, kegiatan patroli yang dilakukan anggota Bhabinkamtibmas membantu mengurangi resiko kebakaran lahan tebu.(*)

  • 400 KK di Ngawi Dapat Bantuan Air Bersih dari Polres Ngawi

    400 KK di Ngawi Dapat Bantuan Air Bersih dari Polres Ngawi

    NGAWI,KabarNganjuk.com – Dua Truk tangki dengan kapasitas masing-masing 9000 liter didistribusikan Polres Ngawi Polda Jatim kepada warga dusun Jetak Desa Selopuro dan Dusun Ngrowo Desa Cantel, Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

    Kapolres Ngawi AKBP Argowiyono, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Plt Kasi Humas Iptu Dian mengatakan bahwa,penyaluran tersebut bertujuan untuk membantu warga yang terdampak kekurangan air bersih di musim kemarau ini.

    “Bantuan air bersih kali ini, diberikan untuk dua desa yaitu Desa Selopuro dan Desa Cantel,” ujar Iptu Dian, Rabu (20/9).

    Sebelumnya Kapolsek Pitu, AKP Karno, S.H telah mendata wilayahnya yang terdampak kekeringan dan melaporkan ke Polres Ngawi.

    Dari data yang dicatat oleh Bhabinkamtibmas dan Polisi RW setempat, terdapat kurang lebih 400 Kepala Keluarga yang terdampak kesulitan air bersih.

    “Di Dusun Ngrowo Desa Cantel pada RW 01 dan RW 02, sejumlah 212 KK yang terbagi atas 200 rumah,sedangkan di Dusun Jetak Desa Selopuro pada RW 05 sejumlah 180 KK, ” ujar Kapolsek Pitu, AKP Karno.

    Sebagai informasi, karena letak Dusun Jetak berbatasan langsung dengan wilayah Kecamatan Megeri, Propinsi Jawa Tengah, maka banyak juga warga Megeri yang terdampak kekurangan air bersih ikut antri.

    “Banyak juga warga dari Megeri, Jateng yang ikut antri mengambil air bersih di Dusun Jetak, karena wilayahnya berbatasan langsung,” lanjut AKP Karno

    Saat disentil banyak yang ambil air bersih bukan warga Dusun Jetak, Kapolsek Pitu dengan ramah menjawab.

    “Ya gak papa, kita layani juga. Siapa yang membutuhkan air bersih, silahkan ambil. Lha wong kita kan satu bangsa, Indonesia. Wilayah Megeri juga NKRI,” kata AKP Karno.

    Bantuan droping air bersih selain dari Polisi juga dari Pengurus Cabang Muhammadiyah, sebagai salah satu wujud kepedulian Polri dan Masyarakat kepada warga yang terdampak musim kemarau.

    “Semoga apa yang kami lakukan hari ini bisa bermanfaat bagi masyarakat,” kata Kapolsek Pitu

    AKP Karno berharap kegiatan serupa bisa dilaksanakan secara rutin, untuk membantu kebutuhan masyarakat dalam mendapatkan air bersih di musim kemarau.

    “Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut, demi membantu saudara-saudara kita yang kesulitan mendapatkan air bersih,” imbuhnya.

    Banyak respon positif datang dari para warga.

    “Alhamdulillah, trima kasih pak polisi. Air bersih ini sangat bermanfaat bagi kami. Semoga bisa rutin njih pak,” ucap Marni (46) salah satu warga yang turut antri mengambil air bersih. (*)

  • Polres Nganjuk Bersama -sama TNI  Pemdes Rowoharjo dan Dinas Kesehatan Bantu ODGJ

    Polres Nganjuk Bersama -sama TNI Pemdes Rowoharjo dan Dinas Kesehatan Bantu ODGJ

    KabarNganjuk.com- 20 September 2023, Kapolres Nganjuk AKBP Muhammad, S.H., S.I.K., M.Si., melalui Kapolsek Prambon AKP Riduwan, S.H., bekerjasama dengan Koramil Prambon, Pemdes, Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk mengamankan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) inisial AJ (43), warga Desa Rowoharjo, Prambon untuk selajutnya dikirim ke Rsj. Menur Surabaya.

    AKP Riduwan mengatakan Tindakan ini bertujuan untuk melindungi keluarga dan lingkungan sekitarnya dari potensi bahaya yang dapat timbul akibat kondisi ODGJ yang tidak terkontrol.

    “Sinergi antara TNI-Polri dan Dinas Sosial adalah bukti nyata bahwa kami selalu bekerja sama untuk melindungi masyarakat, terutama yang berada dalam kondisi yang rentan.” Ujar AKP Riduwan.

    AKP Riduwan menambahkan, kegiatan ini merupakan contoh konkret dari kerja sama lintas sektor yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjaga keamanan di lingkungan sekitar.

    Sementara itu Bhabinkamtibmas Desa Rowoharjo AIPDA M. Zaenal Arifin mengatakan, kerja sama yang baik antara berbagai pihak memastikan bahwa situasi berjalan dengan lancar dan aman.

    “Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa AJ mendapatkan perawatan medis yang dibutuhkan dan sesuai prosedur sehingga tidak menjadi persoalan di kemudian hari.” Ungkap AIPDA Zaenal.

    AIPDA Zaenal menambahkan, kolaborasi ini merupakan upaya meminimalkan risiko potensi bahaya yang dapat muncul jika kondisinya tidak terkontrol. ODGJ AJ (43) diserahkan kepada petugas yang telah terlatih untuk merawat dan memberikan pengobatan yang sesuai. (red)

  • Selama Operasi Zebra Semeru 2023, Ditlantas Polda Jatim Jaring 102 Mobil Karena STNK Mati 5 Tahun

    Selama Operasi Zebra Semeru 2023, Ditlantas Polda Jatim Jaring 102 Mobil Karena STNK Mati 5 Tahun

    Surabaya,KabarNganjuk.com- Operasi Zebra Semeru 2023 selama 14 hari di seluruh Jawa Timur, telah selesai dilaksanakan oleh jajaran Polda Jatim.

    Dari hasil operasi tersebut sebanyak 102 mobil yang dilakukan penindakan tilang dan ditahan oleh petugas gabungan tersebut.

    Direktur Lalu lintas ( Dirlantas ) pada Direktorat Lalu lintas ( Ditlantas ) Polda Jatim,Kombes Pol M.Taslim Chairuddin,S.I.K,M.H mengatakan, kendaraan yang ditilang dan ditahan tersebut karena Surat Tanda Nomor Kendaraan ( STNK ) sudah mati Lima tahun.

    “Ada 102 unit mobil yang kami lakukan penidakan tilang dan kami tahan karena STNK nya sudah mati 5 tahun,”kata Kombes Pol M.Taslim, Selasa (19/9).

    Dalam penindakan tersebut pihak Ditlantas Polda Jatim juga menghadirkan pihak Jasa Raharja dan Dinas Pendapatan Daerah.

    “Kami hadirkan pihak terkait yaitu Jasa Raharja dan Dispenda barangkali ada langkah lain dalam upaya membangun kesadaran Masyarakat terkait kewajiban pajak kendaraan,”ujar Kombes Taslim.

    Menurut Kombes Taslim jika kendaraan STNK nya habis masa berlakunya, dan SWDKLLJ nya tidak dibayar, maka jika terjadi kecelakaan maka korban tidak akan mendapatkan santunan.

    “Kami tidak tahu persis masalah kendaraan ini, yang pasti kendaraan ini STNK nya mati dan kami tahan sampai dengan dokumennya dihidupkan lagi,”tegas Kombes Pol Taslim.

    Dirlantas Polda Jatim ini juga menegaskan, Operasi Zebra Semeru 2023 yang dilaksanakan dan telah melakukan tindakan penegakan hukum itu bukan bermaksud mempersulit atupun membuat Masyarakat menderita.

    Namun lanjut Kombes Taslim dengan penindakan itu adalah upaya memberikan pemahaman kepada Masyarakat tentang kesadaran hukum, keteraturan dan ketertiban sehingga tidak terjadi tindak kejahatan.

    Seperti diberitakan sebelumnya, selama pelaksanaan operasi Zebra Semeru 2023, Polda Jatim telah berhasil menekan angka pelanggaran dan juga angka kecelakaan lalu lintas.

    Hal itu dilihat dari 14 hari sebelum digelarnya Operasi Zebra dan 14 hari pada saat gelaran Operasi Zebra pada tanggal 4 sampai dengan 17 September 2023, dari data Ditlantas Polda Jatim, jumlah kejadian kecelakaan dijalan menurun 9 persen.

    Untuk kejadian kecelakaan yang menyebabkan korban meninggal dunia juga turun 28 persen, dibandingkan 14 hari sebelum Operasi itu digelar.

    Jika selama 14 hari sebelum operasi itu digelar tercatat sebanyak 95 korban meninggal dunia namun pada saat operasi digelar turun menjadi 68 korban meninggal dunia

    Sedangkan untuk korban luka ringan juga menurun dari semula 14 hari sebelum digelarnya Operasi Zebra ada 1.468 dan setelah digelarnya Operasi Zebra Semeru 2023 ini turun menjadi 1.335, selisihnya 133 korban atau turun 9 persen. (*)

  • Bupati Nganjuk Bersama BAZNAS Launching Gebyar Nganjuk Berzakat 2023

    Bupati Nganjuk Bersama BAZNAS Launching Gebyar Nganjuk Berzakat 2023

    Nganjuk, KabarNganjuk.com- Badan Amil Zakat ( Baznas ) Nganjuk bersama Pemerintah Kabupaten Nganjuk, telah menggelar acara Gebyar Nganjuk Berzakat Tahun 2023 yang bertempat di Pendopo KRT Sosro Koesoemo, dengan tema ” Zakat Menghapus Kemiskinan ” ( 20/9/2023).

    Acara ini ditandai pemukulan gong oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, sebagai tanda di launchingnya Nganjuk Berzakat Tahun 2023, yang dihadiri pula Forkopimda, Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Kajari, Ketua Baznas. Nganjuk, Camat se Kabupaten Nganjuk, juga semua penerima Zakat dari berbagai Kecamatan di Nganjuk, dan segenap undangan yang hadir di Pendopo KRT Sosro Koesoemo Pemkab Nganjuk dalam rangka Gebyar Nganjuk Berzakat Berzakat.

    Dalam sambutannya, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menjelaskan bahwa Baznas adalah mitra Pemerintah yang menjadi ujung tombak inspirator bagi seluruh masyarakat dalam menumbuhkan kepedulian, serta membantu sesama, maka melalui Baznas, masyarakat dapat menyalurkan zakat, infaq untuk disalurkan ke saudara – saudara kita yang membutuhkan, khususnya masyarakat miskin.

    ” Bagaimana membangun kesadaran berzakat yang bisa menjadi kebiasaan masyarakat dalam bersedekah, beramal, berzakat, dan Alhamdulillah komunikasi dan kolaborasi berjalan dengan baik, maka mari kita bersama – sama ikut berzakat ” harap Kang Marhaen sapaan Bupati Nganjuk.

    Sedangkan Zaenal Arifin selaku Ketua Baznas Nganjuk yang beralamat Kantor di Jalan K.H Agus Salim Nomor 2 Kauman menjelaskan, bahwa kegiatan ini adalah untuk membangun kepercayaan masyarakat, dan membuka semangat masyarkat di Kabupaten Nganjuk, juga untuk mendongkrak memulihkan kepercayaan masyarakat, dan Baznas siap menjembatani, kami punya tujuan untuk membangun kesetaraan antara si kaya dan si miskin, ini yang menjembatani Baznas ” jelasnya.

    ” Untuk membangun kepercayaan itu Baznas punya slogan APIK, yaitu Amanah, Profesional, Integritas, Akuntabel, dan untuk mencapai hal itu kita harus kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas dan kerja ikhlas ” ujarnya.

    ” Maka pada hari ini Baznas membantu masyarkat dengan memberikan 1300 zakat kepada fakir miskin, anak yatim, mereka yang punya hutang, para santri juga guru ngaji di Nganjuk ” pungkasnya.

    (red)

  • Mengalir Darah Sang Kakek Gondo Hariono Kini Jadi Politikus

    Mengalir Darah Sang Kakek Gondo Hariono Kini Jadi Politikus

    KabarNganjuk.com-Gondo Hariono anggota DPRD Kabupaten Nganjuk , Komisi IV dari Fraksi PDI Perjuangan, sebelum terpilih menjadi Anggota DPRD, Gondo Hariono adalah seorang birokrat. Meskipun Gondo lahir di Jombang, namun sejak 1980 dia telah mengabdikan diri di Kabupaten Nganjuk, tepatnya pada tahun 1980 dia mulai berkarir sebagai pendidik di SMP Negeri Pace selama 20 tahun.

    Karena dedikasi yang tinggi maka dia memperoleh promosi untuk menduduki jabatan sebagai Kepala Sekolah di Kabupaten Kediri selama 3 periode atau 12 tahun. Kemudian dia kembali ke Nganjuk untuk menjadi guru di SMP Negeri 1 Nganjuk , di SMP ini dia hanya mengajar selama 8 bulan.

    Rupanya kepiawaian dalam mendidik dan wibawa yang terpancar dari dirinya serta pengabdian yang lama di bidang pendidikan, dia kemudian diangkat menjadi seorang pengawas SMA, itupun hanya sebentar dijabatnya yaitu sekitar 8 bulan, sudah mendapat promosi untuk menjabat sebagai sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.

    Tiga bulan kemudian ditugaskan untuk menjabat sebagai Sekretaris Dinas Kominfo sekaligus merangkap sebagai plt Kepala Dinas Kominfo. 6 bulan kemudian dia kembali mendapat amanah untuk menjabat sebagai Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan selama 2 tahun.

    Namun tak bisa dipungkiri darah PDI Perjuangan yang mengalir dari kakeknya yang bernama Nitiharjo kelahiran Jombang, yang merupakan kader PNI membuat ia rela melepas jabatannya dengan pensiun dini, kemudian bergabung sebagai kader PDI Perjuangan.

    Yang melatar belakangi seorang Gondo untuk berjuang mengabdi kepada masyarakat melalui PDI Perjuangan, yang pertama PDI Perjuangan adalah partai untuk rakyat ; yang ke-2 dia ingin mewarnai PDI Perjuangan dengan gagasan-gagasannya.

    Dia akan all out untuk mendulang suara sebanyak-banyaknya di Dapil IV sehingga cita-citanya untuk menyambung aspirasi masyarakat dan menyumbang suara ke partainya tercapai.

    Meskipun sudah menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Nganjuk, Gondo sampai sekarang masih menjabat sebagai Ketua Cabang PSHT Kabupaten Nganjuk. Jabatan yang disandangnya tentu tidak begitu saja diraihnya. Dia mulai menjadi siswa PSHT pada tahun 1985, tahun 1996 mulai menjadi Ketua Ranting di Pace, setelah 1 tahun ditarik H Harsono untuk membantu di cabang. Setelah ada parapatan cabang baru dia resmi sebagai Bendahara PSHT.

    Akhirnya tahun 2015 dia ditunjuk sebagai Ketua PSHT menggantikan H.Harsono. Perlu diketahui PSHT mempunyai anggota sebanyak 71.200 orang. Bagi dia PSHT adalah wujud nyata pengabdian ke masyarakat, karena PSHT adalah organisasi sosial yang membina manusia agar berbudi luhur. Kalau ada yang nakal tidak ada 1% dari anggota dan itu harus kita bina.

    “Himbauan saya untuk masalah ekonomi di Dapil IV yaitu mengangkat masalah ekonomi kerakyatan;
    pengembangan pertanian hendaknya menjadi perhatian pemerintah daerah , seperti biasa terjadi kelangkaan pupuk saat petani membutuhkan, waktu panen harga jual murah. Untuk menyikapi hal itu maka perlu sinergitas pemerintah dan petani. Selain itu kita akan membuat program membasmi tikus, agar tidak mengurangi hasil pertanian , tikus akan dibasmi oleh pemerintah, masyarakat dan petani.

    Selanjutnya untuk bidang pendidikan, kita akan berjuang, bukan berarti agar biaya gratis, hal itu tidak mungkin kecuali kalau daerah turun tentu akan sangat membantu. Selama ini dana APBD hanya membantu siswa yang kurang mampu. Sehingga terkadang ada biaya sukarela karena ada kebutuhan sekolah yang tidak tercukupi dari dana Bos. Namun diharapkan biaya sukarela harus benar-benar atas dasar kerelaan orang tua wali murid jangan dikondisikan berapa kali bayar, sehingga terkesan pungli dan bisa masuk ke ranah hukum.

    Untuk masalah Pendidikan, kita menyoroti masalah kebijakan PPDB, harus ada kebijakan khusus terkait zonasi, sehingga jangan sampai anak sumber muneng Pace tidak bisa sekolah di SMP Negeri 1 Pace dan harus sekolah di Loceret. Mestinya bisa sekolah dengan naik sepeda harus naik bis ke loceret, tentu ini akan nambah biaya. “ Pungkasnya. (red)

  • Kabupaten Nganjuk Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Antar Kampung

    Kabupaten Nganjuk Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Antar Kampung

    KabarNganjuk.com- Kejuaraan Antar Kampung ( Tarkam) Kementerian Pemuda dan Olahraga ( Kemenpora), dan Peringatan Hari Olahraga Nasional ( Haornas ) Kabupaten Nganjuk Tahun 2023, telah resmi dibuka, yang di hadiri langsung Kemenpora melalui Staf Ahli Bidang Budaya dan Supportivitas Ir. Hamka Hendra, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono, Kadis Porabudpar Sri Handariningsih, Kadis Pendidikan Sopingi, dan segenap undangan yang hadir, serta dihadiri semua peserta lomba dari 20 Kecamatan se Kabupaten Nganjuk, dari kalangan pelajar maupun umum, yang nantinya akan diharapkan menjadi atlet – altet tangguh yang ada di Kabupaten Nganjuk.

    Nganjuk adalah salah satu dari 3 Kabupaten yang ada di Provinsi Jawa Timur, di tunjuk oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga ( Kemenpora ), untuk menjadi Tuan Rumah Kejuaraan Antar Kampung ( TARKAM ) Kemenpora, dan sekaligus untuk memperingati Hari Olahraga Nasional ( Haornas ) Kabupaten Nganjuk Tahun 2023, dan pada hari ini telah dilaksanakan pembukaan yang bertempat di halaman Gedung Olah Raga ( GOR ) Bung Karno Begadung – Nganjuk ( 19/9/2023).

    Dalam kesempatannya, Ir. Hamka Hendra menjelaskan, bahwa hari ini adalah pembukaan kejuaraan Tarkam, dan Kabupaten Nganjuk adalah yang ditunjuk oleh Menpora, dari 3 Kabupaten yang ada di Jawa Timur.

    ” Semoga kejuaraan Tarkam ini nantinya akan membentuk atlet – atlet yang berprestasi, minimal di Kabupaten Nganjuk ( Tarkam ), dan kedepannya kita berharap, agar nantinya akan menjadi atlet – atlet daerah yang mewakili Jawa Timur, bahkan menjadi atlet tingkat Nasional ” harap Hamka.

    Lebih lanjut disampaikannya, bahwa ini ada 3 cabang olahraga, dan ini tadi pembukaan, yang diikuti dari 20 Kecamatan se Kabupaten Nganjuk, dan kita berharap, ke depan akan lahir atlet – atlet yang berpotensi mewakili Kabupaten, atau nantinya akan menjadi atlet – atlet Provinsi, juga saya berharap, kedepannya akan lahir dari Nganjuk atlet – atlet Nasional ” pungkasnya.

    Sedangkan Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi merasa bersyukur dan mengucap Alhamdulillah atas ditunjuknya Kabupaten Nganjuk oleh Kemenpora melaksanakan Tarkam, 3 Kabupaten yang ada di Jawa Timur, salah satunya adalah Kabupaten Nganjuk.

    ” Karena ini Antar Kampung ( Tarkam ), jadi tidak membawa nama sekolah, tetapi membawa nama daerahnya masing – masing, yaitu di Nganjuk per Kecamatan, antar Kecamatan kita tandingkan, dan ini domisili, bukan sekolah, dan Tarkam ini bagus untuk membela jiwa atau memiliki daerahnya, atau Kecamatannya biar bagus, ada 3 kejuaraan Tarkam yaitu Bulu Tangkis, Volly dan Atlet. Mari kita gerakkan olahraga bersama – sama, Salam Olahraga ” pungkasnya dengan semangat. (red)