Pembunuhan Misterius: Identifikasi Korban Berdasarkan Otopsi Sementara

Selasa, 26 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com – Identitas mayat yang ditemukan di Hutan Petak 117 RPH Tamanan, Desa Sambi Kerep, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur masih menjadi misteri.

Polisi masih berupaya mencari identitas sebenarnya dari mayat yang dibuang di hutan tersebut. Saat ditemukan, tidak ada identitas apapun yang dapat dijadikan petunjuk. Sementara itu, kondisi wajah mayat telah rusak parah akibat benturan benda tumpul berulang, dan pergelangan tangannya diamputasi.

Dari hasil otopsi sementara, sambil menunggu hasil resmi dari dokter forensik, Kapolres Nganjuk AKBP Muhamad mengungkapkan bahwa ciri-ciri mayat diperkirakan berusia antara 25 hingga 45 tahun, dengan amputasi pada pergelangan tangan, dan luka di kepala yang menunjukkan tanda-tanda kekerasan yang tidak wajar.

Ciri-ciri yang lebih detail meliputi rambut ikal yang dicat coklat gelap, wajah kecil dengan hidung kecil, serta adanya tahi lalat di pipi kiri dan pangkal lengan kanan. Selain itu, terdapat bekas luka di dagu, dan korban mengenakan behel berwarna biru serta memiliki anting di kedua telinga, dengan dua anting di telinga kanan.
“perkembangan kasus penemuan mayat di wilaayh Rejoso untuk mayat langsung dikirim ke RS Bhayangkara Nganjuk, untuk dilakukan otopsi dan sudah selesai dilaksanakan. Kita menunggu hasil resmi dari kedokteran forensik,” ujar AKBP Muhammad

Warga diimbau untuk segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila memiliki anggota keluarga yang tidak pulang selama beberapa hari dengan ciri-ciri tersebut.

“tapi yang jelas, saat ini petugas kita dilapangan masih fokus mencari identitas termasuk sebentar lagi kita akan rilis penemuan mayat Mrs.X, nanti akan kita sebarkan ke seluruh Polres Jawa Timur, untuk mencari apabila mungkin ada keluarganya yang tidak pulang kerumah selama beberapa hari untuk bisa menyesuaikan dengan ciri-ciri tersebut sehingga nanti bisa segera berkoordinasi dengan Kantor Kepolisian terdekat,” beber Kapolres Nganjuk

Berita Terkait

Tanam Padi Serentak Hadapi Kemarau, Nganjuk Bidik Target 105 Ribu Hektare
MPLS SMK PGRI 2 Nganjuk Kunjungan Industri, Sridadi Bakery Gandeng DPC APJI
Cinta Tak Direstui Anak Angkat Dan Kekasih Di Nganjuk Tega Bunuh Dan Kubur Korban Di Pekarangan Rumah
Kurang dari 10 Jam, Polres Nganjuk Ungkap Kasus Pembunuhan Berencana, Dua Tersangka Dibekuk di Sidoarjo
Anak Angkat dan Pacar Ditetapkan Jadi Terduga Pelaku Pembunuhan di Ngronggot, Ditangkap Polisi di Sidoarjo
Barang Bukti Kasus Pembunuhan Ngronggot, Polisi dan DLH Bongkar Bak Sampah di Baron
Penemuan Jasad Pria Terkubur Di Pekarangan Rumah Di Nganjuk Diduga Korban Kejahatan
Police Goes To School Dibalik, Murid SDI Salsabila Sambangi Satlantas Nganjuk Belajar Keselamatan Berlalu Lintas

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:25

Tanam Padi Serentak Hadapi Kemarau, Nganjuk Bidik Target 105 Ribu Hektare

Jumat, 17 Juli 2026 - 13:15

MPLS SMK PGRI 2 Nganjuk Kunjungan Industri, Sridadi Bakery Gandeng DPC APJI

Jumat, 17 Juli 2026 - 10:46

Cinta Tak Direstui Anak Angkat Dan Kekasih Di Nganjuk Tega Bunuh Dan Kubur Korban Di Pekarangan Rumah

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:19

Anak Angkat dan Pacar Ditetapkan Jadi Terduga Pelaku Pembunuhan di Ngronggot, Ditangkap Polisi di Sidoarjo

Kamis, 16 Juli 2026 - 13:09

Barang Bukti Kasus Pembunuhan Ngronggot, Polisi dan DLH Bongkar Bak Sampah di Baron

Berita Terbaru