Tanam Padi Serentak Hadapi Kemarau, Nganjuk Bidik Target 105 Ribu Hektare

Sabtu, 18 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com – Kementerian Pertanian (Kementan) RI kembali mempercepat langkah strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementan menggelar gerakan tanam padi serentak yang dipusatkan di Desa Gemenggeng, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, pada Sabtu (18/7/2026). Aksi percepatan tanam ini juga dilaksanakan secara bersamaan di 21 provinsi di seluruh Indonesia.

Gerakan ini fokus pada pemanfaatan dan optimalisasi lahan hasil program Optimalisasi Lahan (Oplah) serta Cetak Sawah Rakyat (CSR). Langkah percepatan dinilai sangat krusial agar lahan-lahan potensial yang telah dibuka oleh pemerintah bisa segera produktif menghasilkan padi, khususnya dalam mengantisipasi dampak musim kemarau tahun ini.

Kepala BPPSDMP Kementan RI, Idha Widi Arsanti, menjelaskan bahwa intervensi pemerintah pada lahan-lahan rawa dan cetak sawah baru harus segera ditindaklanjuti dengan penanaman yang masif, termasuk pengoperasian Brigade Pangan secara optimal.

“Dengan intensitas tanam yang ditingkatkan melalui gerakan ini, kami berharap upaya khusus untuk mengoperasionalkan Brigade Pangan tidak hanya berjalan di luar Pulau Jawa. Lahan-lahan rawa yang ada di Pulau Jawa pun kini didorong penuh agar bisa dioptimalkan fungsinya,” ujar Idha Widi Arsanti di sela-sela kegiatan penanaman.

Ia juga menambahkan bahwa gerakan tanam serempak ini dirancang untuk memberikan stimulan serta mempercepat masa tanam para petani di daerah. Lahan Oplah dan CSR diharapkan tidak dibiarkan menganggur, melainkan langsung digarap oleh petani setempat yang berkolaborasi dengan Brigade Pangan.

Kesuksesan program ini di lapangan mendapat dukungan penuh dari pemerintah daerah setempat. Sinergi lintas sektor diperkuat dengan melibatkan para penyuluh pertanian, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, hingga personel Brigade Pangan untuk melakukan pengawalan ketat di setiap tahapan tanam. Selain pengawalan teknis, modernisasi pertanian melalui dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang memadai menjadi kunci utama guna mengejar target swasembada pangan nasional.

Menutup rangkaian kegiatan di Nganjuk, Kepala BPPSDMP tidak hanya memantau proses di lapangan, melainkan juga menggelar dialog interaktif secara daring. Melalui sambungan virtual tersebut, ia mendengarkan langsung berbagai capaian keberhasilan serta kendala yang dihadapi oleh para kelompok tani di 21 provinsi demi memastikan bantuan dan kebijakan pemerintah ke depan tetap tepat sasaran.

Berita Terkait

Penghentian Pabrik Pakan di Nganjuk Dipertanyakan, DLH Diminta Buka Hasil Verifikasi
Bantah Jadi Pelapor Pabrik Pakan Ternak di Nganjuk, Salah Satu Perangkat Desa Minta Identitas Pelapor Dibuka
Mengaku Kasatpol PP Kabupaten Nganjuk, Coba Tipu Pengusaha
Tim Gabungan Bergerak Padamkan Karhutla di Lereng Gunung Wilis, 400 Personel Diterjunkan
LPTKS PT Putra Anjuk Ladang Tinggal Selangkah Lagi
Hilang Sejak Kamis, Lansia Kertosono Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai Brantas
Dua Kasus Berbeda Dibongkar, Polres Nganjuk Amankan Enam Orang dan Sita Pil LL serta Sabu
Dugaan Persetubuhan Anak: Berkas P21, Kejari Nganjuk Resmi Tahan Bos Cafe Jaguar

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 17:14

Penghentian Pabrik Pakan di Nganjuk Dipertanyakan, DLH Diminta Buka Hasil Verifikasi

Sabtu, 19 September 2026 - 16:08

Bantah Jadi Pelapor Pabrik Pakan Ternak di Nganjuk, Salah Satu Perangkat Desa Minta Identitas Pelapor Dibuka

Jumat, 18 September 2026 - 18:36

Mengaku Kasatpol PP Kabupaten Nganjuk, Coba Tipu Pengusaha

Jumat, 18 September 2026 - 15:32

Tim Gabungan Bergerak Padamkan Karhutla di Lereng Gunung Wilis, 400 Personel Diterjunkan

Kamis, 17 September 2026 - 16:12

LPTKS PT Putra Anjuk Ladang Tinggal Selangkah Lagi

Berita Terbaru