Penemuan Jasad Pria Terkubur Di Pekarangan Rumah Di Nganjuk Diduga Korban Kejahatan

Rabu, 15 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com – Warga Dusun Nanggungan, Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria yang terkubur secara tidak wajar di pekarangan belakang rumahnya sendiri. Korban diketahui bernama Gatut Tri Wahyu Widodo, berusia 53 tahun. Korban yang sempat dikabarkan menghilang selama hai tersebut diduga kuat merupakan korban tindak pidana pembunuhan atau kekerasan.

Kapolsek Ngronggot, AKP Totok Harianto, membenarkan adanya temuan jasad yang dikubur secara tidak wajar tersebut. Berdasarkan pemeriksaan awal di tempat kejadian perkara, pihak kepolisian memastikan adanya dugaan kuat unsur tindak pidana kejahatan atau kekerasan dalam kematian korban.

“Saat ini kasus masih dalam proses penyelidikan mendalam. Jenazah korban ditemukan dalam kondisi meninggal secara tidak normal. Ada dugaan kuat bahwa korban merupakan korban dari tindak kejahatan. Kami masih memeriksa saksi-saksi dan menunggu hasil autopsi,” kata AKP Totok Harianto.

Kasus ini sendiri berawal dari kekhawatiran warga setempat. Korban yang diketahui mengidap penyakit paru-paru menahun dan sudah lama tidak bekerja, tiba-tiba tidak terlihat keluar rumah sejak Senin, 13 Juli 2026. Warga awalnya khawatir kondisi kesehatan korban memburuk atau pingsan di dalam rumah tanpa ada yang menolong. Kecurigaan warga semakin menguat lantaran pada Senin malam, tetangga sekitar sempat mendengar suara keributan dan teriakan minta tolong dari arah dalam rumah korban. Namun, saat dikonfirmasi oleh warga, anak perempuan korban berdalih bahwa suara tersebut hanyalah sang ayah yang sedang mengigau karena sakit.

Keesokan harinya, pihak keluarga kembali memberikan keterangan yang berubah-ubah saat ditanya keberadaan korban. Anak korban sempat menyebut ayahnya pergi berobat ke Jombang, namun kemudian keterangannya berubah lagi dan mengatakan bahwa korban sudah bertolak ke Malang. Merasa ada yang janggal dengan semua pernyataan tersebut, warga akhirnya berinisiatif mencari korban di area sekitar rumah. Karena tidak membuahkan hasil di dalam ruangan, warga kemudian menyisir area kebun atau pekarangan belakang rumah yang rimbun.

Di lokasi tersebut, salah seorang saksi mata bernama M. Ali Ridho menemukan adanya kejanggalan berupa gundukan tanah baru yang ditata rapi. Gundukan tersebut sengaja disamarkan dengan tutupan batang pisang, daun pisang kering, serta tumpukan genteng di atasnya.

“Awalnya kami mencari karena korban sudah beberapa hari tidak terlihat. Kami curiga karena sempat mendengar suara ribut-ribut. Saat dicari ke kebun belakang, kami menemukan ada gundukan tanah baru yang ditata rapi, ditutupi batang pisang, daun pisang kering, dan di atasnya ditumpuki genteng. Dari situ kami langsung curiga dan melapor ke perangkat desa,” ujar M. Ali Ridho saat memberikan keterangan.

Melihat temuan mencurigakan itu, warga segera melapor ke perangkat desa setempat dan diteruskan ke Mapolsek Ngronggot. Aparat kepolisian yang tiba di lokasi langsung memasang garis polisi untuk mensterilkan tempat kejadian perkara. Tim Inafis Polres Nganjuk yang melakukan pembongkaran makam darurat tersebut akhirnya mengekskavasi jasad Gatut yang terkubur di dalamnya.

Saat ini, jasad korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk untuk menjalani proses otopsi guna mengetahui penyebab pasti kematian secara medis. Sementara itu, pihak kepolisian masih terus melakukan pengejaran dan penyelidikan mendalam, termasuk mencari keberadaan anak perempuan korban yang dilaporkan mendadak menghilang sesaat sebelum jasad sang ayah ditemukan oleh warga.

Berita Terkait

Tiga Terduga Pengedar Ditangkap, Satresnarkoba Polres Nganjuk Sita Sabu dan Pil Dobel L
Aksi Nyata PHBN ke-81, PSHT Cabang Nganjuk Gelar Baksos Gratis dan Pertunjukan Reog
HUT ke-81 RI, Polres Nganjuk Perkuat Komitmen Pelayanan dan Kepercayaan Masyarakat
Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Bupati Marhaen Ajak Masyarakat Bangun Nganjuk Bersama
Pawai Budaya SMA/SMK dan Umum Warnai HUT ke-81 RI di Nganjuk, Bupati dan Wakil Bupati Tekankan Persatuan Bangsa
Revitalisasi SMAN 1 Tanjunganom Rp1,9 Miliar Disorot LKHPI, Diduga Ada Penyimpangan Anggaran
Peresmian 2.500 Jembatan Perintis Garuda dan 3.000 Titik Air Bersih, Jawa Timur Diwakili Kabupaten Nganjuk
Dari Bahan Alam Jadi Batik Bernilai Jual, Sespimen Polri Apresiasi UMKM Griya Batik Sri Rahayu

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:12

Tiga Terduga Pengedar Ditangkap, Satresnarkoba Polres Nganjuk Sita Sabu dan Pil Dobel L

Selasa, 18 Agustus 2026 - 07:55

Aksi Nyata PHBN ke-81, PSHT Cabang Nganjuk Gelar Baksos Gratis dan Pertunjukan Reog

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:55

HUT ke-81 RI, Polres Nganjuk Perkuat Komitmen Pelayanan dan Kepercayaan Masyarakat

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:54

Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Bupati Marhaen Ajak Masyarakat Bangun Nganjuk Bersama

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:59

Pawai Budaya SMA/SMK dan Umum Warnai HUT ke-81 RI di Nganjuk, Bupati dan Wakil Bupati Tekankan Persatuan Bangsa

Berita Terbaru