Kakek 74 Tahun di Nganjuk Dianiaya Keponakan, Keluarga Minta Pendampingan Hukum

Selasa, 28 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nganjuk, KabarNganjuk.com — Seorang kakek berusia 74 tahun di Nganjuk, Wiji, menjadi korban dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh keponakannya sendiri, JK (40). Tidak terima atas tindakan kekerasan yang menimpa orang tuanya, pihak keluarga memutuskan untuk menempuh jalur hukum.

Anak korban, Arifin, mendatangi kantor advokat Wahyu Priyo Djatmiko di Jalan Ahmad Yani, Kota Nganjuk, guna meminta bantuan dan pendampingan hukum.

“Kami mendatangi kantor pengacara untuk meminta tolong pendampingan hukum terkait penganiayaan yang dilakukan JK terhadap orang tua saya,” ujar Arifin saat ditemui di lokasi.

Peristiwa penganiayaan tersebut dipicu oleh perselisihan batas tanah peninggalan keluarga. Insiden bermula saat korban menyampaikan bahwa luas tanah peninggalan mertuanya berkurang dari 30 ru karena sebagian terpakai oleh tanah milik orang tua pelaku. Korban kemudian meminta ganti rugi sebesar Rp9 juta.

Namun, perbincangan tersebut memanas hingga terjadi percekcokan yang berujung pada aksi penganiayaan fisik. Akibat serangan tersebut, lansia yang sehari-hari bekerja sebagai tukang becak ini mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk.

Sementara itu, terduga pelaku dilaporkan telah diamankan oleh pihak kepolisian di Mapolsekta Nganjuk untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Kuasa hukum korban, Wahyu Priyo Djatmiko, mengonfirmasi bahwa pihak keluarga telah menyerahkan penanganan perkara ini kepadanya. Ia sangat menyayangkan aksi kekerasan yang menimpa seorang lansia tersebut.

“Kami merasa kasihan terhadap korban yang sudah tua dan berprofesi sebagai tukang becak. Saat ini korban sedang menjalani perawatan di RS Bhayangkara, dan kami meminta hukum ditegakkan sebagai efek jera terhadap pelaku,” tegas Wahyu.

Berita Terkait

Diduga Sopir Mengantuk, Truk Boks Terguling ke Parit Menimpa Penjual Tempe Hingga Meninggal Dunia
Simpan 11,14 Gram Sabu di Kamar Kos, Pria Asal Kediri Diciduk Satresnarkoba Polres Nganjuk
DPC PDIP Nganjuk Gelar Refleksi 30 Tahun Kudatuli, Teguhkan Nilai Perjuangan dan Kebudayaan
DPC Nganjuk Gelar Doa Bersama Peringati Kudatuli
Bupati Marhaen Sambut Ribuan Onthelis, Nganjuk Sukses Gelar KOSTI Triwulan Jawa Timur
Tempuh Perjalanan 18 Bulan, Pria Asal Nganjuk Pulang Usai Jalan Kaki dan Bersepeda ke Makkah
Polisi Amankan Terduga Pengguna Sabu di Ngronggot, Barang Bukti Disimpan di Bawah Meja Dapur
Pengembangan Kasus Pil LL Berlanjut, Satresnarkoba Polres Nganjuk Bongkar Mata Rantai Pengedar hingga Empat Pelaku Diamankan

Berita Terkait

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:03

Diduga Sopir Mengantuk, Truk Boks Terguling ke Parit Menimpa Penjual Tempe Hingga Meninggal Dunia

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:24

Kakek 74 Tahun di Nganjuk Dianiaya Keponakan, Keluarga Minta Pendampingan Hukum

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:12

Simpan 11,14 Gram Sabu di Kamar Kos, Pria Asal Kediri Diciduk Satresnarkoba Polres Nganjuk

Senin, 27 Juli 2026 - 19:02

DPC Nganjuk Gelar Doa Bersama Peringati Kudatuli

Minggu, 26 Juli 2026 - 13:00

Bupati Marhaen Sambut Ribuan Onthelis, Nganjuk Sukses Gelar KOSTI Triwulan Jawa Timur

Berita Terbaru